
Fuuuu ~ dia lalu menghembuskan napas. Pada saat itu, pengumuman bahwa waktu diskusi selama 1 jam berakhir dalam lima menit datang. Kami diperintahkan untuk membubarkan kelompok tersebut dalam waktu lima menit dan segera kembali ke kamar masing-masing.
"Bangsat!" Teriakan Yukimura itu datang dari dalam hatinya. Itu adalah jeritan jujur dan tulus tanpa ada kebohongan di baliknya.
"Sayang sekali, Yukimura, meski itu adalah percobaan yang bagus" Machida dan yang lainnya mengatakan sambil menyeringai dan tertawa. Mereka mengatakan itu kepada Yukimura yang sepenuhnya ketahuan, memastikan untuk benar-benar dipermalukan.
Mereka juga melihatku, orang yang mereka yakini sebagai pemimpin strategi ini. Bahkan dengan Yukimura yang cemas dan Kelas D, dan kelas C dan A yang terkejut pasti ada banyak hal yang ingin mereka bicarakan, namun peraturan tersebut saat ini melarang kami untuk mendiskusikannya lebih jauh.
"Bagaimanapun, kita sudah menentukan bahwa Ayanokouji-kun adalah ‘target’. Machida-kun, berjanjilah kepadaku bahwa kita akan membidik hasil pertama bersama-sama tanpa mengkhianati siapapun" Ichinose bertanya kepada Machida.
"Tentu saja, percayalah kepadaku, ayo pergi" Setelah dipanggil oleh teman mereka, ketiga murid Kelas A adalah yang tercepat pergi dari ruangan.
"Seseorang yang percaya akan selamat, kau tahu. Aku tidak akan pernah mengkhianatimu karena itulah aku juga inginkan dari Kelas C untuk melakukan hal yang sama. Kau hanya harus tahan selama 30 menit" Ichinose mengatakan kepada murid Kelas C. Manabe dan yang lainnya hanya mengangguk setuju. Yukimura melirik ke ponsel yang kupegang di tanganku. Aku bodoh karena mengikuti rencanamu, ini yang terburuk," katanya. Dan kemudian satu demi satu, semua orang meninggalkan ruangan, meninggalkanku dan Ichinose sendirian.
"Sekarang kita harus percaya kepada semua orang," katanya.
"Iya... aku pikir begitu"
"Ayanokouji-kun, kau cukup tenang, Apa kau tidak khawatir?"
"Aku tidak bisa berbuat apa-apa selain percaya kepada yang lain pada akhirnya... Aku akan kembali ke kamarku"
Tidak ada lagi yang bisa didapatkan meski aku tinggal di sini lebih lama lagi.
"Hei, tunggu sebentar" Ichinose menghentikanku dengan meletakkan tangannya di bahuku. Pada saat itu aku merasakan bahwa ruang di antara kami akan segera menjadi tegang.
"Siapa yang membuat rencana untuk menukarkan ponsel?"
"Tentu saja, itu adalah Horikita" jawabku.
"Aku mengerti, tolong beritahu kepada Horikita-san, rencananya sukses besar”
"sukses besar? Apa yang kau maksud untuk mengatakan kegagalan besar? Itu adalah kekalahan yang dahsyat dan kehancuran. Pada akhirnya kau berhasil mengetahuinya"
"Ahahahaha, kau tidak berharap kita memikirkan rencana yang sama, benarkan?"
"Maaf, karena berbohong kepadamu seperti itu, bahkan setelah aku menyetujui sebuah aliansi denganmu. Apakah kau marah kepadaku?"
"Tentu saja tidak, kami juga memulai rencana kami sendiri tanpa sepengetahuanmu, jadi kita sama"
"Aku mengerti, aku yakin Horikita juga akan lega mendengarnya," kataku padanya. Setelah mengatakan hal itu, aku meraih ponselku dan pergi untuk meninggalkan ruangan.
"Waa, tunggu, tunggu, bagian yang penting belum berakhir" dia menghentikanku lagi.
"Bagian yang penting?"
"Mou--- kau payah dalam berurusan dengan orang lain, Ayanokouji-kun. Kartu SIM yang kami berikan terkunci di terminal mereka, Tapi ada cara untuk melepaskan kunci itu... aku bertanya kepada Hoshinomiya-sensei untuk memeriksanya tapi, sepertinya dengan cukup banyak poin, kau bisa langsung membuka kunci terminalnya. Itulah yang dia katakan kepadaku "kata Ichinose. Chiri. Pada saat itu, aku merasakan arus listrik mengalir melalui bagian belakang kepalaku.
"Jawaban yang muncul setelah jawaban salah diperlihatkan, kebanyakan orang akan menganggapnya sebagai kebenaran. Setelah Yukimura-kun yang memecahkan kata kunci untuk membuka kunci ponsel, ternyata bukan ‘target’. terungkap, kebenaran bahwa Ayanokouji-kun adalah ‘target’ yang sudah membesarkan kepalanya. Dan dengan fakta bahwa kartu SIM disegel, Tidak ada yang akan mencurigai orang lain selain Ayanokouji-kun sekarang. Tapi itu sendiri adalah perangkap yang sebenarnya. Strategi menukar tidak sempurna, tapi itu adalah kebohongan karena strategi itu sangat efektif, tapi tentu saja kau harus membuat jebakan berlapis ganda untuknya. Jika perangkap ini disusun, kebenaran akan selamanya dikuburkan di dalam kegelapan. Tidak akan ada lagi cara untuk memastikan siapa "target" sebenarnya dengan kepastian 100% "Ichinose melanjutkan.
Ichinose, dia melihat rencana di balik rencana tersebut. Dia menyadari kebenaran yang telah aku sembunyikan bahkan dari Yukimura. Pertama, dasar pemikirannya adalah bahwa aku bukan "target". Tapi aku mendekati Yukimura dengan menyamar menjadi "target". Sebagai bukti, aku sudah menggunakan ponsel "target" yang sebenarnya untuk melakukan kontak dengannya. Tapi "target" sebenarnya dan pemilik ponsel itu adalah Karuizawa. Dia menyembunyikan fakta itu dengan sangat baik.
Satu-satunya orang yang dia beritahukan fakta itu adalah Hirata. Hirata juga menyimpan kebenaran yang tersembunyi itu dariku dan Yukimura yang sudah menjadi anggota kelompok yang sama pada awalnya. Karena itulah dia pura-pura tidak tahu apa-apa saat kami membicarakan tentang "target". Tapi setelah aku mengetahui tentang masa lalu Karuizawa dan Hirata, dia bercerita tentang identitas Karuizawa sebagai "target". Dan setelah aku menggunakan Manabe untuk menggertak Karuizawa, aku menggunakan situasi itu untuk menukarkan ponsel kami.
Tentu saja memanipulasi pesan dan riwayat yang sama seperti yang aku lakukan dengan Yukimura. Lalu aku melepas kunci kartu SIM menggunakan poin. Prosedur ini tidak ilegal dan bisa dilakukan dengan mudah di penjual ecer massal sebagai layanan gratis. Ini mungkin sebuah kapal, tapi selama ujian ini mengharuskan penggunaan ponsel, sebuah tempat sudah disiapkan di mana murid dapat memperbaiki atau mengganti ponsel mereka jika terjadi kerusakan.
Itu sebabnya, saat menggunakan ponsel Karuizawa, aku juga bisa mentransfer nomornya. Selanjutnya, sejak saat itu dan seterusnya, aku sudah menukar ponsel itu dengan Yukimura. Tentu saja, aku hanya mengatakan kepadanya bahwa itu adalah 'ponselku' dan Yukimura sudah mempercayaiku. Jika kebenaran itu di keluarkan, dia pasti akan menjadijengkel dan kesal kepadaku.
Jika dia adalah orang yang sederhana, mereka tidak akan pernah memperhatikan Yukimura dan aku sudah bertukar ponsel. Jika itu adalah orang yang cerdas, mereka akan memperhatikan pertukaran itu dan menuduhku sebagai "target" yang sebenarnya. Tapi mereka tidak akan pernah sampai pada kesimpulan bahwa Karuizawa adalah "target" sebenarnya. Itu adalah rencana penukaran ponsel yang pernah aku lakukan.
__ADS_1
"Jika Kelas D tidak memiliki ‘target’ di dalamnya, apa yang akan kau lakukan?" Ichinose bertanya padaku.
"Sama sepertimu, aku sudah mencoba untuk mencari tahu siapa ‘target’ di antara kelas-kelas tersebut, mukar ponsel dengan mereka dan melewati diriku sebagai ‘target’ yang sebenarnya”
Jika "target" sebenarnya keluar setelah itu dan menunjukkan tipuan, pencarian akan berhasil dan jika misalnya mereka percaya bahwa Ichinose adalah "target" sebenarnya, pengkhianat tersebut pasti akan salah dan ujian akan berakhir. Di dalam situasi yang terakhir, tidak ada poin yang diberikan ke Kelas B dan mungkin saja untuk mengurangi kesenjangan poin antara beberapa kelas.
"Jadi itu sudah keluar, ya?" Ichinose kemudian mulai menarik keluar ponsel dari kiri dan kanan kantungnya. Salah satunya adalah "target" dari Kelas B dari kelompok lain, salah satunya dari murid lain yang bukan "target" dari kelompok lain.
"Omong-omong, ini hanya prediksiku tapi jika kau beralih dari arus diskusi hari ini ---" Ichinose kemudian dengan cepat menulis pesan di ponselnya.
"Identitas ‘target’ adalah Karuizawa Kei-san. Benarkan?" Setelah menulis itu, dia menunjukkanku layar ponsel. Itulah pesan 'pengkhianat' yang akan dia kirim ke sekolah sekarang. Tapi sebelum sesuatu bisa terjadi, ponselku dan Ichinose, keduanya berdering pada saat bersamaan.
"Ujian untuk kelompok (kelinci) sekarang telah berakhir. Mohon tunggu pengumuman hasil"
"Aaah ... seseorang mengkhianati kita pada akhirnya, yah, entah itu Kelas A atau C, mungkin salah satunya" katanya.
"Kenapa kau mencurigai Karuizawa?" Tanyaku padanya.
"Alasan yang sama dengan Yukimura-kun, karena dia juga bertingkah berbeda dari biasanya. Dia biasanya tidak peduli dengan Ayanokouji-kun, tapi dia sudah sering melihatmu dan dia sudah melihat wajahmu lebih dari yang seharusnya. Tapi itu bukan bukti yang nyata bahwa Karuizawa-san adalah ‘target’, jadi bagaimanapun juga aku tidak akan mengirim pesan itu" Sepertiya rencana yang telah aku bangun, sepenuhnya sudah dilihat oleh Ichinose.
"Kenapa kau tidak memberi tahu siapa pun tentang itu? Dengan begitu, kebohongan itu akan terungkap" Ichinose hanya tertawa. Senyumnya saat ini benar-benar sungguhan dan mendalam yang paling dalam dan paling asli yang pernah aku lihat.
"Itu sudah jelas, bukan? A atau C, jika salah satu dari mereka salah, itu masih merupakan nilai tambah bagi kita. Sejak awal, aku tidak bermaksud menyelesaikannya bersama-sama dengan setiap orang melalui hasil 1 atau mengkhianati setiap orang melalui hasil 3. Saat ‘target’ tidak ada di Kelas B, aku selalu bermaksud membiarkan kelas lain mengkhianati kita dengan sengaja. Aku pikir pengkhianat kali ini berasal dari Kelas A "katanya.
"Machida, ya?"
"Tidak, tidak, itu adalah Morishige-kun, dia dari faksi Sakayanagi-san, mungkin dia tidak mau patuh mematuhi faksi Katsuragi. Mungkin dia berpikir bahwa lebih baik mengkhianati dan mengambil poin saja, apa itu mingkin?” Sambil tertawa dengan aneh, dia membelakangiku.
"Ayanokouji-kun, secara tidak terduga kau menakjubkan. Pembicaraan yang baru saja kau lakukan bersamaku, dibuat pada saat itu juga, bukan?"
"Jika kau ingin memuji, pujilah Horikita. Dia hanya memberiku beberapa situasi dugaan dan aku mematuhi perintahnya" Sepertinya aku harus mengevaluasi kembali orang yang dikenal sebagai Ichinose Honami ini. Dia benar-benar berhasil menghindari pengambilan risiko dan pada saat bersamaan merancang strategi untuk keluar sebagai pemenang. Aku tidak punya hak untuk mengeluh.
"A-Apa artinya ini?" Ichinose terlihat benar-benar terkejut dari lubuk hatinya, saat kami berdua menatap layar ponsel kami.
⁰ₒ⁰
Kapal yang berlayar di laut yang dalam, terlihat sedikit sepi. Tetapi seiring waktu mendekati pukul 23.00, kehadiran orang-orang berangsur-angsur meningkat. Ketika aku perhatikan, kafe yang aku rencanakan untuk aku tinggalkan setelah menunjukkan kesuksesan dan tempat duduk dengan cepat dipenuhi satu per satu. Di depanku yang sudah mendapatkan empat kursi di depan, seorang perempuan mendekat.
"... maaf membuatmu menunggu" Perempuan yang datang dengan gugup adalah Karuizawa Kei. Sesuatu tentang ekspresinya terlihat berbeda dari biasanya.
"Maaf sudah memanggilmu" kataku padanya.
"Tidak, tidak masalah ..." Karena aku sama sekali tidak memiliki pembicaraan khusus kepadanya, aku hanya menatap pemandangan yang berwarna dengan diam. Tapi karena Karuizawa sepertinya menatapku, aku pun berbalik menatapnya juga.
"Ahh, umm ... aku penasaran apa semuanya beres?"
"Tidak masalah, aku yakin orang-orang dari Kelas A mengirim pesan ke sekolah dengan namaku di atasnya"
Aku bisa mengatakan ini sebagai jeminan, ada satu hal lagi yang aku miliki selain menukar ponsel Karuizawa dan Yukimura. Karena kami sudah bekerja sama dengan prediksi di dalam pikiran untuk memastikan bahwa kami bisa secara sinergis bekerja sama, tidak akan ada kekhawatiran yang terjadi.
"Bagaimana kau bisa mengatakannya dengan pasti?"
"Bukankah kertas yang kau berikan kepadaku berarti sesuatu, Ayanokoujikun?" Keberadaan yang merayap dari belakangku, mengejutkan kami cukup membuat Karuizawa sedikit melompat. Mau bagaimana lagi, karena keberadaan itu adalah anak yang Karuizawa ingin putus dengannya, Hirata.
"Kerja bagus kalian berdua, Tidak keberatan jika aku duduk?" dia bertanya.
"Tentu saja" Karuizawa bergeser dengan tidak nyaman dan berpaling dari Hirata, tapi tidak menunjukkan tanda-tanda langsung menolaknya. Sekarang jam 22:55. Dalam 5 menit lagi, sebuah pesan akan dikirim ke semua murid.
"Sudah hampir waktunya, apa Horikita-san belum datang? Apa sebaiknya kita menghubungi dia?"
"Dia tipe yang selalu mematikannya, kita bisa menunggu empat menit lagi," jawabku.
__ADS_1
"Ahh, sepertinya dia ada di sini" Paling tidak dalam masalah ini, Horikita telah tiba lebih cepat dari perkiraanku.
"Haa ~ Jika aku melihat pertemuan kelompok ini di depan mataku seperti ini, aku tidak bisa tidak mendesah" kata Horikita.
"Kau akhirnya sampai. Omong-omong, apa itu di belakangmu?" Tanyaku padanya.
"Jika kau memperhatikannya, kau akan kalah. Anggap saja dia sebagai hantu yang menunggangiku dan mengabaikannya seperti itu" jawab Horikita.
"Jangan bilang begitu, Horikita, aku pikir kau akan cemas selama masa ujian dan aku khawatir denganmu, itu sebabnya aku mengikutimu" Aku tidak melihatnya akhir-akhir ini, tapi Sudou Ken berdiri di samping Horikita hampir seolah-olah dia menempel kepadanya.
"Kau menghalangi jalanku, menyingkirlah" kata Horikita padanya.
"J-Jangan bilang begitu, aku menantang ujian ini dengan usaha terbaikku, kau tahu" jawab Sudou.
"Kalau begitu, apa kau yakin bahwa kau akan meninggalkan hasil yang bagus?"
"... aku hanya tinggal selangkah lagi, tapi sepertinya seseorang yang lebih cepat dariku mengirim pesan terlebih dahulu" Setelah mendengar alasan setengah hati darinya, sepertinya Horikita sudah berhenti memerhatikannya. Horikita kemudian duduk di kursi kosong terakhir. Sudou panik dan dengan cepat bergerak untuk menarik kursi dari meja di dekatnya.
"Kau masih di sini " Horikita memberitahu Sudou.
"Tidak masalah, kan? Aku hanya akan mendengarkanmu juga, jangan menghentikanku" Meskipun ini adalah pertemuan anggota yang sedikit tidak biasa, sepertinya Sudou tidak tertarik untuk mendengarkan sisi kami.
"Yang lebih penting, kiriman beruntun yang kami dapatkan tadi ..."
"Ya, aku juga penasaran dengan itu"
Kira-kira 2 jam yang lalu, itu adalah kejadian yang terjadi saat aku berpisah dengan Ichinose. Empat kiriman dikirim ke ponsel kami satu per satu. Isi kiriman tersebut memberi tahu kami tentang akhir ujian untuk beberapa kelompok. Kelompok (tikus), kelompok (Kuda), kelompok (Burung) dan kelompok (Babi). Semua kelompok tersebut mendapat ujian berakhir dengan alasan pengkhianat.
"Kelompok (Kuda) adalah kelompok yang ‘targetnya’ adalah Minami-kun, bukan?"
"Ya, dengan kata lain, ada kemungkinan identitasnya ditemukan oleh seseorang"
"Di kelompok lain, apa ada kemungkinan salah satu dari kita mengirim pesan?" Horikita dengan cemas bertanya.
Jika "target" membuat kesalahan, kerusakan yang akan mereka hadapi tidak perlu ditertawakan.
"Aku memiliki pertanyaan tentang hal itu dan bertanya ke beberapa kelompok sebelumnya. Dari sisi anak laki-laki, mereka mengatakan tidak satupun dari mereka adalah pengkhianat yang mengirim pesan" Hirata memberitahu Horikita. Tentu saja, dengan asumsi mereka yang tidak memberi kami kebohongan. Tapi sampai tingkat tertentu, aku yakin kita bisa mempercayai mereka.
"Apa Yamauchi baik-baik saja?" Aku bertanya tentang laki-laki yang siap melakukan hal ekstrem jika diperlukan.
"Ahh, um, orang itu baik-baik saja. Yamauchi-kun berada di kelompok (Burung), dan sepertinya dia memang berusaha mengirim pesan pengkhianatan tapi dia sangat ragu dan ujiannya berakhir sebelum dia bisa mengirim pesan" jawab hirata.
"Aku tidak tahu dia dari mana, tapi mengkhianati kita terlebih dahulu sebelum kita bisa bermain dengan baik" Horikita meramalkan bahwa jika Yamauchi mengirim pesan pengkhianatan, dia pasti benar-benar mendapat jawaban yang salah. Aku yakin dia benar. Dia sudah kehilangan kesempatannya saat dia tidak cepat mengirim pesan dan ragu-ragu setelah ujian berakhir.
"Tapi kita tidak tahu sisi dari para perempuan” kata Horikita.
"Tidak masalah, aku sudah memeriksa sisi para perempuan itu. Tidak ada yang mengirimkan pesan"
Karuizawa menjawab Horikita terus terang tanpa ragu sedikit pun. Karena dia memerintah anak-anak Kelas D, kemampuan pengumpulaninformasinya hampir sama cepatnya dengan Hirata.
"...Aku mengerti" Tentu saja Horikita yang tidak memiliki kemampuan pengumpulan informasi semacam itu, tidak memiliki pilihan selain menerima jawabannya.
"Pada akhirnya, di ujian ini aku bertanya-tanya kenapa pengarahan dilakukan dengan sekelompok kecil anggota?" Hirata membisikkan pertanyaan itu meskipun dia tidak bisa memahami maknanya di baliknya.
"Ujian ini adalah salah satu ujian 'berpikir'. Dengan kata lain, bagaimana kita berpikir. Bukan berarti setiap pertanyaan yang memiliki jawabannya... atau semacamnya" Horikita membalas Hirata. Itu benar, bisa jadi hanya dengan melihat melalui tebing yang tak berarti itu, apa kita bisa menemukan jawaban yang tersembunyi di balik semua pertanyaan itu? Mungkin wajar untuk menganggapnya seperti itu.
"Yang lebih penting, yang aku khawatirkan adalah fakta bahwa keempat pesan tersebut masuk hampir bersamaan. Jeda pengkhianatan adalah 30 menit. Meski begitu, pengkhianatan terjadi dalam 1 dan 2 menit pertama. Apa itu normal? " Horikita bertanya.
"Bukankah itu... hanya sebuah kebetulan?" Sepertinya dari sudut pandang Sudou yang baru saja mendengarkan pembicaraan kami, semua mungkin terasa seperti sebuah kebetulan.
Sambung...
__ADS_1