
“Kaget ?” tanya Daddy Wira saat Alden meraih satu foto dan duduk dengan tatapan tidak percaya.
”Jadi ayah kandung bayi Sarah….”
“Bukan,” sahut Juan menjawab pertanyaan Alden yang menggantung. “Peristiwa dengan Pak Peter Gilang ini terjadi sekitar 5 tahun yang lalu.”
“Darimana foto-foto ini didapat ?” tanya Alden sambil melihat beberapa foto lainnya.
“Tidak perlu kamu tahu darimana foto ini didapat,” sahut daddy Wira tersenyum tipis.
“Tujuanmu Daddy panggil kemari bukan membahas soal Peter Gilang dan anaknya. Sebagai pewaris tunggal Hutama Grup, Daddy berharap logikamu lebih jalan daripada perasaan yang dibutakan oleh cinta. Bagaimana mungkin memperistri wanita yang merelakan dirinya untuk menjadi teman tidur ayah dan anak sekaligus ?”
“Jadi Daddy sudah tahu kalau Sarah punya hubungan dengan Reyhan ?”
“Alden, jangan berpura-pura tidak tahu,” ujar daddy Wira sambil tertawa menyindir.
“Kamu tahu betul kebiasaan daddy-mu ini. Untuk mengambil keputusan dalam bisnis saja Daddy selalu mencari tahu siapa lawan atau calon rekan bisnis, apalagi soal menantu. Pria seperti kita ini selalu menjadi incaran banyak wanita terutama mereka yang gila dengan materi.
Sejak awal mommy dan daddy sudah bisa melihat kalau Sarah adalah salah satu dari para wanita itu, hanya saja daddy tidak menyangka kalau kelakuannya akan sebejat ini. Menjijikan,” daddy Wira mengernyit sambil menggedikan bahunya.
“Darimana daddy bisa mendapat foto-foto ini ?” Alden menatap wajah daddy Wira dengan raut penasaran.
“Sudah daddy katakan tidak penting, namun sumbernya sangat terpercaya. Dan sekarang daddy minga untuk membuang jauh-jauh cintamu pada Sarah dan mulailah mencari calon istri yang lain.”
“Maksud daddy mengikuti keinginan mommy untuk menjadikan anak Om Rano menantu keluarga Hutama ?” tanya Alden dengan nada agak sinis namun tatapannya tetap fokus pada foto-foto yang ada di tangannya, meneliti kalau perempuan yang terlihat di foto itu adalah Sarah.
“Kenapa ? Kamu malu karena orang mengenal Om Rano sebagai sopir keluarga Hutama ? Kamu malu karena teman-temanmu mengejek Annabelle sebegai si culun anak sopir ?”
Alden terdiam, bahkan daddy Wira tahu banyak kejadian yang dialami Alden sejak masih sekolah.
“Mommy dan daddy tidak mewajibkanmu menikahi Annabelle tetapi berharap kamu dapat melihatnya sebagai salah satu wanita yang layak kamu pertimbangkan saat mencari istri.
Namun dengan kejadian ini, mommy-mu sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan membuat Belle tambah menderita dengan sikap kasarmu padanya bahkan pada kedua orangtuanya.
Mommy merasa lega saat Yudha minta ijin untuk membawa Belle pergi menjauh darimu bahkan berniat menikahinya saat Belle sadar kembali.”
“Cinta lokasi,” Alden tertawa sinis mendengar cerita daddy Wira soal Yudha.
__ADS_1
“Bukan urusanmu lagi Alden. Fokuslah mencari fakta sejauh yang kamu bisa, tapi apapun hasilnya semua itu tidak akan mengubah keputusan mommy dan daddy untuk menolak Sarah menjadi menantu keluarga Hutama.
Masa lalu seseorang memang tidak bisa diubah, tapi kebiasaan buruk seseorang tidak bisa dihapuskan begitu mudah.”
“Dan saat ini Sarah pergi, kemungkinan dengan Reyhan. Kedua pengawal yang aku siapkan untuknya diberi obat tidur.”
”Sejak kapan ?” Daddy Wira tampak terkejut. “Kenapa kamu tidak langsung memberitahu Daddy ? Darimana kamu tahu kalau Sarah pergi dengan Reyhan ?”
Juan dan Reno pun tampak terkejut mendengar berita yang disampaikan Alden.
“Seperti kejadian malam kecelakaan, kamera di mobil pun hilang dan belum diketahui apakah Sarah diculik atau pergi dengan sukarela. Raka sudah meminta dokter memeriksa kandungan obat tidur yang ada di dalam darah kedua pengawal Sarah. Kalau sama dengan yang ditemukan dalam darah Annabelle, berarti pelaku pembiusannya adalah orang yang sama.”
Tanpa sadar Alden mengucapkan nama Annabelle dengan mulutnya membuat Juan dan Reno saling melirik.
“Daddy akan minta Juan dan Reno mengurus semuanya dan membawa Sarah kembali,” ujar Daddy Wira menatap kedua pria di hadapannya.
“Bukankah tadi Daddy bilang tidak menginginkan Sarah sebagai menantu ? Ini adalah kesempatan untuk membuatnya menjauh dari keluarga Hutama, Dad.”
”Daddy akan melepaskan Sarah setelah 100 hari berakhir, sesuai permintaannya pada mommy saat di rumah sakit. Selama belum berakhir, Sarah akan diawasi dan dijaga oleh Juan dan Reno. Jangan melakukan apapun pada Sarah. Ini bukan permintaan tapi perintah untukmu Alden.
Pakailah sisa waktu yang tersisa untuk memikirkan keputusan apa yang akan kamu ambil untuk masa depanmu. Jangan dipusingkan soal Annabelle karena sudah ada Yudha yang akan bertanggungjawab.”
“Dad, bisakah daddy mempercayakan masalah Sarah dan 100 harinya padaku ?”
“Kamu masih ingin berusaha membuat Sarah terlihat sebagai wanita baik-baik di mata kami ?” sindir daddy Wira sambil menarik salah satu sudut bibirnya.
“Aku hanya melihat niat Sarah yang sungguh-sungguh ingin berubah. Setelah kecelakaan malam itu, aku bisa melihat sisi lain Sarah yang tidak biasanya. Aku menghargai usahanya dan itu sebabnya aku tetap menerima Sarah sebagai calon istriku sekalipun ia sudah hamil dari laki-laki lain.”
Tentu saja Sarah terlihat berbeda karena Annabelle-lah yang berada dalam tubuh Sarah. Kenapa anak ini tiba-tiba menjadi pria yang bodoh ? Batin Daddy Wira.
“Pria bodoh !” daddy Wira membentak Alden sambil menggebrak meja, membuat cangkir yang ada di meja terbalik dan kopi yang ada di dalamnya tumpah.
Juan buru-buru mengambil tisu dan mengangkat foto-foto Sarah yang hampir kena. Reno sedang keluar ruangan sejak beberapa menit yang lalu.
Alden sendiri menatap daddy Wira dengan wajah datar, tanpa emosi.
“Kamu sekolah sampai S2 di Amerika dengan hasil cumlaude namun dengan mudahnya dipermainkan oleh wanita serigala. Sarah bukan hanya hamil entah dengan siapa, Alden, tapi dia sudah tidur dengan lebih dari satu lelaki. Bukan tidak mungkin kalau Peter dan anaknya hanya sebagian dari deretan pria-pria yang berhasil dirayu oleh Sarah.”
__ADS_1
“Aku hanya minta kepercayaan Daddy untuk mengurus masalah Sarah dan 100 harinya. Om Juan boleh tetap mengawasi setiap tindak tanduk Sarah, mencari tahu segala sesuatu tentang masa lalu Sarah. Tapi masalah lainnya tolong serahkan padaku, Dad.”
Daddy Wira menatap Alden dengan mata menyipit, berusaha menelisik maksud Alden.
“Aku bisa menemukan Sarah saat ini juga, tapi aku sengaja tidak menjemputnya. Sarah sendiri yang minta diberi kesempatan untuk bekerja lagi. Dia terus merengek seperti anak kecil yang minta dibelikan mainan saat aku melarangnya kembali bekerja di kantor Gilang, sampai aku minta tolong daddy untuk berbicara dengan om Peter.
Itu sebabnya aku akan membiarkannya pergi dengan Reyhan selama dua hari ini. Sarah bilang dia ingin menuntaskan pekerjaannya dengan Reyhan.”
Terlihat daddy Wira menghela nafas panjang dan menghembuskanny perlahan.
Daddy Wira memang ingat soal Alden yang meminta bantuannya untuk membicarakan masalah pengunduruan diri Sarah pada Peter Gilang.
“Kalau begitu tolong info pada Juan soal lokasi Sarah berada, biar orang kepercayaan Juan mengawasinya dari kejauhan. Hanya untuk jaga-jaga kalau Sarah membutuhkan bantuan,” ujar daddy Wira sambil menatap Juan yang langsung mengangguk.
“Tapi Dad…”
“Hanya dari jauh, Alden, hanya mengawasi dari jauh.”
Alden mengangguk mengiyakan namun sedikit bingung dengan sikap daddy Wira.
Dengan tegas daddy menolak Sarah menjadi calon menantu keluarga Hutama namun di saat bersamaan, daddy terlihat khawatir dengan keselamatan Sarah.
Tidak lama kemudian Reno kembali masuk diikuti oleh Raka di belakangnya.
“Bagaimana hasilnya Raka ?” tanya Tuan Wira dengan wajah penasaran.
“Jenis obat yang ditemukan dalam darah Jaka dan Dina sama dengan yang ada dalam tubuh Annabelle, hanya dosisnya saja yang berbeda. Dalam tubuh Annabelle dosisnya dua kali lipat lebih banyak dari yang diberikan pada Jaka dan Dina dan menurut dokter jumlah dosis itu bisa membahayakan tubuh Annabelle.”
“Cari tahu lebih jauh bagaimana mereka bisa mendapatkan obat bius itu,” perintah Tuan Wira.
“Maksud Daddy mereka itu Sarah dan Reyhan ?”
“Siapapun itu, yang pasti mereka tidak bekerja sendirian termasuk membawa paksa Sarah hari ini,” tegas Tuan Wira.
“Apa Daddy sangat yakin kalau Sarah dibius dan dibawa paksa oleh suruhan Reyhan ?”
“Pasti. Daddy yakin seribu persen.”
__ADS_1
Alden menatap daddy Wira dengan mata menyipit dan semakin bingung melihat sikap daddynya yang memberi kesan lain di mulut lain juga di hati.