Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume

Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume
Chapter 2


__ADS_3

Kehati-hatiannya akan lingkungan hampir mengingatkanku kepada seekor hewan kecil yang waspada. Tapi apa Sakura berbicara dengan teman imajinernya atau hantu?


"Apa kau mendengarnya? Apa kau mendengar apa yang baru saja aku katakan?"


"Setengahnya, tapi aku tidak tahu apa yang kau maksud dengan kata-kata itu". Sakura terlihat lega karena aku tidak mendengar apa yang dia katakan.


"Dan kenapa kau ingin menemuiku?" Aku bertanya.


"Eeehh .... itu .... yeah oh b-benar aku merasa cemas dengan ujiannya" Dia kemudian mendorong selembar kertas ke arahku, dan saat aku mengambilnya darinya dan melihatnya,


di atasnya berisi daftar nama.


Kelas A: Sawada Yasumi, Shimizu Naoki, Nishi Haruka, Yoshida Kenta


Kelas B: Kobayashi Yume, Ninomiya Yui, Watanabe Kihito


Kelas C: Yuuki Yuuya, Nomura Yuuji, Yajima Mariko


Kelas D: Ike Kanji, Sakura Airi, Sudou Ken, Matsushita Chiaki


Kelihatannya Sakura ada di kelompok (Sapi). Terlihat sangat menakjubkan berada di dalam kelompok ini. Laki-laki dalam kelompok itu adalah Sudo dan Ike, laki-laki yang tidak mau bersimpati dengan nasib Sakura. Dan dalam ujian ini, seseorang terpaksa menghabiskan waktu dengan sesama anggota kelompok dari kelas yang sama tidak memperdulikan apa pun. Jika saja aku berada dalam kelompok yang sama dengan dia, aku bisa saja membantunya dalam situasi ini, tidak banyak yang bisa aku lakukan saat ini.


Pada saatnya telah tiba bagi kelompok untuk berjuang bersama-sama, mereka tidak bisa terpecah atau ragu-ragu. Aku bisa membantunya dengan diam-diam menghubungi dia lewat telepon saat ujian berlangsung, tapi jika aku menerapkan perilaku tidak wajar ini di tengah ujian, tiba-tiba aku akan menarik perhatian pada diriku sendiri. Dan dalam ujian seperti ini, tindakan seperti itu mungkin tidak berbeda dengan hidup dan mati.


"Kupikir akan lebih bagus lagi jika ada seseorang yang kau kenal dari kelas lain, tapi kurasa tidak ada” Kataku.


Aku memikirkannya, tapi jika aku ingin membantunya, Ichinose dan Kanzaki adalah satu-satunya yang dapat aku minta bantuan. Tapi karena Ichinose sudah berada di kelompokku, akan sulit baginya untuk membantu juga. Lagipula aku tidak bisa mempercayai sakura kepada Sudou dan Ike


"Maaf ... aku juga tidak punya teman" kataku padanya.


"Oh, tolong jangan minta maaf, aku juga sama sekali tidak punya teman" kata Sakura padaku. Ini menyedihkan, kami seperti dua orang saling bersaing untuk melihat siapa yang bisa lebih menyedihkan. Jadi, bukan berarti bangga dengan kurangnya seorang teman, aku beralih ke topik yang berbeda.


"Omong-omong, aku juga ingin menanyakan sesuatu padamu, Sakura" kataku padanya.


"Eeh? aku? Apa?".


"Aku bertanya-tanya apa Yamauchi menghubungimu dengan cara apapun sejak waktu diskusi berakhir," kataku padanya.

__ADS_1


"Yamauchi-kun, tidak, apa ada yang salah?" dia bertanya.


"Aku mengerti"


kembali ke pulau itu, untuk memanfaatkan Horikita, aku terpaksa menggunakan Sakura terlebih dahulu. Untuk memanipulasi Yamauchi, aku berjanji untuk memberikan email Sakura sebagai imbalan atas kerjasamanya. Tentu saja, aku tidak berniat memberikan email untuk Yamauchi tanpa persetujuan Sakura tapi aku belum memberi tahu Yamauchi tentang hal ini. Aku khawatir dia mungkin sudah mendekati Sakura tapi itu terlihat seperti aku sudah menghawatirkan sesuatu yang tidak ada.


"Selain itu, jika ada sesuatu dalam pikiranmu, hubungi aku saja" kataku padanya.


"Apa itu tidak masalah?"


"Ya, pada akhirnya hanya itu yang bisa aku lakukan " Meskipun aku hanya memberinya kalimat yang samar itu, mata Sakura bersinar seperti anak yang tidak berdosa. Mungkin dia senang berinteraksi denganku seperti ini.


"Aku pasti akan meneleponmu!" dia berseru kepadaku


“Tentu"


Berbeda dengan gambaran Sakura yang biasanya dia pasang, saat ini dia terlihat penuh dengan kehidupan dan semangat. Sepertinya dia belajar untuk menjadi lebih agresif dari hari ke hari. Meski baru beberapa hari berlalu sejak ujian di pulau. Sakura telah tumbuh menjadi cukup aneh.


Karena itu adalah tes yang gila dan berat, sepertinya hal itu berdampak kepada seorang gadis SMA yang sedang tumbuh seperti Sakura. Dia tidak berubah sama sekali, tetapi bahkan dalam situasi yang sulit seperti ini, dia masih belajar untuk tetap bersikap positif.


***


Dan begitu aku kembali ke dalam kapal, bayangan jatuh ke tubuhku. Dengan tangan terayun-ayun di atas lehernya, dia tergesa-gesa dan terlihat panik. Itu terlihat seperti situasi yang serius. Itulah yang aku lihat ketika aku berbalik kembali, aku melihat sosok Yamauchi Haruki, teman sekelasku yang sekarang telah mengambil bentuk setan Asura.


"A-ada apa?" Aku bertanya. Tentu saja, aku sudah tahu apa alasannya tapi aku bertanya kepadanya sebagai masalah formalitas.


"Apa yang kau tanyakan? Kau berjanji untuk memberitahuku email Sakura,apa yang terjadi dengan itu?" Sayangnya aku harus bertemu Yamauchi sekarang. Aku harus memikirkan sesuatu.


"Aku tidak menemuimu secara khusus, tapi aku hanya ingin tahu" katanya.


"Apa kau benar-benar berpikir penyendiri sepertiku akan tahu email Sakura?" Aku mencoba menjelaskan kepadanya dan mencoba membuatnya terdengar tulus sehingga dia bisa mengerti.


"Mungkinkah?... kau mencoba menanyakan emailnya kepada Sakura... baru saja?" Dia bertanya padaku Saat aku mengangguk, wajah Yamauchi ternganga dengan ekspresi shock dan dia terjatuh ke lantai dengan kedua lututnya.


"Kalau begitu itu berarti... kau tidak tahu emailnya... dan kau masih memanfaatkanku?"


"Sepertinya aku harus bilang iya" aku mengakui.

__ADS_1


"Dan, apa yang terjadi? Apa Sakura memberikan emailnya?”


"... maaf"


"Maaf? apa maksudmu dengan maaf? aku tidak meminta sebuah perminta maaf, benarkan? Aku meminta alamatnya" Jawaban tanpa emosi seperti itu mencerminkan kekecewaan Yamauchi dalam diriku.


"Berani-beraninya kau... beraninya kau berbohong kepada kuuuuuuu !!!" Yamauchi berteriak padaku.


Kupikir aku telah melakukan hal buruk dengan menggunakan dia seperti itu, tapi aku tetap tidak bisa memberinya email Sakura seperti itu tanpa sepengetahuannya. Bahkan jika dia bertanya langsung padanya, dia harus menolaknya dengan terus terang.


"Maukah kau memberikan aku waktu lagi?"


"Waktu apa? Pembohong adalah awal dari seorang pencuri" Dari semua orang di Kelas D, aku tidak pernah membayangkan yang pertama memanggilku pembohong adalah Yamauchi. Ini mengejutkan.


"Lalu apa kau akan secara paksa meminta kepada Sakura?"


"Yeah, aku akan melakukan itu" Sepertinya dia sudah dibutakan oleh kemarahan dan tidak bisa berpikir jernih, dia sepertinya berniat mendapatkan email Sakura dengan paksa jika perlu.


"Sakura bilang dia membenci pria yang hanya berbicara"


"Kau hanya mengarangnya, Ayanokouji" katanya.


"Ya, mau bagaimana lagi jika kau tidak menyukaiku sekarang, tapi sudah


jelas kenapa aku tidak memberimu emailnya dan mencoba menanyakan emailnya dengan paksa itu tidak ada gunanya" kataku padanya.


"... Alasan saja, kau tidak pernah tahu emailnya sejak awal, kan?" Yamauchi menurunkan kepalanya sambil mengalihkan tatapannya dariku.


"Tapi kau tahu Sakura menyukai kamera digital, benar kan? Sebenarnya, aku dengar saat ini ia memiliki kamera dengan model yang sudah ketinggalan jaman, tapi dia tidak punya cukup poin untuk membeli yang baru, lihat? Jika itu Yamauchi, kau akan membelikannya kamera digital yang baru, itu akan menjadi hadiah yang bagus untuknya, bukankah begitu?”


"Ohhh ... aku pikir itu bagus ... tapi aku juga tidak punya poin"


"Kau lihat, dalam ujian ini, dengan menyembunyikan ‘target’, menjadi pengkhianat, atau membimbing kelompokmu bersama meraih kemenangan, kau dapat dengan mudah memperoleh cukup banyak poin untuk membelikannya kamera digital, apa aku salah?"


"J-jadi, kalau aku kerja keras, masih ada kemungkinan aku bisa mendekati Sakura?" Sekarang aku sudah memastikan bahwa hanya ada satu kesimpulan yang akan dicapai Yamauchi.


"Saat ini, kau, Yamauchi Haruki, harus bekerja keras untuk menunjukkan kejantananmu. Itulah satu-satunya cara agar kau bisa mendekati idola Sakura" aku mendorongnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2