
Sudou tidak memiliki sisi terbuka atau sisi rahasia di dalam dirinya. Jika aku bisa menambahkan ini, aku juga sama. Aku tidak pernah sekali pun pernah menjebak Katsuragi. Jika aku harus mengatakannya, sebaiknya membuat Katsuragi berhutang kepada kami selain mendapatkan poin pribadi milik Katsuragi. Bahkan pada kesempatan ketika Katsuragi mengkhianati kami, selama kami memiliki tekad untuk menghancurkan diri sendiri, kami bisa melibatkannya juga. Dengan begitu,
Katsuragi , yang sudah menunjukkan kelemahannya sejak awal, pada dasarnya tidak memiliki keuntungan di atas kami. Dari situasi ini, aku juga bisa menganggap bahwa situasi ini bukanlah sebuah tipuan. Setelah mencapai kesimpulan seperti itu, aku sudah memperkenalkan Sudou sebagai perantara untukya. Aku tidak tahu seberapa banyak poin yang dimilikinya, tapi dengan 1 00.000 poin, hal itu akan mendapatkan banyak keuntugan.
"Seandainya, tujuan transfernya bukan Sudou tapi Ayanokouji? maafkan aku Ayanokouji tapi aku akan menyuruhmu memindahkan poin ke Sudou setelah dia berhasil"
"Kenapa aku harus menerima tugas yang merepotkan itu?"
"Keselamatan, kurasa" Jika Sudou terjebak dalam upaya membawa hadiah atau mengirimkannya, jika transferan dari sejumlah besar poin ditemukan, sekolah akan mengalihkan pandangan mereka yang ragu ke arah itu. Tapi jika tujuan transfer adalah seseorang yang berbeda, itu tidak akan terjadi kepada Katsuragi. Sudou terlihat tidak puas dengan itu, tapi sepertinya dia sudah menyetujuinya setelah aku setuju untuk mentransfer poin kepadanya nanti.
.
"Satu hal lagi, aku harus punya bukti kuat bahwa kau tidak berbohong"
"Hah? Apa maksudmu dengan berbohong?"
Aku tahu masih ada bagian yang Katsuragi khawatirkan. Itu adalah fakta bahwa Sudou bisa saja berbohong tentang 'mengirim hadiah melalui pos'. Bahkan jika Sudou sudah berbohong seperti itu, Katsuragi tidak akan munkin bisa memastikannya. Karena dia tidak bisa menghubungi keluarganya di luar, Entah itu hadiahnya diterima atau tidak, dia harus menunggu lebih dari 2 tahun sampai lulus untuk mencari tahu. Pada saat itu, semuanya sudah terlambat.
Aku memikirkan beberapa cara untuk menemukan bukti semacam itu. Cara yang paling sederhana dan yang paling terpercaya. Aku menyimpulkan cara terbaik yaitu dengan mengambil bukti foto surat dengan ponsel. Tapi memasukkannya ke dalam kata-kata memang sedikit sulit. Aku tidak ingin mengucapkannya dengan ceroboh dan menarik perhatian Katsuragi.
"Kau ini mau memberikannya atau tidak? aku tidak punya tempat untuk memastikannya"
"Seharusnya aku tidak akan mungkin bisa berbohong, apa kau ini bodoh?" Kata Sudou.
"Tentu saja aku mau mempercayaimu, tapi kau dan aku tidak punya sejenis hubungan di mana aku bisa mempercayaimu berdasarkan kepercayaanku kepada dirimu sendiri” Di depan Sudou yang sedikit tidak puas, Katsuragi menyilangkan tangannya seolah sedang sedikit berpikir.
"Kita akan mengunakan ponsel, saat kau mengirimkannya melalui pos, aku ingin kau merekam video dan mengirimkannya kepadaku. Jika kau melakukan itu, kesan kejujuranmu akan meningkat"
.
Sepertinya Katsuragi berhasil mencapai salah satu cara itu dengan cukup baik.
"Apa au mendengarkanku? Aku sudah bilang kalau ponsel itu disita"
"Tentu saja aku mengerti, dan karena itulah Ayanokouji, aku juga ingin kau bekerja sama"
__ADS_1
"Dan itu artinya?"
"Masih banyak ruang yang tersisa di botol air ini, letakkan ponselmu setelah mematikannya. Jika kita melakukan itu, Seharusya kau bisa membawa ponsel ini ke luar tanpa ketahuan" Karena satu murid diberi satu ponsel berdasarkan peraturan, jika dalam pemeriksaan barang bawaan, Sudou menyerahkan ponselnya sendiri, tidak akan ada kecurigaan lagi.
"Tentu saja, jika kau akan menyerahkan ponselmu, aku juga bersedia memberimu hadiah" Mengatakan itu, dia menawarkan hadiah 1 0.000 poin untukku. Tidak buruk juga.
"Aku mengerti, aku akan bekerja sama"
"Apa kau yakin, Ayanokouji?"
"Ini hanya sesuatu yang bisa aku sebut bekerja sama. Aku juga mendapatkan apa yang Katsuragi katakan, dan selain itu, mendapatkan poin akan sangat membantuku"
.
"Kalau begitu aku akan menyerahkannya padamu" kata Katsuragi sambil menundukkan kepalanya sebelum meninggalkan ruangan dan kembali.
"... Aku sangat gugup berkat sesuatu yang tidak penting"
"Apa kau baik-baik saja, Sudou?"
"Jadi kapan kau akan menyerahkan ponselmu?"
"Sepertinya.... mungkin, aku mau mempertimbangkan cara yang lain. Jika aku memberikan ponselku, transferan sejumlah besar poin akan tetap ada dan jika secara kebetulan ada sesuatu yang terjadi, itu hanya akan menjerat kakimu. Kalau memungkinkan, aku mau menggunakan ponsel pihak ketiga” Akan lebih baik jika aku bisa mendapatkan ponsel dari seseorang yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah yang sedang dihadapi seperti Ike atau Yamauchi.
"Tidak ada yang akan meminjammu ponsel mereka"
"Jika aku mengatakan akan memberi mereka 5000 poin, mereka akan dengan senang hati meminjamkan ponsel mereka".
.
"... Kau orang yang sangat jahat" kata Sudou padaku.
Jadi, Sudou dan aku yang menerima permintaan dari Katsuragi, membuat persiapan untuk mengirimkan paketnya nanti. Tentu saja, setelah itu, Sudou berhasil menipu mata sekolah dan berhasil mengirimkan paketnya. Dan dia juga berhasil merekam video saat itu, menghapus data dan transfernya.
Aku tidak tahu apakah itu berhasil terkirim ke adiknya Katsuragi, tapi aku yakin itu akan berjalan dengan lancar. Kupikir itu semua berkat Sudou yang sudah menyelesaikannya tanpa masalah, tapi mungkin saja, kupikir Horikita yang lebih tua mungkin juga akan terlibat. Karena seharusnya dia juga tahu bahwa kami akan mencoba sesuatu, jika itu adalah dia, seharusnya dia bisa membuat pengaturan yang dibutuhkan untuk mencegahnya. Sebaliknya, dia pasti mampu mengawasi Sudou saat dia melanggar peraturan.
__ADS_1
Itu hanya imajinasi egoisku dan aku tidak bermaksud untuk memastikan kebenarannya. Karena aku merasa, jika itu memang benar, suatu hari tanpa perlu bertanya, aku akan mengerti kebenarannya. Setelah meninggalkan kamar Ayanokouji, Katsuragi kembali ke lantai kamarnya dengan menggunakan lift. Dan ketika dia melakukannya, entah bagaimana, dua murid laki-laki ada di sana menunggu di depan kamarnya.
"Apa yang kalian lakukan di depan kamarku?"
"Ooh... kau akhirnya kembali, huh, Katsuragi, kau terlambat, dasar kamvret!"
"Muu ... kalian adalah murid kelas D, ya?"
.
Kedua orang ini terlihat akrab dengan Katsuragi, dan sementara memiliki keraguan tersendiri, dia menanyakan hal tersebut. "Itu tidak penting, ngomong-ngomong, selamat! Segera setelah mengatakan itu. Panci! Party Popper meledak dan menyerang Katsuragi.
"A-apa maksudnya ini?"
"Maksudnya? Ulang tahunmu, kan? Makanya kami datang ke sini lebih awal untuk merayakan ulang tahunmu!"
"M-merayakan? Kalian dari kelas D? Kenapa? Tidak ada alasan, kan?"
“Tentu saja alasannya, karena kita semua perjaka disini, ayo kita berteman mulai sekarang, ya?" Katsuragi mundur sebagai respons terhadap bahasa yang vulgar, tapi Ike secara paksa memberikan hadiah ulang tahun kepadanya.
"Tolong makan ini. Ini kue ulang tahun yang dipilih oleh idola kami, Kushida Kikyo-chan!"
"Aku tidak bisa menerima..."
“Jangan khawatih, jangan khawatir" kotak itu ditekan secara paksa ke arahnya.
.
"Sampai jumpa lagi!" Dengan begitu, murid-murid dari Kelas D pun pergi. Satu-satunya yang tertinggal adalah sampah kertas yang berserakan di depan ruangan dan kue.
"Meski ini adalah kue, rasanya sedikit hangat" Ketika Katsuragi perlahan membuka kotak itu, itu adalah kue coklat di yang dengan cepat mendingin dengan suhu kamar dan menjadi kental.
"... ini, bentuk penghinaan yang baru .....?" Katsuragi tidak bisa tidak memikirkannya.
__ADS_1