
Gaby dan Sean pun berjalan beriringan menuruni anak tangga menuju ballroom yang di gunakan untuk acara pesta tersebut.
Semua pasang mata tertuju pada kedua pasangan yang nampak mencuri perhatian sebagian para tamu undangan yang terdiri dari kolega-kolega bisnis dari kedua belah pihak. Termasuk Ello dan juga Gloria.
“Sean, kenapa mereka semua menatap kearah kita?” lirih Gaby sambil menunduk karena malu.
“Karena ada putri cantik di sampingku,” puji Sean yang mulai mengeluarkan jurus cassanovanya terhadap Gaby.
Blussh!
Seketika wajah Gaby merona mendengar kalimat pujian dari Sean. Selama ini Gaby merasa insecure dengan penampilan tubuhnya yang sedikit berisi.
“Anda bisa aja tuan.”
“No just Sean,” ujar Sean menginterupsi.
Gaby pun tersenyum malu. Wajahnya memerah bagaikan buah cherry yang masak. Gaby pun mengedarkan pandangannya mencoba memastikan bahwa Ello tidak ada di acara itu. Namun sialnya, acara itu memang di adakan untuk pemuda itu dan sudah di pastikan pemuda itu hadir.
Dan benar saja. Saat tanpa sengaja kedua netranya beradu pandang dengan Ello. Seakan ada telepati di antara keduanya, Gaby pun menggeleng. Sedangkan Ello mengepalkan tinjunya dengan geram.
Karena terkejut saat mengetahui acara malam ini di buat khusus untuknya. Membuat Ello tak sadar, bahwa Sean sudah membawa tubuh Gaby pergi.
Ello berlari kesana-kemari namun tak menemukan Sean dan juga Gaby berada. Ello sudah hampir frustasi karena khawatir akan keadaan Gaby dan juga kebersamaannya bersama pria yang sangat ia kenal keliarannya terhadap wanita.
Lewat pandangan mata dan gerakan tubuhnya, Ello mengirim pesan kepada Gaby untuk pergi menjauhi Sean. Namun entah bagaimana caranya, Gaby bisa mengerti telepati yang yang Ello berikan. Dan memberikan respon yang justru membuat Ello meradang.
“Sialan!” umpat Ello kesal.
“Apa El? Kamu bilang apa barusan?” tanya Gloria yang berdiri di sampingnya.
“Oh..bukan apa-apa,” sahut Ello cuek.
Gloria yakin, baru saja Ello mengucapkan sebuah kata umpatan yang entah pemuda itu tunjukkan untuk siapa. Gloria mengikuti arah mata Ello dan menemukan pemuda itu menatap kearah pasangan yang baru saja turun dari dari anak tangga.
“Siapa wanita itu?” desisnya.
Karena penampilan Gaby yang berubah, membuat Gloria sampai tak mengenalinya. Gloria mencoba mencuri dengar dari beberapa tamu undangan yang kebetulan berdiri tak jauh darinya.
__ADS_1
“Perempuan itu cantik sekali, siapakah dia?”
“Bukankah itu tuan Sean Seanor?Oh my God! Apakah itu kekasihnya? Gilak, cantik parah!”
“Astaga! Mereka itu pasangan yang perfect. Hot dan Sexy..huaaa!”
Beberapa dari mereka mengambil potret mesra Gaby dan juga Sean. Tanpa mereka sadari sebenarnya perasaan Gaby gugup luar biasa. Bahkan telapak tangannya nampak terasa dingin dan berair karena keringat.
Gloria yang berhasil mencuri dengar cuitan-cuitan itu pun mendadak menjadi kesal. Seharusnya ia yang menjadi primadona malam ini. Karena ia dan juga Ello akan bertunangan. Tapi ternyata ada wanita asing lain yang justru merebut kedudukannya.
Sebelum acara inti di mulai, akan ada pesta dansa sebagai acara pembukaan.
“Gaby, maukah kau berdansa denganku?” pinta Sean seraya bersimpuh seperti orang yang ingin melamar.
Mendapati perilaku yang pertama bagi Gaby, membuat gadis itu blushing luar biasa dan salah tingkah.
“Sean, apa yang kamu lakukan? Get up!”
“Terimalah tawaranku, maka aku akan bangun dari posisiku.”
Ah. Gaby pun menjadi delima, banyak pasang mata menatap kearahnya termasuk Ello dan calon tunangannya. Sepertinya pemuda itu sangat pandai membuat Gaby tak mempunyai pilihan lain. Selain menerima tawaran dari pemuda itu.
Gaby pun menyambut uluran tangan Sean, dan Sean pun menerimanya dengan senyum sumringah sambil mengecup punggung tangan gadis itu.
Lagi-lagi Gaby terpesona akan perilaku Sean. Ya perempuan mana yang tak tersentuh hatinya. Di perilakukan semanis itu oleh seorang pria. Sebagai gadis yang tak pernah merasakan hal-hal romantis, Gaby pun menjadi terpana di perlakukan bak seorang putri oleh Sean.
Tak lama musik dansa pun menggema memenuhi ruangan. Nada yang lembut dan berirama membuat beberapa pasangan muda mudi tergerak untuk ikut berdansa di pelataran ballroom tersebut.
Namun tidak bagi Ello, pemuda itu tengah menahan geram pada hatinya. Ello yakin, bahwa Gaby pasti menangkap maksud arti dari tatapan dan ucapan tanpa suaranya barusan. Tapi kenapa gadis itu malah memilih tak menghiraukan?
Ello pun menjadi gusar. Lalu di raihnya segelas wine yang tersedia di atas meja jamuan dan meminumnya hingga tandas.
Perilaku Ello pun tak luput dari Gloria yang sedari tadi memperhatikan keanehan sikap calon tunangannya itu.
“El, bisa kah kita berdansa seperti yang lain?” tanya Gloria hati-hati.
Karena sudah terbakar api cemburu Ello pun menyetujui permintaan Gloria.
__ADS_1
“Baik, hayo.”
Gloria merasa Ello sekarang berubah menjadi orang lain saat berada di dekatnya. Tak seperti Ello yang selalu memperlakukannya dengan baik seperti mereka saat menjadi sepasang kekasih dulu. Ello yang sekarang cemderung, berucap ketus kearahnya. Gloria semakin penasaran, hal apa yang bisa merubah sikap Ello yang dulunya sangat romantis itu?
Kini Ello dan Gloria pun ikut bergabung bersama Sean dan juga Gaby yang lebih dulu turun ke lantai dansa. Meski tubuh Ello tepat di depan Gloria, namun fikiran serta pandangan matanya tak lepas dari Gaby yang berdansa dengan mesra bersama Sean. Apalagi sepupunya itu berani merengkuh pinggul Gaby tanpa perlawanan dari sang empunya.
Sial! Kenapa mereka malah terlihat mesra dan romantis? Apa yang mereka bicarakan sampai Gaby tersenyum manis seperti itu? Ini tidak bisa di biarkan!
“El...El ? Hello? Apa kita bisa lanjut?” tanya Gloria memecah lamunan Ello.
“Oke, kita lanjut.”
Ello pun tak ingin kalah mesra dari Gaby. Di rengkuhnya pinggul Gloria hingga membuat perempuan itu tersenyum penuh arti. Lalu mengalungkan kedua tangannya penuh manja pada bahu pemuda itu. Dan itu tak luput dari pandangan Gaby.
“El...malam ini aku bahagia sekali.”
“Hmm?”
“Bisa sedekat ini denganmu membuat aku tak sabar ingin segera menjadi istrimu.”
Kalimat Gloria terakhir tak Ello hiraukan. Tatapan mata pemuda beralis tebal itu masih mencuri pandang kearah Gaby. Dan seperti keinginan Ello, Gaby pun menatap dengan kesal kearahnya. Dan itu sukses membuat Ello menarik sudut bibirnya.
“Kamu lihat saja Gaby, aku juga bisa membuat hatimu kesal,” gumam Ello lirih sambil tersenyum smrik.
“Ada apa El? Maksudmu bisa membuat hatimu kesal bagaimana?” tanya Gloria yang mendengar gumaman dari Ello.
“Ah! Tidak ada. Kita lanjut saja.”
Gloria pun menyetujui usulan dari Ello dan memilih merapatkan tubuhnya kembali pada tubuh pemuda tampan beralis tebal itu. Meski tadi ia sempat kecewa karena Ello tak menyahuti ucapannya.
Hingga saat sesi pergantian musik, para pasangan wanita akan melakukan gerakan memutar untuk berganti pasangan.
Dan seperti rencana Ello yang sengaja mendekati dimana Gaby dan juga Sean berada. Kini Gaby pun beralih menjadi pasangannya dan Sean pun menjadi pasangan Gloria.
Seperti mendapat jackpot , Ello pun menyambut tubuh Gaby yang datang menuju kearahnya dengan berputar. Sedangkan Gaby yang tak tahu ada sesi pergantian pasangan hanya mengikuti alurnya saja. Tanpa tahu, ia akan di lempar kemana.
Dan betapa terkejut gadis chubby itu, saat tubuhnya di rengkuh dengan posesif oleh seorang pria yang sangat ia kenal.
__ADS_1
“El...Ello!”