Cintamu Memberiku Hidup

Cintamu Memberiku Hidup
Tentang Dua Hati


__ADS_3

Alden berjalan lesu memasuki rumahnya dan Reno langsung kembali ke kantor.


”Al, bagaimana kabarnya Belle ?” mommy Lanny yang baru saja keluar kamarnya langsung menghampiri Alden.


Dahinya berkerut saat melihat wajah putra semata wajangnya terlihat tidak bersemangat.


“Belle baik-baik saja, Mom. Sepertinya bukan penculikan. Tadi pagi orang suruhan Om Juan melihatnya pulang ke rumah dan pergi lagi dengan Yudha.”


“Kamu belum bertemu dengannya ?”


“Sudah Mom, tadi Sarah sedang melabraknya di cafe karena mengira kalau Belle berusaha merebut Reyhan.”


“Kenapa Sarah bisa berpikiran seperti itu ? Memangnya Yudha tidak ada di situ menemani Belle ?”


“Ada Mom, Yudha ada bersama Belle. Aku sendiri tidak tahu cerita awalnya. Saat aku datang Sarah sedang menjambak dan mencakari Belle.”


“Lalu bagaimana keadaan Belle ? Terluka parah ? Kenapa kamu tidak membawanya kemari atau ke rumah sakit supaya bisa langsung diobati ? Kalau perlu dibawa ke polisi untuk dilakukan visum dan Sarah dituntut karena penganiayaan.”


“Yudha sudah membawanya, Belle pasti akan langsung diobati. Masalah Sarah akan ditangani oleh Reyhan. Aku istirahat dulu, Mom. Semalam tidak bisa tidur tenang di pesawat.”


Mommy Lanny hanya mengangguk.


“Alden.”


Alden pun menghentikan langkahnya persis di bawah tangga. Mommy Lanny mendekati Alden dan menyentuh punggung putranya itu.


“Apakah Annabelle masih belum mau bicara baik-baik denganmu ?”


Alden menggeleng sambil memaksakan diri tersenyum.


“Belle masih membenciku dan semakin tidak suka kalau melihatku berada di dekatnya.”


“Jadi kamu akan berhenti berjuang untuk mendapatkan cinta Belle kembali ?” pancing mommy Lanny.


“Aku tidak tahu, Mom. Aku takut kalau usahaku malah semakin menyakiti Belle,” sahut Alden menghela nafas.


“Bukan menyakiti Belle, tapi kamu takut gagal. Takut akhirnya Belle benar-benar sudah menyerah dan melepaskanmu,” mommy Lanny tertawa pelan.


“Sepertinya Belle sudah bisa melupakan aku dan mengalihkan perasaannya pada Yudha.”


“Kamu yakin, Al ?” mata mommy Lanny menyipit. Alden tersenyum dan mengangguk.


“Alden, cinta sejati tidak bisa datang sekejap apalagi hanya dalam waktu 99 hari. Itu artinya kamu sudah mencintai Annabelle sejak lama, hanya selama ini kamu tutupi dengan rasa benci dan gengsimu.”


“Aku sadar soal itu, Mom.”


“Kalau cinta Annabelle sudah pasti tulus sejak lama dan ia sudah membuktikannya dengan berani menggantikan dirimu menenggak minuman yang disiapkan Sarah. Annabelle tidak berpikir panjang tentang efek samping minuman itu karena baginya yang penting kamu selamat.

__ADS_1


Sekarang waktunya kamu menunjukkan kesungguhan cinta sejatimu itu, Alden.


Jangan menyerah dan berbesar hatilah untuk menjalani semuanya sampai Annabelle percaya kalau kamu pun mencintainya dengan tulus.


Bersabarlah sampai Annabelle yakin kalau cintamu itu bukan sementara atau karena rasa kasihanmu semata.”


“Saat ini aku seperti sedang berkaca melihat perbuatanku di masa lalu yang pasti menyakiti hati Belle karena aku merasakan yang sama,” Alden tersenyum getir.


“Mommy yakin kalau yang Belle lakukan bukan karena ingin membalas dendam padamu.


Hati Annabelle tulus dan tidak menyimpan dendam, Mommy bisa melihat dari sinar matanya.”


“Sayangnya mata itu tertutup oleh kacamata tebal,” gumam Alden pelan. “Aku sering kangen melihat mata itu berbinar menatapku.”


“Apa karena itu kamu membenci Annabelle ?” Mommy Lanny mendekati Alden dengan dahi berkerut.


“Nggak Mom, saat itu aku hanya mengutamakan gengsi karena banyak teman-teman mengejek Annabelle sebagai si culun anak sopir, padahal Belle tidak pernah melakukan hal yang buruk.”


“Mommy doakan semoga kalian berjodoh. Maafkan mommy karena dulu terlalu memaksamu.”


Alden memeluk mommy Lanny dan meletakkan kepalanya di bahu wanita yang melahirkannya itu.


“Sebetulnya aku senang kalau melihat Belle datang kemari dan sibuk di dapur dengan Momny. Aku senang mendengar celotehnya, membuat suasana rumah lebih hidup. Aku benar-benar bodoh telah melewati semua kesempatan itu , Mom.


Dan sekarang aku sangat-sangat merindukan Belle, Mom. Merindukan suaranya di rumah ini”


“Bersabarlah, sayang,” mommy Lanny mengelus punggung Alden. “Mommy akan selalu mendukung semua keputusanmu.”


“Terima kasih, Mom. Terima kasih karena Mommy selalu di sampingku dan tidak membuat aku terus menyesali kebodohanku di masa lalu.”


“Sekarang kamu mandi dan istirahat. Atau mau makan siang dulu ?”


“Aku mau mandi lalu tidur dulu, Mom. Mata rasanya berat banget.”


Mommy Lanny tersenyum sambil mengangguk, menatap Alden yang perlahan naik ke lantai dua.


***


“Pelan-pelan, Yudha,” Annabelle menggerutu saat Alden mengoleskan salep di beberapa luka yang ada di wajah dan lehernya.


Yudha membawa Annabelle ke tempat prakteknya. Hari ini Yudha tidak ada janji bertemu pasien karena seharusnya masih berada di Surabaya.


“Jangan cengeng, aku pakai salep bukan suntikan,” ledek Yudha.


”Perih, Yudha. Sepertinya nenek lampir itu sengaja memanjangkan kukunya untuk mencakar orang,” gerutu Annabelle. “Aku harap suatu saat dia kena batunya.”


Annabelle terus mengomel dengan bibir mengerucut membuat Yudha tergelak. Pria itu sedang memastikan hatinya sendiri. Berada dengan jarak yang begini dekat apakah merasakan debaran seperti orang yang jatuh cinta atau biasa-biasa saja.

__ADS_1


“Apa kamu nggak bisa memaafkan Alden ? Aku lihat dia sangat tulus menyesal dengan segala perbuatannya dan lagi orangtuamu juga sudah bisa memaafkannya.”


“Jangan bilang kamu punya tugas dari Alden untuk mempengaruhi aku ?”


Annabelle menyipitkan matanya, menelisik Yudha yang masih tertawa melihat wajah gadis itu yang masih cemberut.


“Nggak ada, Alden nggak nyuruh apa-apa, aku hanya kasihan melihatnya. Selama menjadi sahabat Alden, belum pernah aku melihat dia begitu sedih dan putus asa mengharapkan kamu memaafkannya.”


“Bisakah kita tidak membahas tentang Alden ?”


“Tidak bisa !” tegas Yudha sambil menggeleng. Annabelle langsung mencebik.


“Aku bisa berkenalan denganmu karena berkaitan dengan Sarah dan Alden. Sebagai psikiatermu sudah tugasku mencari jalan keluar atas kerumitan masalah kalian.”


“Semuanya sudah terpecahkan, kan ?”Annabelle pindah duduk setelah melihat Yudha sudah merapikan kotak obatnya.


“Aku sudah menggagalkan rencana busuk Sarah bahkan sampai membatalkan pernikahannya dengan Alden. Kalau masalah Reyhan bukan urusanku, itu hanya efek samping dari perbuatan Sarah yang tidak bisa mengendalikan dendamnya.”


“Kamu kira minum obat ada efek sampingnya ?” ledek Yudha sambil tergelak.


“Haiiss dari tadi bisanya menertawakan aku terus. Ngeselin !” Annabelle menghentakkan kakinya ke lantai tapi Yudha tidak menghentikan tawanya.


“Soalnya aku melihat kalau sebetulnya kamu masih punya rasa dengan Alden. Aku ragu mau jadi pacar kamu karena masih ada bayangan Alden yang tertinggal di hatimu.”


“Yudha !” bentakkan Annabelle yang cukup keras membuat Yudha terkejut dan membelalak.


“Berhentilah membicarakan Alden ! Aku benar-benar berniat membuang Alden dari hidupku. Berikan aku satu ruang dimana aku bisa belajar mencintaimu, bawa aku menjauh dari Alden. Kalau kamu keberatan merasa tidak enak karena Alden sahabatmu, aku akan pergi mencairi cowok lain yang bisa membuat aku melupakannya.”


Annabelle berdiri dengan wajah kesal membuat Yudha ikut bangun dan menahan lengan itu.


“Lepasin ! Aku mau cari cowok yang bersedia jadi pacarku dan membawaku pergi jauh dari Alden.”


“Kenapa harus menjauh kalau memang kamu tidak ada perasaan apa-apa padanya ?”


“Aku kesal karena Alden seperti bayanganku, mengikuti aku kemanapun dan selalu mengucapkan maaf, maaf dan maaf biarpun aku menolaknya. Apa aku kurang tegas kalau sedang marah pada Alden ?”


“Nggak, tegas kok,” Yudha menggeleng sambil tersenyum.


“Kalian berdua seperti sedang bertukar peran. Kalau dulu Alden yang mengomel karena berpikir kamu terus mengikutinya dengan kata-kata cintamu dan sekarang Alden gantian yang mengikutimu dengan kata-kata maafnya.


Setidaknya kamu akan lebih mengerti bagaimana perasaan Alden sebelum ini dan Alden akan mengerti bagaimana menjadi dirimu saat ia menolakmu dan memintamu menjauh.”


Annabelle terdiam, ucapan Yudha menyentil hatinya. Tidak terlintas ingin melakukan aksi balas dendam pada Alden biar cowok itu merasakan bagaimana menjadi seorang Annabelle sebelum kecelakaan.


Yudha tersenyum tipis melihat Annabelle terdiam sambil berpikir. Ternyata perlu menempatkan diri sebagai psikiater profesional untuk membuat Annabelle menyadari perasaannya.


“Jadi kapan kamu akan menjadikan aku pacar resmimu ?”

__ADS_1


Mata Yudha langsung membola setelah diam beberapa saat, Annabelle malah mengajukan pertanyaan yang tidak terduga.


__ADS_2