Cintamu Memberiku Hidup

Cintamu Memberiku Hidup
Tentang Alden dan Riri


__ADS_3

Sarah Belle memijat kepalanya yang kembali sakit meski tidak seperti di awal. Emosi Sarah sendiri terasa mulai melunak saat tahu cerita tentang sebenarnya.


 


“Kenapa jadi aku yang menjadi penyebab Riri bunuh diri, Ma, Pa ?” Reyhan menatap kedua orangtuanya bergantian, meuntut penjelasan.


 


“Apa ini yang membuat kamu merelakan Sarah berhubungan dengan Alden bahkan membiarkan mereka menikah padahal kami tahu kalau diam-diam kalian menjalin hubungan ?” tanya Tuan Peter tanpa menjawab pertanyaan Reyhan.


 


“Ya,” tegas Reyhan. “Awalnya kami hanyalah dua orang yang sepakat untuk saling membantu membalaskan dendam atas kematian orang-orang yang kami sayangi. Tapi saat itu Sarah tidak memberitahu kalau papa lah yang membuatnya sakit hati dan dianggap sebagai penyebab kematian mamanya.”


 


Annabelle yang kembali menguasai tubuh Sarah hanya diam, tidak membantah atau menimpali karena ia sendiri tidak tahu bagaimana kronologis perjanjian Sarah dan Reyhan.


 


“Dan akhirnya kamu jatuh cinta pada Sarah tanpa mengetahui kalau dia sudah pernah tidur dengan papamu ?” tanya Nyonya Sisilia sambil menghela nafas menatap  Reyhan dan Sarah yang hanya diam.


 


“Dan kamu Sarah, apakah sudah puas hatimu membuat suami dan anakku berhasil menjadi teman ranjangmu ?” tanya Nyonya Sisilia dengan nada kecewa sekaligus marah.


 


“Aku bahkan sudah hamil anak Reyhan,” dengan suara pelan Sarah berkata sambil tersenyum penuh kemenangan menatap Nyonya Sisilia yang langsung terkejut.


 


“Sarah !” pekik Reyhan dengan emosi.


 


“Apa maksudmu ?’ tanya Tuan Peter dengan tatapan yang sama kagetnya dengan Nyonya Sisilia.


 


Sarah Belle menggelengkan kepalanya sambil memejamkan mata, Bagaimana bisa Sarah kembali mencuri kesempatan untuk menyakiti Tuan dan Nyonya Peter.


 


“Rey ?” Tuan Peter beralih menatap putranya.


 


Reyhan pun menghela nafas panjang sebelum berbicara, bahkan ia sempat melirik Sarah Belle yang kembali memijat pelipisnya.


 


“Sarah sempat hamil anakku, Pa, tapi janin itu meninggal saat Sarah mengalami kecelakaan,” ujar Reyhan menjawab tatapan kedua orangtuanya.


 


Nyonya Sisilia ikut memijat pelipisnya. Kekacauan yang dibuat suaminya dan kesalahpahaman putri selingkuhan suaminya berujung pada rasa dendam yang mengerikan bahkan sampai harus menyeret Reyhan, putra kesayangannya.


“Dan kamu membiarkan Sarah tetap menikah dengan Alden hanya untuk membalaskan dendam kematian Riri ? Bagaimana bisa kamu menjadikan janin tidak bersalah itu sebagai alat untuk meluapkan rasa bencimu ?” tanya Tuan Peter dengan rahang mengeras namun emosinya masih berusaha ditahan.


 


“Awalnya aku tidak setuju, Pa. Aku bahkan meminta Sarah melepaskan Alden dan akan menikahinya saat tahu kalau Sarah tengah mengandung anakku. Sarah menolak karena merasa rencananya pada Alden sudah di ambang keberhasilan, tapi semuanya menjadi kacau karena Annabelle, wanita yang selama ini mencintai Alden. Annabelle mendengar percakapan kami bahkan merekam suara Sarah dan berniat melaporkannya pada Alden.

__ADS_1


Sarah sempat menghubungiku sebelum kecelakaan terjadi dan berniat menyingkirkan Annabelle yang selama ini selalu menjadi penghalang baginya untuk menjalankan rencana balas dendamku pada Alden.”


 


Tuan dan Nyonya Peter kembali menghela nafas dan menatap Sarah yang hanya diam dan menundukkan wajahnya karena saat ini yang ada adalah Annabelle.


Rasanya sulit berkata-kata saat mendengar ucapan Reyhan kalau Sarah berniat menyingkirkan Annabelle juga.


 


“Berhentilah menjadi manusia-manusia pendendam, apalagi adikmu bunuh diri bukan karena Alden. Jangan menciptakan kebencian baru karena akan membuat dirimu semakin hancur,” nasehat Tuan Peter dengan wajah sendu.


 


Tuan Peter benar-benar merasa terpukul karena perbuatannya di masa lalu dengan Amora membuat cerita dendam yang berkepanjangan bahkan membuat anaknya ikut terjebak di dalamnya.


 


“Lalu sebenarnya apa yang terjadi dengan Riri ?’ tanya Reyhan memuntut penjelasan pada kedua orangtuanya.


 


“Riri mencintaimu. Bukan cinta sebagai adik pada kakaknya tapi cinta seorang wanita pada pria,” ujar Nyonya Sisilia sambil menatap putranya.


 


“Setiap hari kelakuan Riri semakin menjadi apalagi saat tahu kalau kamu akan kembali ke rumah. Emosi Riri sudah tidak bisa dikendalikan lagi, hingga mama pun merasa kesal. Sikap Riri membuat luka lama mama terbuka lagi hingga akhirnya mama menceritakan siapa dia sebenarnya dan meminta dia menjauhimu, melupakan perasaannya padamu karena kalian adalah saudara satu ayah.


Mama tidak menyangka kalau malam itu Riri memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Gadis itu benar-benar terobsesi padamu, persis seperti mamanya terobsesi dengan papamu.”


Annabelle menangkap perasaan sedih bercampurmarah dalam ucapan Nyonya Sisilia.


“Lalu apa hubungannya dengan Alden ? Kenapa banyak foto Alden di dalam kamar Riri dan bagaimana Riri bisa bercerita seolah ia menyukai Alden ?”


 


Riri semakin menggila karena memupuk perasaannya padamu. Riri menganggap kalau hubungan kalian sah-sah saja karena dirinya hanyalah seorang anak angkat. Sampai akhirnya mamamu kehilangan kesabarannya.


 


Saat itu papa sedang sibuk dengan pekerjaan ditambah lagi masalah Amora yang terus menemui papa untuk membicarakan soal kehancuran runah tangganya dengan Narendra. Awalnya hanya berniat konsultasi, tapi Amora yang mulai depresi menuntut lebih. Papa sempat menceritakan soal obsesi Riri padamu dan memintanya untuk membawa Riri menjauh darimu, tapi Amora sudah tidak lagi memiliki akal sehat. Dia hanya fokus dengan penyesalan dan rasa sakit hatinya dengan perlakuan Narendra.”


 


“Dan papa membiarkan kesalahpahamanku terus menggunung pada Alden. Kenapa papa tidak menceritakan yang sebenarnya padaku ?” tanya Reyhan dengan tatapan kecewa.


 


“Papa tidak menyangka kalau kamu akan memiliki rasa marah dan benci yang begitu dalam pada Alden bahkan sampai berniat membalas dendam padanya.”


 


“Bersyukurlah karena anakmu membuat kamu menjadi seorang laki-lak yang lebih baik, Rey,” Nyonya Sisilia ikut berbicara.


 


“Bisa kamu bayangkan kalau sampai anak itu masih hidup dan menjadi alat balas dendam orangtuanya, Kamu hanya bisa menyesal seperti papamu. Rey. Jangan juga menyalahkan Annabelle sebagai penyebab gagalnya rencanamu dan Sarah, tapi lihatlah sebagai satu jalan yang mengantarmu menemukan kebenaran, “ nasehat Nyonya Sisilia.


 


Sarah Belle masih diam saja dan tidak membalas tatapan Nyonya Sisilia yang sudah pasti kecewa, marah dan sakit hati pada Sarah.


 

__ADS_1


Setidaknya Annabelle boleh bernafas lega karena bukan Alden yang menyebabkan Riri bunuh diri. Tugasnya membersihkan nama baik Alden dan mencegah Sarah berbuat lebih jauh pada pria kesayangan Annabelle sudah tercapai.


 


“Setidaknya saat ini saya bisa melihat bagaimana Nyonya dan Reyhan terluka karena perbuatan pria sok baik ini,” suara Sarah membuat Annabelle langsung tercengang.


 


Ternyata rasa dendam di hati Sarah masih belum bisa dihapus, masih menyisakan amarah yang terucapkan tanpa mampu Annabelle kendalikan.


 


“Bagi saya, kalau malam itu Tuan Peter bersedia membawa mama pergi dengannya, tidak akan ada cerita mama bunuh diri.”


 


“Hentikan Sarah !” bentak Reyhan. “Hentikan rasa dendammu itu. Bukan hanya kamu yang tersakiti dan terluka dalam masalah ini. Kalau mencari siapa yang salah maka kesalahan terbesar ada pada Tante Amora, mama kandungmu !”


 


“Apa maksudmu, Rey ?” tatapan lembut Sarah Belle berubah kembali menjadi tatapan penuh kebencian dan rasa marah.


 


“Mama mu terlalu fokus pada kemalangan hidupnya sejak papaku memutuskan untuk menerima perjodohan itu. Bahkan mamamu tidak mau memandang cinta tulus seorang pria yang menerima Tante  Amora apa adanya meskipun tahu kalau mamamu menerimanya hanya karena uang. Bahkan setelah mamaku memaafkannya dan menerima Riri sebagai anak angkatnya, mamamu masih juga belum puas. Tante Amora kembai ingin menyeret papa masuk ke dalam masalahnya dengan memohon supaya papa mau membawanya pergi bahkan sampai rela menjadi istri kedua.


 


Tante Amora sangat egois. Dia tidak mempertimbangkan bagaimana perasaan mamaku kalau sampai papa bersedia membawanya pergi dan menjadikannya istri kedua. Tante Amora tidak peduli kalau sampai Om Narendra semakin kesal dan melimpahkan amarahnya pada keluargaku.


 Dan aku tidak ingin memiliki kekasih seperti itu dalam hidupku karena kamu sama egoisnya dengan mamamu, Sarah !”


 


Reyhan menekankan kalimat terakhirnya dengan rahang mengeras menahan emosinya karena Sarah masih terus berniat membalaskan dendamnya pada keluarga Peter Gilang.


 


“Kamu telah berhasil, Sarah. Berhasil membalaskan rasa sakit hati dan kebencianmu dengan memberikan fakta kalau papa dan aku pernah menjadi teman tidurmu. Kamu berhasil membuat papa menuruti segala keinginannmu demi menjaga perasaan aku dan mama. Aku tetap percaya pada papa sekalipun kamu menunjukkan bukti video yang kamu punya. Kamulah yang menjebak papa hingga sanggup tidur denganmu. Kamu berhasil membuat aku merasakan sakit yang pernah kamu rasakan dan membuat mama harus membuka kembali luka lamanya. Kamu berhasil, Sarah !”


 


Reyhan tertawa dengan nada sinis sambil bertepuk tangan membuat emosi Sarah malah semakin terpancing untuk keluar.


 


“Dan aku tidak akan berhenti sampai di sini, Reyhan,” ujar Sarah sambil tersenyum sinis.


 


“Akan aku buat hidup kalian hancur sama seperti hatiku yang hancur saat melihat mama terkapar di kamarnya setelah menenggak racun serangga,” desis Sarah sambil tersenyum licik.


Tuan Peter dan Nyonya Sisilia menatap Sarah yang masih tertawa sinis dengan dahi berkerut. Kecemasan terpancar di wajah tua mereka, berharap bukan Reyhan yang akan menanggung semua dendam Sarah.


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2