
Gaby berjalan-jalan sambil mengendap-ngendap, di depannya ada pengawal Sean yang tengah berjaga-jaga. Lalu tiba-tiba ada suara teriakan, dan kedua pengawal itu pun langsung berlari masuk ke dalam mansion itu.
Kesempatan itu tidak Gaby sia-siakan. Gaby segera berlari keluar mansion Sean yang begitu luas. Gaby berlari menuju jalan rahasia, jalan yang tidak sengaja ia temukan saat sedang berkeliling mansion Sean beberapa hari lalu.
Jalan itu nampak rimbun. Karena berbatasan dengan sebuah kebun terbengkalai. Banyak semak-semak belukar, bahkan tanaman berduri mengelilingi tempat itu. Gaby nampak berfikir sejenak, jika ia urungkan niatnya. Maka ia akan terpenjara bersama Sean selamanya. Dan pengorbanan yang kakaknya buat berakhir sia-sia.
Gaby mulai memantapkan hatinya, saat sebuah alarm berbunyi nyaring tanda telah terjadi sesuatu. Sudah Gaby pastikan, pasti kini Sean sudah menyadari ketiadaan dirinya di mansion itu. Gaby pun segera bergegas menerjang semak belukar di depannya.
Tak peduli rasa perih yang terasa mengiris kulit mulusnya akibat goresan duri-duri tajam. Karena begitu banyak semak belukar yang Gaby terjang.
“Oh..Tuhan, lindungi diriku dan juga anakku. Selamat kami dari orang-orang jahat itu.”
Gaby terus melantunkan doanya, berharap ada sebuah keajaiban. Tak lama pintu keluar pun Gaby temukan. Sedikit lg ia bisa bernafas lega, namun mendadak kepalanya terasa pusing. Bahkan pandangannya pun terasa mengabur.
Gaby terus berlari dan berusaha mempertahankan kesadarannya. Ternyata Tuhan masih berkehendak dirinya untuk hidup. Akhirnya Gaby bisa keluar dari mansion Sean dengan selamat. Namun sebuah suara menginterupsi langkah Gaby.
“Gaby.”
Gaby tercenung di tempat. Rasa-rasanya suara itu tidak asing lagi untuk ia dengar. Perlahan Gaby membalikkan tubuhnya pada sumber suara itu, sesaat Gaby pun membolakan kedua matanya.
__ADS_1
Sepertinya takdir sudah mengatur jalan hidupnya. Gaby terharu, di saat ia ingin mencari kebahagiannya. Kini sumber kebahagian yang ingin ia cari ada di depan mata.
“Ka..kamu,” lirihnya.
“Gaby, kau sudah mengingatku?” tanya orang itu lagi.
Gaby mengangguk lemah, tak lama orang itu berlari berhamburan ke dalam pelukannya. Dan Gaby pun terhanyut ke dalam pelukan orang itu. Isakan tangis tak mampu lagi Gaby bendung.
“Syukurlah sayang, akhirnya kau mengingatku.”
Orang itu terus meluncurkan ciuman-ciuman yang selama ini ia tahan. Hingga membuat Gaby merasa engap.
“Sudah Ello, rasanya engap banget aku nggak bisa napas tauk!”
Ya orang itu adalah Ello. Entah awalnya Ello berencana ingin menculik Gaby dari mansion Sean, kini malah gadis itu sudah menghampiri dimana ia berada. Seolah takdir sudah menghendaki keduanya untuk bertemu di tempat yang sama.
“El, waktu kita tidak banyak. Sean sudah tahu kepergianku dan...”
Belum menyelesaikan ucapannya, Gaby sudah dulu pingsan. Entah karena kelelahan atau karena luka goresan yang ia dapat sepanjang menyeberangi kebun yang di penuhi semak belukar itu.
__ADS_1
“Gaby..Gaby! Bertahanlah! Aku akan membawamu ke rumah sakit!”
Ello bergegas membawa tubuh berisi Gaby ke dalam mobilnya. Sebelum menarik persneling, Ello sempatkan menelepon Jay terlebih dahulu untuk mengurus anak buah Sean jika salah satu diantara mereka mengejar mobil Ello.
Setelah itu, Ello mempercepat laju roda empatnya untuk segera sampai di rumah sakit. Namun saat sampai di rumah sakit, Ello berubah fikiran. Ello takut Sean membawa Gaby kembali untuk di nikahi.
Oleh karena itu, Ello memilih berputar arah lalu melajukan roda empatnya kembali menuju tempat praktik miliknya dahulu. Namun kini sudah di isi oleh dokter lain.
“Dokter, Suster tolong istri saya! Cepat tolong!”
Karena panik, seketika membuat Ello melupakan jati dirinya yang juga seorang dokter. Ia hanya ingin Gaby mendapatkan perawatan yang semestinya. Dan suster Eva sebagai suster senior di tempat itu datang tergopoh-gopoh menghampiri Ello dan juga Gaby.
“Ya Tuhan! Apa yang terjadi dengan nona Gaby tuan El?!” tanya suster Eva dengan panik.
“Ceritanya panjang sus, tolong selamatkan Gaby dulu!”
“Baiklah.”
Suster Eva pun memanggil suster junior yang lain untuk membawa tubuh Gaby dengan brankar pasien. Dan membawanya ke dalam ruangan rawat.
__ADS_1
Gaby segera mendapat pertolongan pertama. 3 orang suster tengah memberikan oksigen, memasang selang infus serta membalut lukanya yang hampir ada di sekujur tubuh wanita hamil itu. Dokter pun segera memeriksa keadaan fisik wanita hamil tersebut.
Bersambung...