Cintamu Memberiku Hidup

Cintamu Memberiku Hidup
Bahagia yang Berlipat


__ADS_3

“Aku kelihatsn aneh, ya ?” Annabelle kehilangan rasa percaya dirinya saat Alden menatapnya tanpa ekspresi.


“Aneh apanya ?” Alden balik bertanya.


Sudah 6 bulan pernikahannya dengan Alden, pria itu masih belum lepas dari kruk dan kursi rodanya. Dan pagi ini, diantar oleh sopir, Alden duduk di kursi rodanya menjemput Annabelle dari salon.


Hari ini Annabelle akan melepas status mahasiswanya dan diwisuda bersama Sisi.


“Maaf aku tidak bisa menjadi lulusan yang terbaik,” ujar Annabelle saat memperlihatkan tanda lulus ujian skripsinya beberapa waktu lalu.


“Tidak masalah, Sayang karena bagiku kamu sudah menjadi istri yang terbaik untukku,” sahut Alden sambil menangkup wajah istrinya.


Dan sekarang, wanita yang berstatus istri Alden ini berdiri di hadapannya sudah berdandan ala wisudawati.


“Aku terpesona denganmu yang bertambah cantik dan berbeda,” ujar Alden saat Annabelle mendorong kursi roda untuk kembali ke mobil.


“Jadi kalau nggak dandan aku nggak cantik ?”


“Memangnya aku menyukaimu saat melihat kamu sudah dipoles begini ? Aku terpikat denganmu sejak matamu hanya bisa mengerjap dan tersenyum tanpa bicara apapun.”


Annabelle tertawa bahagia dan membantu Alden naik ke mobil. Ia tidak lupa dengan cerita suaminya yang mengatakan kalau Alden sudah jatuh cinta saat memangku Annabelle yang masih bayi.


Keduanya langsung menuju kampus sementara Daddy, Mommy, Papa, Mama dan Ray menggunakan mobil lain.


“Jangan bilang kalau Raka akan melamar Sisi hari ini ?” tanya Annabelle saat mobil sudah melaju menuju kampus.


“Yang lalu sih bilangnya begitu, tapi jadi beneran atau nggaknya, aku juga nggak tahu.”


“Sisi pasti bahagia kalau Raka melamarnya sekarang.”


“Belle, maaf,” Alden meraih jemari Annabelle. “Aku belum bisa menggunakan kakiku secara normal, dokter minta aku bersabar. Kamu nggak malu kan kalau punya suami begini ?”


Annabelle mengerutkan dahi melihat wajah sendu Alden lalu tersenyum dan membalas genggaman suaminya itu.


“Aku kan udah bilang Alden, mau berapa lama lagi buat aku nggak masalah, yang penting kamu bisa sembuh total dan jangan sampai patah berkali-kali sampai akhirnya nggak bisa disembuhkan lagi. Lagipula kenapa harus malu punya suami seperti kamu. Sudah tampan, kaya dan cinta sama aku,” sahut Annabelle sambil terkekeh.


“Mulai jadi perempuan matere ?” cibir Alden.


“Sekali-sekali nggak apa-apa,” Annabelle tertawa. “Tapi aku yakin kalau banyak teman perempuanku iri saat bilang aku sudah menikah denganmu.”


“I love you, Belle,” ujar Alden sambil tersenyum lega.


”I love you too, Alden Hutama.”


Untung saja begitu sampai di kampus keluarga mereka sudah menunggu. Annabelle sempat khawatir kalau harus meninggalkan Alden hanya dengan sopir.


“Sayang, aku tinggal dulu, ya.”


“Iya, sudah sana ganti pakaianmu dan siap-siap. Aku akan menunggu di aula.”


Annabelle mengangguk dan bergegas pergi namun teringat akan sesuatu ia berbalik badan lagi dan mendekati Alden.


“Terima kasih buat semuanya,” Annabelle mencium bibir Alden membuat pria itu membulatkan matanya.


“Papa sama Daddy nggak dicium juga, Belle ?” ledek Mommy yang dijawab dengan tawa Annabelle.


“Kalau Daddy dan Papa itu jatahnya Mommy dan Mama,” sahut Annabelle sambil tertawa.


Ia pun melambaikan tangan dan sedikit kesulitan berjalan karena mengenakan kebaya.


Alden menatap istrinya yang dihampiri beberapa temannya. Bibirnya menyunggingkan senyum, bahagia sekaligus bangga memiliki Annabelle sebagai istrinya.


Ternyata Raka sudah lebh dulu duduk di aula bersama orangtua Sisi. Semuanya duduk berdekatan dan menunggu acara dimulai.


Alden nampak terharu saat melihat Annabelle tersenyum padanya setelah prosesi selesai. Alden bersyukur atas semua yang terjadi dalam perjalanan hidupnya dengan Annabelle.


Gadis polos yang sudah lama memiliki cinta untuknya begitu tulus dan setia, sampai rela melakukan hal gila demi menyelamatkan Alden supaya tidak tersakiti tanpa mempedulikan keselamatan dirinya sendiri.

__ADS_1


Terima kasih untuk semua cintamu padaku Belle. Terima kasih karena ketulusan cintamu membuat hidupku semakin berwarna saat ini.


***


“Jadi Sisi masih ngambek gara-gara Raka tidak jadi melamarnya hari ini ?” tanya Alden saat Annabelle baru saja selesai menutup panggilan telepon dari sahabatnya itu.


“Lagian bisa-bisanya Raka begitu teledor, cincin lamaran ketinggalan di rumah,” ujar Annabelle sambil tertawa pelan.


Annabelle membantu Alden yang menggunakan kruk menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur.


”Lagipula Sisi bilang mana bisa acara lamaran tapi biaya makannya dibayarin sama Daddy,” ujar Annabelle selesai menyikat gigi berdua Alden.


“Kalau begitu biar Raka pikirin ulang bagaimana kasih kejutan buat Sisi,” sahut Alden sambil tetawa.


Annabelle hanya menggangguk-angguk sambil membasuh wajahnya sebelum memakai krim malam.


“Alden !” pekik Annabelle dengan mata membelalak saat tubuhnya terasa melayang.


“Alden, turunin. Kaki kamu…”


“Jangan banyak bergerak, nanti malah jatuh,” ujar Alden sambil tersenyum.


Dengan wajah khawatir Annabelle membiarkan Alden menggendongnya keluar dari kamar mandi dan membawa Annabelle ke atas tempat tidur.


“Alden, jangan diulang lagi. Bagaimana kalau nanti kaki kamu…”


Cup !


Alden membungkam mulut Annabelle dengan kecupan singkat.


“Sebetulnya aku sudah diperbolehkan menggunakan kakiku sejak sebulan yang lalu. Awalnya memang tidak boleh mengangkat beban berat dulu, makanya aku menunggu sebulan bertepatan dengan hari wisudamu, Sayang.”


Alden tersenyum, membelai rambut lalu turun ke wajah dan menyelipkan rambut Annabelle yang tergerai ke belakang telinganya.


“Jadi ceritanya mau kasih kejutan buat aku ?” Annabelle menyipitkan matanya dan bibirnya sedikit cemberut.


“Aku sudah khawatir aja karena sebulan ini kamu selalu bukang kalau kakimu tambah sulit bergerak dan semakin sering membutuhkan bantuan padahal sebelumnya keadaanmu sudah jauh membaik.”


“Sengaja, kapan lagi bisa disentuh istri dengan penuh cinta,” sahut Alden sambil terkekeh.


“Nyebelin !” Annabelle memukul pundak Alden dengan bibir mengerucut.


“Tapi beneran kaki kamu udah baik-baik saja ?”


Annabelle menyuruh Alden mengangkat kedua kakinya ke atas ranjang dan memeriksa bekas operasi yang ada di kaki kiri Alden.


“Beneran, Sayang. Ada hasil diagnosa dokter dan fisioterapinya.”


“Maaf sebulan kemarin aku sibuk dengan urusan skripsi sampai jarang menemanimu fisioterapi,” lirih Annabelle sambil mengusap kaki Alden.


Bekas jahitan sepanjang 10 sentimeter itu meninggalkan bekas di kaki krii Alden.


“Udah nggak keren ya ada bekas jahitan begitu ?” tanya Alden sambil tertawa pelan.


“Nggak sama sekali, malah tambah keren, kayak jagoan di film-film action,” sahut Annabelle sambil menggeleng dan tangannya menekan-nekan bekas operasi itu.


Terlihat Alden biasa-biasa saja karena memang audah tidak sakit lagi.


“Jangan bilang kamu belajar menggendong cewek lain sebelum menggendong aku barusan ?”


Mata Annabelle kembali menyipit sambil mendekatkan wajahnya ke hadapan Alden dengan tatapan menelisik.


“Tentu saja harus belajar untuk uji coba dulu,” sahut Alden dengan senyuman tipis.


“Jadi…”


“Jadi malam ini aku ingin minta hakku,” potong Alden sambil memposisikan wajahnya semakin dekat dengan Annabelle.

__ADS_1


“Kamu nggak belajar dulu dengan orang lain untuk memastikan bisa atau nggaknya, kan ?”


Dahi Annabelle berkerut membuat Alden terbahak. Ditangkupnya wajah istrinya yang semakin terlihat menggemaskan dengan posisi bibir mengerucut.


“Kamu kira aku mau beli mobil perlu acara test drive segala ? Aku nggak belajar gendong apalagi tidur dengan perempuan lain. Sudah cukup satu istri yang muda dan menggemaskan ini.”


“Beneran ?” tatapan Annabelle masih tidak percaya dengan ucapan Alden.


Alden tertawa dan mengangkat jarinya membentuk huruf V.


“Boleh ya ?” tanya Alden sambil mengerjapkan matanya.


Annabelle terdiam dan menundukkan wajahnya.


“Jangan bilang kamu lagi datang bulan ?” gantian Alden yang menyipitkan matanya.


“Bukan, tapi….”


“Tapi apa ?”


“Aku nggak tahu harus bagaimana,” sahut Annabelle malu-malu.


Alden tergelak dan membawa Annabelle ke dalam pelukannya.


“Kita jalanin saja secara alami, nanti pasti bisa dengan sendirinya,” ujar Alden sambil mengecup puncak kepala Annabelle berkali-kali.


Annabelle terdiam dan wajahnya sudah merona saat Alden melepaskan pelukannya dan menyentuh dagu Annabelle.


Perlahan bibir Alden menyentuh bibir Annabelle dengan lembut, memberikan kecupan yang semakin dalam dan terasa bergelora.


Tanpa malu-malu lagi, Annabelle yang sudah sering melakukan ciuman panas dengan Alden langsung membalasnya dan memeluk tubuh Alden.


Ciuman yang semakin panas berganti dengan ******* cinta Alden dan Annabelle.


“Aku mulai, ya ?” tanya Alden sebelum menyatukam dirinya dengan Annabelle.


“Pelan-pelan, dari yang aku baca…”


Alden langsung membungkam kembali mulut Annabelle dengan ciuman dan memulai peyatuan mereka hingga keduanya sama-sama mencapai puncaknya.


“Terima kasih karena sudah membuat aku hidup kembali menjadi Annabelle dengan cintamu,” ujar Annabelle sambil mengusap wajah Alden.


Keduanya tidur berpelukan setelah membersihkan diri setelah penyatuan yang pertama.


“Bukan hanya aku yang memberikanmu hidup, Sayang,” Alden mengecup kening Annabelle.


“Kalau kamu tidak nekat menemui Sarah malam itu, sudah pasti hidupku hanya dipenuhi dengan penyesalan karena masuk dalam perangkapnya. Hidupku akan serba tidak berarti.”


Annabelle mengeratkan pelukannya dan memyusupkan kepalanya dalam pelukan Alden yang tidak mengenakan kaos.


“I love you Annabelle,” ujar Alden sambil mencium kembali kening dan puncak kepala istrinya.


“I love you Alden Hutama,” lirih Annabelle yang mulai mengantuk.


Alden tertawa pelan saat mendengar dengkuran halus Annabelle. Gagal sudah rencananya mau membuat istrinya tidak tidur sampai pagi.


Tapi Alden tahu kalau masih ada hari esok, lusa dan besoknya lagi bersama Annabelle.


Alden berjanji tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Tuhan untuk memberikan seluruh cintanya untuk Annabelle.


T A M A T


Terima kasih atas dukungan para pembaca yang setia menunggu setiap bab barunya.


Terima kasih atas semua komen, like dan giftnya.


Mohon maaf cerita Alden dan Annabelle diakhiri sampai di sini.

__ADS_1


Silakan mampir di novel lainnya 😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2