
Ello berjalan gontai sampai di apartemennya. Kenyataan bahwa Gaby benar-benar melupakannya sungguh membuat hatinya sakit. Setidaknya jika keluarga Gaby tidak mengharapkan kehadirannya, masih ada Gaby yang menginginkannya.
Namun dugaannya salah, ternyata Gaby justru melupakan ingatan tentang dirinya. Melupakan perasaan yang baru saja tumbuh di antara mereka. Perasaan yang tadinya berbunga-bunga kini layu bak haus akan dahaga. Apalagi penjelasan dari dokter saraf yang menangani Gaby, semakin membuat dadak Ello terasa sesak. Seolah-olah oksigen menipis di sekitarnya.
“Aku harus berbicara dengan Sean, harus! Apa maksudnya ia mengatakan kepada Gaby bahwa ia yang menjadi calon suaminya! Ini tidak bisa ku biarkan!”
*
*
Keesok harinya, Ello mengatur jadwal pertemuan dengan Sean. Pemuda tampan dengan tindikan ring di telinga itu tersenyum simpul saat mendapati Ello nampak begitu berantakan, sudah Sean duga pasti itu semua gara-gara Gaby.
“Apa yang kamu ingin bicarakan El? Cepatlah aku tidak ada banyak waktu!” Tanya Sean tanpa basa-basi dahulu.
“Seharusnya kamu tidak perlu bertanya lagi Sean, sudah pasti kamu tahu maksudku memintamu datang kemari!” ketus Ello.
“Ello...Ello aku bukan paranormal yang bisa menebak apa maumu dengan mudah! Jika tidak ada yang penting jangan temui aku lagi! Mengganggu waktuku saja!” ketus Sean sambil berlalu di ikuti oleh beberapa anak buahnya.
__ADS_1
“Ini mengenai Gaby!” ujar Ello setengah berteriak.
Sean yang sudah beranjak pergi pun seketika menghentikan langkahnya.
“Lalu? Apa urusannya denganku?” tanya Sean sambil berlagak pongah.
“Jangan pura-pura bodoh brengs*k! Kau memanfaatkan amnesia Gaby untuk mendapatkannya! Padahal jelas-jelas kau sudah terima 6 miliyar untuk mengganti dua kantong darah Gaby! Apa uang sebanyak itu kurang?!” pekik Ello seraya meraih kerah kemeja Sean dengan geram.
Melihat bosnya seperti mau di hajar oleh Ello, membuat anak buah Sean seketika siaga untuk melerainya namun Sean mencoba untuk menahan mereka.
“Kamu fikir aku butuh uang receh itu? Cih...bahkan uang segitu tidak berarti apa pun bagiku! Hartaku sudah lebih dari cukup tidak akan habis sampai tujuh turunanku sekali pun! Asal kau tahu!” tukas Sean dengan sorot mata tajam.
Merasa di rendahkan oleh Sean membuat amarah dalam diri Ello memuncak. Dengan kecepatan penuh, Ello mulai melayangkan sebuah bogem mentahannya ke arah Sean.
“Brengs*k kau Sean! Aku akan membunuhmu jika kau berani menelantarkan anakku!” teriak Ello yang sudah penuhi api amarah.
Melihat Ello hendak memukulnya, Sean memilih diam tanpa mengelak. Bibirnya kembali robek hingga mengeluarkan darah segar. Namun justru membuat Sean terkekeh kemudian. Menahan anak buahnya agar tidak mengeroyok Ello.
__ADS_1
“Hahaa...Kenapa? Aku hanya butuh ibunya bukan anak itu! Jika kau bisa coba rebut saja kembali Gaby! Lagian hubungan kalian tidak bakal di restui sampai kapan pun, karena skandalmu dulu bersama kakak Gaby! Iya kan, karena tidak dapat kakaknya kau jadi dekati adiknya! Kamu itu yang brengsek!” pekik Sean yang sengaja memancing amarah Ello.
Deg!
Kenapa Sean bisa tahu masalah itu? Tidak mungkin keluarga Gaby memberi tahunya begitu saja. Apa itu alasan sebenarnya orang tua Gaby tidak bisa menerimaku?
“Kenapa diam saja?! Benar kan apa aku katakan! Kau hanya ingin memperalat Gaby untuk mendekati kakaknya kembali! Jangan munafik lagi!” cemooh Sean bertubi-tubi.
“Tutup mulutmu! Kamu tidak tahu apa pun hubunganku dengan Gaby! Jadi jangan membuat fitnah yang tidak mendasar!” balas Ello dengan geram.
Mendengar Sean terus mengolok-ngoloknya membuat Ello semakin geram, lantas berusaha menghampiri Sean yang berdiri dengan senyum mengejek. Namun siapa sangka? Kini anak buah Sean turun tangan langsung untuk melindungi pemuda tampan bertindik itu. Mau tak mau Ello harus duel satu lawan sepuluh orang.
Awalnya mereka satu lawan satu, Ello masih bisa mengimbanginya. Namun tenaga Ello semakin terkuras karena kewalahan melayani melawan sepuluh orang anak buah Sean tersebut.
Hingga akhirnya mereka maju bersamaan, salah satu dari mereka mencoba menjerat Ello agar berhenti memukul. Namun dengan sekuat tenaga Ello mencoba menepis tangan-tangan yang ingin mencekalnya.
Namun ternyata Ello hanya manusia biasa. Jika di logika tidaklah mungkin berhasil tenaga satu orang melawan tenaga 10 orang lainnya. Dan akhirnya Ello pun tak mampu berkutik saat kedua tangannya di cekal erat oleh anak buah Sean.
__ADS_1
Aku tidak ingin menyerah! Bagaimana pun harga diriku di sini di pertaruhkan. Aku akan merebut Gaby kembali dari si cassanova itu!
Bersambung..