Cinta Untuk Gaby

Cinta Untuk Gaby
Di Tolak


__ADS_3

Plaakk!!


Sebuah tamparan mendarat mulus di wajah tampan Ello, hingga menyisakan seburat merah berbentuk tangan tercetak jelas di wajahnya.


“Cepat pergi dari sini Ello! Aku kecewa denganmu. Jangan harap bisa bertemu dengan adikku lagi!”


Kali ini Ganes turun tangan karena sudah kecewa berat dan merasa muak dengan drama yang di buat oleh keluarga Ello.


Jelas-jelas adiknya adalah korban, kenapa orang kaya suka berbuat dan berkata seenak hati mereka.


“Baiklah, aku akan pergi. Namun pesan ku, tolong segera carikan donor darah Rh-null untuk Gaby Nes. Karena Gaby sangat membutuhkannya saat ini untuk bertahan hidup.”


“Kamu tidak perlu khawatir, Gaby tanggung jawab kami!” timpal Bu Murni dengan nada ketus.


Sebagai seorang ibu, tentu saja hati Bu Murni merasa sakit anaknya di permainkan oleh seorang laki-laki. Mengingat kehidupan putrinya sangat monoton, mereka harap putrinya Gaby bisa menemukan kebahagiaannya. Namun sepertinya takdir masih mempermainkan hidup gadis berwajah chubby itu.


“Ayo El kita pergi dari sini !” titah Mama Lusi tegas. Ello pun hendak mengikuti langkah mamanya dari belakang.


Namun baru selangkah Ello berjalan Pak Martin menghentikan langkahnya.


“Tunggu Ello!”


Dari nada suaranya saja, sudah bisa di pastikan kalau Pak Martin sangat marah. Meski wajahnya datar tanpa ekpresi. Namun aura di sekitarnya nampak terasa panas.


Ello pun menuruti, lalu berdiri menghadap pria paruh baya itu. El mampu melihat, Pak Martin berusaha menahan amarahnya. Terlihat dari rahangnya yang mengeras serta otot-ototnya yang mengencang. Ello sudah pasrah, jika ayah dari kekasihnya itu akan melakukan apa pun kepadanya. Ello hanya bisa menunduk pasrah.

__ADS_1


Plaaaakk!!


Sebuah tamparan full power melayang tepat di wajah Ello dengan cepat dan kuat. Hingga Ello berpaling dan sudut bibirnya yang kemarin robek jadi mengucurkan darahnya kembali.


Ello hanya bisa menunduk dan menerima perlakuan ayah Gaby. Ayah mana yang terima anaknya di sakiti oleh pria asing. Bahkan jika Ello punya anak perempuan kelak pasti ia akan melakukan hal yang sama, seperti apa yang di lakukan ayah Gaby kepadanya.


“Jangan pernah menampakkan wajah lagi di hadapan kami, cepat pergi dari sini!” usir Pak Martin.


“Hei! Berani-beraninya kamu ya nampar anak saya! Kamu fikir siapa?!”


Mama Lusi pun hendak membalas tamparan ayah Gaby, namun di cegah oleh Ello.


“Ma, udah lebih baik sekarang kita pergi saja dari sini,” ujar Ello dengan lembut.


Sedangkan Ello masih bertahan, ia berharap memperoleh maaf dari keluarga Gaby sebelum ia benar-benar pergi.


“Ayah, Ibuk dan Ganes. Saya minta maaf jika sudah menyakiti Gaby. Tapi saya jujur, saat ini saya sangat mencintai Gaby. Saya akan bertanggung jawab apa pun yang terjadi dengan Gaby yah.”


Pak Martin pun berdiri membelakangi Ello.


“Lalu bagaimana dengan tunanganmu yang hamil? Mamamu? Sudahlah Ello, Cari lah kebahagiaan lain selain Gaby! Gaby sudah pasti akan bahagia dengan keluarganya. Sekarang pergilah!”


“El, tunggu apalagi? Mereka sudah mengusir kita, cepat pergi dan kita akan selesaikan masalah ini di rumah!”


Dengan perasaan kesal Ello pun mengikuti perintah mamanya. Sambil menatap kearah Gloria penuh aura permusuhan.

__ADS_1


Kamu memang licik Gloria, kamu memang bisa membohongi semua orang, termasuk mama namun tidak denganku. Aku akan membongkar kebejatanmu selama ini kepada Mama Lusi. Lihat saja nanti!


Sedangkan Gloria tersenyum penuh arti. Sambil mengikuti langkah panjang Mama Lusi yang sudah lebih dulu meninggalkan ruangan rawat Gaby. Dan Ello pun mengikuti pula dari belakang.


Sampainya di mansion, Ello melempar jasnya sembarang arah untuk meluapkan segala kekesalan hatinya. Keadaan semakin runyam karena adanya pernyataan mengejutkan dari Gloria calon tunangannya.


“El ! Mama tidak mau tahu, pertunanganmu dengan Gloria harus di lanjutkan. Mau di simpan di mana muka mama ini?” desak Mama Lusi kepada Ello yang memilih memejamkan mata di atas sofa ruang tamu.


“Ma, sudah Ello bilang. Kalau pun Gloria hamil itu bukan anak Ello? Bagaimana bisa ia hamil, kalau Ello sentuh saja tidak? Halu!”


“El, masa kamu lupa ? Kita kan pernah minum bersama sampai mabuk. Dan setelahnya kita melakukan itu, tega kamu ya El! Aku tak pernah dekat dengan laki-laki mana pun selain kamu, karena aku cinta kamu El,” Gloria pun terisak sambil pura-pura menghapus air mata buayanya berharap Mama Lusi percaya akan cerita karangannya.


“Kamu yakin tidak dekat dengan siapa pun? Kalau gitu ini siapa? Coba jelaskan!” Ello pun menyerahkan sebuah foto yang ia ambil dari layar ponselnya lalu menunjukkan kearah Gloria.


Melihat itu Gloria pun membolakan matanya terkejut. Lalu wanita model itu ingin meraih ponsel Ello, berniat menghapusnya. Namun gerakan Ello sudah menyadari terlebih dahulu, dengan gesit Ello menarik kembali tangannya untuk melindungan ponselnya dari tangan Gloria.


“Foto siapa itu El?” tanya Mama Lusi yang melihat Gloria dan Ello hendak berebut ponsel.


“Mama lihat sendiri.”


Ello pun menyerahkan ponselnya kepada Mama Lusi. Dan wanita cantik itu masih mencermati foto dalam ponsel itu karena tidak begitu jelas.


“Inikan foto.....”


...Bersambung ......

__ADS_1


__ADS_2