
Kata orang penyesalan selalu datangnya belakangan, hanya bedanya ada penyesalan yang masih bisa diperbaiki atau justru hanya membuat manusia pasrah menanggung konskuensi
Bagi Alden, penyesalan terbesarnya bukan karena Annabelle menolak cintanya tapi telah membuat gadis itu menimbun sakit hati karena sikap Alden yang kelewat batas pada om Rano dan tante Mira,
Alden menyesal karena gengsinya menganggap Annabelle hanya sebatas anak sopir keluarganya, Alden kehilangan cinta yang tulus dari seorang gadis cantik seperti Annabelle.
Alden pun mulai menyalakan mobilnya dan berencana pulang ke rumah sebelum berangkat ke kantor.
Sambil melajukan mobil meninggalkan rumah sakit, Alden kembali mengingat kejadian 5 hari yang lalu.
(Flashback on)
Selesai meeeting siang itu, daddy Wira memintanya datang ke ruangan daddy dimana ternyata ada momny Lanny juga di sana.
“Mom,” Alden menyapa mommy Lanny dengan ciuman di kedua pipi kemudian duduk berhadapan dengan mommy dan daddy yang duduk berdampingan.
“Bacalah !” daddy Wira menyodorkan satu map biru yang ada di atas meja. “Biar kamu mengerti mengapa keluarga Om Rano begitu penting bagi kita terutama Daddy.”
Alden mengambil map itu dan membukanya lalu membacanya dengan alis menaut. Matanya bergerak, membaca tulisan yang tertera dalam dokumen.
“Om Rano adalah anak angkat opa dan sah secara hukum,” ujar daddy Wira. “Bahkan opa memberikan 5% saham Hutama Grup.”
Daddy Wira memperhatikan Alden yang diam saja dan masih membaca berkas yang dipegangnya. Ada 3 lembar dan salah satunya mengenai pemberian saham Hutama Grup.
“Kami bersahabat sejak SMP dan Om Rano pernah menyelamatkan nyawa Daddy. Saat kami masih sama-sama SMA. Situasi bisnis opa penuh dengan persaingan yang tidak sehat. Penculikan atas Daddy gagal dilakukan karena Om Rano mengaku kalau dialah anak opa. Saat itu, opa langsung menyembunyikan Daddy dan memantau perkembangan Om Rano. Mereka menyiksa Om Rano saat tahu kalau mereka salah target dan Om Rano tetap membungkam mulut, tidak mau memberitahu keberadaan Daddy dan tetap mengaku kalau dialah anak opa.
Semuanya berakhir dengan baik, tapi karena penculikan itu, kaki Om Rano sempat patah dan tidak bisa dipulihkan seratus persen, hingga kamu lihat kalau langkah Om Rano sedikit pincang.
Merasa berhutang nyawa, opa mengangkat om Rano menjadi anaknya karena saat itu om Rano hanya memiliki seorang ibu yang sakit-sakitan sementara ayahnya sudah meninggal sejak om Rano masih di bangku SD.
Tidak ada yang berubah dari diri om Rano saat statusnya menjadi anak angkat opa dan memiliki saham di Hutama Grup.
Om Rano menolak uang pemberian opa secara cuma-cuma untuk kuliah, malah mencari beasiswa sendiri dan tetap tinggal bersama ibunya yang masih sakit. Hanya untuk pengobatan ibunya, Om Rano tidak menolak pertolongan opa yang memberikan tim medis terbaik. Namun karena penyakit ibunya sudah cukup parah, beliau meninggal saat om Rano kuliah semester 2. Setelah itu, om Rano baru bersedia tinggal di rumah opa untuk menemaninya sekaligus membantu opa menjalankan bisnis karena daddy masih kuliah di luar negeri.
Kesibukannya membantu keluarga Hutama membuat om Rano tidak memikirkan dirinya sendiri dan menunda untuk berumahtangga. Atas desakan opa akhirnya om Rano menikah dengan tante Mira. Saat itu Daddy sudah memilikimu Alden.
Sibuk membantu Daddy mengurus perusahaan karena opa mulai sakit-sakitan, om Rano kurang memperhatikan tante Mira dan harus kehilangan calon anak mereka sampai dua kali, hingga akhirnya om Rano memutuskan untuk tetap membantu tapi sebagai sopir.
Daddy menolaknya karena masih membutuhkan sumbangan ide dan pikirannya. Akhirnya setelah bernegosiasi, om Rano bersedia membantu tapi tetap melepaskan pekerjaannya sebagai orang kedua di perusahaan Hutama.
Banyak gosip yang beredar pada awal om Rano berganti profesi menjadi sopir, tapi om Rano tidak peduli karena mereka ingin segera memiliki momongan, hingga lahirlah Annabelle.”
“Dan soal Annabelle, maafkan Mommy karena terlalu memaksakan kehendak ingin menjadikannya menantu kami,” ujar mommy Lanny. “Niat baik Mommy ini ternyata membuat dirimu tertekan dan juga menyakiti Annabelle.”
“Mulai sekarang kamu bebas menentukan calon istri untuk dirimu, Al. Pesan mommy carilah wanita baik-baik yang tidak hanya mengejar hartamu,” nasehat mommy Lanny.
“Dan soal Sarah, Daddy masih berharap kamu berpikir ulang untuk menjadikan dia istrimu, Al. Bukan masalah Sarah bekas orang lain, namun sifatnya yang pendendam dan licik akan sulit dirubah. Apalagi Sarah tidak pernah mencintaimu, dia mencintai Reyhan Gilang.”
__ADS_1
Alden terdiam dan menutup map yang ada di tangannya lalu meletakkannya di atas meja.
“Carilah wanita lain, Al. Daddy benar-benar berharap kamu tidak akan memilih Sarah sebagai istrimu,” tegas daddy Wira.
“Kenapa daddy dan mommy tidak pernah menceritakan soal jiwa Annabelle lah yang berada di dalam tubuh Sarah saat ini ?”
Tuan dan Nyonya Hutama terkejut mendengar ucapan Alden yang langsung menatap kedua oranguanya bergantian.
“Aku sudah mendengar percakapan mommy dengan Sarah di awal dia tinggal di rumah kita. Aku memang tidak percaya saat itu karena kejadian seperti itu sangatlah tidak logis. Aku tahu kalau Sarah adalah wanita yang licik, Dad, karena itu aku pikir masalah jiwa Annabelle di dalam tubuh Sarah adalah bagian dari drama yang sudah dipersiapkan wanita itu untuk mengalihkan perhatian kita.
Tapi semakin hari aku yakin kalau apa yang dilakukan oleh Sarah bukanlah akting dan aku mulai percaya kalau Annabelle- lah yang sedang berperan menggunakan tubuh Sarah.
Sayangnya, mommy dan daddy tidak mau menceritakannya padaku.”
“Semua itu atas permintaan Annabelle sendiri dan salah satu syarat,”sahut mommy Lanny.
“Syarat apa, Mom ?” Mommy Lanny menghela nafas.
“Mommy dan Daddy juga baru mengetahuinya dari Yudha. Jiwa Annabelle bisa kembali bersatu dengan tubuhnya kalau ia bisa membuatmu mencintainya. Karena alasan yang Belle rasa mustahil itu, ia tidak mau membicarakan terus terang pada kami.”
”Apalagi Belle tahu kalau kamu sangat membencinya, bahkan om Rano juga tahu kalau kamu malu berteman dengan Annabelle karena dia anak sopir,” daddy Wira tersenyum tipis.
“Itu sebabnya daddy-mu menceritakan tentang siapa Om Rano bagi keluarga Hutama. Sekalipun om Rano hanya sopir, tidak sepantasmya kamu bersikap kurang ajar pada mereka saat di rumah sakit.
“Yudha sudah menemui Daddy beberapa hari yang lalu dan meminta ijin untuk membawa Belle pindah ke rumah sakit lain jika memungkinkan. Yudha juga berjanji akan membawa Belle pergi dan memastikan kalau gadis itu tidak akan menggagumu lagi.”
“Mommy dan Daddy sudah setuju, Al. Mommy merasa bersalah karena sudah menutup kesempatan untuk Belle. Bahkan mommy juga yang menyuruhnya memakai kacamata.”
“Untuk apa ?” Alden mengerutkan dahinya.
“Mommy bisa melihat kalau Belle akan tumbuh menjadi gadis yang cantik, Al. Bukan hanya secara fisik tapi juga cantik hatinya. Rano dan Mira mendidiknya dengan baik. Mommy menyayangi Belle dan tidak ingin ada pria lain yang melihat kecantikannya karena mommy ingin hanya kamu yang memilikinya, karena itu atas seijin Rano dan Mira, mommy meminta Belle memakai kacamata yang membuatnya terlihat culun.
Dan sekarang mommy menyesal karena terobsesi menjadikan Belle sebagai menantu, mommy tidak sadar kalau sikap mommy membuat rasa suka Belle
menjadi cinta padamu.
Bahkan saat kamu berpacaran dengan Sarah, Belle bilang asal kamu bahagia, tidak masalah tidak bisa memilikimu.
Saat itulah mommy merasa sangat bersalah dan sikapmu malam itu di rumah sakit membuat mommy sadar kalau harapan mommy membuat dirimu menderita sekaligus menyakiti Belle dan keluarganya.
Mommy sudah rela melepaskan Belle, Al. Jangan lagi membencinya karena keberadaan dia di dekatmu bukan sekedar keinginannya, tapi ada campur tangan mommy dan daddy di dalamnya termasuk bagaimana Belle ditempatkan sebagai asisten Tami.”
“Jiwa Belle akan pergi dari tubuh Sarah setelah 100 hari, Al. Dia akan benar-benar pergi dari tengah-tengah kita dan tidak akan mengganggumu lagi. Tidak akan menjadi toxic dalam hidupmu,” ujar daddy Wira dengan nada sendu.
__ADS_1
Mommy Lanny mulai terisak, membayangkan akan kehilangan Annabelle yang sangat disayanginya dan sudah dianggap sebagai anak kandungnya.
Alden masih terdiam dan terdengar beberapa kali menghela nafas panjang sambil menatap kedua orangtuanya. Daddy Wira sedang menenangkan mommy Lanny yang makin terisak.
“Annabelle akan kembali ke raganya dan tidak akan pergi dari tengah-tengah kita secepat itu,” tegas Alden membuat kedua orangtuanya menatapnya dengan dahi berkerut.
“Tolong lamar Annabelle untukku, Mom, Dad. Bukan karena terpaksa atau supaya mommy dan daddy bahagia tapi karena aku tidak ingin kehilangan calon istriku. Aku tidak akan membiarkan Yudha membawanya pergi menjauh dariku.”
“Alden,” wajah mommy Lanny terlihat bingung.
“Aku benar-benar mencintainya, Mom dan aku tidak tahu kapan perasaan ini mulai ada di sini,” Alden menunjuk dadanya sendiri.
“Dan masalah Sarah, aku sudah tidak menginginkannya apalagi mencintainya sebagai calon istriku, Dad. Saat aku mulai percaya kalau jiwa Annabelle yang ada di dalam tubuh Sarah, aku bertekad untuk menjaganya dengan cara membuatnya dekat padaku. Aku selalu mengawasinya dan diam-diam menaruh alat pelacak dan belakangan ini aku tambah dengan alat penyadap. Yang aku pikirkan, kalau aku langsung membuang Sarah jauh dariku, maka jiwa Annabelle pun akan jauh juga dan mungkin akan sulit baginya untuk kembali ke raganya. Itulah sebabnya kenapa aku seolah-olah tetap memilih Sarah untuk menjadi istriku dengan tujuan melindungi jiwa Annabelle bukan tubuhnya Sarah. Apalagi aku sempat melihat kalau Annabelle merasa tidak nyaman saat berdekatan dengan Reyhan.”
“Kamu yakin, Alden ?” tegas daddy Wira. Wajah kedua orangtua Alden terlihat lega dan bahagia.
“Aku sudah lama tahu soal perselingkuhan Sarah dengan Reyhan, bahkan aku tahu kalau Sarah sedang hamil benih Reyhan. Malam itu aku berencana datang ke apartemennya untuk membuat Sarah mengaku sendiri tanpa menunjukkan bukti-bukti yang aku punya, tapi ternyata Annabelle sudah mendahului aku hanya karena percakapan yang didengarnya saat Sarah berada di kantor ini. Gadis itu memang selalu berniat jadi pahlawan untukku,” Alden tertawa pelan, mengingat kejadian tigabelas tahun yang lalu.
“Sebetulnya apa yang membuatmu sangat membenci Annabelle ?” tanya mommy Lanny dengan wajah penasaran.
“Saat itu aku dikeroyok oleh lima orang jagoan di sekolah, Mom. Mereka menganggap aku merebut perhatian gadis-gadis idola di sekolah. Sikapku yang pendiam dan cenderung acuh dianggap sengaja untuk menarik perhatian para gadis.
Saat aku dikeroyok, si kepo Annabelle melihatku dan langsung membantuku. Annabelle berteriak-teriak minta pertolongan dan entah dapat batu darimana. Annabelle juga melempari kelima temanku itu dengan batu kecil-kecil dari kejauhan. Akhirnya Raka dan Yudha bersama 2 petugas keamanan datang menghampiri kami. Sampai di rumah bahkan Annabelle melaporkannya pada Mommy. Sejak saat itu bukan hanya kelompok jagoan itu tapi siswi-siswi yang mengidolakanku mulai mengejekku berpacaran dengan anak bau kencur yang culun, jelek dan anak sopir pula. Awalnya aku hanya kesal dengan tingkah Annabelle, tapi sepertinya dia tidak bisa diberi pengertian. Selalu ada saja alasan untuk mendatangi gedung SMP dan menemui aku. Mulai dari memberikan bekal, membawakan dompetku yang ketinggalan.
Sebagai remaja yang sempat menjadi idola, aku merasa malu diejek habis- habisan dan tidak lagi dianggap keren dan mempesona. Mereka sering menertawakanku, bahkan masih berlanjut sampai aku SMA karena Annabelle masih sering mendatangiku.”
“Tapi Mommy percaya mereka akan menyesal telah merudung Annabelle dan menganggapnya gadis culun yang jelek dan anak sopir jika mereka melihat bagaimana wajah Annabelle saat ini,” ujar mommy Lanny dengan wajah emosi.
Alden dan daddy Wira pun tertawa melihat mommy Lanny yang mengomel dengan sisa air mata yang masih ada di wajahnya.
“Bukan hanya mereka, Mom. Alden menyesal telah membenci Annabelle hingga menyakiti hatinya dan melukai Om Rano dan Tante Mira. Sekarang tolong lamar Annabelle untuk Alden, Mom, Dad. Tapi tunggu setelah Alden mendapatkan maaf dari Om Rano dan Tante Mira.”
Daddy Wira dan Mommy Lanny tersenyum mendengar keputusan putranya.
__ADS_1
“Semoga mereka bisa membukakan pintu maaf untukmu, sayang “ ujar mommy Lanny.