
Sarah Belle sedang mondar mandir di kamar yang ditempatinya selama di villa.
Reyhan benar-benar membuatnya seperti seorang tahanan karena tidak memperbolehkan Sarah Belle keluar dari villa meski hanya berjalan-jalan di taman. Selain itu Reyhan benar-benar memutus komunikasi Sarah Belle dengan dunia luar, dia tidak membiarkan Sarah Belle memegang handphone.
Sehari setelah Sarah Belle dibawa ke vila, Reyhan harus kembali ke Jakarta atas perintah papanya. Pria itu sempat merayu Sarah Belle untuk menyalurkan hasratnya namun gagal karena Sarah Belle memilih mengunci diri di kamar mandi.
Hampir saja Reyhan mendobrak pintunya, namun panggilan telepon dari Peter Gilang yang tidak berhenti membuat Reyhan hanya bisa mengomel dan menggerutu lalu meninggalkan Sarah Belle dan melupakan hasratnya.
Annabelle benar-benar dibuat gelisah, masalahnya waktu 3 hari terbuang tanpa mendapatkan apapun juga. Tidak ada tanda-tanda keluarga Hutama mencarinya, padahal Om Wira dan Tante Lanny sudah tahu soal keberadaan Annabelle di dalam tubuh Sarah.
“Sarah !” Pekikan suara Reyhan membuat Sarah Belle terkejut dan bangun dari tepi ranjang. Waktu menunjukan jam 4 sore saat ia melirik jam dinding di kamarnya.
Terlihat Reyhan dengan sedikit terhuyung naik melewati anak tangga dan sudah pasti menuju ke kamarnya.
Jantung Sarah Belle berdetak kencang, masalahnya kamar yang ditempatinya tidak diberikan kunci oleh Reyhan.
Akhirnya Sarah Belle memutuskan untuk menghampiri Reyhan yang baru saja sampai di lantai dua.
“Masih mau menolakku ?” Reyhan mendorong tubuh Sarah Belle hingga menabrak dinding.
Bau alkohol tercium dari mulut Reyhan membuat Sarah Belle mengernyit.
“Kenapa wajahmu sedih terus selama di sini ? Kenapa kamu terus mencari alasan untuk menghindariku ? Aku sudah berusaha mengerti, tapi sepertinya kamu sengaja memancing amarahku.”
Tangan Reyhan mulai membelai wajah Sarah Belle dan menyelipkan rambut wanita itu ke belakang telinga.
“Kamu mabuk, Rey,” Sarah Belle mencoba melepaskan diri dari Reyhan yang justru malah memancing emosinya.
“Iya aku mabuk, mabuk dengan cintamu, tapi kamu malah mencintai pria lain. Pria yang bersikap sok gentle padamu !”
Reyhan kembali mendorong tubuh Sarah Belle hingga menempel ke dinding dan memegang kedua tangan Sarah Belle.
“Jangan asal bicara,” desis Sarah Belle sambil membalas tatapan Reyhan dengan tajam.
Reyhan tidak menanggapi ucapan Sarah Belle malah menghujani wanita itu dengan ciuman yang berapi-api di tengah nafsu bercampur efek minuman keras hingga Annabelle merasa sulit untuk bernafas karena terlalu cemas.
“Lepaskan Reyhan !” Sarah Belle terus meronta namun merasa tenaganya kalah dengan kekuatan Reyhan yang sepertinya bertambah dua kali lipat lebih kuat dari biasanya.
Reyhan menarik tangan Sarah Belle dan sedikit menyeretnya masuk ke pintu kamar lain, di sebelah kamar yang ditempati Sarah Belle.
Ternyata kamar itu memiliki kunci dan langsung dikunci begitu keduanya sudah masuk ke dalam kamar.
Masih sempat Reyhan mencabut kuncinya dan menjatuhkannya ke lantai.
“Reyhan, kamu sudah gila !” pekik Sarah Belle dengan jantung berdebar, merasa tidak siap menyerahkan dirinya sebagai Sarah.
“Ya, aku memang sudah tergila-gila denganmu sejak lama. Kita sudahi saja rencana balas dendam itu karena aku merasa kalau kamu sudah mulai mencintai pria songong dan sok suci itu. Tapi kamu lihat, bahkan para pengawalku tidak melihat ada tanda-tanda ia mencarimu.”
“Aku tidak peduli soal Alden saat ini dan aku juga tidak ingin melayanimu malam ini.”
“Kenapa ? Karena Alden sudah berhasil kamu bohongi untuk menyentuhmu ? Dia lebih hebat dariku ?”
Reyhan terus maju membuat Sarah Belle pun mundur hingga kakinya membentur pinggir ranjang.
”Kamu mabuk Rey, lepaskan aku,” Sarah Belle berusaha terlihat berani di hadapan Reyhan padahal tangannya sudah panas dingin karena Annabelle lah yang sedang menguasai pikiran Sarah.
Dengan kasar Reyhan mendorong tubuh Sarah Belle hingga terjembab ke atas ranjang dan tanpa menunggu Reyhan mengukung tubuh wanita itu lalu menciumi bibir Sarah Belle yang terus bergerak menghindari serangan Reyhan.
Bau alkohol yang begitu kuat tercium Sarah Belle membuat perutnya langsung mual.
Reyhan bertambah kasar, pemberontakan Sarah Belle justru semakin meningkatkan gairahnya yang terbakar oleh minuman beralkohol.
__ADS_1
“Lepaskan aku Reyhan ! Lepaskan !” Sarah Belle berteriak sambil meronta.
Tangan Reyhan malah merobek blus yang dikenakan Sarah Belle hingga koyak membuat ketakutan Annabelle makin bertambah.
Sarah Belle berusaha menenangkan hatinya supaya bisa berpikir dengan baik. Ada perasaan jijik saat hembusan nafas Reyhan menyapu wajah Sarah, turun ke leher, menggigitnya dan perlahan turun ke dadanya.
“Silakan kamu lakukan pada tubuhku. Aku tahu semua ini kamu lakukan karena kamu cemburu, kamu marah dan menganggap aku malah mencintai Alden.”
Sarah Belle terus berbicara saat Reyhan kembali menciumi lehernya.
“Itu artinya aku berhasil membalaskan dendamku pada papamu. Aku berhasil membuat putra Peter Gilang jatuh, sejatuh-jatuhnya, cinta padaku, Sarah Hidayat.”
Sarah Belle lalu tertawa membuat Reyhan menghentikan ciumannya namun masih berada di atas tubuh Sarah, bertopang dengan kedua tangannya.
“Apa maksudmu ?” Reyhan menautkan alis sambil menatap Sarah Belle yang malah tersenyum sinis.
“Kamu masih ingat kenapa kita menjadi dekat ? Aku sudah ingat sekarang Reyhan Gilang. Sangat ingat !” tegas Sarah dengan tatapan tajam dan senyum menyeringai.
Reyhan pun beranjak bangun dari atas tubuh Sarah dan duduk di pinggir ranjang.
Sarah Belle malah tertawa melihat ekspresi wajah Reyhan. Tangannya merapatkan dua sisi blusnya yang sempat dirobek oleh Reyhan.
“Apa maksudmu ?” Reyhan kembali mengulang pertanyaannya sambil menatap Sarah Belle dengan dahi berkerut.
“Kamu pernah bertanya siapa target balas dendamku, siapa yang menyebabkan mamaku sampai bunuh diri. Dan kamu tahu Reyhan Gilang kalau orang itu berada di dekatmu dan kamulah yang menjadi alat untuk membalaskan dendamku padanya, pada Peter Gilang, papamu.”
“Bohong !” teriak Reyhan sambil berdiri. “Jangan bawa-bawa papa sebagai alasan hanya demi memutuskan hubungan denganku !”
Sarah Belle bangun dari posisi tidurnya dan duduk di tepi ranjang.
“Aku bisa membuktikan semua ucapanku. Papamu yang membuat mamaku bunuh diri dan akulah saksinya. Aku begitu membencinya hingga aku rela menjebak papamu untuk menghabiskan satu malam denganku. Aku merekam semuanya, malam panas kami hingga membuatnya menuruti semua keinginanku. Aku membuat bukti kalau papamulah yang memaksaku untuk memuaskan nafsunya bukan karena jebakanku.”
Kepala Sarah Belle sakit kembali, menandakan kalau saat ini ingatan Sarah dan Annabelle tengah bertemu lagi.
Sekuat tenaga Annabelle melawan ingatan Sarahdan berusaha berpikir sebagai Annabelle.
Sepertinya membuka semua masalah soal Peter, Sarah dan Reyhan adalah cara yang harus dilakukan Annabelle demi melepaskan diri dari ketakutannya tentang malam-malam panas Reyhan dan Sarah.
Lagipula batas waktunya makin dekat dan tidakmungkin menambahnya bahkan hanya untuk 1 jam saja hingga Annabelle tidak ingin menundanya lagi.
“Kamu benar-benar pemain sandiwara yang hebat,” Reyhan tertawa sambil bertepuk tangan.
“Aku tidak berbohong, Rey,” Sarah Belle tertawa mengejek.
“Demi menjaga perasaan istrinya yang sedang sakit, karirnya yang sedang menanjak sebagai pengacara terkenal dan putranya yang begitu menganggumi papanya, Peter Gilang meyanggupi semua permintaanku. Sesuatu yang tidak Peter sangka adalah saat aku mulai mendekatimu dan menolak permintaannya untuk menjauhimu.
Aku mengancamnya akan memberikan semua bukti yang aku miliki padamu dan mamamu juga. Peter
Gilang tahu kalau seorang Sarah tidak akan main-main dengan ucapannya.
Dia tidak ingin istrinya yang baru saja mulai membaik dan anaknya yang begitu cerdas mendapati kenyataan kalau pria kebanggaan mereka melakukan one night stand dengan seorang peremuan yang lebih muda dari putranya dan bekerja di kantornya sebagai calon pengacara yang luar biasa.”
Annabelle sedikit terkejut dengan ucapannya yang begitu lancar. Meskipun Juan sudah memberikan informasi untuknya soal keadaan rumahtangga Peter Gilang yang mungkin menjadi alasan Peter tetap mengalah pada Sarah, selain karena bukti foto dan video, Annabelle tidak pernah terpikir kalau ucapannya adalah kenyataan yang Sarah lakukan selama ini.
Satu informasi yang belum sempat Juan ceritakan pada Annabelle adalah hasil temuan penyelidikannya soal Amora, mama Sarah dan hubungannya dengan Peter Gilang hingga cerita penyebab bunuh diri.
“Kamu berpikir kalau aku sama seperti Alden yang mudah kamu pengaruhi dengan kata-katamu ?”
”Kalau begitu mari kita ke rumah orangtuamu dan memastikan apakah omonganku hanya gertakan atau kenyataan,” tantang Sarah Belle dengan senyuman sinis
Ayolah Reyhan… Ajaklah aku ke rumah orangtuamu. Aku ingin keluar dari tempat ini dan menuntaskan urusan Sarah, batin Annabelle.
__ADS_1
“Kamu mungkin tidak akan berbuat bodoh seperti mamaku, Rey, tapi melihatmu begitu frustasi saat aku terus menolak dan menjauhimu, aku sudah bahagia.
Papamu pasti akan kecewa saat melihat putranya terpuruk karena ditolak wanita yang pernah menjadi teman tidur ayahnya sendiri.” Sarah Belle kembali bicara sambil tertawa dengan nada mengejek.
“Bohong ! Kamu sengaja mengatakan kebohongan itu padaku Sarah. Aku yakin kalau papa tidak akan pernah mengkhianati mama dan aku !”
“Sudah aku katakan kalau aku memiliki bukti bukan sekedar omongan belaka. Bagaimana ? Apa kamu siap menghadapi kenyataan saat aku bisa menunjukkan bukti-bukti padamu ? Kita ini pengacara berpengalaman, Rey. Masalah perselingkuhan dan orang ketiga adalah makanan kita sehari-hari.”
Sarah Belle tertawa sinis melihat wajah Reyhan yang mulai terguncang dan bimbang.
“Bawa aku menemui Peter Gilang dan kita akan membuka semuanya bersama-sama. Aku akan membawakanmu bukti-bukti yang aku simpan 5 tahun ini.”
Sarah Belle beranjak bangun, hendak kembali ke kamarnya untuk mengganti bajunya namun lengan Reyhan menahannya.
“Bagaimana kalau omonganmu ini tidak terbukti ?” Reyhan menatap Sarah Belle sambil tersenyum sinis.
“Aku akan melayanimu sampai puas,” Sarah Belle mendekati Reyhan dan menjawab dengan suara dan senyuman menggoda.
”Jangan sampai kamu menyesal dengan ucapanmu barusan !” tegas Reyhan dengan tatapan tajam.
Sarah Belle hanya tersenyum sinis dan meninggalkan Reyhan yang mengepalkan kedua tangannya.
Reyhan langsung berteriak dan menjambak rambutnya sendiri saat Sarah Belle keluar dari kamar itu untuk berganti baju di kamarnya sendiri.
Sebelumnya Reyhan memang sempat mendengar isu soal papanya yang memiliki wanita lain saat mamanya sakit dan harus menjalani kemoterapi karena kanker. Keadaan mamanya bertambah buruk saat Riri, adik angkat Reyhan meninggal dunia dan diduga bunuh diri karena meminum racun serangga.
Waktu itu Reyhan sudah berniat mencari tahu kebenaran isu yang beredar namun mama melarangnya dan meminta Reyhan menganggap semua itu sebagai cobaan karena karir Peter Gilang sedang naik daun.
Reyhan keluar kamar setelah mencuci muka dan mengganti bajunya. Dilihatnya Sarah sudah menunggu di lantai bawah.
Tanpa bicara banyak, Reyhan berjalan mendahului Sarah menuju mobil yang menunggunya di depan pintu vila.
Bahkan kali ini Reyhan tidak membukakan pintu mobi untuk Sarah seperti biasanya.
Keduanya terdiam di kursi penumpang belakang, masing-masing merapat ke sisi pintu, membuat sopir Reyhan mengerutkan dahi melihat pasangan yang biasanya mesra ini bersikap seperti musuh yang melakukan gencatan senjata.
🍀🍀🍀
Sementara itu di Gedung Hutama, Raka langsung masuk ke dalam ruangan Alden. Bossnya baru saja selesai meeting dengan para Kepala Divisi.
“Suruhan Om Juna mengabarkan kalau Reyhan belum lama meninggalkan villa dan sepertinya menambah penumpang di mobilnya,” ujar Raka.
“Orang ketiga itu sudah pasti Sarah. Evan baru saja mengabarkan kalau alat pelacak Sarah terlihat bergerak lagi.”
Alden menunjukkan layar handphonenya dimana terlihat satu titik merah terus bergerak menelusuri garis pada peta yang terpampang di layar.
“Jadi alat pelacak itu benar-benar tidak bisa ditemukan oleh tim Reyhan ?”
“Tidak,” Alden menarik kedua sudut bibirnya. “Sepertinya teknologi baru yang sedang diuji coba MegaCyber berhasil.”
“Iya dan hanya untuk kalangan terbatas. Kalau bukan karena Evan, mana mungkin mereka akan membiarkan elo meminjamnya untuk Sarah.”
“Bersiaplah Ka, kita akan menjemput Sarah yang sepertinya sedang menuntaskan pekerjaannya.”
“Apa elo udah tahu kemana tujuan Reyhan membawa Sarah ? Apartemen ? Hotel ?”
Alden menggeleng sambil tersenyum lagi, senyuman tipis yang memperlihatkan rasa percaya diri Alden yang cukup besar.
“Rumah Om Peter.”
Raka menautkan alisnya karena tidak sepemikiran dengan Alden. Tapi kecerdasan Alden untuk membaca pihak lawan tidak boleh diragukan karena sudah terbukti beberapa kali dalam urusan bisnis.
__ADS_1