Cinta Untuk Gaby

Cinta Untuk Gaby
Good Bye


__ADS_3

Setelah pengakuan yang Gaby katakan kepada Galih, membuat Gaby tak mampu menahan perasaan itu. Rasa sakit itu kembali Gaby rasakan. Dan rasanya masih sama seperti malam dimana sebelum ia mengalami kecelakaan.


Namun kini akal sehat Gaby bekerja dengan lebih baik. Gaby lebih bisa mengontrol emosi amarahnya agar tidak bertindak ke gabah kembali. Jalan hidupnya yang masih panjang. Terbukti Tuhan masih memberinya kehidupan kedua, setelah kecelakaan maut yang hampir merenggut nyawanya malam itu.


Meski hati Gaby masih amat terasa sakit. Setelah ingatannya kembali, dan mengetahui kenyataan yang membuatnya jiwanya shock luar biasa. Dimana di saat ia hilang ingatan, Galih harus berpura-pura menjadi kekasihnya demi membuatnya senang. Seharusnya Gaby melupakan Galih pasca kecelakaan itu bukan malah mengingatnya.


Gaby menumpahkan buliran air asin itu kembali. Meratapi cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Bahkan takdir pun tak akan pernah berpihak kepadanya. Karena Galih dan dirinya mempunyai rasa yang berbeda.


Gaby pun membungkam wajahnya dengan bantal berharap isakan tangisnya tak akan terdengar oleh siapa pun. Gaby sudah usaikan perasaannya untuk Galih.


Karena 2 hari lagi Gaby akan berangkat menuju Singapura dan bermukim di negara jiran tersebut. Untuk menata hidup dan hatinya kembali. Berharap akan ada hati yang tulus menerima kekurangan yang ada pada dirinya saat ini.


*


*


“Ello, kita sudah tidak ada waktu lagi. Kita harus membawa kakekmu untuk berobat ke Singapura. Disana peralatannya lebih canggih dan lebih memadai,” saran mama Lusi yang merupakan mama Ello.


“Baik ma, Ello akan segera mengurus surat rujukan kakek dari rumah sakit.”


Kakek Ello, Tuan Mahesa yang memang sudah lanjut usia mengalami sakit syaraf kejepit. Yang harus di lakukan pembedahan oleh dokter spesialis Neurologi.


Dokter spesialis Neurologi adalah sebutan untuk dokter ahli yang bertugas untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit yang berkaitan dengan sistem saraf, termasuk otak, otot, saraf tepi, dan saraf tulang belakang.


Hari itu juga Ello dan mamanya terbang ke Singapura untuk mengobati sakit Tuan Mahesa yang butuh pertolongan tenaga medis profesional.


Sampainya di Singapura, dokter langsung menangani Tuan Mahesa dengan gesit dan cekatan. Beruntung mereka membawa Tuan Mahesa tepat waktu, jika terlambat sakit yang di derita oleh pria, yang berumur lebih dari setengah abad itu akan semakin parah.


Sedangkan di luar Ello tengah menunggu bersama mama Lusi di ruang tunggu khusus pasien.

__ADS_1


“Ello, sebelum sakit kakekmu kambuh kakekmu berpesan untuk memintamu segera menikah. Mama harap kamu menerima perjodohan ini, Gloria adalah gadis yang cocok untukmu bukankah kalian sudah mengenal satu sama lain?” ungkap Mama Lusi memulai percakapan.


Gloria adalah mantan kekasih Ello yang ada di Singapura. Yang Ello putuskan karena alasan yang tidak jelas.


“Tapi ma, kami sudah lama putus. Kita tidak mungkin bisa bersatu kembali.”


“Kenapa tidak mungkin? Kemarin Gloria baru saja menghubungi mama untuk menanyakan kabarmu. Menurut mama Gloria adalah pasangan yang pas untukmu, ia model yang cantik berbakat dan juga cerdas. Nanti malam kita akan ada acara makan malam bersama. Bersiaplah!” titah Mama Lusi dengan tegas.


Mama Lusi pun berlalu memasuki ruang rawat Tuan Mahesa yang merupakan ayahnya.


Ello pun hanya bisa menyugar rambutnya berulang kali. Kenapa pula ia harus kembali berhubungan dengan gadis yang sangat terobsesi dengannnya itu?


*


*


Hari ini Gaby berangkat ke Singapura dan di antar oleh kedua orang tua, Ganes dan juga Galih.


“Buk, Gaby sudah besar sekarang sudah tidak manja lagi.” Gaby pun memeluk ibunya penuh haru.


Maafkan Gaby ibuk, Gaby sudah banyak mengecewakan ibuk. Gaby berjanji akan membanggakan ibuk dan ayah nanti.


“Gaby, kamu harus berjanji berhati-hati tinggal di sana. Meski kamu sering kesana, tetap saja disana adalah negara orang. Dan belajarlah dengan tekun, untuk segera bergelar MBA seperti yang kamu inginkan,” pesan Pak Martin bergantian memeluk putri bungsunya yang akan merantau di negara orang.


“Baik ayah, terima kasih sudah menjaga Gaby hingga sebesar ini. Dan mengijinkan Gaby untuk berkuliah kembali.”


Pak Martin pun ikut menangis. Entah melepas kepergian Gaby rasanya sama seperti saat ia menikahkan putrinya Ganes dengan Galih dahulu.


Sekarang giliran Ganes, kedua kakak beradik itu pun saling berpelukan dengan erat.

__ADS_1


“Maafkan kakak Gaby maafkan kakak, sudah membohongimu,” kalimat maaf itu terus terlontar dari bibir Ganes yang bergetar. Karena pencetus kebohongan yang Galih lakukan adalah dirinya.


“Tidak apa-apa kak, justru Gaby salut sama kak Ganes. Karena bisa rela berbagi suaminya dengan orang lain, kalau itu Gaby. Gaby tidak akan mau berbagi dengan orang lain kak, meski itu hanya pura-pura. Lagian kak Galih juga mau-mau aja di bagi-bagi,” gurau Gaby yang tanpa sadar menitikkan air mata.


Di depan pasangan suami istri itu Gaby berusaha untuk terlihat tegar. Dengan cepat ia menghapus air mata yang menitik bersamaan gurau tawanya. Gaby berusaha kuat di depan keluarganya, di depan pria yang tak mampu ia raih.


Tidak ada yang tahu. Bahwa merelakan seseorang yang kita cintai adalah hal yang tidak mudah bagi sebagian orang termasuk Gaby sendiri. Beruntung wanita itu adalah kakaknya, jika itu orang lain Gaby tak yakin akan sanggup merelakannya.


Alih-alih marah karena sudah di bohongi keluarganya sendiri, Gaby memilih pergi dan membawa luka itu bersamanya berharap menemukan obat untuk luka hatinya yang menganga.


Di depan Galih, Gaby hanya berdiri menatap pria yang begitu memiliki tempat spesial di hatinya. Mengisi jiwa mudanya yang dulu kosong. Memberi warna di hidupnya yang masih belia. Namun nyatanya semuanya hanya semu tak mampu ia raih. Kakaknya lah yang sebagai pemenang hati dari pria tampan itu.


“Gaby nitip kak Ganes, kak. Gaby harap kak Galih tidak akan pernah menyakiti kak Ganes sampai kapan pun. Kalau sampai itu terjadi, kak Galih akan berhadapan dengan Gaby!” ucap Gaby sambil pura-pura mengancam kearah Galih.


Galih pun tersenyum. Pria tampan itu pun merasa bersyukur, sekarang Gaby jauh lebih dewasa dari sebelumnya. Galih pun bersiap ingin memeluk adik iparnya itu namun di tolak dengan halus oleh Gaby.


Sebagai sama-sama wanita, Gaby hanya ingin menjaga perasaan kakaknya. Selama ini perasaan kakaknya pasti tersiksa, saat ia memonopoli suaminya setiap hari.


“Sudah dulu kak, Gaby pergi dulu. Pesawat Gaby mau take off sebentar lagi. Jangan lupa segera berikan keponakan untuk Gaby,” kelakar Gaby lagi sambil berlalu.


“Semuanya, selamat tinggal.”


Pamit Gaby sambil melambaikan tangan ke arah keluarganya, dan dibalas oleh kedua orang tua dan juga kedua kakaknya.


Setelah itu, tangis Gaby yang sedari tadi gadis itu tahan pecah seketika. Tidak ada yang tahu, bahwa tawa dan senyum Gaby hanya lah topeng untuk menutupi luka hatinya.


Berharap di kehidupan baru, Gaby bisa menemukan kebahagiaan seperti apa yang ia inginkan. Menemukan orang yang tulus menerima segala kekurangannya


“Selamat tinggal masa lalu, selamat tinggal cinta pertamaku.”

__ADS_1


TBC...


__ADS_2