
“Kamu hutang penjelasan padaku Gaby, bagaimana bisa setelah tuan muda Sean berganti jadi tuan muda Ello? pasti ada sesuatu yang di antara kalian, eh bentar..apa itu di lehermu?” tunjuk Ismi ke arah leher Gaby yang kebetulan terbuka.
“Heh? Apa kak?”
Gaby reflek meraba-raba lehernya yang di tunjuk oleh Ismi.
Karena penasaran, lantas Ismi pun memeriksa leher Gaby untuk memperjelasnya. Dan sedetik kemudian Ismi membolakan matanya dan menutup mulutnya yang menganga.
“What? Tak ku sangka kau senakal itu Gaby.”
“Kak Ismi maksud kakak apa, Gaby tak mengerti.”
“Kamu harus lihat ini!”
Ismi pun menyerahkan sebuah kaca saku yang selalu ia bawa kemana-mana kepada Gaby. Dengan tak sabaran Gaby pun meraih kaca itu dari tangan Ismi.
Saat Gaby melihat sendiri, betapa terkejutnya ia saat mendapati stempel-stempel cinta itu menempel sempurna di area sana.
“Dasar alis Sichan!”
*
*
Kini Gaby dan Ismi duduk berdua di apartemen Gaby. Gaby baru saja menjelaskan tentang kedekatannya bersama Ello dan juga Sean.
“Gila! Kamu Gaby, kalau aku jadi kamu sudah aku manfaatin tuh tuan muda Ello. Karena punya gebetan crazy rich itu is't my dream Gaby..is't my dream ! Tapi kalau di fikir-fikir lagi, mending tuan Sean deh. Secara dia belum ada calon.”
“Kak, untuk tuan Sean aku tidak begitu mengenalnya. Kita baru saja bertemu, sedangkan Ello sudah bertunangan,” tutur Gaby dengan lesu.
“Kamu tak tahu Gaby, Ello kan batal nikah gara-gara cincin tunangan mereka jatuh dan hilang entah kemana. Kami sudah mencarinya, tapi tetap tidak bertemu. Tahunya tiba-tiba tuan Ello juga ikutan menghilang. Apa kamu tak mengingatnya? Kenapa bisa tiba-tiba kamu bersama Tuan Ello?”
“Apa? Tapi Beneran kak Gaby tak ingat apa pun.”
__ADS_1
“Gaby serius kamu sudah melakukannya bersama tuan Ello?”
Gaby pun mengangguk yakin.
“Terus bagaimana rasanya?” tanya Ismi lagi ingin tahu.
“Ya begitu, Gaby tak begitu mengingatnya. Astaga apa yang kakak bicarakan, Gaby mohon jangan bilang kepada siapa pun ya kak. Termasuk bibi Ling atau pun paman Coco.”
“Kamu tenang saja Gaby, aku bisa jaga rahasia.” balas Ismi sambil mengerlingkan mata.
“Ya sudah, aku pergi dulu ya Gaby. Pekerjaanku masih banyak. Kalau ada apa-apa cerita saja jangan dipendam sendiri.”
“Baik, terima kasih sudah mau mendengarkan Gaby kak.”
“Sama-sama Gaby.”
Setelah Ismi berlalu, tiba-tiba Gaby merasakan mual lalu Gaby berlari ke wastafel dan memuntahkan cairan bening. Karena Gaby sedari pagi belum makan. Bahkan kepalanya sangat terasa pusing.
Gaby pun membolakan kedua matanya, saat mengingat sudah hampir dua bulan ia tak kunjung haid.
*
*
Di mansion keluarga Sanders
Plakk!
Sebuah tamparan mendarat di wajah tampan seorang pemuda beralis tebal. Rahang pemuda itu mengeras menahan gelayar panas yang ia rasakan pada area wajahnya.
“Kamu tahu El! Gara-gara kamu mama harus menanggung malu. Kamu harus minta maaf ke keluarga Martin dan memperbaiki semuanya!” Amarah Mama Lusi keluar begitu saja setelah semalam ia menahan malu seorang diri.
“Sudah El tekankan kepada mama! El tidak ingin menikah dengan Gloria ma, El tidak mencintai Gloria! Harus berapa kali El mengulangnya?”
__ADS_1
“El, Gloria itu wanita yang sempurna untukmu. Apalagi yang kamu cari?”
“Ma, mama itu tidak mengenal siapa Gloria. Jika sudah mengenalnya apa mama masih bersikeras menginginkan El dan Gloria bersatu?”
“Maksud kamu apa El?”
Ello pun membuang nafasnya kasar. Inilah hal terberat yang sudah lama Ello tahan, namun kini ia harus membuka kartu As seorang model itu di hadapan mamanya wanita yang pernah terkhianati.
“Gloria adalah wanita yang sudah menghancurkan rumah tangga mama dengan papa.”
Deg
Mama Lusi pun menggeleng pelan. Air matanya luruh seketika mengingat perpisahannya bersama Andi mantan suaminya.
“Itu tidak mungkin El! Kamu pasti membohongi mama iya kan? Biar mama benci sama Gloria. Gloria gadis berpendidikan, mana mungkin ia melakukan hal selaknat itu. Mama tak percaya begitu saja El!” elak Mama Lusi sambil menangis.
“Tidak apa-apa mama tidak percaya El, saat ini El memang belum ada bukti. Tapi El yakin suatu saat El bisa membuktikannya. Karena Gloria dengan papa sampai saat ini masih berhubungan.”
“Oleh karena itu, El tegaskan mulai sekarang jangan paksa El menikahi Gloria lagi ma.” imbuh El.
Mama Lusi tak menyahuti ucapan Ello. Hatinya masih terguncang mendengar kejujuran Ello yang begitu mengoyak hatinya. Mengoyak luka lama yang sudah berusaha ia kubur dalam-dalam.
Melihat mamanya masih mematung, Ello pun berlalu meninggalkan mansion keluarganya. Namun belum sampai menyentuh daun pintu. Tiba-tiba saja Ello merasakan mual dan muntah di tempat.
Melihat itu Mama Lusi pun berlari kearah putranya.
“Apa yang terjadi El? Kenapa kamu muntah-muntah? kamu masuk angin?”
“Ello juga tidak tahu ma, tapi...”
Tiba-tiba saja Ello terbayang-bayang akan Gaby.
“Ello pergi dulu ma, ada sesuatu yang harus Ello pastikan.”
__ADS_1