Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume

Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume
Vol 3 Chapter 1 : Batas Antara Surga dan Neraka


__ADS_3

Tetapi, meninggalkan tempat ini dan pergi adalah apa yang aku khawatirkan. Ada kemungkinan bahwa tempat itu bisa diambil alih kecuali jika mereka membiarkan seseorang untuk berjaga-jaga. Setelah menunggu stamina Sakura kembali, kami langsung menuju Goa. Dengan kata lain, mereka meninggalkan tempat ini tanpa ragu-ragu.....


Di dalam Goa perangkat sambungan dengan monitor dipasang, diletakan di dinding. Ada sebuah pesan ‘Kelas A’ di layar dan sebuah perhitungan mundur menunjukkan 7 jam 55 menit lagi. Apa itu bukti hak kepemilikan tempat? Kita sama sekali tidak bisa mengganggu sampai hitungan mundur mencapai nol. Tidak mungkin juga secara paksa menggunakan tempat ini. Itulah sebabnya kenapa kedua murid kelas A meninggalkan


tempat itu dengan tenang. Tidak masalahnya bukan itu saja.


Selama itu terus diperbarui tanpa mencabut kepemilikan poin kelas lainnya. Kelas A juga akan memperoleh satu poin setiap jam. Meskipun mereka kehilangan 30 poin karena seseorang tidak ikut serta dengan alasan sakit, lebih dari setengan dari mereka akan memutuskan untuk menyebutnya berhenti. Selain itu, sepertinya laki-laki bernama Katsuragi itu masih mencari tahu beberapa fasilitas yang lain. Bisakah kelas lain menetapkan seorang pemimpin lagi jika itu mendapat tempat dengan makanan dan air lagi?


“Aku bilang gunakan otakmu sebelum berlabuh di pulau itu.....”


Mereka mengingat daerah pulau dan menggunakannya sebagai petunjuk untuk mengetahui tempat tersebut. Ide yang brilian. Seperti yang diharapkan, berada di kelas A berarti bahwa dunia bisa kau lihat, dalam kebutuhan minimalnya, itu berbada. Namun, poin yang sulit ditelan akan muncul seperti itu.


“Hey, Hey, Ayanokouji-kun, orang yang tadi ..... apa dia seorang pemimpin....?”


Itu benar. Kejadian ini adalah bukti bahwa sebuah kesalahan fatal sudah dibuat. Meskipun untuk mengamankan Goa dengan aman, sebuah kelas harus menggunakan kartu kunci untuk mendapatkan Hak Kepemilikan tempat. Hal itu menjadi jelas bagi kami bahwa ia adalah pemimpinnya. Tentu saja, dia tidak mengira seseorang dari kelas lain akan melihat..... ini jelas-jelas tidak disengaja. Hanya untuk memastikan bahwa kami sudah memeriksa bagian dalam Goa, tetapi seperti yang diharapkan, tidak ada seseorang yang bersembunyi.


“Ap, Ap, apa yang harus kita lakukan? Kita sudah menemukan sebuah rahasia yang mengerikan....!” Kata Sakura sedikit bersemangat saat mendengar informasi yang memberi pukulan berat kepada kelas A.


“Kita akan melaporkannya ke Hirata nanti.” Aku sudah membuat Sakura yang sulit berbicara merasa lega saat aku mengatakan bahwa dia tidak perlu melaporkannya sendiri.


*


*


*


Situasi di sini sudah mulai berubah. Tanpa hasil apapun, tim Hirata kembali ke tempat kami, tempat kelas D berkumpul. Trio ini cukup bagus membuat suasana hati yang menggembirakan. Hirata dan yang lainnya sedang membicarakan sesuatu dengan semangat yang luar biasa.


“Ada sungai!!!! Sebuah Sungai!!!! Betapa indahnya rasanya! Sepertinya ada perangkat! Sepertinya kita bisa memiliki kepemilikan sebuah mekanisme khusus! Dari sini, hanya sepuluh menit saja. Jadi ayo kita pergi bersama-sama.”

__ADS_1


Tim Ike sudah pergi lebih awal untuk memulai misi pencarian, mereka mungkin sudah menemukan tempat itu. Dan sepertinya mereka menjaganya agar kelas lain tidak bisa merebutnya.


“Prestasi yang luar biasa jika kita bisa mempertahankan sumber air sungai, situasi kita bisa sangat membaik.”


Sepertinya saat kami menemukan tempat ini pada awalnya, sudah diputuskan bahwa ini akan menjadi tempart perkemahan kami. Tentu saja aku pikir itu karena medan dan lingkungannya, tapi sepertinya ini hanyalah langkah pertama.


“Masih ada 2 tim yang belum kembali, aku rasa kan merepotkan jika tidak ada yang tinggal disini untuk menunggu mereka.”


Jam sudah menunjukkan hampir pukul 3, kita mungkin tidak bisa mempertahankan jadwal seperti semula, selain itu, ada banyak kemungkinan di mana mereka akan berkeliaran di hutan yang luas ini.


“Maafkan aku, Hirata, Koenji juga belum kembali, karena itu salahku. Ditengah ekspedisi kami, dia menghilang saat aku menyelusuri jalan.”


“Ah, jika kau berbicara tentang Koenji, dia kembali ke sini sendirian beberapa waktu yang lalu, dia bilang ingin pergi berenang.”


Sepertinya dia tidak tersesat, tapi dia menyelinap keluar dari hutan. Sesuai yang diharapkan dari seorang pria yang berjiwa bebas seperti dia.


“Aku buka seseorang yang akan menahan keputusan orang lain.... apa kau mengerti?”


Orang ini, apa dia mencoba menegurnya dengan sengaja? Aku sudah berhasil melepaskan diri dari tingkah tergesa-gesanya koenji dan juga mendapat informasi yang bagus tentang hutan tersebut.


“Aku mengerti, seorang pemimpin selain menunjukkan kepribadiann, juga  harus memiliki kemampuan untuk menjawab keluhan. Seperti itulah.”


‘Kau sama seperti dia.”


“Apa kau mengatakan sesuatu?”


“Tidak, Tidak ada.” Ada terlalu banyak murid yang bermasalah. Termasuk aku di kelas ini. Hirata juga akan kerepotan.


“Ada apa?” tiba-tiba Horikita, berbalik dan menengok ke belakang. Dia memelototi Sakura dengan mata tajam.

__ADS_1


“Eh!???”


“Sekarang, apa dia menatapku? Dia .... dia tidak menatapku, kan?!” Sakura terlihat bingung dan dalam penyangkalan, mencoba melarikan diri dari pandangannya, lalu dia mengambil jarak dari kami.


“Jangan biarkan dia membuatmu takut. Sejak awal Horikita memang sangat menakutkan sama seperti Iblis.”


“Jadi, aku akan membiarkanmu bermain-main denganku sesuai keinginanmu?”


“Jadu ini tempatnya! Kita sudah menemukan tempat itu! Ini sungguh menakjubkan!”


Kami akhirnya sampai ditempat yang ditemukan oleh Ike dan yang lainnya. Di pedalaman Goa, aku melihat sebuah mekanisme yang tertanam di dinding. Namun, di tepi sungai ini, ada satu batu besar buatan. Di sinilah mekanismenya tertanam. Sementara itu, tim Hirata mulai menyiapkan tenda dan semua kebutuhan lainnya ke tempat yang dekat dengan sungai.


“Ya, sinar matahari menyinari bayang-bayang di air yang indah dan tanahnya rata. Ini mungkin tempat yang ideal untuk membangun perkemahan kita. Ini sungguh luar biasa, Ike!”


“He-He, aku hebat kan?”


Air sungai mengalir dengan tenang memiliki lebar 10 meter, menciptakan pemandangan yang begitu indah. Sungai ini dikelilingi oleh hutan lebar dan jalanan berpasir. Rasanya seperti tempat ini sudah dibangun dan ditempati sebelumnya.  Aku tidak percaya bahwa ini adalah situs yang baru ditemukan. Ini pasti dibangun oleh sekolah kami untuk tujuan tertentu.


“Verifikasi seperti apa yang kita lakukan untuk membuktikan bahwa sungai ini adalah milik kita sekarang?”


Sungai ini memiliki lebar yang sangat besar, dan hilir hingga titik ini dan sepertinya akan terus seperti itu. Sekillas dari ujungnya, saat kami berdiri di daratan yang sepertinya menjadi satu-satunya pengecualiam di mana perbedaan antara tinggi dan rendahnya benar-benar ekstrem, mungkin tidak ada tempat lain seperti yang ada disini. Namun, kami terlalu mudah menemukan tempat ini.


Kita bahkan tidak tahu apakah ada kemungkinan untuk bisa menggunakan air sungai. Atau mungkin kami juga berpikir bahwa kami bisa memiliki hak khusus untuk memegang tempat ini. Kami hanya khawatir tentang satu hal. Saat kami berjalan dari tepi sungai menuju arah hutan, entah bagaimana, kami berada di kanal utara.


“Ini seperti berada di sekitar sekolah, sepertinya kitalah satu-satunya  yang bisa memanfaatkan


sungai.”


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2