
Area Dewasa 21++
“Apa yang harus aku lakukan? Gaby tidak mungkin bisa bertahan terus menerus seperti ini. Karena keadaan ini bisa membuat Gaby dalam bahaya jika reaksi obat itu tidak di salurkan. Tapi...aku bingung.”
Ello pun memandang Gaby yang terus menggeliat bagaikan cacing kepanasan. Bahkan bagian dari gaun Gaby terkesiap naik ke atas dan menampilkan kulit mulus gadis itu. Membuat Ello meneguk salivanya dengan susah payah.
Tanpa Ello sadari, ikatan pada lengan Gaby sudah terlepas. Dan dengan cepat Gaby pun melompat ke dalam tubuh Ello, dan membuat keseimbangan tubuh pemuda itu terjungkal ke belakang seiring beban tubuh Gaby yang menempel padanya bagaikan cicak.
Beruntung, Ello berdiri diatas sofa single yang empuk. Sehingga tulang ekornya tidak langsung menyentuh kerasnya lantai keramik. Akibat beban tubuh Gaby yang menimpa tubuhnya.
Senyum pun mengembang menghiasi wajah cantik Gaby, bagaikan anak kecil yang baru saja di belikan gulali.
“Kena kau! Lihat aku bisa menangkapmu!” seru Gaby sambil menatap intens kearah Ello yang berada di bawahnya.
“Gaby! Apa yang kamu lakukan? Turun!” perintah Ello.
“Nggak mau, aku ingin membuktikan kamu itu impoten apa nggak.”
“Mak..sudmu?”
Ello pun membelalakan kedua bola matanya saat Gaby menangkup wajahnya. Dan kemudian mendekatkan bibir ranumnya kearah Ello sambil memonyongkan bibirnya berniat untuk mengecup pria itu.
__ADS_1
Cup!
Gaby pun mencium dengan agresif bibir Ello sehingga membuat tubuh Ello terpaku di tempat.
“Bagaimana ciumanku? Ini pertama kalinya aku mencium seorang pria,,hahah.”
Gaby pun tertawa seolah ada hal lucu yang terjadi diantara mereka. Sedangkan Ello terdiam terpaku begitu Gaby menciumnya dengan agresif. Sesuatu dalam diri Ello seketika bangkit ingin meminta lebih daripada ciuman.
“Ciumanmu sangat buruk!”
Lantas Ello pun membalikkan tubuh Gaby dan kini Gaby lah berada di bawah kungkungannya.
Ello pun meraih tengkuk Gaby lalu menciumnya dengan lembut dan penuh perasaan. Membuat mabuk kepayang bagi siapa pun yang merasakannya termasuk Gaby sendiri.
Sampai Gaby memejamkan keduanya kelopak matanya menikmati setiap sentuhan Ello. Baru kali Ello mencumbui Gaby dengan kesadaran penuh. Rasanya begitu memabukkan.
Sambil terus mencecapi bibir ranum milik Gaby, Ello pun menatap dalam wajah Gaby yang terpejam. Persetan jika nanti Gaby marah kepadanya. Salahkan saja Gaby yang menggodanya terus menerus. Lelaki normal mana yang sanggup menolaknya?
Ello masih membuka kedua matanya. Menikmati ekpresi Gaby yang ternyata juga menikmati permainannya. Hingga Ello semakin memperdalam pagutannya, saling membelitkan indra pengecap satu sama lain. Mengabsen setiap inci yang ada di dalam rongga mulut Gaby. Menyesapi manis madu yang hanya ia seorang yang menuainya.
Ello merasa beruntung menjadi orang yang pertama bagi Gaby. Ciuman itu memberikan getaran hebat pada dirinya dan juga Gaby. Ada rasa ingin merasakan lebih dari pada ini.
__ADS_1
Ello melepaskan pagutannya, lalu beralih menyecapi leher jenjang Gaby yang putih bersih nan menggiurkan. Menghirup dalam-dalam aroma cherry blossom bercampurkan aroma bayi yang menenangkan jiwanya.
Menghapus jejak cumbuan Sean dari gadis itu. Dan membubuhkan stempel cintanya pada area sana. Agar semua laki-laki tahu, bahwa Gaby adalah miliknya. Dan hanya miliknya.
Namun tiba-tiba sebuah kesadaran menarik Ello kembali dari kenikmatan yang tengah ia tuai.
“Apa yang kamu lakukan? Sadar Ello!”
Ello pun menampar kedua sisi wajahnya bergantian agar kesadarannya kembali berkumpul. Dan ia menatap nanar hasil perbuatannya yang terpampang jelas di depan mata. Jejak kepemilikan yang tersebar di tubuh gadis itu. Belum gaun Gaby yang nampak berantakan karena ulahnya.
Lalu Ello menutup kembali gaun Gaby yang melorot dengan jasnya. Karena jika menatapnya terus menerus Ello tak akan menjamin bisa menahan hasratnya. Sedangkan mata Gaby masih terpejam sambil merengek untuk meminta lebih.
“Aku tidak akan menghancurkanmu untuk kedua kalinya Gaby. Karena aku akan membuatmu menyerahkannya atas dasar keinginanmu sendiri suatu saat nanti.”
Selepas berucap itu, lantas Ello membopong tubuh Gaby dan membawanya ke dalam kamar mandi. Mengisi bathtube sampai penuh dengan air dingin, lalu memasukkan Gaby ke dalam bathtube dan mengguyurnya dengan air shower.
“Hei! Kenapa kamu malah memandikanku! Dasar kau laki-laki impoten!” erang Gaby yang terlonjak menahan dinginnya air.
“Maafkan aku Gaby, ini pilihan yang terbaik.”
Ello pun turut masuk ke dalam bathtube lalu mengguyur kepalanya yang memanas dengan air shower yang mengucur agar kabut gairah yang masih tersisa dalam dirinya hilang oleh dinginnya air yang mengalir.
__ADS_1