Cinta Untuk Gaby

Cinta Untuk Gaby
Hanya Masa Lalu


__ADS_3

“What??!”


Ello nampak terbeo-beo ria sambil menatap kepergian Sean begitu saja seperti orang yang bosan karena kalah dalam permainan petak umpet.


“Kakek bisa lihat sendiri? Sean itu aneh sekali, beberapa menit yang lalu ia nampak ingin sekali membunuhku. Dan kini ia bilang bosan? Astaga! Apa semua ini hanya prank semata?!” gerutu Ello setelah kepergian Sean dari mansion itu.


“Dasar bodoh! Masih beruntung kau tidak benar-benar di bunuh oleh Sean. Sean tadi masih di liputi rasa amarah karena salah paham di antara aku dan almarhum kakeknya. Beruntung kakek seperti pahlawan datang menyelamatkanmu. Tapi kamu malah bertanya, untuk apa kakek ada di sini? Dasar bodoh! Mana rasa terima kasihmu itu! Dasar cucu tidak tahu di untung!” omel Tuan Mahesa lagi.


“Maaf kakek.”


“Sudah, sekarang obati lukamu dan luka teman-temanmu itu. Kau ini kan dokter kenapa harus menunggu dokter lagi!”


“Ah..iya, maaf aku lupa kek..he..he.”


“Dasar! Wanita memang racun dunia. Bikin hancur dunia shinobi saja!”


“Dunia shinobi?” tanya Ello.


“Sudahlah, segera bereskan kekacauan di rumah Sean ini. Bagaimana pun kita tamu di sini, kakek ingin ke pijat refleksi. Sepertinya encok kakek kumat habis berteriak-teriak tadi. Haduh..”


Tuan Mahesa pun berlalu bersama asisten yang lain serta perawat pribadinya. Ello pun tersenyum senang, akhirnya pertentangannya bersama sepupunya Sean sudah berakhir.

__ADS_1


Ello pun berlari menghampiri Ganes dan juga Galih yang masih terbaring lemah.


“Bagaimana keadaannya Ganes? Apa Galih baik-baik saja?” Yang di tanya oleh Ello malah bertanya balik ke arahnya.


“Bagaimana keadaanmu juga El? Apa Sean telah melukaimu?” tanya Ganes khawatir seraya menelisik seluruh wajah Ello.


“Nes, aku baik-baik saja. Kamu tidak perlu khawatir. Aku hargai perhatianmu barusan. Tapi tolong, hargai pula kehadiran suamimu Galih. Rasa itu hanya masa lalu di antara kita, sekarang kita sudah mempunyai kapal masing-masing. Aku harap kamu mengerti, saat ini aku mencintai Gaby lebih dari nyawaku ini.”


Deg!


Hati Ganes begitu tersentil. Ia tak menyangka Gracello Sanders pria pendiam yang sulit menyukai wanita selain dirinya, kini pria itu mencintai adiknya Gaby. Ganes berusaha berbesar hati. Apa yang Ello katakan memang benar adanya. Ia dan Ello hanya masa lalu, dan kini mereka sudah memiliki kapal masing-masing yang siap untuk berlayar.


“Maaf El, oke aku serahkan Gaby padamu. Aku harap kamu mampu menjaga Gaby adikku sepenuhnya.”


Ganes pun tertawa kecil mendengar pengakuan Ello. Ganes rasa Gaby benar-benar beruntung mendapatkan pria seperti Ello. Ello begitu berani mempertaruhkan nyawanya demi Gaby.


“Baiklah, sekarang bagaimana keadaan mas Galih. Apa ada luka yang serius?” tanya Ganes mengalihkan.


“Oh...Iya, sepertinya suamimu Galih hanya mengalami retak tulang sedikit pada pergelangan tangannya. Mungkin harus di gips atau tambahan pen agar bisa kembali normal. Untuk tulang rusuk dan anggota vital lainnya baik-baik saja,” terang Ello.


“Terima kasih El,” ucap Galih.

__ADS_1


“Sama-sama, jagalah hubungan kalian jangan sampai pebinor sepertiku masuk ke dalam keluarga kecil kalian oke,” pesan Ello setengah bercyanda sebelum beranjak.


Galih pun tersenyum samar begitu pula dengan Ganes. Ganes pun memeluk tubuh Galih erat. Wanita itu nampak sangat berdosa, Galih adalah pria yang baik. Namun ia malah mengkhianatinya dengan selingkuh bersama sahabatnya Ello.


“Mas Galih, maafkan kesalahan Ganes selama ini. Ganes terlalu terperdaya dengan rasa yang Ganes miliki. Ganes merasa malu dengan mas Galih,” sesal Ganes seraya menangis dalan pelukan Galih.


“Tidak apa-apa, semua manusia pernah punya dosa dan khilaf Nes. Mas bisa memakluminya, asal jangan di ulangi lagi saja. Kasihan si kecil,” ucap Galih berusaha berbesar hati.


“Terima kasih mas Galih, aku mencintaimu.”


“Aku juga mencintaimu Nes, sangat-sangat mencintaimu.”


Ello pun nampak tersenyum senang. Sekarang semua masalahnya sudah teratasi. Rasanya begitu lega. Pemuda tampan beralis tebal itu nampak tak sabar ingin segera bertemu dengan wanitanya kembali.


Setelah kedatangan dokter Edwin dan kru yaitu dokter pribadi Sean, Ello pun memilih meninggalkan tempat itu di ikuti oleh Jay sang asisten.


Namun saat hendak melajukan roda empatnya, sebuah panggilan masuk ke dalam ponsel pintar milik Ello yang ada di atas dasbord mobil miliknya.


Drrrt! Drrt!


“Halo, apa?! Gaby hilang!”

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2