Cinta Untuk Gaby

Cinta Untuk Gaby
Bonggol Pisang


__ADS_3

Pagi pun datang. Mentari bersinar menyinari bumi pertiwi dan sekitarnya. Dengan semangat membara, Gaby mulai menjalani rutinitas di tempat barunya. Udara yang segar tanpa polusi membuat Gaby semangat untuk melakukan olahraga jogging pagi.


Gaby memakai pakaian olahraga kaos lengan pendek dan training panjang. Serta memakai sepatu, tak lupa topi untuk menghalau panas bila hari mulai siang.


“Bibi, maaf Gaby merepotkan Bibi Ling.”


“Tidak apa-apa Gaby, daripada kamu nyasar. Bibi sempat shock kemarin saat kamu bilang pernah kecelakaan dan mengalami amnesia. Tapi Bibi bersyukur kamu masih mengingat kami sayang.”


“Entah Gaby juga tidak tahu Bi, ingatan itu muncul begitu saja. Mungkin Bibi Ling dan Paman Co orang yang baik jadi Gaby tidak bisa melupakan kalian,” puji Gaby tanpa sadar sudah menyindir keluarganya sendiri.


Sebenarnya Gaby tidak membenci keluarganya, hanya rasa kecewa itu masih ada dan masih melekat di hatinya. Dan cara memaafkan Gaby adalah pergi menjauh dari semua hal yang pernah memberinya rasa sakit.


“Ah..kamu bisa aja Gaby, ya sudah hayu kita berangkat. Paman Co pasti akan marah-marah kalau lihat Bibi pakai pakaian seperti ini,” seru Bibi Ling sambil mengapit lengan Gaby menjauh dari kediamannya.


Meski sudah lama belum di karuniai seorang keturunan, namun hubungan Bibi Ling dan juga Paman Coco nampaklah selalu harmonis. Bahkan Paman Coco tak sungkan menampakkan rasa cemburunya saat ada pria yang berani menggoda sang istri. Karena meski sudah berumur hampir kepala 4, namun Bibi Ling masih terlihat cantik karena pandai merawat diri.


Kedua wanita beda generasi itu mulai melakukan pemanasan dengan berlari-lari kecil agar otot pada kaki mereka melemas dan tidak kebas saat di paksa untuk berlari jarak jauh.


Namun gerakan Gaby melambat saat kedua netra belonya menatap ke arah Billboard yang terpasang dengan kokoh pada tempatnya.

__ADS_1


Pada papan billboard tersebut terpampang dengan jelas foto orang sangat ingin Gaby hindari dengan seorang wanita cantik di sampingnya.


“Ello.” gumam Gaby lirih.


Entah ada perasaan yang tidak bisa Gaby jelaskan. Cinta semalam bersama pemuda itu begitu menyisakan luka yang mendalam di hati Gaby. Gaby ingin melupakan pemuda itu, akan tetapi di tempat yang baru saja ia singgahi sekarang ini. Gaby malah melihat foto pemuda itu terpampang nyata di hadapannya.


Siapa sebenarnya Ello? Kenapa bisa pemuda itu ada di papan billboard yang begitu besar dan bersama dengan wanita cantik? Apakah Ello seorang artis?


Tidak banyak Gaby tahu tentang Ello selain pemuda itu seorang dokter, yang Gaby tahu Ello adalah sahabat kakaknya Ganes. Pemuda beralis tebal dengan kacamata kudanya saat pemuda itu masih remaja dahulu.


Gaby pun menepuk dahinya pelan. Gadis itu baru mengingat jika Ello pernah menetap dan berkuliah di negeri Singa dimana ia berdomisili saat ini.


”Gaby, ada apa? Kenapa kamu berhenti sayang?” tanya Bibi Ling menatap heran kearah Gaby yang berdiri sambil terdiam terpaku.


Sudah di pastikan, dari jarak jauh pun semua orang mampu melihatnya dengan jelas.


“Oh..itu, semua orang di sini mengenalnya sayang. Dia adalah tuan muda Gracello Sanders ahli waris dari keluarga Sanders orang terpandang di negeri ini dan kekasihnya Gloria Martin model terkenal papan atas. Bibi dengar dari berita yang beredar mereka akan bertunangan. Coba lihat Gaby mereka itu pasangan yang sangat serasi sekali! Bibi fans berat mereka,” pekik Bibi Ling sambil menatap ke arah papan billboard seperti seorang gadis yang melihat foto idol k-pop mereka.


Deg!

__ADS_1


Hati Gaby mendadak mencelos mendengar penjelasan tentang Ello dan juga tunangan yang bernama Gloria itu. Ada rasa panas dan rasa tak rela yang tak bisa Gaby jelaskan.


Gaby hanya menatap nanar ke arah papan Billboard itu. Jika di lihat-lihat lagi, mereka memang benar-benar pasangan yang serasi. Tampan dan juga cantik. Hanya satu kata yang muncul di kepala setiap mereka yang melihatnya yaitu Sempurna.


Jadi itu wanita yang Ello maksud akan di jodohkan dengannya? Wanita dalam foto itu memang luar biasa cantik sekali, pantas saja ia menjadi model. Terlihat dari bentuk tubuhnya yang bagaikan gitar spayol, jika di bandingkan denganku. Apalah daya diri ini hanya bonggol pisang tak berbentuk 😢


Gaby pun menilik penampilannya sendiri dari atas hingga ke bawah. Pipi chubby, lemak perut yang membandel. Paha dan pinggul bagaikan bonggol pisang yang siap untuk di tanam. Gaby hanya bisa meringis dalam hati.


Hanya melihat dari fotonya saja sudah membuat Gaby insecure apalagi jika melihat langsung orangnya. Bodoh jika Ello sampai meninggalkan wanita secantik dewi seperti Gloria.


“Bibi Ling, tiba-tiba Gaby lapar lagi. Boleh kita mampir ke suatu tempat terlebih dahulu?” cicit Gaby sambil menyengir.


Padahal tadi pagi, ia sudah memakan 2 sandwich sekaligus, namun belum juga ada setengah hari rasa lapar itu kembali mendera.


“Pantas saja pipimu gembul seperti ini sayang, ternyata makanmu banyak,” goda Bibi Ling seraya menoel pipi chubby milik Gaby.


“Bibi, gembul itu pangkal sehat ya,” timpal Gaby tak ingin di bilang gemuk.


Entah akhir-akhir ini Gaby sering banyak makan. Sehingga pipinya yang memang sudah chubby jadi semakin terlihat gembul. Selama masa pemulihan luka hatinya, Gaby menyugesti dirinya dengan obat sakit hati adalah makan.

__ADS_1


Dan pagi ini perasaan kesal dan marah itu kembali membakar lemak pada hatinya usai melihat foto Ello berpose mesra dengan seorang wanita bernama Gloria pada papan billboard itu.


Bersambung...


__ADS_2