
Sejak kejadian malam itu, Reyhan tidak pernah lagi berhubungan dengan Sarah. Fokusnya saat ini adalah menyembuhkan luka hati mama Sisilia.
Masalah ancaman Sarah soal penyebaran video yang dia miliki untuk sementara tidak dipedulikan Reyhan, apalagi Alden sudah berjanji tidak akan membiarkan Sarah lepas dari pengawasannya hingga masa 100 hari berakhir.
“Rey, tolong jangan pergi dulu,” pinta Peter Gilang.
Keduanya baru saja mengikuti rapat pembahasan beberapa kasus yang sedang ditangani oleh kantor pengacara mereka.
“Papa mau bicara soal Sarah,” ujar Peter Gilang saat Reyhan hanya menatapnya seolah bertanya masalah yang akan dibahas.
“Lebih baik Papa fokus memikirkan kondisi mama kalau memang papa menyesal dengan apa yang terjadi antara papa dengan Sarah,” sahut Reyhan acuh sambil membawa berkas dan laptopnya.
“Tolong beri Papa kesempatan untuk membela diri dan memberikan satu bukti untukmu.”
Reyhan menghela nafas. Tinggal 6 langkah lagi ia sampai di pintu ruang rapat.
“Duduklah dulu di sini,” Peter Gilang menepuk-nepuk kursi kosong di sebelahnya.
“Papa ingin menunjukkan rekaman CCTV hotel saat kejadian di foto itu.”
Reyhan menarik kursi yang ada di sebelah Peter dan duduk di sana. Mereka tinggal berdua karena Peter Gilang sudah meminta asistennya keluar lebih dulu.
Peter menggeser laptopnya supaya Reyhan bisa melihat rekaman CCTV yang diperolehnya dari hotel.
“4 orang karyawan hotel terlibat dalam upaya menjebak papa malam itu, 2 orang karyawan di restoran yang memasukan obat perangsang pada minuman papa dan 2 orang lain membantu menyiapkan kamar dan peralatan foto serta perekam.
Sayangnya mereka tidak bisa menyebutkan siapa dalang utamanya karena semua perintah diberikan lewat telepon dan bayarannya pun dikirim secara tunai, bukan transfer bank.”
“Kenapa papa tidak menuntut Sarah sekalian ?”
“Kamu mengerti jalannya hukum, Rey. Mana mungkin menuntut seseorang jika tidak punya bukti kuat. Saat itu pun papa ingin melepaskan diri dari Sarah, namun ia mengirimkan beberapa foto yang kalian lihat kemarin. Yang dikirim bukan bagian vulgarnya. Dan benar Sarah juga punya rekaman videonya.”
__ADS_1
“Selama ini Papa didukung oleh orang-orang yang kuat, kenapa harus takut mendesak Sarah untuk memberikan foto dan video aslinya ?”
“Sarah adalah anak kandung Narendra dan Amora. Apa yang papa miliki tidak bisa dibandingkan dengan kekuatan yang dimiliki Narendra apalagi 5 tahun yang lalu. Lagipula Sarah berjanji kalau mama dan kamu tidak akan tahu apa-apa selama papa menuruti semua kemauannya.”
“Apa papa pernah melakukannya lagi dengan Sarah setelah malam itu ?” Reyhan menyipitkan matanya sambil memainkan pena di atas meja.
“Tidak Rey, tidak pernah. Papa juga tidak akan pernah melakukannya kalau Sarah tidak menggunakan pil setan itu pada papa. Papa belum cukup gila untuk meniduri putri Amora. Memiliki anak dengan Amora adalah kesalahan papa yang tidak pernah bisa dimaafkan sekalipun mama mengijinkan karena kondisi kesehatannya.”
“Lalu apa yang Papa inginkan dariku ?”
Peter Gilang terdiam sejenak sambil mematikan laptopnya .
“Kalau Papa boleh jujur, ada rasa lega karena masalah papa dengan Sarah akhirnya diketahui olehmu dan mamamu hingga Sarah tidak akan mudah menjadikan kalian sebagai ancaman selain foto dan video itu.
Papa berharap bisa bersama-sama denganmu dan mama mencari tahu dimana Sarah menyimpan file asli foto dan video itu.
Kalau sampai skandal satu malam itu beredar di media sosial atau diserahkan pada wartawan, kondisi mama dan hidupmulah yang menjadi pertimbangan papa. Itu sebabnya selama hampir 5 tahun ini, papa selalu menuruti keinginan Sarah.”
“Papa sudah melarangnya mendekatimu dan gantian mengancamnya dengan bukti-bukti yang papa punya tapi Sarah tidak peduli karena baginya bukti yang papa punya tidak kuat dibandingan dengan bukti video yang dimilikinya.
Terakhir kali Sarah malah balik bertanya bagaimana jika dia benar-benar jatuh cinta padamu, bisakah papa memberikan restu dan semuanya akan dia anggap impas ?”
Peter Gilang menghela nafas panjang dan memejamkan matanya sejenak.
“Dan Papa setuju dengan bersikap pura-pura tidak tahu soal hubunganku yang semakin dekat dengan Sarah ? Papa membiarkanku supaya masa lalu Papa bisa terkubur dalam-dalam dengan meminta Sarah menyerahkan semua bukti yang dia miliki ?”
Reyhan menggebrak meja sambil berdiri. Wajahnya memerah menahan marah yang akhirnya meledak juga.
Reyhan menendang kursi yang tadi didudukinya dengan kasar lalu berjalan keluar.
“Reyhan !” panggil Peter Gilang dengan suara pelan namun tegas membuat Reyhan hanya memegang handel pintu dan belum membukanya.
__ADS_1
“Maaf kalau memang Papa memanfaatkan perasaanmu demi melepaskan diri dari ancaman Sarah. Hanya saja Papa tidak menyangka kalau hubunganmu dengannya sama-sama karena perasaan balas dendam. Itu sebabnya Sarah begitu mudah masuk ke dalam hidupmu.”
“Itu semua karena Papa tidak pernah belajar terus terang kepadaku !” teriak Reyhan dengan suara penuh emosi.
“Apa karena aku terlahir dari mama Sisilia maka hidupku tidak lebih berharga daripada anak-anak Amora, cinta sejati papa ?”
“Reyhan !” Peter Gilang gantian menggebrak meja sambil berdiri dan menatap tajam putra tunggalnya.
“Kenapa ? Papa marah karena seperti itulah kenyataannya ? Papa tidak pernah bisa menghapus perasaan papa pada Amora, cinta pertama Papa ?”
Plak !
Tangan Peter Gilang melayang menampar pipi Reyhan yang bergeming, membalas tatapan ayahnya dengan penuh amarah dan kecewa.
“Kalau kamu meragukan tentang perasaan dan cinta Papa pada mamamu, tanyakan langsung padanya. Biarkan mamamu yang memberikan penilaian tentang apa yang dia rasakan selama pernikahan kami. Kamu lebih berharga daripada hidup papa sendiri, karena itu papa tidak ingin kamu mengulang kesalahan yang papa perbuat di masa lalu.
Papa membiarkanmu bersama dengan Sarah karena papa bisa melihat rasa cinta yang tulus dari hati kalian berdua. Papa berharap Sarah bisa berubah karenamu. Papa berharap semua kemarahan dan kebencian ini berakhir karena cinta bukan lagi karena saling memanfaatkan. Papa tidak menyangka kalau ia akan mengungkapkan semua ancamannya bahkan di saat kalian baru saja kehilangan benih cinta kalian.”
Reyhan bergeming di posisinya. Pipinya terasa sedikit perih namun tidak sesakit hatinya.
“Berhentilah jadi manusia pendendam karena semuanya tidak akan pernah berakhir malah akan semakin saling menyakiti. Kalau kamu memamg mencintai Sarah seperti yang papa lihat selama ini, cintailah dia apa adanya dan berusahalah untuk memberikan kehangatan cinta agar rasa amarah dan dendam dalam hatinya bisa berganti dengan hati yang tulus mencintai, sama seperti yang mamamu lakukan selama ini.
Kalau papa bisa mengulang waktu dalam hidup maka papa tidak akan menuruti permintaan untukmenikah dengan mamamu. Bukan karena papa tidak mencintainya tapi justru karena papa tidak ingin selalu menyaktii mamamu dan menyakiti dirimu juga, atas nama cinta.”
Mata Peter Gilang terlihat memerah menahan kesedihan dalam hatinya.
“Mamamu berkali-kali menyuruh papa pergi dan menikah lagi, tapi papa tetap bertahan dan tidak ingin menjauh sedikit pun dari mamamu.
Papa bertahan bukan karena ingin menebus rasa bersalah pada mamamu, tapi karena rasa cinta papa yang tidak akan pernah sanggup jauh dari mama dalam keadaan apapun.
Saat ini hanya kata maaf yang bisa papa berikan untuk kalian yang sudah tersakiti berkali-kali karena kelalaian papa. Maaf Rey, maafkan papa.”
__ADS_1
Peter Gilang mengambil laptopnya dan berjalan melewati Reyhan, keluar dari ruangan karena sudah tidak sanggup lagi melihat kesedihan, kekecewaan dan kemarahan di mata Reyhan.