
Dengan cepat aku mengirim pesan ke Horikita dan dia langsung membalasku dengan cepat.
"Apa kau menerima pesan dari sekolah sekarang?"
"ya"
"Aku ditunjuk untuk bertemu pada pukul 18.00. Bagaimana denganmu?"
"Aku ditunjuk pada pukul 20:40. Sepertinya waktu pertemuan kita yang ditugaskan berbeda”
"Aku mengerti. di 20:40 ya?" Waktu pertemuan yang sama dengan Kushida. Aku bertanya-tanya dalam hati apakah mereka akan membagi anak laki-laki dan anak perempuan. Tapi itu tidak mungkin, aku diberitahu di pesanku bahwa ujian dimulai pukul 18.00.
"Aku penasaran dengan perbedaan waktu mulai ini, ini bisa menimbulkan ketidakadilan antara murid dari berbagai kelompok."
"Aku tidak bisa mengatakan dengan pasti pada saat ini". Kami mengirim pesan bolak-balik tapi segera ada
pesan dari Horikita.
"Ada hal-hal yang ingin aku diskusikan lebih lanjut tapi tidak ada waktu lagi, karena waktu pertemuanmu lebih awal, tolong laporkan kembali kepadaku" katanya singkat.
"Mengerti" Aku kemudian mematikan ponselku.
"Ayanokouji-kun?"
Sementara aku fokus untuk berbicara dengan Horikita, Kushida menatapku seolah bertanya kepadaku apa yang salah. Aku berpikir sebentar apakah aku harus memberitahu Kushida tentang waktu pertemuan yang sama dengan Horikita, tapi akan sangat mengganggu untuk melakukannya. Aku memutuskan untuk menunggu dan melihat bagaimana hal-hal seperti ini dimainkan. Seharusnya tidak terlambat bahkan jika aku bertindak setelah mendapatkan lebih banyak informasi.
.
.
.
__ADS_1
Aku menerima pesan dari sekolah yang memberi tahuku tempat pertemuan dan lokasi yang ditunjuk. lima menit sebelum waktu yang ditentukan aku sampai di tempat tujuanku. Ruangan 204 di lantai dua. Murid-murid di koridor semuanya masuk ke ruangan masing-masing. Aku tidak bisa mengenali salah satu dari mereka, tapi murid-murid bolak-balik melewatiku dan masuk ke ruangan masing-masing.
“Murid dari kelas lain, ya?” Aku bertanya-tanya dengan suara keras. pada awalnya aku berpikir untuk menunggu di luar ruangan tapi berpikir kembali, kupikir pertemuan itu mungkin sudah dimulai tanpa aku sadari sehingga aku bergegas menuju ruangan. Aku mengetuk dan menerima jawaban cepat.
"Masuklah".
Rupanya aku sudah diberi izin untuk masuk, aku pun masuk ke ruangan itu. Di sana aku melihat guru wali Kelas A, Mashima-sensei duduk di kursi. Ada dua siswa laki-laki yang duduk di hadapan Mashima-sensei juga. Keduanya berasal dari Kelas D dan orang-orang yang aku kenal.
"Ahh, jadi yang tersisa 2 dari kelompok kita adalah Ayanokouji-dono, kopo!"
Murid yang mengeluarkan pernyataan yang diakhiri dengan logat aneh ini tidak lain adalah Sotomura. Seorang anak laki-laki dengan tipe yang tidak menarik ini dari kelas kami yang terlihat seperti seorang otaku. Seseorang yang akrab dengan mesin dan sejarah serta potongan-potongan lain dari hal-hal sepele meskipun secara tidak terduga ia buruk dalam komunikasi.
"Bukankah ini aneh, Ayanokouji?" Yang bertanya kepadaku pertanyaan itu adalah yang duduk di sebelah Yukimura bernama Sonomura. Sonomura dan Yukimura. Aku tidak pernah benar-benar memperhatikan hubungan di antara mereka. Melihat ke belakang, aku bertanya-tanya bagaimana persahabatan mereka dimulai.
"Apa yang kau lakukan? Duduklah "
kami diinstruksikan untuk duduk di dekat Mashima-sensei. Dengan demikian, aku duduk diam di samping Yukimura yang duduk di samping Sonomura. Hal aneh yang sedikit aku khawatirkan adalah ada kursi lain disampingku yang masih kosong. Sepertinya kami dimasukkan ke dalam kelompok yang terdiri dari empat murid dari kelas yang sama dengan satu guru yang mengawasi kami.
Dilihat dari nada yang dia sampaikan ini, orang yang terlambat ini tidak akan mendapat banyak bermasalah meski kami harus menunggu. Tentu saja, untuk memastikan keadilan bagi semua murid, masuk akal untuk memberi kami penjelasan ujian saat semua anggota kelompok berkumpul. Terlepas dari apakah itu ujian tertulis atau bertahan di pulau tak berpenghuni, ini tetap sama. Namun, ujian ini sepertinya akan berlangsung di ruangan kecil ini. Apa maksudnya, aku bertanya-tanya. Atau mungkin aku hanya terlalu mengkhawatirkan hal ini.
Dalam kedua kasus tersebut, aku akan mendapatkan jawabanku segera setelah anggota terakhir kelompok kami tiba. Sambil duduk di kursi, aku pikir tidak perlu lagi berbicara sampai saat ini. Menunggu anggota terakhir kami, sebuah keheningan yang berat menimpa kami. Waktu yang dijadwalkan sudah cocok pada saat ini sehingga secara pribadi aku ingin agar anggota terakhir kami muncul secepat mungkin. Detik jam adalah satu-satunya suara yang memenuhi ruangan. Segera jam tangan menunjukan pukul 18.00 dan Mashima-sensei melihat jam hanya sekali sebelum ketukan di pintu terdengar. Seperti dalam kasusku, guru menyuruh orang tersebut untuk masuk.
"Permisi" Suara terdengar saat anggota terakhir kelompok kami akhirnya bergabung. Karuizawa Kei yang masuk ke ruangan dan duduk di kursi di sebelahku.
"Eeeh ... kenapa Yukimura-kun dan yang lainnya di sini?" Itulah yang ingin aku ketahui juga. Aku merasa
sedikit malu pada saat ini. Sonomura tidak memikirkan situasi sama sekali tapi Yukimura terlihat sedikit aneh.
"Kupikir pesan
itu menyuruh semua murid untuk tepat waktu, kau terlambat" Mashima-sensei menegur Karuizawa.
__ADS_1
"Maaf" Karuizawa sepertinya tidak puas dengan kata-kata Mashima-sensei dan keberadaan kami secara umum. Mataku bertemu dengan Karuizawa sesaat dan dengan cepat dia mengangkat kursinya dan menemberikan jarak di antara kami. Bahkan jika itu hanya 1mm jarak yang meningkat di antara kami, aku
merasa sedikit tertekan sehingga dia memberi gagasan benci dekat-dekat denganku.
"Sonomura, Yukimura, Ayanokouji dan Karuizawa. Sekarang aku akan menjelaskan isi ujian khusus" Aku bisa menebak ini dari pesan yang kami terima, tapi aku sedikit penasaran dengan ujian itu sendiri. Tetapi, susunan
kelompok dari 4 siswa dan 1 guru masih membingungkanku. Aku memiliki perasaan merepotkan tentang ujian ini
"Baiklah. Tunggu sebentar, aku tidak mengerti apa arti dari ini, apa maksudnya dengan menjelaskan soal ujian? Bukankah ujiannya sudah selesai? Dan apa yang orang-orang ini lakukan di sini? Bukankah ini aneh?" Karuizawa segera melemparkan rentetan pertanyaan ke arah Mashimasensei. Aku bertanya-tanya apakah dia tidak bisa diam selama beberapa saat. Aku berpikir jika dia bahkan bersusah payah membaca pesan dengan benar sebelum datang ke sini.
"Aku tidak akan
menjawab pertanyaan lagi pada tahap ini, jadi dengarkan dengan tenang"
Mashima-sensei langsung menanggapi Karuizawa seperti itu sambil menatapnya dengan tajam. Jelas, guru bagian dari sekolah tidak berniat menjawab pertanyaan semacam itu pada saat ini. Mashima-sensei dikenal sebagai guru yang dingin dan ketat oleh para siswa, sepertinya hal ini juga berlaku untuknya sekarang. Chabashira-sensei adalah tipe guru yang lunak yang mengajar dengan tenang. Di sisi lain, sepertinya Mashima-sensei selalu tegas dan bersuara datar.
"Dalam ujian khusus ini, semua siswa kelas 1 akan dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan zodiak mereka dan keseluruhan ujian akan dilakukan dalam kelompok siswa yang berbagi dalam zodiak yang sama seperti kalian berempat di sini. Ujianya adalah untuk menilai 'kemampuan berpikir' mu"
Menurut zodiak, ya? jadi 12 kelompok akan terbentuk dari semua siswa kelas 1. Jadi Kelas D sendiri akan dibagi menjadi 3 kelompok dan ditambahkan ke dalam campuran kelas lain untuk membentuk 12 kelompok yang dibutuhkan untuk setiap zodiak? Aku berpikir seperti itu. Dan apa yang mereka maksud dengan 'kemampuan berpikir'? Jika aku mengartikannya sungguh-sungguh, itu berarti akan menguji kemampuan kita untuk berpikir.
"Apa yang ku maksud dengan 'kemampuan berpikir'?" Karuizawa yang baru saja diminta untuk diam mulai mengajukan pertanyaan lagi. Mungkin saja tidak sengaja, tapi sepertinya dia tidak mau mendengarkan kata-kata Mashima-sensei.
"Aku sudah bilang jika aku tidak akan menjawab pertanyaan" Bahkan Karuizawa sepertinya sekarang mengerti gravitasi situasi saat dia terdiam. Tentu saja aku menatapnya dan sepertinya dia memiliki ekspresi tidak puas di wajahnya. Tapi aku memilih untuk diam dan mendengarkan. Yukimura dan Sotomura juga menanggapi situasi ini dengan sangat serius karena mereka juga mendengarkan Mashima-sensei dengan saksama.
"Ada tiga hal yang dibutuhkan agar orang-orang yang bermanfaat dengan baik di masyarakat diharuskan untuk menguasai: Aksi, pikiran, kerja sama tim. Ini diperlukan bagi kalian semua untuk menjadi orang dewasa yang sukses. Tes terakhir di pulau ini menekankan kerjasama tim yang cukup berat, namun hal ini akan mengasah pikiranmu. Kemampuan untuk berpikir kritis, menganalisis situasi yang ada dan menyelesaikan masalah yang diberikan akan diuji dalam ujian ini. Kemampuan untuk bekerja secara kreatif dengan imajinasi dan bekerja dengan tekad untuk menyelesaikan masalah. Sifat-sifat seperti itu akan menjadi inti untuk ujian ini."
Mashima-sensei menjelaskan keseluruhan ujian kami. Tentu saja, aku masih memiliki beberapa pertanyaan mengenai ujian ini yang ingin aku tanyakan kepadanya. Banyak aspek ujian masih belum terjelaskan dan tidak jelas bagiku.
"Oleh karena itu ujian ini akan dilakukan dengan 12 kelompok yang berpisah sesuai dengan zodiak mereka dan ujian akan terjadi di bawah kondisi tersebut" lanjut Mashima-sensei. "Apa ada pertanyaan?" akhirnya dia mengatakan itu.
sambung....
__ADS_1