
Meski baru beberapa menit berlalu, aku bisa melihat beberapa murid dari setiap kelas berkumpul dan pergi ke hutan. Mungkin, mereka akan mencari tempat atau lokasi berkemah terbaik. Seakan melambangkan kualitasnya, Kami dikelas D dan kelas C masih kurang dalam menemukan resolusi kami bahkan tidak mampu memulai dengan benar.
“Oh, sial, ini bukan saatnya untuk bersantai membicarakan sebuah toilet, aku akan melakukan apapun untuk melindungi poinku, aku akan mencari tempat dan lokasi berkemah. Yukimura, Shinohara dan yang lainnya – jangan gunakan poin untuk dirimu sendiri.”
“Aku mengerti.” Kau tidak bisa mengatakan bahwa Ike dan Yukimura adalah teman baik, tapi sepertinya mereka akan bekerja sama jika mereka memiliki tujuan yang sama.
“Tunggu sebentar Ike-kun. Sangat berbahaya masuk kedalam hutan tanpa rencana.”
“Akan tetapi tinggal disini apa akan menyelesaikan semuanya? Begitu?” Kemauan untuk tetap diam dan bertindak saling tumpang tindih. Namun, Hirata tidak menemukan dasar untuk membujuk Ike dan yang lainnya dan menghentikan tindakan mereka.
“Aku akan segera kembali setelah aku menemukan lokasi atau tempat berkemah yang bisa digunakan. Setelah semua orang bergerak kesana, kita akan berbicara satu sama lain nanti. Daripada berbicara lebih baik, benarkan?” Mereja telah mengumpul mengelilingi Ike yang kehilangan kesabarannya.
“Apa Ayanokouji juga ikut?” Sudou memanggil dan menatap mataku. Dengan ringan aku menggelengkan kepala dan menolak.
“Aku ingin mengingatkan kalian bertiga untuk tidak pernah bertindak sendirian. Jika kalian tersesat, itu akan menjadi sulit.” Sepertinya Hirata menyadari bahwa tidak ada gunanya menghentikan kekuatan mereka yang meluap.
“Aku mengerti, jadi, temukan apa saja!” meski begitu, ini sudah menjadi panas tanpa ada yang menghalangi sinar matahari.
“Paling tidak rasanya sulit membangun tempat disini.......” Kadang-Kadang semua orang menjerit karena panas dan sepertinya Hirata merasa keberatan membuat tempat perkemahan dipantai. Jika ini adalah perkemahan yang sebenarnya, kami akan memiliki cara untuk mendirikan tenda berteduh dan api unggun, bersenang-senang, berenang dilaut dan melindungi diri kami dari sinar matahari sebanyak yang kamisuka, namun dalam kondisi ini bahkan sangat sulit.
“Haruskah kita bergerak sampai kita menemukan tempat yang teduh untuk saat ini? Kita juga bisa berbicara sambil berjalan.” Hirata berinisiatif dan mulai membaca tenda. Orang-orang lain juga ikut membantu.
“Ngomong-ngomong...... Apa Sudou membersihkan toilet itu dengan benar?” Seorang perempuan menunjuk
__ADS_1
toilet dengan cemas. Seseorang mengatakan bahwa ketika Sudou keluar setelah melakukan urusannya, dia keluar dengan tangan kosong. Setidaknya didalam sana.... matahari menyinari toilet dari kiri. Bagian dalam tenda pastinya sudah terasa seperti sauna.
.
.
.
Teman sekelas kami terlihat seperti akan mulai berteriak karena meningkatnya suhu panas. Hirata juga yang berada dipantai, mulai memahami kesulitan dari situasi ini. Jika kami menginginkan perkemahan yang sebenarnya, maka kami harus membuat tenda. Mulai dari berenang dilaut atau bermain dipantai untuk melindungi ditubuh kami dari sinar matahari. Berapa banyak lagi barang yang kami butuhkan? Situasinya sedikit sulit sekarang.
“Untuk saat ini, kita akan bergerak ketempat yang teduh.”
“Kita harus melihat bagaimana kita bisa memindahkan seluruh peralatan perkemahan dan kita bisa membicarakan sisanya sambil bekerja.” Hirata berinisiatif dan mulai menyiapkan tenda untuk kepindahannya. Sisanya diikuti oleh anak laki-laki.
Seorang gadis terlihat cemas tentang situasi tersebut dan menunjuk kearah toilet. Memang benar sudo sudah pergi untuk mengurus sesuatu, tetapi dia pergi dengan tangan kosong. Paling tidak dibawah sinar matahati yang terik, kami melupakan toiletnya karena didalamnya tenda, uap mengumpul seperti berada didalam kamar mandi. Berjalan dari pantai kedaratan, sebuah pohon besar muncul, salah satu anak laki-laki itu menengok dengan cemas kedalam hutan.
“Apa kita boleh masuk kedalam hutan sebesar ini.... Kita mungkin akan tersesat..... aku sama sekali tidak melihat apapun yang ada didalam sana.” Itu sebabnya kita harus menerapkan beberapa peraturan dan itulah alasan jam tangan kita dilengkapi dengan tombol darurat. Kita harus bekerja sama dengan baik. Jika kita gagal berkeja sama, kita akan menghabiskan poin kita seperti air da aku takut kita akan menghabiskan semua poin kita.
“Hei, Karuizawa! Hirata benar-benar menakjubkan! Dia bahkan mau melakukan semua hal yang tidak dilakukan orang lain.”
“PFF !!! Tentu saja! Meminta bantuan anak-anak yang lain akan membuatnya terlihat lemah, serahkan semuanya kepada Hirata!”
Hirata bekerja dengan semangat untuk membawa tenda, berjalan melewati kelompok Karuizawa, mereka menatapnya dengan penuh kekaguman. Kebetulan, aku juga lewat, membantu membawa beberapa paket. Saat itu kami harus memindahkan Toilet sederhana yang sudah kami bangun, jadi kami harus melipatnya karena itu terbuat dari kardus. Aku juga harus membantu.
__ADS_1
Setelah itu, akan banyak pekerjaan yang harus dipikirkan dan banyak keputusan yang harus dibuat, tetapi untuk saat ini, yang harus aku lakukan hanyalah menunjukkan semangat ingin membantu. Di sisi anak
perempuan, Horikita yang sudah memilih untuk diasingkan, mengikuti kelompok diakhir barisan, perlahan dan tanpa suara. Berjalan teratur dalam satu arah, terkadang tetap membuat beberapa gerak-gerik dan kemudian langsung kembali normal. Saat baru kembali dari tempat berkumpul, aku mendapati diriku berjalan
berdampingan dengan Horikita.
“Apa kau tidak dalam suasana hati yang baik?”
“Sejujurnya, aku bisa mengatakan bahwa aku merasa sedikit murung, katakan saja aku tidak
dirancang untuk menjadi seseorang yang seperti itu. Tinggal dipulau terpencil, meskipun begitu aku tidak tinggal sendirian melainkan dengan banyak orang yang lain.”
Sekarang, Terlepas dari sesuatu seperti semangat bekerja sama, bertindak sebagai anggota kelompok, jauh dari kemampuan Horikita. Meskipun aku pikir bagus untuk berusaha keras agar berbaur dengan teman sekelas kami untuk memperbaiki diri, namun, mengatakannya dengan keras kepala kepadanya akan sia-sia, jadi aku menahan diri sekarang.
“Kau tahu, sesuatu yang kau katakan sebelumnya, aku bisa mengatakan bahwa itu terbukti cukup berguna.” Berpaling untuk mengatakan kepadaku tentang hal ini, Horikita saat ini membuat wajah yang sedikit lucu.
“Kemampuan belajarku mungkin tidak termasuk didalam pertanyaannya, aku sedang membicarakan
pembicaraan ini. Aku pikir, sudah diputuskan bahwa aku tidak begitu berguna. Jadi dengan mengambil inisiatif bahwa aku harus mencari Ike dan Satou, aku membuat jalan keluarku. Aku tidak keberatan, terutama, apakah sikapku itu benar atau salah. Jika itu mereka, mungkin akan bergeraj dengan cepat. Juga mungkin bisa menemukan sesuatu yang bagus.”
“Ya, Kau mungkin akan menemukan sesuatu yang bagus, tapi yang lebih penting lagi. Apa kau baik-baik saja?”
“Kenapa kau bertanya?” Dia menatapku dengan mata yang melotot kepadaku. Aku memberinya respons seperti ‘Bukan apa-apa’ dan aku mengalihkan tatapannya. Saat aku sedikit berbicara dengan horikita, aku merasakan tatapan seseorang dipunggungku..
__ADS_1
bersambung...