Cinta Untuk Gaby

Cinta Untuk Gaby
Apes Membawa Berkah


__ADS_3

Pagi pun datang, alarm Gaby pun berbunyi nyaring memekakkan telinga. Lengan Gaby mencoba meraba-raba untuk mematikan alarm yang tersimpan di atas nakas tak jauh dari ranjangnya.


Semalam Gaby merasakan lelah yang teramat sangat, tak butuh waktu lama ia pun terlelap ke alam mimpi tanpa sadar seseorang tengah tidur bersamanya.


Alarm pun mati, namun tubuh Gaby masih tertahan karena sebuah lengan menahan gerakan tubuhnya.


“Ibuk! Tangan ibuk berat ih. Gaby sudah tidak tahan pengen pipis!” ujar Gaby dengan suara serak khas bangun tidur. Penutup matanya pun masih menempel sempurna menutupi pandangannya.


Lalu sedetik kemudian Gaby membuka penutup matanya dengan cepat dan melemparkannya ke segala arah.


Gaby baru mengingat, kini ia sudah merantau di negara orang. Mana mungkin ibuknya tiba-tiba datang tanpa memberi tahunya terlebih dahulu? Apalagi sampai menemaninya tidur?


Lalu mata Gaby membola dan hampir keluar dari tempatnya saat melihat sebuah lengan kekar membelit tubuhnya. Dan deru nafas seseorang yang berhembus secara teratur menembus permukaan kulit tengkuknya.


“Aarrrrgg! Maling !”


Bersamaan dengan berteriak, Gaby meraih jam weker yang terpajang cantik diatas nakas. Dan tanpa permisi memukulkan kearah pemuda yang tengah tertidur pulas itu.


Buakk!!

__ADS_1


*


*


Kini Gaby duduk di samping Ello, mengobati hidung Ello yang terluka dan mengeluarkan darah segar. Karena jam weker yang reflek Gaby hantamkan tepat ke wajah tampan pemuda itu. Lalu menempelkan plester bermotif hati pada pangkal hidung Ello yang terluka.


Ello terpana akan perlakuan Gaby, ini kali kedua hatinya berdebar-debar saat berada di dekat gadis berwajah chubby itu.


“Lukanya sudah ku tutup dengan plester, sekarang kamu boleh pergi dari apartemenku!” ketus Gaby tanpa melihat kearah pemuda yang masih betah berbaring di ranjang ternyamannya.


“Aku sakit Gaby, Bolehkah aku beristirahat di sini sehari saja. Setelah itu aku akan kembali ke kamarku sendiri,” alibi Ello padahal ia hanya malas tidur seorang diri di apartemen sebelah.


Apalagi jika harus pulang ke mansion mamanya, karena hari ini ia ada jadwal kencan dengan Gloria yang sudah di atur oleh mama Lusi. Dan lagi Ello ingin lebih berlama-lama bersama gadis itu.


Di peluknya erat tubuh Gaby semalaman. Menghirup aroma rambut Gaby yang wangi sewangi melati jepang membuat rasa mual yang Ello rasakan semakin berkurang. Dan semua itu tanpa sepengetahuan si empunya.


Gaby pun menempelkan telapak tangannya pada kening pemuda itu, dan benar saja suhu tubuh Ello memang agak panas di indera perabanya.


“Kamu cuma hangat saja, aku akan ambilkan kompres untukkmu. Kamu kan dokter harusnya kamu lebih bisa menjaga kesehatanmu sendiri dong,” omel Gaby sambil berlalu.

__ADS_1


Dari tempatnya Ello menatap kepergian Gaby dengan senyum bahagia. Ternyata gadis yang ia lihat tempo hari memang benar-benar Gaby. Gadis yang hampir membuatnya susah memejamkan mata siang dan malam.


Gadis yang diam-diam Ello rindukan kini berada di hadapannya. Memasang wajah jutek dan ketus namun Ello sangat menyukainya.


Jika sakit bisa membuatku dekat denganmu setiap hari seperti ini, aku rela menanggung sakit seumur hidupku asal aku bisa selalu bersamamu Gaby.


Ello tak menyangka cinta semalamnya bersama Gaby sangat berpengaruh besar dalam kehidupannya. Membuat Ello bisa melupakan Ganes dalam sekejap.


Kenapa sedari dulu Ello tak menyadarinya? Menyukai gadis yang jutek itu memberikan rasa kesenangan tersendiri bagi Ello. Sedari dulu, minset Ello terlalu mendamba wanita anggun dan sempurna seperti Ganes. Namun minset itu kini berubah seiring hadirnya Gaby dalam hidupnya.


Gaby pun kembali dengan membawa mangkok air hangat dan handuk kecil.


“Apa lihat-lihat awas naksir!” ujar Gaby dengan ketus.


Namun gerakan tangannya tetap meraih handuk kecil itu dan mencelupkannya ke dalam air hangat, lalu memeras untuk di tempelkan ke dahi Ello.


Padahal di balik sikap jutek dan ketus Gaby, gadis itu tengah menahan mati-matian debaran yang tak biasa pada jantungnya. Tadi saat ke dapur mengambil air hangat, Gaby membilas wajahnya berulang kali untuk menetralkan kegugupan yang mendadak menyerangnya.


Gaby tak menyangka pelarian dalam melupakan sakit akan pemuda itu malah membawanya kembali bertemu dengan Ello. Apakah ini tandanya ia dan Ello berjodoh? Gaby pun berusaha menepis fikirannya yang aneh itu.

__ADS_1


Ingat Gaby! Si Alis Sichan ini sudah memiliki tunangan. Ingat posisimu jangan sampai lengah dan jangan sampai terlena oleh bujuk rayunya.


Bersambung...


__ADS_2