Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume

Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume
Chapter 4 Bab 2


__ADS_3

Dalam waktu singkat, kami sudah berdiri di depan asrama dan kami naik ke lift dari lantai 1 .


"Kau bebas memilih datang besok atau tidak, tapi jika kau bermaksud memimpin kelas, pikirkan baik-baik hal itu” Aku keluar di lantai 4, di mana kamarku berada dan dengan itu, aku mengucapkan selamat tinggal kepada Horikita.


***


Sabtu pagi.


Aku, bersama trio idiot berkumpul di kamarku, bersenang-senang, berbicara tentang sesuatu yang bodoh. Tentu saja, sebagian besar aku hanya mendengarkan perbicaraan dengan sesekali pengulangan di sana-sini. Karena klub basket tidak bisa menggunakan gedung olahraga, hari ini Sudou kebetulan sedang menikmati hari liburnya. Pada dasarnya, tidak mengacuhkanku, mereka bertiga pergi. Masing-masing dari mereka membawa secangkir mie cup yang mereka beli di depan dan menuangkan air panas ke dalamnya, mereka menunggu selama 3 menit.


"Ayanokouji, punyamu rasa apa?"


.


"Tom yum goong pedas. Aku tidak tahu banyak tentang rasa ini jadi aku mencoba membelinya"


"Kelihatannya enak. Tukaran dengan ramen asinku" Dia memberikan secangkir mie dengan cumi asin di atasnya yang benar-benar membuatnya terlihat tidak cocok.


"...tidak, terima kasih" Kenapa dia pergi keluar hanya untuk membeli ramen yang tidak diinginkan seperti itu?


“Hai Ken. Apa kau punya rencana memberi tahu Horikita?”.


"Hah? Kenapa tiba-tiba?"


"Tidak, hanya saja aku penasaran. Benarkan, Haruki?"


"Y-Ya" Setelah melihatku dengan canggung, Yamauchi membentuk senyuman palsu. Selama liburan musim panas, setelah secara terhormat menembak Sakura dengan tegas, dia sudah mengalami kekalahan yang terhormat... biar bagaimanapun juga...


"Itu tergantung pada hasil dari festival olahraga. Jika aku mendapat pengakuan resmi, mungkin aku akan melakukannya nanti."


.


"Ohh~ Ini tentang permintaan memanggilnya dengan nama depannya, kan?" Sudou, yang bertekad kuat demi menempati posisi pertama di sepanjang tahun sekolah, seolah-olah menunjukan motivasinya, dia memamerkan bisep yang berkembang dengan baik.


"Jujur. Tidak ada orang lain yang lebih baik di bidang olahraga selain aku, di antara tahun-tahun pertama. Satu-satunya yang bisa, Kouenji, mungkin tidak akan melakukannya dengan serius juga" Bagi Sudou, kurangnya motivasi Kouenji merupakan  kabar baik dan patut disayangkan.


"Bagiku, jika aku bisa berpartisipasi secara serius sampai tingkat tertentu, aku tidak masalah" Ngomong-ngomong, aku memutuskan memotong pembicaraan dan bertanya kepada Ike dan yang lainnya, di mana ini membuatku penasaran.


"Ada murid bernama Sakayanagi di Kelas A, kan? Yang kakinya lumpuh. Apa kau ingat dia?"


"Gadis cantik itu, kan? Tentu saja aku mengingatnya" Menggosok bagian bawah hidung, Ike menjawab seperti itu.


"Apa kau pernah mendengar gosip tentang gadis itu?"


"Gosip? Maksudmu dengan laki-laki? Bagaimana aku menjawabnya, gadis itu tidak punya banyak hawa kehadiran. Seperti dia sama sekali tidak akan menjadi topic pembicaraan"


.


Setelah mendengar itu, dan terlihat setuju, Yamauchi menjawab seolah menambahkan jawaban Ike.


"Dari beberapa hal yang pernah aku dengar, dia adalah pemimpin kelas. Dia cukup dewasa, bukan?"


Karena mereka berdua sepertinya punya pendapat yang sama, dan pastilah terlihat tidak akan ada informasi berharga apa pun tentang Sakayanagi yang bisa didapatkan dari sini. Ketika aku berbicara, suara pesan masuk terdengar dari ponselku. Kemudian, ketika aku memeriksa isinya, aku bisa merasakan tatapan curiga dari Ike dan Yamauchi.


"Kau ..... menerima banyak pesan baru-baru ini, kan?"


"Ehh? Tidak. Ini biasa saja, kan?" Aku menjawab seperti itu, tetapi karena emosi mereka sudah meningkat, mata yang mencurigai menjadi lebih jelas.


"Tidak mungkin kau punya pacar atau sesuatu seperti itu, kan?"


"Itu tidak benar. Tidak mungkin aku bisa punya pacar sebelum kalian, kan?”

__ADS_1


"Yah, kurasa itu benar..."


.


Hanya dengan memperlakukan mereka dengan cara yang akan sedikit melegakan mereka, keduanya kembali ke sikap yang lebih santai.


"Aku tidak peduli jika Ayanokouji tidak populer. Yang lebih penting lagi, ayo kita bicara tentang aku dan Suzune di masa depan."


"Ngomong-ngomong, Ken, kau bekerja sama dengan Horikita di lomba tiga kaki campuran jenis kelamin, kan?"


"Ya, bersama memberikan kemenangan sebagai hadiah, kami akan semakin dekat..." Sudou sudah mencoba menumbuhkan diskusi yang tidak menarik dan kemudian ponselku berdering lagi. Kali ini bukan pesan, tapi alarm.


"Maaf tapi aku sudah merencanakan sesuatu sekarang"


"Apa yang kau maksud dengan itu? Sesuatu yang menarik baru saja dimulai. Baiklah, aku akan mendengarkan Kanji dan Haruki sekali lagi"


"Geh...!" Tidak, yang lebih penting lagi, aku ingin kalian semua pergi dari kamarku... tapi daripada mendengar permintaan itu, aku harus meninggalkan mereka bertiga di kamarku saat aku pergi.


.


Sebelum jam 1 0 pagi, waktu yang dijanjikan dengan Kushida. Orang yang dimaksud sudah ada di lobi.


"Selamat pagi, Ayanokouji-kun"


"S-Selamat pagi, Kushida" Musim panas sudah berakhir sehingga akan membutuhkan waktu yang lebih lama lagi agar aku bisa melihat Kushida menggunakan pakaian musim panasnya. Aku bertemu dengan Kushida sambil merasa bingung tentang pakaiannya yang polos.


"Maaf tiba-tiba membuat permintaan aneh seperti itu kemarin"


"Jangan seperti itu. Aku tidak punya rencana apa pun hari ini. Selain itu, aku senang  karena rasanya sedikit rindu."


"Rindu?"


.


"Apa benar begitu?"


"Benar, benar"


Aku tidak berpikir itu sesuatu yang istimewa, tapi karena Kushida dengan senang mengangguk, aku memutuskan untuk membiarkannya. Sejujurnya aku merasa lebih nyaman membawa serta Karuizawa atau Sakura berjalan-jalan, tetapi seseorang harus mendatangi sang spesialis supaya bisa mendapatkan hasil terbaik.


Aku sudah memastikan bahwa meminta ini dari Kushida adalah yang terbaik mengingat dia adalah orang yang tepat untuk pekerjaan itu. Dan, yang lebih penting, adalah Horikita. Sudah hampir jam 1 0, tapi dia masih belum muncul. Apa mungkin dia melarikan diri dari keharusan bertemu dengan Kushida? Saat aku memikirkan hal itu, dia datang.


"... Maaf membuat kalian menunggu"


"Selamat pagi, Horikita-san" Kushida menyambut Horikita dengan senyum tak berbalas. Di sisi lain, Horikita terlihat sedikit cemberut. Dia berusaha mati-matian menyembunyikan itu, tetapi dari sudut pandangku itu sangat jelas.


.


Kushida juga, mungkin menyadarinya. Tapi apa yang membuat Kushida begitu luar biasa adalah bahwa terlepas dari itu, dia mampu mempertahankan sikapnya yang biasa, tanpa sedikit perubahan. Kami bertiga meninggalkan asrama dan menuju ke arah halaman sekolah. Halaman pada jam 1 0 lewat sudah penuh dengan murid.


"Woah, mereka akan melakukannya"


Dari anak laki-laki, suara bola tertendang bergema dengan 'bon'. Lambungan bola berbentuk kurva menuju ke arah gawang. Itu merupakan orbit yang indah, tapi mungkin terlalu mudah terbaca dengan tepat karena sebagai kiper, dengan refleks tajam, memukul bola dengan pukulan. Sosok Hirata juga bisa dilihat di tengah-tengah pertandingan. Mungkin karena tim ini terdiri dari campuran anak tahun pertama hingga tahun ketiga, tetapi ada juga murid yang tidak aku kenal.


"Mengincar klub agar bisa memahami informasi tentang murid dari kelas lain. Entah bagaimana, itu membuatku merasa seperti aku adalah seorang mata-mata. Ini sangat menarik"


"Tidak ada yang spesial. Informasi yang bisa kita dapat di sini terbatas"


"Tapi Horikita-san tidak berpikir begitu, kan?"


"Tidak ada yang lebih baik daripada mendapatkannya. Tidak ada petunjuk apa pun.”

__ADS_1


.


"Mungkin.... tapi kau baik-baik saja, Ayanokouji-kun? Bekerja sama demi Horikita-san?"


"Mau bagaimana lagi, karena dia akan menjadi menjengkelkan jika aku bilang tidak"


"Kau punya keberanian mengatakan itu, sedang aku berada tepat di depanmu!" Mengabaikan satu kata menakutkan dari kalimat seseorang yang dimaksud, aku memusatkan perhatianku ke lapangan.


Karena sudah melakukan tendangan sudut, orang-orang di klub sepak bola, sambil berjalan dengan tenang, berlomba-lomba menuju posisi mereka. Tidak lama sebelum pertandingan dilanjutkan, perkembangan yang cepat pun terjadi. Dan kami juga hamper secara fisik dapat merasakan kembalinya pertandingan yang semakin panas. Saat Kushida tersenyum, aku merasa tidak nyaman tentang keadaan kami bertiga. Cukup mengherankan, orang yang memulai itu adalah Kushida.


"Orang yang memutuskan untuk mengajakku ke sini hari ini adalah Ayanokouji-kun, kan?"


"Kenapa kau berpikir begitu?"


"Maksudku, aku tidak bisa membayangkan Horikita-san mengajakku” Masih tersenyum, dan setelah sempat melihat ke Horikita, Kushida berbalik kepadaku.


.


"Kau pikir Horikita tidak akan mengajakmu, kenapa?"


"Ahaha, Kau ini bagaimana sih Ayanokouji-kun? Kau tau kan ada banyak hal yang tidak berjalan terlalu baik di antara aku dan Horikita-san?" Karena aku sudah tahu tentang itu, Kushida berkata demikian tanpa berusaha menutupinya. Horikita juga, mendengarkan dengan tenang tanpa menyangkalnya.


"Jujur, aku masih tidak percaya, atau lebih tepatnya, aku masih setengah ragu" Bola ditendang melayang ke arah tim yang menunggu di dekat gawang. Orang yang terampil menerimanya adalah Hirata. Namun, karena membidik tembakan itu terlalu sulit, dia malah memberikan bolanya kepada rekan setimnya. Orang itu adalah murid Kelas B yang tidak asing. Bola ditendang dengan waktu yang sempurna dan dengan luar biasa langsung terbang ke gawang.


"Jadi Shibata dari klub sepakbola"


"Ya. Hirata-kun sering memuji bahwa Shibata itu jauh lebih baik dari dia. Sepertinya mereka dekat" Seperti yang diharapkan, Kushida yang memiliki informasi jauh lebih banyak terlihat sudah mendengar sesuatu seperti itu juga. Setelah pertandingan dimulai lagi, bola datang lagi ke Shibata saat dia berlari di sekitar tim musuh dengan gerakan lincah.


"Kecepatannya juga cukup cepat"


.


Dia sama dengan Hirata... tidak, jika hanya kecepatan, maka Shibata terlihat lebih cepat. Tidak terlihat seperti Hirata hanya bersikap rendah hati.


"Ohh, mereka melakukannya. Mereka sangat bersemangat hari ini, ini luar biasa!" Sosok laki-laki tinggi yang mengenakan seragam klub sedang berjalan melewati para penonton, yaitu kami. Aku berasumsi bahwa dia sudah berlatih dengan beberapa olahraga lain, jadi itu adalah sepak bola.


"Selamat pagi, Nagumo-senpai"


.


 



.


Mungkin Kushida kenal denganny.a Dari sampingku, Kushida memanggilnya. Di sisi lain, menuju seseorang bernama Nagumo, Horikita memberikan respon yang hampir tidak terlihat. Itu karena dia adalah kandidat ketua dewan murid berikutnya dan seseorang yang kemampuannya sama dengannya adalah saudara Horikita.


"Hmm? Jika aku tidak salah ingat, kau itu Kikyo-chan kan? Kau berkencan dengan anak laki-laki di hari liburmu? Boleh juga."


"Ahaha, bukan seperti itu... aku penasaran dan datang ke sini untuk menonton"


"Tenang saja. Klubku tidak tahu bagaimana cara menahan diri, jadi aku pikir kau tepat  jika kau memutuskan datang untuk mengukur kemampuan mereka" Nagumo mengedipkan mata, lalu menuju ke lapangan untuk bergabung. Rupanya dia sudah melihat niat kami. Suasana klub sepakbola berubah secara dramatis, dimulai dengan Hirata, ketika  Nagumo bergabung dengan mereka.


"Hei, apa sekolah kita baik-baik saja jika membiarkan seseorang memegang posisi dewan murid dan klub sekaligus?"


"Sepertinya tidak secara tegas dilarang, tapi dia sepertinya sudah meninggalkan klub sekarang. Tapi meskipun dia sudah berhenti, dia masih yang terbaik sehingga dia muncul untuk latihan dari waktu ke waktu dan melatih mereka"


.


Sambung...

__ADS_1


__ADS_2