Cinta Untuk Gaby

Cinta Untuk Gaby
Kencan Pertama


__ADS_3

“Ello bangun! Sudah seharian kamu di sini, cepat pulang!” sentak Gaby yang mulai jengkel karena kini Ello memonopoli ranjang tidurnya.


“Gaby biarkan aku beristirahat sejenak di sini. Kepalaku masih pusing,” erang Ello yang masih terpengkur di atas ranjang milik Gaby.


“Sejenak katamu? Kamu sudah seharian tidur-tiduran di apartemenku ini!” Gaby pun memukulkan bantal guling kearah tubuh Ello memaksa pemuda itu bangun dari singgasananya.


Bug!


Bug!


Bug!


“Gaby, kenapa kamu galak sekali. Tidak bisakah kamu bersikap manis kepadaku. Sedangkan kepada Sean, kamu selalu tersenyum kearahnya,” protes Ello menuntut keadilan kepada Gaby sambil mengerucutkan bibirnya.


“Itu karenaa.....ah, sudahlah..biar aku saja yang pindah ke apartemen sebelah. Nanti aku akan membicarakannya kepada bibi Ling,” ucap Gaby yang akhirnya mengalah.


Gaby sudah cukup sangat lelah jika harus berdebat dengan Ello dan menghadapi sifat kekanakan pemuda itu yang mendadak muncul. Tidak seperti Ello yang selama ini ia kenal.


“Gaby!”


Ello pun menahan lengan Gaby dan menarik tubuh gadis itu hingga terjatuh ke pangkuannya.


“Please, Jangan pergi,” bisik lembut Ello tepat di daun telinga Gaby dan sukses membuat jantung Gaby berdendang.


Dag!

__ADS_1


Dig!


Dug!


Gaby tak bisa berkata apa-apa, tubuhnya terpaku dalam pelukan pemuda tampan beralis tebal itu. Jujur perlakuan Ello begitu membuat jiwanya terhanyut. Karena selama ini Gaby belum pernah merasakan di inginkan sebegitunya oleh seorang pria.


“El, lepaskan aku lapar!” rengek Gaby kemudian.


Ello pun melepaskan pelukannya, lalu beranjak dari ranjang Gaby. Sambil mengambil beberapa barang pribadi miliknya berniat untuk pindah ke apartemen sebelah yang ternyata masih dalam masa sewa atas namanya.


“Bersiaplah dandan secantik mungkin, sebentar lagi kita akan keluar. Dan tidak ada penolakan ,okey!”


Dan tanpa sadar Gaby pun mengiyakan ajakan Ello dengan isyarat seolah tersihir oleh ketampanan seorang Gracello. Lalu Ello pun berlalu sambil mengedipkan sebelah matanya mencoba merayu seorang gadis yang bukan gadis lagi.


Sedangkan Gaby hanya melongo di tempat sampai bayangan pemuda beralis tebal itu menghilang di balik pintu kayu apartemennya.


Gaby pun menyesali karena sudah mengiyakan ajakan Ello yang sebenarnya di tentang keras oleh hatinya, namun justru anggota tubuhnya yang lain merespon di luar kendalinya.


*


*


Dan kini senja pun berganti dengan malam. Rembulan nampak tersenyum malu-malu menerangi dua insan yang tengah berdiri di tepian danau. Satunya memandang heran, satunya tersenyum-senyum penuh arti.


“Kenapa kamu mengajakku kesini? Katanya kita mau makan? Jangan bilang kamu...” protes Gaby yang terpotong akan interupsi Ello.

__ADS_1


“Mau mesum maksud kamu? Cckk..aku bukan pria sepicik itu. Kita memang akan makan dan itu di sini tapi pejamkan dulu matanya.”


Gaby mencebikkan bibirnya menahan kesal, karena Gaby merasa di permainkan oleh Ello. Masa mereka akan makan di tepi danau, Bagaimana nanti kalau ada buaya yang ikutan nongki-nongki dengan mereka? Mana di tempat itu sangat gelap. Meski terus menggerutu dalam hati, namun Gaby tetap mengikuti titah pemuda itu.


Di tutupnya kelopak mata yang di hiasi bulu-bulu mata lentik itu. Bersamaan dengan itu Ello memberi kode kepada seseorang untuk menyalakan lampu yang sudah mereka siapkan sedari sore hari tadi.


Ceklek!


Lampu hias pun menyala menerangi tempat di mana Gaby dan Ello berdiri, namun mata Gaby masih terpejam.


“Sudah belum? Aku capek nih,” keluh Gaby yang sudah mulai kelaparan. Batin gadis itu mau makan saja ribet.


“Sudah, buka saja matamu.”


Gaby pun dengan perlahan membuka kedua matanya, dan sedetik kemudian mata indahnya membola. Kedua tangannya ia gunakan untuk membengkam mulutnya yang menganga.


Ello tersenyum penuh arti sambil terus menatap wajah Gaby yang nampak merona di bawah pantulan cahaya lampu yang menyinari sekitar tempat itu.


Ello sengaja menyiapkan dinner outdoor dadakan untuk Gaby. Mencoba mengambil hati gadis itu agar bisa luluh kepadanya. Ello sendiri tak menyangka jika ia harus melakukan hal sebucin ini demi menyakinkan kepada wanita pujaan hatinya. Wanita yang baru saja ia ketahui sudah mengandung benih bibit unggulan darinya.


Ello pun menepukkan tangannya dan datang lah dua orang berpakaian pelayan datang membawakan sebuah makan dalam nampan. Lalu meletakkan makanan-makanan itu tepat di hadapan Gaby dan juga Ello.


Gaby yang sedari tadi sudah merasa lapar pun mendadak semakin kelaparan melihat hidangan yang tampak menggiurkan di matanya. Hingga sampai tidak sadar memandang makanan itu penuh nafsu sambil membasahi bibir bawahnya berulang kali.


“Coba aku jadi makanan itu, apa kamu akan memandangiku penuh nafsu seperti itu?” seloroh Ello.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak, untuk karya receh author amatir ini...😂😂😘


Jika berminat, silahkan follow juga IG author dengan nama Aniitalee_ yaa..🤗


__ADS_2