Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume

Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume
Chapter 5 bab 4


__ADS_3

"Huh? Y-Ya, karena jasaku di turnamen, aku mendapatkannya sedikit. Meski begitu, hanya sekitar 3000 poin" kata Sudou. Itu tidak banyak. Seolah-olah mengatakan itu dengan rendah hati, tapi setelah mendengarkan, Horikita dengan jujur mengaguminya.


"Kau berhasil mendapatkan poin melalui kegiatan pribadimu"


" ..... Ya. Tapi ada banyak senior di tahun ke-2 dan tahun ke-3 yang mendapatkan puluhan ribu poin, jadi aku tidak boleh menjadi sombong. Jika prestasi sangat penting, pada akhirnya hal itu juga bisa mempengaruhi poin kelas. Dari semester kedua dan seterusnya, aku akan menyelesaikan yang lebih banyak dan lebih banyak lagi" kata Sudou sambil menyilangkan lengannya dan membuat pose keberanian. Untuk Sudou yang mencapai sesuatu yang dia tidak bisa, Horikita dengan jujur memberi hormat kepadanya.


"Hari kau memberikan jasa yang penting untuk kelas " katanya. Sejujurnya, aku juga punya firasat seperti itu. Jika tidak ada sesuatu yang buruk terjadi, Sudou akan menjadi keberadaan yang menguntungkan bagi kelas.


Namun, bukan berarti tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sangat mudah bagi Sudou untuk membuat sebuah permusuhan. Dalam hal ini, aku harus mengawasi dia dan Horikita secara bersamaan yang memiliki kecenderungan yang sama seperti Sudou.


Kami berjalan menuju 'Fasilitas Kolam Spesial' yang penggunaannya terbatas dari klub renang yang terhubung ke tepi halaman sekolah. Di daerah ini, memasukinya sudah diizinkan untuk kami, bahkan tanpa perlu peraturan khusus dengan memakai seragam kami. Semua ini terlihat sukses besar mengingat bahwa ini adalah hari yang terakhir.


.


Sebelum masuk ke kolam renang, tempat ini sudah terlihat ramai dengan sejumlah besar murid. Tapi, seperti yang diharapkan dari sebuah sekolah futuristik, ruang ganti untuk setiap angkatan yang berbeda telah disiapkan.


(T/N: futuristik mempunyai arti yang bersifat mengarah atau menuju masa depan) Normalnya itu adalah daerah yang tidak bisa dengan mudah ditemukan, tapi dengan mengikuti petunjuk dari papan petunjuk yang diletakan dengan strategis, kami bisa menemukan daerah itu tanpa tersesat.


“Semuanya, ayo kita bertemu lagi di sini dalam 20 menit" Menunjuk pada koridor yang terhubung ke kolam renang, Ichinose mengatakan hal itu. Sangat membantu jika memiliki seorang pengarah seperti dia.


"Hah, hah"


Pada saat yang sama, para gadis berjalan pergi. Ike mendesah seperti itu dalam gairah dan mulai melangkah cepat. Aku bisa memahami perasaan kegirangan, tapi hal itu sangat tidak pantas jika sedang berada di setuasi seperti ini dan di sini.


Dia adalah yang pertama sampai di ruang ganti. Aku dengan ringan memukul kembali Ike dan mendesak dia untuk memasuki ruang ganti. Tepat setelah memasuki ruang ganti, Ike danYamauchi, mereka berdua pergi untuk meraih loker terdalam secepat yang mereka bisa.


"H-Hei, kalian. Bagi kita, hari ini akan menjadi hari yang istimewa. Apa kalian tidak memiliki semacam pirasat?"


"Ya. Kita akan mendahului siapa pun di kelas kita, dan siapa pun di seluruh sekolah ini"


.


Ike dan Yamauchi mulai berbicara dengan suara keras yang melampaui tingkat pendengaran normal dan mulai menarik perhatian orang lain. Sudou yang tidak tahan melihat itu, pergi dan meraih leher mereka dengan kedua tangannya dan menempatkan mereka ke dalam sebuah kuncian.


"Guuu! Apa yang kau lakukan, Ken!"


"Kalian membuat terlalu banyak keributan. Aku juga merasakan perasaan mendesak kalian, tapi ini terlalu berbahaya jika bertindak berlebihan" katanya.


"... y-ya aku juga berpikir seperti itu. Maaf, maaf. Ini sakit!" Sebagai pelajaran, Sudou memukul dahi mereka berdua bersama-sama. Itu sedikit agresif, tapi secara keseluruhan bukan cara yang buruk.


"Secara mengejutkan, kau menjadi sangat tenang, Sudou" kataku.


"Aku tidak banyak berharap sejak awal. Selain itu, aku terpecah antara setengah bahagia dan setengah lagi tidak merasa seperti itu. Berpikir jika itu sangat wajar sekarang, ini adalah sesuatu yang akan membuat Suzune sedih. Aku benar-benar tidak ingin mereka melihat Suzune yang tidak berdaya. Seorang pria sejati yang menyakiti pacarnya sendiri" kata Sudou.

__ADS_1


Pendapat yang benar. Jika memungkinkan, aku ingin keduanya belajar seperti itu juga, tapi untuk Ike dan Yamauchi, sekarang itu hanyalah sebuah kepuasan seksual di depan mata yang sekarang sedang di pikiran mereka. Aku memeriksa ponsel.


.


Dan ketika aku melakukannya, pesan datang dari Karuizawa, mengatakan bahwa dia baru saja memasuki ruang ganti.


"Dari siapa?" Sejak Ike dengan dahi merah datang dan melihat ponselku dengan mata curiga, aku cepat-cepat mengalihkan ponsel.


"Sepertinya, itu dari seorang perempuan, kan?" dia bertanya kepadaku


"Apa pikir aku ini populer?"


"..... Aku pikir itu benar. Baiklah, ayo ganti baju! Kibarkan handuk !!!" Aku ingin dia menegaskan pernyataanku, tapi aku mengunci perasaan dari dalam hatiku. Pada akhirnya, apakah keberuntungan datang atau tidak adalah sesuatu yang harus mereka pertaruhkan, bagi Ike dan yang lain.


***


"Fasilitas ini sangat mewah ....."


.


fasilitas kolam renang luas yang biasanya digunakan untuk kegiatan klub, terlihat sangat berbeda hari ini. Tentu saja ada sejumlah besar murid sedang berkerumunan di tempat ini. Selain itu, stand makanan juga secara luas dibuka di semua tempat. Cemilan, makanan pokok, dengan kata lain, junk food juga berlimpah. Hot dog, yakisoba, okonomiyaki dan yang lainnya.


Meskipun itu sendiri adalah sebuah kejutan, bahkan orang asing pun ternyata adalah murid senior yang kelihatannya akan mengelola itu semua. Mulai dari murid yang serius tanpa senyuman hingga murid ceria, bekerja dengan giat. Ada berbagai murid yang seperti itu. Ini hampir seperti aku yang sedang melihat ujian khusus.


"Aku penesaran. Jenis plot apa ini?" Aku tidak tahu tentang itu, tapi yang pasti, mereka kelihatannya sedang berada dalam suasana hati yang luar biasa dalam hal apapun. Saat aku berdiri di sekitaran menunggu para perempuan tiba, aku merasa suasana di sekitarku membuat perubahan secara total.


Namun ada juga pengecualian untuk itu. Salah satunya adalah penampilan yang mencolok. Lakilaki tampan dan perempuan cantik, tidak peduli yang mana, faktor kelas seseorang akan lebih mudah bermandikan perhatian daripada yang aku kutip di atas. Tentu saja aku tidak mengatakan bahwa mereka tidak melakukan usaha untuk mempertahankan penampilan luar mereka, tetapi tidak ada yang menyangkal bahwa elemen khusus seperti itu ada untuk ini.


Aku tidak bisa berkomentar tentang sekolah lain, tapi setidaknya untuk sekolah ini, aku bisa mengatakan bahwa tingkat 'penampilan' sangat tinggi. Anggota kelompok yang saat ini pergi bersama kami selain sebagai fakta, banyak murid ada di sekitar kami. Aku tidak tahu sebutan dari sesuatu yang sudah jelas merupakan level tinggi dari komunikasi visual itu.


Tentu saja ada banyak tipe dari orang-orang dan memang tidak bisa dipungkiri, tapi umumnya, buih tidak akan naik ke atas sampai ke tingkatan ini. Wajar saja jika Ike dan yang lainnya menghabiskan setiap hari dengan terangsang dan sangat gembira. Dan di atas penampilan luar itu, aku bertanya-tanya, bagaimana jika kepribadian mereka di dalam juga sempurna? Imut dan modis di sekitar banyak orang dan unggul dalam bidang akademis. Perhatian siapa pun pasti akan dicuri oleh seorang gadis yang seperti itu. Dalam koridor fasilitas, semua murid laki-laki hampir secara bersamaan mengalihkan pandangan mereka ke satu tempat.


"Hei..., kerumunan ini sangat banyak, bukan?" Kemudian, tanpa memperhatikan tatapan mereka dan dengan bermandikan perhatian, sosok Ichinose muncul di tempat pertemuan tersebut.


"Hei....."


.



.


Tidak tahu mau melihat kemana lagi. Aku mengarahkan pandanganku ke arah dinding saat aku mengangkat tangganku, menjawabnya dengan ringan.

__ADS_1


"Mana yang lainnya? Aku pikir laki-laki akan lebih cepat berganti pakaian" kata Ichinose.


"Mereka masih ganti baju" Bisa dikatakan bahwa itu terjadi karena beberapa situasi main-main mereka yang membuatnya terlambat juga.


"Tapi yang benar saja, kau mengganti pakaian dengan cepat" Kataku Mengingat bahwa itu tidak begitu berbeda dariku, ini cukup membanggakan.


"Nyahaha, aku percaya diri dengan kecepatan berganti pakaianku" Dia menjawab dengan nada sedikit bangga seperti itu untuk sesuatu yang sebenarnya adalah sebuah hal yang tidak terlalu cocok untuk dibanggakan. Tidak ada cela, mungkin ini adalah rahasia dari popularitas Ichinose.


"Ohh? Ayanokouji-kun, kau membeli rash guard?"


T/N: rash guard itu baju renang. Biar gak salah paham antara baju renang (Kolor doang atau BH, ****** *****) sama baju renang khusus.


"Kau mungkin berpikir itu aneh bagi laki-laki, tapi aku tidak suka menunjukan kulitku di depan orang lain. Jika menggunakannya di luar kelas, tidak ada masalah. Aku pernah mendengar itu, jadi aku berpikir untuk membelinya satu"


.


"Aku mengerti, aku mengerti. Aku pikir itu bagus. Ini bukan sebuah pelanggaran peraturan" katanya. Tidak banyak, tapi di dalam fasilitas ini ada murid sepertiku yang juga mengenakan rash guard meskipun dia adalah laki-laki. Ichinose yang mulai mengarahkan perhatiannya ke kepadaku, mengunakan jari telunjuknya seperti jarum dan menusuk perutku dari luar rash guard-ku.


"Ini cukup sulit. Lagipula, tubuhmu sangat ideal, ramping tanpa otot yang berlebihan"


Menyentuh seluruh tubuhku tanpa syarat apapun, dia mengulangi tindakan yang sama di lengan dan bahuku di antara bagian-bagian yang lain. Aku cukup beruntung karena memiliki penghasilan tambahan untuk membeli sendiri sebuah rash guard. Aku harus berterima kasih kepada katsuragi.


"Apa kau berolahraga?"


"Tidak, aku tidak berolahraga. Itu hanyalah karena bahan dari pakaianku atau kulitku yang sudah menjadi keras dan membuatnya menjadi seperti itu. Ini pasti karena aku tidak berolahraga setiap hari" kataku.


"Hmmm......."


Ichinose menjatuhkan tatapannya ke kakiku, tapi langsung berhenti bertanya. Namun meski begitu, berada dekat dengan Ichinose seperti ini, aku menjadi sadar akan keraksasaannya--- tidak, *********** sangat besar. Bagaimana aku akan berenang atau bertanding dengan kondisi seperti ini? Sejak awal, kemampuanku untuk serius bertindak sendiri merupakan sebuah kecurigaan.


.


"... tapi mereka sangat terlambat. Aku akan pergi memeriksa mereka" Apa yang aku lakukan? dan kenapa aku melakukan apa yang aku lakukan? Tentu saja aku tau. Itu karena aku tidak bisa lagi berdiri di samping Ichinose yang berpakaian baju renang, jadi aku memutar tumit dan kembali ke ruang ganti laki-laki.


Dan sekali lagi menghabiskan waktu bersama Ike dan yang lain, setelah persiapan selesai, kami semua bersama-sama kembali keluar menuju koridor. Meskipun harus mendapatkan hasil dari beberapa waktu setelah semuannya berlalu sejak saat itu, semua perempuan termasuk Horikita sudah siap.


"Wow.....!"


Ike, yang suaranya keceplosan karena pemandangan spektakuler dari para gadis di depannya, berusaha keras untuk mengendalikan suaranya. Dikondisi Sakura, ia bersembunyi sepanjang waktu ke arah belakang. Tentu saja, ia mengenakan rash guard yang menyembunyikan dadanya. Tapi sepertinya tidak semua orang mampu menyembunyikan gairah mereka saat melihat bentuk baju renang mereka yang biasanya tidak akan bisa terlihat.


"Fufufu, aku bisa melihatnya. Di bawahnya lapisan baju renang tipis itu, payudara itu, di situ,!" Ike dan Yamauchi sedang melihat para gadis seolah-olah mereka memiliki pengelihatan X-ray. Mereka benar-benar terlihat hidup untuk itu.


"Lalu, kita akan pergi? Untuk saat ini sepertinya yang jauh di belakang masih kosong"

__ADS_1


Pertama kami bergerak untuk mengamankan tempat di mana kami bisa beristirahat. Bahkan di sini, seolah-olah sebagai memimpin, Ichinose berjalan di depan. Kemudian, seolah mencocokkan Ichinose, Kushida juga di sana. Seperti yang mereka lakukan, anak laki-lakimengikuti tepat di belakang mereka.


Sambung...


__ADS_2