
“Sekarang, tahun pertama dan tahun kedua bertarung secara berbeda. Karena tidak ada risiko dropout di tahun pertama, kalian berada di posisi atas. Tapi hubungan ini tidak akan berlangsung selamanya. Hari dimana kalian bertarung dan
berisiko dropout akan segera datang. Bagaimana jika hanya ada kontrak yang melibatkan poin di sini dan ada kejadian di mana siswa kelas D tahun pertama harus membayar poin, bagaimana jika tidak ada cadangan yang cukup untuk membayar?”
Beberapa siswa akan diselamatkan, tapi tidak aneh kalau beberapa siswa tidak akan diselamatkan.
“Itulah sebabnya Aku ingin membuat kontrak yang setara tanpa menciptakan hubungan hierarkis pada poin. Dan Aku ingin membangun kepercayaan. Hanya karena kita berada di kelas yang berbeda maka kita dapat menjalin hubungan kepercayaan yang khusus.”
Dengan cara ini, Horikita menjelaskan bahwa jika seorang siswa di kelas D tahun pertama mendapat masalah, mereka dapat berkonsultasi dengan pijakan yang sama. Intinya, strategi yang sama seperti Ichinose yang menekankan kepercayaan.
Apa yang sangat berbeda dari Ichinose adalah bahwa ini bukan kerja sama dengan kelas D tahun pertama, bukan kelas keseluruhan.
Dari pada menarik hubungan dari keseluruhan kelas, ini adalah hubungan kerja sama yang berfokus pada kelas D tahun pertama.
Ujian khusus sudah memasuki hari keempat. Kami tidak boleh menghabiskan terlalu banyak waktu.
Nanase akan cukup merasakan semangat Horikita.
Meski begitu, ekspresi yang berat itu tidak pernah menjadi cerah.
“Aku mengerti apa yang ingin Senpai katakan. Tapi, Aku pikir Aku masih belum memahaminya. Banyak siswa tahun pertama sudah bersemangat untuk mendapatkan poin pribadi mereka. Dalam hal ini, memiliki pasangan tanpa imbalan adalah kerugian sederhana.”
Yang harus dia lakukan adalah meluangkan waktu
memahami sistem sekolah.
“Saat ini, ada dua hambatan untuk bekerja sama
dengan kelas D tahun pertama. Untuk membujuk Housen-kun dan membujuk siswa terbaik yang ingin mendapatkan poin. Yang terakhir mungkin benar untuk semua kelas.”
Memang, jika hanya melihat permukaan, tampaknya ada sedikit manfaat untuk bekerja sama, karena ada banyak hambatan yang harus diatasi di kelas D tahun pertama, seperti Housen. Tapi sebenarnya tidak.
Apakah Horikita sadar akan fakta itu?
“Biarkan Aku bicara dengan Housen-kun.”
Untuk melangkah lebih jauh, Horikita memutuskan bahwa tidak mungkin tanpa Housen, dan mulai membuat keputusan.
“Itu benar... Jika kita ingin mempromosikan kerja sama yang setara, itu tidak bisa dihindari.”
“Jika kamu tidak keberatan, Aku siap menemuinya sekarang.”
“Baiklah. Aku akan meneleponnya.” Nanase mengeluarkan ponselnya dan menuju pintu masuk
perpustakaan.
“Pengaruh Housen-kun tampaknya lebih besar dari yang ku pikirkan.”
“Sepertinya begitu.”
“Rencana ku untuk bekerja sama dengan kelas D tahun pertama... Tidak salah, kan?”
“Bukan strategi yang buruk untuk melihat ke masa
depan dan membangun suatu hubungan. Sebaliknya, dapat dikatakan bahwa itu adalah premis utama. Sakayanagi dan Ryuen mencoba membangun hubungan kepercayaan dengan orang-orang yang
kompeten dari semua kelas tahun pertama, bergantung pada label dan poin. Ichinose sudah membangun hubungan kepercayaan yang kuat dengan menyelamatkan yang lemah, meskipun tidak ada gunanya. Dan kamu mirip dengan Ichinose, tapi kamu mencoba untuk membentuk hubungan kerja sama dengan satu kelas, kan? Cara dan bentuknya berbeda, tapi itu sama. Kamu sudah menjadi pemimpin yang bisa bersaing dengan ketiganya.”
Ketika dia mendengar apa yang ku katakan, Horikita mengangguk kecil. Sisanya adalah apakah negosiasi dapat dilakukan dengan baik. Menunggu dia kembali, Aku melihat Nanase memanggil kami dengan memberi isyarat menundukan kepala dari pintu masuk.
“Aku ingin tahu apa yang terjadi?”
“Ayo kita samperin.” Kami meninggalkan perpustakaan dan bergabung dengan Nanase.
“Maaf Senpai. Um... Ada panggilan telepon dengan Housen-kun.”
Nanase, yang meredam ponsel itu memberikannya ke Horikita. Setelah menerima ponsel, Horikita mengatur ke mode pengeras suara dan mencoba melakukan percakapan dengan Housen.
“Aku membuatmu menunggu.”
“Yo. Aku sudah dengar sedikit cerita dari Nanase.”
“Jika memungkinkan. Aku ingin bertemu secara langsung dan menjelaskannya kepadamu.”
“Aku tidak membutuhkannya. Aku tidak perlu bertemu denganmu.” Sambil tertawa, Housen berkata begitu.
“Itu berarti... Kamu tidak ingin bernegosiasi?”
“Begitulah. Aku bahkan tidak perlu menelepon, tapi Nanase tidak mau mendengarkan.”
__ADS_1
“Tapi Housen-kun, Aku bersedia mempertimbangkannya.”
“Berisik! Apa wewenangmu? Ha!? Kau mau ku bunuh.”
“Aku tidak akan terbunuh, tapi tolong bertemulah dengan Horikita-senpai sekali.”
“Jika kamu tidak bisa mendapatkan poin, jangan pernah menghubungi ku lagi.”
Nanase mencoba melanjutkan perkataannya, tapi Housen segera mengakhiri panggilan. Nanase segera menelepon lagi, tapi Housen tidak mengangkatnya tidak peduli berapa banyak panggilan yang dia lakukan.
“...Maaf.” Dengan kepala tertunduk, Nanase meminta maaf pada Horikita dan Aku. Tapi tidak ada yang salah dengan Nanase.
“Angkat kepalamu. Karena kebijakanku dan Housen-kun benar-benar berbeda, itu tidak bisa berjalan dengan mudah. Aku sangat berterima kasih padamu karena sudah membantuku.”
“Itu...”
“Ayo kita akhiri untuk hari ini. Kamu harus memikirkan sesuatu agar Housen-kun mau di ajak bertemu. Tapi kupikir Aku akan istirahat minggu ini.”
Jika lebih dari itu, Horikita harus mulai mencari di luar kelas D tahun pertama. Meski begitu, Aku hanya berdoa agar itu tidak terjadi. Cukup sulit untuk membawa siswa yang tersisa dari tiga kelas yang sudah habis terambil.
“Aku sangat senang karena Senpai belum menyerah. Tapi...”
Nanase menelan kata-kata yang mencapai tenggorokannya. Kami tidak bisa membentuk hubungan yang setara dengan Housen, dia berpikir itu akan berakhir jika dia mengatakannya.
“Setidaknya, Housen-kun tahu apa yang ingin Aku lakukan. Sudah cukup untuk sekarang.”
Karena waktu semakin berkurang, dia menjadi tidak sabar, tapi Horikita akhirnya menyimpulkan bahwa kohai nya begitu kuat.
Horikita menyarankan untuk pulang bersama, tapi Nanase tampaknya mau pergi ke suatu tempat. Dan mengatakan untuk menemuinya lagi besok di perpustakaan. Mungkin dia pergi menemui Housen.
“Ayo pulang. Banyak yang harus Aku lakukan setelah ini.”
Setelah kembali ke kamarnya, Horikita tampaknya akan mengadakan kelompok belajar dengan beberapa orang, termasuk Sudo, di asrama.
“Oh ya, dan mungkin Aku harus segera memperjelas tentang pasanganmu. Hanya apakah kamu akan mencarinya sendiri atau menyerahkannya padaku. Mungkin akan berdampak di masa depan.”
Jika negosiasi dengan Housen dimulai, sejumlah orang harus disesuaikan.
“Ada seorang kandidat yang ku rasa tidak apa-apa untuk bekerja sama dengannya.”
“Bukan kemampuan akademiknya, tapi orang tertentu? Siapa itu?”
“Rahasia... Kamu mau menyembunyikannya dariku?”
“Aku kenal dia hanya di permukaan.”
“Bukankah itu masalah? Apa bisa bekerja sama dengan meraba-raba?”
“Itu benar. Aku pikir itu akan menjadi jelas hari ini, tapi... Yah, Aku akan menilainya paling lambat akhir minggu ini.”
“Kuharap begitu... jangan menangis jika tidak dapat pasangan sampai menit terakhir.”
“Aku akan mengingatnya. Tapi ada yang lebih Aku takutkan dari pada itu, apa kondisi mu baik-baik saja?”
“...Apa kau peduli padaku?”
“Aku tidak mengkhawatirkan kekuatan fisikmu sekarang, tapi masih banyak yang harus dilakukan sampai ujian khusus.”
Jika menjadi lebih lelah di akhir, itu mungkin berpengaruh pada hari ujian.
Selain kelompok belajar setiap hari, kami menghabiskan banyak waktu untuk memasak dengan Amasawa sampai larut malam. Jelas bahwa kelelahan terakumulasi secara bertahap.
“Memang Aku mungkin berakhir kelelahan. Tapi Aku tidak punya waktu untuk istirahat sekarang. Aku tidak akan jatuh sampai ujian khusus selesai.”
Daripada menjadi lebih kuat, apakah ada banyak area di mana dia mulai merasa sadar untuk bertarung demi kelas?
Tidak hanya Yousuke dan Kushida, tapi juga siswa yang memiliki kemampuan akademik baik seperti Keisei dan Mii-chan menawarkan diri untuk bekerja sama dengan Horikita sejak awal. Setelah itu, Horikita memutuskan untuk melanjutkan rencana dengan asumsi yang ada untuk bekerja sama dengan kelas D tahun pertama, dengan mempertimbangkan masa depan.
Fakta bahwa pemimpin tidak dapat membuat keputusan ke kanan dan kiri, karena itu hanya memiliki efek buruk.
Seberapa cepat kami menyelesaikannya dalam perjuangan melawan waktu adalah masalah penting bagi kelas D tahun kedua.
Malam ini agak dingin. Berdiri di dapur, Aku memasak menggunakan bahan-bahan yang telah ku beli. Kali ini, tentu saja, Aku akan menggunakan resep dan video sebagai referensi.
Menantang diri sendiri untuk mencoba Tom Yam Kun yang ku buat sebelumnya saat berakting dihadapan Amasawa.
Nama hidangan Tom Yam Kun, adalah kombinasi dari tiga arti yaitu merebus, mencampur dan udang.
“Rasanya unik, tapi tidak buruk.”
__ADS_1
Rasa pedas dan asam menyebar melalui mulut dan aromanya menembus hidung, menjadikannya hidangan yang membuat ketagihan bagi mereka yang kecanduan.
Setelah beres-beres, untuk menghilangkan bau yang memenuhi ruangan, Aku nyalakan kipas ventilasi untuk mengganti udara.
Aku tenggelam oleh suara kipas, hingga Aku tidak
menyadarinya, tapi Aku perhatikan kalau ponsel ku bergetar di tempat tidur. Aku pikir Aku akan meneleponnya lagi nanti, tapi Aku akan menjawabnya karena itu tidak berhenti berdering.
“Angkat teleponnya lambat.”
Telepon pertama dari Kei dalam beberapa hari sejak ujian khusus dimulai. Itu adalah keluhan yang meledak pada pembukaan pertama.
“Kaulah yang menyuruh ku meneleponmu sekarang, kamuingat?”
“Maaf, jadi permintaan yang Aku sampaikan pagi ini apa sudah diperiksa?”
“Aku menghubungimu karena Aku sudah memeriksanya. Tidakkah kamu merasa sangat berterima kasih?”
“Terima kasih. Lalu?”
“Aku sama sekali tidak merasa bersyukur... Yah, tidak apa-apa. Menurut petugas toko, hanya satu yang terjual sejak April tahun ini. Sepertinya tidak terjual sama sekali dibandingkan dengan produk sejenisnya, dan akan lebih baik jika dapat terjual atu atau dua item dalam setahun. Tapi, ada seorang siswa baru yang ingin membelinya.”
Aku tahu satu-atunya pembeli itu, tapi siswa baru yang ingin membelinya lebih membuat ku
penasaran.
“Dia tidak membeli apa yang coba dia beli.”
Dia tidak bisa membelinya secara fisik kecuali dia sudah membuat kesalahan dengan menghabiskan semua uangnyasetelah memasuki sekolah.
Aku tidak berpikir ada siswa tahun ini mengambil tindakan bodoh seperti itu.
“Aku bertanya tentang itu juga. Kemudian, tepat setelah pembayaran selesai, seorang anak lain memanggilnya dan tidak jadi membelinya karena dia mengembalikannya. Dan siswa yang mencoba membelinya adalah——”
Sambil mendengarkan karakteristik siswa dari Kei, Aku menyesuaikan situasi.
Dari apa yang awalnya ku pikirkan ini sedikit... Tidak, ini situasi yang sangat berbeda.
Aku tidak berharap kalau [orang itu] akan terlibat dalam masalah ini.
“Apakah kamu tahu siapa yang meminta mengembalikannya?”
“Mmm, Aku tidak tahu. Tapi Aku yakin itu perempuan.”
Bahkan jika dia tahu nama pembeli yang menunjukkan kartu pelajarnya, dia tidak tahu siapa yang menghentikannya.
“Apakah informasi ku berguna?”
“Ya. Sepertinya jauh lebih berguna dari yang kupikirkan.”
“Heh, Aku ini kompeten. Harusnya kamu lebih bersyukur. Tapi kenapa kamu meminta ku memeriksa itu? Sejujurnya, Aku tidak mengerti maksudnya sama sekali.”
“Aku juga.”
“Eh?”
Aku ingin mencari sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk untuk tindakan misterius itu, tapi ternyata itu jauh melampaui imajinasi.
Pada kenyataannya, tampaknya sama sekali tidak relevan karena tidak terkait dengan imajinasi ini.
“Ngomong-ngomong, kudengar pasanganmu untuk ujian khusus sudah diputuskan.”
“Ah, ya. Kalau tidak salah itu Shimazaki-san, dari kelas B tahun pertama. Aku merasa sudah diselamatkan oleh Kushida-san.”
Sekarang setelah Aku menyelesaikan urusan ku, Aku akan sedikit mengubah topik pembicaraan.
“Aku pikir pasangan mu tidak buruk, tapi apakah Kei sendiri belajarnya mengalami kemajuan?”
“Yah, soal itu, gimana ya bilangnya... Aku merasa tidak masalah untuk mulai hanya di menit-menit akhir.”
Sudah ku duga. Aku belum pernah mendengar ada pembicaraan tentang pergi ke kelompok belajar.
“Ujian ini bukan sesuatu yang bisa kamu selesaikan sendiri. Perinkat Kei adalah D+. Jika kamu tidak berpikir untuk turun sedikit, kamu mungkin akan menyesalinya.”
“Aku tahu itu, tapi kakiku berat... Aku tidak pergi ke kelompok belajar soalnya tidak ada Kiyotaka di sana”
“Kenapa, apa kalau ada Aku di sana, kamu bisa semangat belajar?”
“...Itu yah, Aku akan melakukan yang terbaik di depan pacarku.”
__ADS_1
sambung...