Cintamu Memberiku Hidup

Cintamu Memberiku Hidup
Selingkuhan Baru ?


__ADS_3

“Siapa yang mengantarmu tadi ?” tanya Yudha saat keduanya sudah masuk ke dalam mobil.


“Reyhan,” sahut Annabelle sambil memasang sabuk pengamannya. “Terima kasih karena sudah bersedia memenuhi permintaanku. Maaf kalau aku mengganggu pekerjaanmu dengan memintamu pulang lebih awal.”


“Sebetulnya tugas seminarku sudah selesai dari kamarin, hari ini pihak penyelenggara ingin membawa kami wisata sehari dan besok pulang ke Jakarta. Saat aku mendengar dari Raka kalau kamu diculik, aku memutuskan untuk menyanggupi permintaanmu.”


“Cie cie… jadi aku cukup penting nih dalam hidupmu ?” Annablle tertawa meledek Yudha.


“Memangnya kamu sudah siap jadi pacarku ?”


“Kalau kamu mau sabar, dengan senang hati,” ujar Annabelle sambil terkekeh.


Mobil sudah meluncur menuju rumah Annabelle, Yudha sempat melirik gadis di sebelahnya. Tidak ada tanda-tanda kalau Annabelle adalah korban penculikan.


“Aku baik-baik saja,” Annabelle menoleh, seolah tahu apa yang sedang dipikirka Yudha.


“Terlalu lebay kalau mengatakan Reyhan menculikku,” ujarnya sambil terkekeh.


“Orang-orang suruhan Reyhan memang membawaku dan Sisi dengan sedikit memaksa, tapi mereka memperlakukan kami dengan baik. Mana ada penculik yang memberikan kamar mewah lengkap dengan kamar mandi dalam. Menyediakan makanan enak 3 kali sehari hingga kami tidak kelaparan. Hanya masalah mandi saja, kami hanya diberikan 1 setel pakaian untuk satu kali mandi.”


“Lalu apa tujuannya ?”


“Reyhan menagih janjiku yang akan memberikan diska lepas itu padanya melalui kamu. Aku lupa kalau sudah lebih 2 minggu sejak acara seminarmu di Bogor waktu itu.”


“Reyhan tidak melakukan apapun padamu, kan ?” Yudha mengerutkan dahi sambil melirik Annabelle sekilas.


“Tidak, Reyhan sangat baik. bahkan ia mengajakku pacaran,” sahut Annabelle sambil terkekeh.


“Serius ?” mata Yudha membola. Annabelle mengangguk.


”Ternyata dugaan Tante Lanny betul, begitu kamu melepas kacamata, banyak pria yang yang mengajakmu pacaran.”


“Itu mah kebeneran aja, Yudha,” sahut Annabelle sambil terkekeh.


”Tapi beneran kan kamu nggak ngomong apa-apa sama Alden atau Raka ? Nggak kasih tahu kalau kamu khusus pulang hari ini untuk membantu calon pacarmu ini ?” Annabelle menyipitkan mata, memastikan kalau Yudha mengikuti permintaannya.


“Calon pacar ? Jadi ceritanya ini tes untuk menentukan diterima atau nggaknya aku jadi pacar kamu ?” Yudha memicingkan matanya.


“Bisa jadi begitu,” Annabelle mengangguk sambil tertawa.


Mobil Yudha sudah berhenti di depan rumah Annabelle. Tidak ada orang lain yang duduk di teras depan, namun Annabelle yakin kalau orang-orang suruhan Om Juan sedang mengawasi mereka.


Annabelle sengaja baru mengaktifkan handphonenya kembali dan meminta Yudha ikut turun bersamanya.


“Belle ?” wajah mama Mira terlihat bahagia saat membuka gerbang langsung mendapati putrinya yang dikabarkan diculik.


“Mama,” Annabelle langsung memeluk mamanya. “Belle nggak apa-apa, Ma. Tuh ada bodyguard tampan yang jagain.”


Yudha menyapa mama Mira yang langsung menarik nafas lega begitu melihat Annabelle bersama pria itu.


“Belle !” papa Rano yang bergegas keluar langsung menyapa anaknya sambil tersenyum. Wajahnya pun langsung terlihat cerah.

__ADS_1


“Papa,” Belle langsung ganti memeluk papanya.


“Ma, Pa, maaf kalau aku belum bisa menceritakan semuanya sekarang. Aku harus pergi lagi bersama Yudha untuk menyelesaikan semuanya ini. Dan tenang saja, kemarin aku tidak diculik oleh penjahat,” Annabelle tersenyum menatap kedua orangtuanya bergantian.


“Aku harus menuntaskan masalah Sarah yang masih menggantung. Setelah semuanya beres, aku bisa melepaskan semua yang berhubungan dengan Alden.”


“Kamu yakin tidak perlu papa temani ?” papa Rano memegang bahu Annabelle.


“Saat ini aku lebih membutuhkan Yudha untuk memberikan penjelasan tentang Sarah Belle seperti yang pernah aku ceritakan pada papa dan mama.”


Mama Mira terlihat tidak rela tapi papa Rano justru menepuk bahu Annabelle dan mengangguk mantap.


“Papa percaya padamu. Papa percaya cukup Yudha yang akan membantumu. Papa akan menghubungi Wira dan Juan, meminta mereka menunggu kabar darimu.”


“Terima kasih, Pa,” Annabelle tersenyum.


Annabelle bergegas masuk ke dalam kamarnya, menyempatkan mandi sebentar dan mengganti baju.


Annabelle langsung mengajak Yudha pergi ke Kafe Rosemary setelah pamit pada kedua orangtuanya.


Keduanya tidak saling berbincang karena Annabelle sibuk melihat banyak pesan yang masuk ke handphonenya.


Annabelle mengirimkan pesan pada mommy Lanny, mengabarkan kalau ia baik-baik saja. Matanya mengernyit saat menerima pesan dari Alden tetapj menggunakan nomor Raka.


Hanya butuh waktu 10 menit mobil Yudha sudah terpakir di depan Kafe Rosemary.


“Apa perlu kamu menceritakan soal Sarah Belle pada Reyhan ?” Yudha menahan lengan Annabelle sebelum mereka masuk ke dalam kafe.


“Perlu, biar semuanya jelas dan membantu Reyhan untuk mengambil keputusan yang terbaik soal hubungannya dengan Sarah.”


“Rey, aku menepati janji, kan ?” Annabelle tersenyum lebar. “Sudah kenal kan dengan Yudha ?”


Kedua pria itu tetap saling bersalaman dan saling menyapa.


“Ini, diska lepas yang ada di laci meja kerja Sarah,” Annabelle menyodorkan sebuah lipstik ke hadapan Reyhan.


Pria itu mengerutkan dahi hingga Annabelle melepas bagian diska itu.


“Silakan periksa aja, mumpung kamu membuka laptop.” Reyhan menurut dan menancapkan diska itu pada laptopnya.


“Aku sudah menghapus semua copy file nya dan aku jamin tidak akan ada ancaman dari siapapun termasuk Sarah soal kejadian ini.”


“Tapi bagaimana kamu bisa mendapatkan diska lepas ini dari laci meja kerja Sarah ? Aku tidak pernah melihat kamu beredar di kantor kami dan tidak sembarangan orang bisa masuk tanpa ijin Helena.”


“Itu sebabnya aku mengajak Yudha untuk menjelaskannya padamu. Aku tidak yakin kamu akan percaya kalau cerita itu keluar dari mulutku sendiri.”


Annabelle mengangguk saat Yudha menatapnya untuk memastikan kalau keputusan Annabelle tidak berubah.


Yudha pun mulai bercerita kejadian awal saat Annabelle menerima tawaran untuk membuat Alden jatuh cinta padanya dengan menggunakan tubuh Sarah,m yang sangat mustahil bagi Yudha yang seorang dokter.


Namun Annabelle mampu membuktikan kalau juwanya benar-benar menempati tubuh Annabelle bukan hanya pada Yudha tetapi juga pada Tuan dan Nyonya Annabelle.

__ADS_1


“Sebetulnya tidak masuk akal dan susah diteirma dengan logika,” ujar Reyhan sambil menyenderkan punggungnya dan mengangkat sebelah kakinya.


“Tapi aku merasa Sarah memang berbeda jauh setelah kecelakaan itu menimpanya, bagiku sedikit asing dan aneh karena ia selalu menolak saat aku mengajaknya berhubungan lebih intim.”


Reyhan menyipitkan matanya memperhatikan Annablle yang malu-malu meraih gelas minumannya.


“Tentu saja aku menilaknya karena sekalipun tubuh Sarah yang kamu sentuh, perasaan Annabelle yang merasakannya.”


“Jangan bilang kalau kamu belum pernah berciuman dengan lelaki manapun ?”


Tiba-tiba Reyhan mencondongkan badan hingga wajahnya begitu dekat dengan Annabelle yang reflek langsung mundur hingga kursinya bergerak.


“Bukan urusanmu !” gerutu Annabelle dengan wajah merona karena pertanyaan Reyhan. “Tugasku hanya menyerahkan diska lepas milik Sarah dan menceritakan kejadian yang sebenarnya. Tujuannya untuk menghindari kesalahpahaman antara kamu dan Sarah sekaligus mencegahmu Sarah akan kembali lagi menjadi pribadi yang kamu temukan setelah kecelakaan.”


“Jangan bilang kalau ciuman pertama itu kamu siapkan untuk Alden ?”


Reyhan tidak menanggapi ucapan Annabelle ‘malah menggoda gadis itu yang langsung memggeleng cepat.


“Sudah aku bilang kalau perasaanku pada Alden sudah aku buang jauh-jauh ?”


“Yakin ?” Reyhan tertawa meledek. “Kalau begitu pertimbangankan permintaanku untuk menjadikan aku pacarmu.”


“Sudah aku bilang kalau saat ini Yudha akan menjadi calon pacarku.”


“Baru calon belum pacar,” sahut Reyhan. “Aku siap bersaing dengan psikiater ini. Secara isi kantong aku yakin pekerjaanku sebagai pengacara masih bisa bersaing dengan seorang psikiater,” lanjut Reyhan sambil terkekeh.


“Sepertinya Annabelle akan lebih nyaman bersama dengan seorang psikiater daripada pengacara,” Yudha ikut buka suara saat dilihatnya Annabelle diam saja, sibuk meneguk minumannya hingga tinggal sepertiga.


“Kalian pikir aku piala yang bisa diperebutkan ? Aku ingin ke toilet dulu.”


“Aku temani,” Reyhan ikut bangun menbuat Annabelle menautkan alisnya.


“Sejak kapan kita jadi sangat akrab sampai kamu harus menemaniku ke toilet,” Annabelle menggumam saat Reyhan berjalan di sampingnya.


“Sejak kamu masuk ke dalam tubuh Sarah,” ledek Reyhan tertawa pelan. “Aku pernah bersyukur karena Sarah mengalami kecelakaan hingga bisa merubah kepribadiannya yang ambisi menjadi gadis yang supel dan menyenangkan.


“Semua pria ternyata sama, pintar menggombal kalau ada maunya,” cebik Annabelle, berjalan menunju toilet wanita.


Mata Annabelle membola saat melihat Reyhan berdiri menunggunya di luar toilet.


“Ngapain masih di sini ?”


“Nungguin calon pacar,” ledek Reyhan sambil tertawa.


“Reyhan iihh !” Annabelle memukul bahu Reyhan hingga pria itu meringis sambil tertawa.


“Sadis ternyata.”


Annabelle tidak menyahut, wajahnya langsung ditekuk sambil berjalan mendahului Reyhan, namun baru tiga langkah, seorang wanita berdiri menghalanginya sambil bertolak pinggang.


“Jadi kamu selingkuhan barunya Reyhan ?”

__ADS_1


Annabelle mengerutkan dahi saat meillihat sosok Sarah berdiri di depannya.


Bisa-bisanya bertemu dengan Sarah di sini. Dari sekian banyak kafe yang ada di Jakarta, bisa-bisanya Sarah memilih kafe kecil yang ada di dekat komplek perumahan sederhana.


__ADS_2