Cintamu Memberiku Hidup

Cintamu Memberiku Hidup
Tunggu Sebentar Lagi


__ADS_3

Reyhan mendorong kursi roda Sisilia ke arah taman. Setelah sempat dirawat di rumah sakit karena stress, Sisilia minta dibawa ke Bogor dan tinggal beberapa saat di villa milik Peter Gilang.


“Berhentilah membenci papamu, Rey,” ujar Sisilia sambil meraih jemari putranya yang duduk di sampingnya.


Pemandangan pagi ini memang menyejukkan hati. Reyhan berusaha tersenyum dan membalas genggaman mamanya.


“Papa sudah sering menjadi korban ketamakan orang lain termasuk opa dan omamu, tapi papa tidak pernah menyesalinya saat sudah memutuskan.”


“Maksud Mama ?”


“Papamu adalah lelaki yang setia namun selalu tahu siapa yang harus dipilihnya. Begitulah dulu awalnya kami menikah. Hanya demi bisnis, kedua orangtua kami memaksa kami menikah. Papa yang sudah memiliki Amora dan sangat mencintai wanita itu akhirnya mengalah dan menikah dengan mama. Seperti yang papamu bilang, dia tidak lagi berhubungan dengan Amora dan sungguh-sungguh mulai melimpahi mama dengan cinta.


Mama sempat mencari tahu soal pertemuannya kembali dengan Amora. Semua itu adalah bagian rencana Amora yang sengaja membujuk suaminya untuk menggunakan jasa papa sebagai pengacara yang sedang naik daun.


Papa selalu mengajak mama setiap kali ada undangan acara yang diadakan perusahaan Narendra. Saat itu mama mulai merasa kalau ada yang tidak beres dengan tubuh mama, apalagi mama selalu gagal menambah momongan setelah memilikimu.


Mama didiagnosa menderita kanker mulut rahim. Kesalahan mama adalah menyembunyikan masalah itu dari papamu dan mengatasinya sendirian hingga mama sempat stress berat.


Di saat itulah Amora datang, menyampaikan berita yang membuat mama semakin terpukul. Amora sedang hamil anak dari papamu dan meminta mama untuk melepaskan papa.


Mama menolak dan bersikap pura-pura tidak tahu soal kehamilan Amora. Papa juga bersikap biasa saja, seolah tidak pernah selingkuh dari mama. Ternyata kejadian dengan Amora sama persis dengan yang dialaminya dengan Sarah. Papa tidak sadar melakukannya dengan Amora karena saat terbangun di kamar hotel, papa hanya sendirian. Yang diingatnya ia mabuk malam itu dan seorang rekannya bilang kalau papa muntah hingga ia menyuruh pegawai hotel untuk melepaskan baju papa. Ternyata rekannya itu adalah orang yang ditempatkan Amora sebagai perwakilan Narendra.


Kejadian itu terulang lagi dengan Sarah, anak Amora. Sepertinya dendam Amora menurun pada anaknya.”


“Apa Riri benar anak kandung papa dengan Amora ?”


“Tes DNA maksudmu ?” Sisilia tersenyum tipis. “Papamu adalah pria yang sangat hati-hati. Tentu saja dia melakukan tes DNA secara diam-diam namun tetap melibatkan mama untuk memantau prosesnya.


Sayangnya Riri lebih dominan memiliki sifat Amora daripada papamu, hingga keinginannya untuk menikahimu tidak bisa diberi pengertian hingga terjadilah peristiwa bunuh diri seperti yang sudah pernah mama ceritakan padamu.”


“Papa memintaku untuk membantunya mendapatkan file asli yang dimiliki oleh Sarah,” ujar Reyhan.


“Apa kamu sungguh-sungguh mencintai Sarah atau bagimu dia hanya wanita pemuas ranjangmu ?”


Pertanyaan tiba-tiba yang sedikit pribadi itu membuat Reyhan tercengang, tidak menyangka Sisilia akan bertanya seperti itu.


Reyhan terdiam sejenak karena tahu sulit berbohong pada Sisilia dan Peter.


“Aku akan menghapus rasa ini dari hatiku, Ma. Sangat menyakitkan melihat Sarah tega melakukan itu pada papa hanya demi menghancurkan keluarga kita.”


“Dan kamu benar-benar tidak mencari tahu sasaran dendam Sarah selama 5 tahun kalian bersama bahkan sampai bisa punya anak juga ?” Sisilia tertawa pelan.

__ADS_1


“Itulah kebodohan terbesar dalam hidupku, Ma.”


“Bukan kebodohan, tapi cinta, Rey. Itulah kenapa banyak orang bilang cinta itu buta. Kamu telah dibutakan oleh cintamu pada Sarah.”


“Apakah senyata itu, Ma ? Bahkan papa juga mengatakan hal yang sama,” Reyhan tertawa getir.


“Jika bisa menghapus Sarah dalam hidupmu akan lebih baik, Rey. Masih banyak wanita baik-baik di luar sana, namun jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Seperti pesan papamu, berhentilah menjadi manusia pendendam karena sekali hatimu menyimpan dendam, maka dirimulah yang akan tersakiti.”


“Mama memang yang terbaik,” Reyhan langsung memeluk Sisilia yang balas memeluknya sambil mengusap putra tunggalnya itu.


“Jangan biarkan papamu sendirian. Sudah terlalu banyak masalah yang papamu lewati sendiri karena kondisi mama seperti ini.”


“Semoga aku tidak perlu waktu terlalu lama untuk berdamai dengan papa,.”


“Dasar anak nakal !” Sisilia memukul bahu anaknya yang meledeknya.


“Kita balik ke villa, Ma. Nanti aku ijin keluar sebentar, Ma, mau menemui teman lama yang kebetulan sedang ada di Bogor juga. Aku usahakan kembali sebelum makan malam.”


“Tanyakan sekalian apa ada wanita baik yang bisa dikenalkan padamu untuk menggantikan Sarah,” ledek Sisilia yang kembali dibawa masuk ke dalam villa oleh Reyhan.


“Ternyata mama sudah tidak sabar punya menantu,” Reyhan terkekeh.


Reyhan hanya tertawa dan berharap semua masalah dendam dalam keluarganya bisa diselesaikan dengan baik.


****


Reyhan mengernyit saat mendengar suara tawa khas yang familiar di telinganya. Kepalanya bergerak ke samping, melewati batas tubuh temannya yang duduk di seberang Reyhan.


Terlalu lama menjalin hubungan intens dengan Sarah membuat Reyhan hafal betul dengan siluet wanita yang dicintanya itu meski melihatnya dari belakang.


Dahi Reyhan berkerut. Tidak salah lagi kalau wanita itu adalah Sarah dan sedang berbicara dengan seorang pria yang akhirnya Reyhan kenali sebagai psikiater Sarah.


Yang membuatnya aneh, sepanjang 5 tahun bersama Sarah, belum pernah gadis itu berbicara santai bahkan sampai tergelak seperti sekarang.


Reyhan memang meihat Sarah sebagai sosok yang berbeda setelah kecelakaan malam itu dengan Annabelle.


Kepribadian Sarah banyak berubah, bahkan gairahnya pada Reyhan yang biasanya menggebu dan tidak pernah menolak ajakan Reyhan, seolah menguap dan menghilang.


Dengan menggunakan sedikit akal bulus dan bantuan temannya, akhirnya Reyhan berhasil mengalihkan perhatian kedua pengawal Sarah dan membawa wanita itu ke taman hotel.


“Reyhan, sakit,” pekik Sarah saat tangannya ditarik paksa dengan tiba-tiba dan dibawa menuju rimbunan pohon.

__ADS_1


Sarah Belle berusaha melepaskan pegangan Reyhan pada pergelangan tangannya.


“Sakit, Rey,” Sarah mengernyit.


“Tidak sesakit hati mama saat mendengar pengakuanmu dan melihat foto-fotomu,” bentak Reyhan.


“Maaf Rey, tapi masalah itu memang harus diungkap. Akan lebih baik kalau aku yang mengungkapnya sekarang.”


“Apa maksudmu ?” Tatapan tajam Reyhan tidak membuat Sarah Belle gentar.


”Aku akan menjelaskannya kalau masih diberi kesempatan. Tunggulah sebentar lagi Rey.”


“Aku tidak peduli dengan perjanjian waktumu dengan Alden. Yang aku inginkan rekaman asli video yang kamu punya dan semua file foto yang kamu punya !”


Sarah Belle menghela nafas melihat wajah Reyhan memerah menahan emosi.


“Reyhan, semua file asli yang dimiliki Sarah memang sudah ada di tanganku tapi belum bisa aku berikan sekarang. Bersabarlah sebentar lagi.”


“Apa maksudmu file yang dimiliki Sarah ? Memangnya kamu tidak pernah bercermin hingga lupa siapa diri kamu ? Jangan lagi menggunakan alasan amnesia untuk menghindariku.”


“Reyhan, tolong percaya padaku. Setelah 2 minggu, Yudha akan menjelaskan semuanya padamu dan orang yang kupercayakan memegang file asli video dan foto kejadian Sarah dan Tuan Peter akan memberikannya padamu, tidak akan ada duplikasi. Aku janji, Rey.”


Sarah Belle meraih kedua jemari Reyhan dan menggenggamnya dengan erat sambil menatap pria itu dengan wajah memohon.


Sepertinya hati Reyhan memang tidak bisa berbohong. Meski mulutnya berkali-kali mengucapkan kata benci pada Sarah, namun rasa cinta Reyhan lebih besar, mengalahkan rasa marah yang tiba-tina datang.


“Temuilah Yudha 2 minggu lagi maka semuanya akan lebih jelas untukmu dan kedua orangtuamu. Kamu pria yang baik, Rey. Aku bisa merasakannya selama bersamamu. Itu sebabnya aku sudah memutuskan untuk memberikan file asli yang selama ini disimpan oleh Sarah dan digunakan untuk mengancam papamu.”


Reyhan terlihat mulai tenang dan menatap Sarah Belle dengan mata yang mulai meredup.


“Tolong percaya padaku, Rey. Aku akan menghentikan Sarah supaya tidak lagi mengancam Tuan Peter dan mengusik Nyonya Sisilia. Satu hal yang aku minta darimu, berdamailah dengan Alden.


Jangan biarkan kesalahpahaman itu membuat kalian saling menghancurkan. Kalau memang kamu berjodoh dengan Sarah, bagaimana pun caranya kalian pasti akan bersatu.”


Reyhan mengernyit, menelisik wajah Sarah dengan tatapan menyelidik.


“Lalu kamu sendiri siapa ? Secara fisik aku melihat Sarah tetapi aku yakin kalau kamu bukanlah Sarah.”


Sarah Belle hanya tersenyum dan melepaskan genggaman jemarinya.


“Tunggulah sebentar lagi, Rey.”

__ADS_1


__ADS_2