Cintamu Memberiku Hidup

Cintamu Memberiku Hidup
Berbagi Informasi


__ADS_3

“Maaf saya terlambat,” ujar Alden sambil menarik kursi di hadapan Reyhan.


Sudah 3 hari berlalu sejak kejadian di rumah Peter Gilang dan sekarang Sarah Belle kembali tinggal di apartemennya dengan Jaka dan Dina tetap menjadi pengawalnya.


“Terima kasih sudah bersedia mengembalikan handphone Sarah,” ujar Alden setelah selesai memesan minuman. Ia meraih handphone yang disodorkan Reyhan di atas meja.


“Dan ini handphone yang anda belikan untuk Sarah. Tolong jangan ganggu Sarah sesuai permintaannya,” ujar Alden.


“Tapi urusan Sarah dengan keluargaku belum selesai !” sahut Reyhan dengan nada tinggi.


”Apapun yang terjadi antara Sarah dan keluarga Gilang sudah menjadi bagian masa lalu dan apapun pembalasan yang anda siapkan, tidak akan bisa menghapus kejadian yang ada di foto itu”


“Jadi Tuan Alden Hutama sudah tahu foto apa yang Sarah jadikan ancaman untuk orangtuaku ?” Reyhan tersenyum sinis.


“Belum dan aku tidak mau tahu sama sekali,” sahut Alden sambil menggelengkan kepalanya.


“Kenapa ? Takut menghadapi kenyataan kalau ternyata Sarah bukanlah wanita terhormat yang pantas untuk menjadi pendampingmu ?” Reyhan tersenyum mengejek.


“Keputusan saya untuk tetap menjadikan Sarah sebagai istri tidak akan berubah dan saya harap anda berhenti menjadi selingkuhannya setelah kami resmi menikah nanti,” tegas Alden.


“Berarti sambil menunggu pernikahan kalian, aku masih boleh berhubungan dengan Sarah atau bahkan menjadi aelingkuhannya ?” Reyhan mencondongkan badannya ke arah Alden dan berbicara dengan nada mengejek dan senyuman sinis.


“Tidak !” Alden menjawab dengan tegas. “Jangan ganggu Sarah dan biarkan dia menyelesaikan pengobatannya. “


“Kamu yakin kalau Sarah benar-benar amnesia ? Melihat bagaimana dia hafal dengan setiap detil rencana busuknya pada papaku, aku tidak melihat ada tanda-tanda amnesia dalam dirinya. Dan bagaimana.kalau Sarah dinyatakan belum kembali menjadi dirinya setelah waktu 100 hari berakhir ?”


“Masalah penyakit amnesianya bukan hak saya untuk memberi pernyataan hasil diagnosa. Dokter Yudha adalah seorang psikiater yang handal dan cukup ternama, jadi sebaiknya anda mempercayainya.”


“Sayangnya aku tidak mempercayainya,” sahut Reyhan.


“Itu terserah anda. Saya hanya ingin menegaskan kalau Sarah masih menjadi tanggungjawab saya karena statusnya sebagai calon istri. Jadi saya minta supaya keluarga Gilang tidak mengganggunya hingga 42 hari ke depan.”


“Tapi aku bukan orang lain bagi Sarah. Aku adalah lelaki yang selama ini menjadi teman tidurnya, selingkuhannya,” Reyhan kembali tertawa mengejek


Alden, berusaha membuat pria yang mengaku calon suami Sarah terpancing emosinya.


Reyhan berharap Alden akan berbalik menawarkan semacam kerjasama untuk memberikan pelajaran pada Sarah setelah wanita itu mengungkapkan kenyataan pahit tentang hubungan satu malamnya dengan Peter Gilang.


“Aku adalah laki-laki yang spesial untuk Sarah hingga ia bersedia mengandung benihku,” tegas Reyhan berusaha kembali memancing emosi dan ego Alden.


Alden hanya tersenyum tipis tanpa ekspresi kemarahan di wajahnya membuat Reyhan mengernyit, menatap pria di depannya dengan alis menaut.


“Kamu yakin mau menikahi Sarah ?” Reyhan menyipitkan matanya memastikan kalau ekspresi Alden tidak akan berubah.


“Kenapa ?” Alden bertanya sambil meraih cangkir kopinya lalu menyesapnya.

__ADS_1


“Dengan ekspresi wajahmu yang seperti itu aku tidak yakin kamu mau menikahi Sarah karena cinta. Biarpun bibirmu mengucapkan hubunganku dengan Sarah hanyalah cerita masa lalu, tapi sebagai laki-laki normal yang berani bilang cinta, setidaknya ada rasa cemburu, marah atau minimal tidak suka saat ada pria lain yang membicarakan tentang malam-malam panasnya dengan calon istrimu itu. Dan aku tidak melihat hal itu di wajahmu.”


“Tidak perlu kepomengurusi bagaimana saya harus berekspresi saat ini. Yang penting jangan mengganggu calon istri saya apalagi mencoba menculiknya kembali. Kali ini saya tidak akan membiarkannya lepas dari pengawasan orang-orang saya.”


“Aku masih tidak percaya kalau seorang Alden Hutama bisa berubah kalau sudah jatuh cinta. Semoga saja Tuan Alden tidak akan menjadi korban Sarah berikutnya.”


Alden hanya tersenyum tipis mendengar sindiran Reyhan yang lebih terlihat seperti ejekan disertai tawa sinis pria itu.


Alden mengangkat tangan memberi isyarat pada pelayan untuk membawakan bon.


“Biar aku yang membayarnya,” ujar Reyhan.


“Kali ini saya yang membayarnya karena saya lah yang mengajak anda bertemu. Tolong jangan coba-coba untuk melanggar permintaan Sarah. Kali ini saya tidak akan memberikan anda kesempatan apalagi sampai 3 hari seperti yang lalu.”


Alden pun beranjak bangun dari kursinya setelah beres dengan pembayaran.


Reyhan mengepalkan kedua tangannya. Hatinya memang sakit menerima kenyataan kalau Sarah pernah tidur dengan papa Peter, tapi di sisi lain Reyhan tidak rela kalau Alden yang memiliki Sarah sebagai istrinya.


Rasanya Reyhan ingin berteriak karena merasa bodoh bisa tertipu dan dipermaikan oleh Sarah, namun tingkahnya pasti akan memancing perhatian pengunjung cafe yang tidak terlalu ramai.


🍀🍀🍀


“Kemana kita sekarang, Al ?”


Raka yang menunggu di mobil sudah menyalakan mesin dan meninggalkan parkiran cafe.


“Terus mau minta tolong Om Wira dan Om Juan untuk mencari tahu juga ?”


“Bukan, bukan soal foto. Keahlian elo sudah cukup dan pastikan untuk menemukan jawabannya segera.”


Raka hanya mengangguk-angguk dan mempercepat laju mobilnya, membiarkan Alden yang memilih diam karena sedang berpikir.


30 menit kemudian, mobil memasuki pelataran rumah keluarga Hutama.


“Besok biar gue ke kantor sama sopir, mobil elo bawa aja. Tolong cari tahu soal foto itu sesegera mungkin.”


“Siap Boss,” Raka menyatukan ibu jari dan telinjuknya sebagai isyarat pada Alden.


Begitu sampai di dalam rumah yang nampak sepi, Alden langsung menuju ke ruang kerja Daddy Wira.


Alden mengetuk pintu ruangan yang langsung dijawab dari dalam, menyuruhnya masuk.


“Aahh kebetulan banget Om Juan ada di sini,” wajah Alden terlihat senang saat melihat Juan sedang duduk di sofa tengah berbincang dengan daddy Wira.


”Selamat malam, Dad, Om Juan,” sapa Alden yang langsung duduk juga di sofa.

__ADS_1


”Ada masalah apa lagi ?” tanya daddy Wira tanpa basi. “Jangan bilang kalau Sarah pergi lagi dengan anaknya Peter.”


“Tidak, Sarah aman, Dad. Aku kemari karena ingin minta hasil rekaman kamera mobil yang Daddy temukan.”


“‘Maksudmu ?” Daddy Wira mengerutkan dahinya.


“Dad, aku tahu kalau Om Juan sudah menemukan kamera yang hilang dari mobil Annabelle bahkan daddy sudah mendengar rekaman yang tersimpan di memori kamera itu tentang kejadian pada malam kecelakaan.


Aku perlu mengumpulkan segala informasi soal Sarah berkaitan dengan kecelakaan itu. Bisakah daddy membagi informasi rekaman itu ?”


“Untuk apa ? Untuk mendapatkan alasan menyalahkan Annabelle sebagai pengacau hidupmu ?”


“Dad….”


“Dapatkan dengan caramu sendiri,” ujar daddy Wira. “Daddy tahu kalau kamu punya sahabat di MegaCyber, jadi silakan manfaatkan saja hubunganmu itu.”


“Semua yang Daddy berikan untuk diteliti di MegaCyber menjadi data rahasia dan memiliki akses terbatas. Hanya Sebastian dan Om Richard yang bisa membukanya.”


Daddy Wira terdiam, menoleh ke arah Juan seakan bertanya minta pendapat dari orang kepercayaannya itu.


“Juan akan memberikannya padamu,” ujar Daddy Wira setelah mempertimbangkannya beberapa saat. “Daddy hanya berharap data itu tidak kamu pergunakan untuk menyalahkan Annabelle sebagai penyebab kejadian itu. Satu hal yang belum kita ketahui adalah darimana Belle mendapatkan obat tidur dan kalau sampai Sarah terbukti yang memberikannya, Daddy yakin kalau obat itu bukan untuk Belle.”


“Akan aku pertimbangkan, Dad,” ujar Alden sambil menghela nafas panjang.


“Dan satu lagi,” daddy Wira menatap putra tunggalnya. “Daripada kamu kurung Sarah di apartemen dengan 2 penjaga, bawa dan suruh tinggal di sini. Kalau memang kamu berkeras akan menikahinya, setidaknya biarkan mommy-mu mendidiknya menjadi wanita yang sedikit lebih baik.”


Alden kembali menghela nafas panjang dan beranjak dari sofa.


“Untuk masalah itu akan aku pertimbangkan, Dad, tapi sepertinya tidak dalam waktu dekat ini. Aku akan mempetimbangkannya setelah mendengar rekaman kamera mobil soal kecelakaan itu. Aku pamit dulu, Dad, Om Juan. Mau bebersih dulu dan istirahat.”


Dasdy Wira hanya mengangguk pelan saat Alden pamit dan keluar dari ruang kerjanya.


“Jadi rekaman asli yang Belle temukan di meja Sarah masih ada di tanganmu ?” Tuan Wira kembali berbincang dengan Juan setelah Alden keluar.


“Ya, Belle sendiri yang meminta supaya diska lepas itu tidak dipegang oleh Sarah Belle, untuk jaga-jaga karena akhir-akhir ini Sarah Belle sering berganti kepribadian. Emosi Sarah yang masih tersimpan dalam memori otaknya sering muncul mendadak dan menggeser Belle yang hanya meminjam tubuh itu.”


“Minta Yudha untuk mencari tahu penyebabnya dan perintahkan kedua pengawal Belle untuk waspada saat Alden datang ke apartemen itu untuk menemui Sarah. Jangan sampai saat Alden di sampingnya, ingatan dan emosi Sarah yang berkuasa atas tubuh itu.”


“Baik Tuan.”


“Dan berapa lama lagi sisa waktu yang Belle punya ?”


“42 hari Tuan.”


Tuan Wira menghela nafas panjang. Meski masih agak sulit menerima kenyataan tentang jiwa Belle yang menempati tubuh Sarah tapi kenyataan tentang kehadiran Belle lewat tubuh Sarah tidak bisa dibantah.

__ADS_1


Hanya satu harapan Tuan Wira dan Nyonya Lanny yaitu supaya jiwa Belle bisa kembali ke tubuhnya meskipun Alden tidak akan pernah mencintainya apalagi menjadikannnya calon istri.


__ADS_2