Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume

Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume
Chapter 4 HARI TERBURUK DAN GADIS BERMASALAH, SENYUMAN IBLIS SEPERTI MALAIKAT


__ADS_3

"Hari ini aku akan membuatmu bekerja sama denganku, Ayanokouji !!!"


"...Ada apa pagi-pagi seperti ini... kau cukup bersemangat, Yamauchi ...” Setelah terbangun karena bel kamarku, aku menghela nafas saat melihat seorang tamu, Yamauchi.


"Aku akan mengganggumu!" Dia menjadi cukup bersemangat. Sebuah keberuntungan dimana Ike dan Sudou juga tidak datang bersamanya, tapi apa sebenarnya yang dia inginkan dariku?


"Apa, kau masih tidur? kau terlalu santai meskipun liburan musim panas akan berakhiri dalam beberapa hari lagi," kata Yamauchi. Aku sedang bermalas-malasan karena tidak ada lagi hari yang tersisa.


"Aku sudah memutuskan bahwa hari ini akan menjadi hari istimewa untukku dan karena itu, kumohon biarkan aku masuk."


Meski belum bisa memahami ceritanya dan masih mengantuk, aku mempersilahkan Yamauchi masuk. Lalu aku menyiapkan secangkir teh jelai untuknya. (T/N: Jelai itu mirip kek gandum, tapi beda)


.


"Jadi... apa hubungannya antara aku dengan apa yang akan kau lakukan di hari istimewa ini?"


"Aku tidak akan membiarkanmu mengatakan bahwa kau sudah lupa, Ayanokouji! Aku punya hak mengetahui nomor kontak Sakura!" Dia menangis sangat keras kepadaku. Matanya sedikit merah, mencerminkan keseriusannya.


"Aku mengerti.....”


Berkaitan dengan itu, karena aku yang salah, aku tidak bisa begitu saja menolak mendengarkan hanya karena hal itu menggangguku. Beberapa waktu yang lalu, dengan syarat bahwa aku akan memberitahunya nomor kontak Sakura, aku menyuruh Yamauchi bertingkah tidak berbeda dengan seorang badut.


Sebagai hasilnya, penilaian Yamauchi dari Horikita secara khusus sudah menurun. Tentu saja, seharusnya aku memberitahu nomor kontak Sakura, namun karena itu adalah sesuatu yang aku lakukan tanpa persetujuannya, aku memprioritaskan untuk melindunginya dan bahkan sampai sekarang, aku masih belum memberi tahu Yamauchi tentang nomor kontak Sakura. Pastinya aku harus membayar kembali bantuan itu.


"Aku pikir ini akan sedikit sulit jika kau datang untuk meminta nomor kontaknya..."


"Bukan, Aku sudah menyerah dengan itu." Mengatakan itu, Yamauchi menunjukan sebuah surat putih yang dia pegang di tangannya.


.


"Aku sudah mencurahkan semua perasaanku untuk Sakura dalam satu lembar ini!" dia berkata.


"Mencurahkan ..... maksudmu ini surat cinta?"


"Itu benar! Di dalam ini aku sudah menulis tentang betapa aku mencintai Sakura! Bacalah." Setelah mengatakan itu, dia mengeluarkan surat yang sebelumnya ditutup dengan segel dan menunjukkannya kepadaku. Untuk Sakura Airi-sama, aku sudah tertarik kepadamu sejak lama, kumohon jadilah pacarku!


"Ini surat cinta yang sedikit sederhana dan terlalu formal dari awal..." Ke arahku yang ditunjukan, Yamauchi membuat ekspresi sombong di wajahnya.


"Biar aku kasih tau. Hanya menuliskan kalimat yang panjang secara otomatis akan sangat jelek." Mungkin memang begitu, tapi hanya dengan sesedikit ini, tidak ada alur di penulisannya, Bukankah begitu? aku juga bisa membayangkan orang-orang akan menganggap ini tidak menyenangkan. Apalagi jika orang yang menerimanya adalah Sakura.


"Kenapa diprin bukannya tulis tangan?"


"Yah, aku tidak terlalu percaya diri dengan hal ini, tapi tulisan tanganku jelek. Aku mengeprinnya supaya lebih mudah dibaca. Aku sedikit khawatir jika dia mungkin akan salah membaca kalimatnya."


.


Dia kemudian menggaruk bagian bawah hidung menggunakan jari telunjuknya dengan ekspresi bangga, tapi menurutku itu tidak penting.


"Lagupula, Bukankah hari ini mereka juga menggunakan printer untuk resumanmu?"


"Jika kau sangat ingin menyampaikan perasaanmu kepada orang lain, aku pikir sebuah surat dengan tulisan tangan itu lebih baik dan kenapa kau menggunakan font ngerikan di tulisanmu?" Iblis yang aneh! Rasanya seperti font itu bisa dipakai ke dalam judul yang akan digunakan untuk mengutuk seseorang.

__ADS_1


"Bagaimana aku mengatakannya, bukankah itu ampuh? Seperti 'Aku akan selalu memikirkanmu selamanya' semacam sebuah perasaan"


"Aku pikir aku akan menyerah dengan ketidaksukaan saat ini... masalahnya ada di bagian terakhir ini" Bagian yang ditulis darinya untuk menunjukkan sebuah daya tarik. Jika kau mau pacaran denganku, aku siap untuk menyerahkan semua poinku kepadamu setiap bulan. Sebagai penghormatan!


"Tidak peduli bagaimana, Ini terlalu berlebihan."


"Apa maksudmu? Mereka bilang para perempuan yang imut suka ketika diberikan upeti, kau tahu? Selain itu, aku ingin pacaran dengan Sakura meski aku harus memberikan semua poinku. Aku sangat menyukainya, aku rasa gairah itu akan tersampaikan kepadanya" kata Yamauchi.


.


Aku tidak bisa menyangkal bahwa ini juga merupakan ekspresi dari cinta, tapi cara ini bisa dianggap bahwa dia akan membayarnya untuk menjadi pacarnya.


"Jangan khawatir. Aku tidak peduli bahkan jika dia hanya menginginkan uangku, aku hanya ingin menjadi kekasihnya.... apa itu salah?" Tanya Yamauchi. Saat aku mengangguk sebagai tanggapan, Yamauchi, sambil menunjukkan ekspresi seolah dia tidak bisa memahaminya, terlihat menunjukkan sedikit pemahaman.


"... Aku hanya ingin memastikan satu hal, tapi apa kau seriusingin menembaknya?"


"Ya, mulai dari semester kedua aku akan memulai kehidupan sekolah impianku, aku akan bertaruh untuk semua ini. Aku sudah berkerja sama dengan Kikyo-chan untuk mengajak Sakura ketemuan" Di matanya, tidak ada yang bisa diejek dan yang ada hanyalah sosok Yamauchi yang telah membulatkan tekadnya. Setelah menyaksikan sesuatu seperti itu, aku bahkan tidak bisa meremehkannya.


Jika aku menghargai Sakura, aku harus menghentikannya, tapi rencana Yamauchi itu jujur, malahan aku harus memberinya bantuan.


"Jadi.... apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku memastikan isi suratnya?"


"Itu benar, tapi ada satu lagi peran penting untukmu. Intinya, aku ingin kau mengantarkan surat ini kepada Sakura"


.


"Apa? Apa kau bilang?" Untuk sesaat aku berpikir jika aku sudah salah dengar, jadi aku bertanya lagi.


Aku ingin bertanya persis seperti apa pertandingan terakhir di Stadion Sumo Nasional yang sudah dia ikuti. Rincian kebohongannya yang seperti biasanya, tapi itu adalah pernyataan lemah yang tidak wajar dari Yamauchi yang selalu bersikap jujur dalam hal percintaan karena dia terlihat sedang berada dalam ketegangan yang tinggi.


"Jika menurutmu isi surat itu jelek, aku akan menulis ulang dengan benar. Karena itulah... kumohon!" Sambil mengangkat kedua tangannya, Yamauchi menurunkan kepalanya dan memohon kepadaku.


"Lalu, aku akan menganggap masa lalu hanyalah masa lalu, tidak, bahkan jika Ayanokouji mendapat masalah, aku akan bekerja sama denganmu!"


"... jika kau bersikeras, maka aku tidak keberatan menerimanya"


"Benarkah?"


"Tapi tidak ada yang tahu apa ini akan berhasil atau gagal, itu semua tergantung pada perasaan Sakura, apa kau mengerti itu?"


.


"Ya. Aku juga bukan orang yang idiot. Aku tahu peluangku tidak besar"


Dia mungkin sedang membawa kegelisahan yang besar di dalam dirinya, tapi sepertinya dia mengerti bahwa peluangnya untuk berhasil bahkan tidak sampai 50%. Sebenarnya, ada bagian dari Sakura yang selalu menarik diri dari laki-laki. Mempertimbangkannya, kesempatan miliknya hampir bisa dikatakan sebagai keputusasaan. Tapi meski begitu, laki-laki ini datang dengan tekad bertarung sampai sekarang hingga mencapai tempat ini.


"... aku mengerti, aku akan menyampaikan perasaanmu. Apa itu sudah cukup?" Jika seperti itu, tidak ada yang tidak adil atau curang.


"Ayanokouji ..... kau menyelamatkanku!" Sambil menggenggam tanganku yang terulur, Yamauchi menunduk seperti sedang menyembah Tuhan.


Jika sudah sepakat, pertama-tama aku harus mengulas isi surat tersebut. Jika orang yang menerimanya adalah Sakura, pertama, harus lebih lembut dan ditulis dengan cara yang benar untuk menyampaikan perasaan. Jika tidak, tidak akan berpengaruh untuknya. Yamauchi mempersiapkan tekadnya. Tapi serius, Sebenarnya ini masih terlalu cepat. Bagi mereka berdua yang bahkan belum saling bertukar nomor kontak mereka masing-masing,

__ADS_1


pengakuan hanyalah sebuah risiko. Jika dia ingin meningkatkan peluangnya untuk berhasil, dia harus benar-benar menyerang Sakura. Tapi, di rencana Yamauchi, asmara selalu menjadi sesuatu yang dimulai secara spontan dan ada banyak kasus di dunia percintaan yang dimulai dari nol.


.


"Langkah pertama...." Seperti Yamauchi, pengalaman percintaanku juga nol, tapi paling tidak biarkan aku memikirkan sebuah kata-kata yang sesuai dengan itu.


"Oh, itu benar. Biarkan aku menambahkan satu hal lagi. Jawaban atas pengakuanku, aku ingin dijawab di belakang gedung sekolah"


"Di belakang gedung sekolah? Ke arah gedung olah raga kedua?"


"Benar, benar. Ada sebuah rumor, kau tau. Jika kau mengaku di sana, semuanya akan berjalan dengan lancar" Ini mungkin mirip dengan pengakuan yang melegenda di bawah pohon. Sepertinya rumor sudah beredar dari mana saja.


"Aku mengerti, jadi ini salah satu bagiannya, ya?"


"Tentu saja itu bukan sekedar rumor, jika itu pengakuan dari murid, sudah pasti akan terjadi di belakang gedung sekolah. Mereka menyebutnya sebagai peraturan" Aku tidak bisa menemukan hubungan antara pengakuan dan belakang gedung sekolah, tapi aku bisa membayangkan situasi seperti apa yang dia sedang pikirkan.


***


Butuh sekitar 30 menit bagiku untuk melakukan kontak dengan targetku, Sakura. Perasaan apa yang akan dia reaksikan kepada ajakan Kushida? Itu adalah sesuatu yang hanya orang tersebut yang akan tahu, tapi yang pasti, dia tidak mungkin berada dalam keadaan yang tenang. Di sisi lain, aku sedang dalam mode siap di lokasi yang dijanjikan sebelumnya, menunggu kedatangan Sakura.


Seperti kata Yamauchi, aku tidak tega membuat Sakura tetap menunggu, tapi dia malah membuatku menunggu 30 menit lebih cepat. Ponsel yang sudah aku ubah ke mode diam di sakuku bergetar.


"Halo?"


"B-bagaimana? Apa kau sudah melihat Sakura?"


"Sama sekali tidak. Mungkin dia tidak akan berada di sini setidaknya sampai sekitar 1 0 menit sebelum waktunya, kan?"


"Aku mengerti, Kuu.... aku mulai gugup!" Dari jarak yang sedikit jauh sambil melihat ke arahku, Yamauchi melambaikan tangannya. Meski dia tidak mau terlihat, sudah pasti dia menjadi penasaran dengan apa yang akan terjadi dan datang untuk menyaksikannya sendiri.


"Hei Yamauchi, apa kau tidak keberatan jika kau memberikanku peran untuk menyerahkannya? Aku benar-benar berpikir akan lebih baik jika kau sendiri yang memberikan ini kepadanya"


"Aku-tidak mungkin. Asal kau tau saja, aku mengalami trauma sejak aku masih kecil dan setiap kali aku berada di bawah tekanan ekstrim, tanganku gemetaran"


.


Aku pikir sebagian besar orang mungkin akan gemetaran jika ditempatkan di bawah tekanan yang ekstrim....


"Aku mengerti keinginanmu untuk tidak mengacaukan ini, tapi kenapa kau tidak memikirkannya sekali lagi? Apa surat cinta yang disampaikan secara tidak langsung benar-benar memiliki sebuah arti?"


"Tidak, tapi bukankah ini cukup sering terjadi? Seorang gadis imut diminta ketemuan sepulang sekolah, tapi berbeda dengan ekspektasinya, dia akhirnya ditembak oleh laki-laki yang jelek. Pola semacam itu. Dalam kejadian ini, ini merupakan kebalikannya. Aku meminta Kushida untuk merahasiakan bahwa akulah yang memanggilnya ke sini. Dengan kata lain, jika dia menyadari bahwa Ayanokouji sedang menunggunya, dia akan kecewa. Tetapi jika dia menyadari bahwa sebenarnya aku yang sedang melakukan pengakuan, dengan membandingkan kita berdua, penilaianku darinya pasti akan menjadi lebih baik, sesuatu semacam itu. Karena itulah Ayanokouji, ketika kau menyerahkan surat itu kepadanya, jangan menyebutkan namaku. Lebih baik membiarkan dia berpikir bahwa dia sedang tembak oleh seseorang sepertimu sebagai gantinya." Yamauchi memberitahuku.


Dia berbicara tentang strategi dengan cerewetnya, tapi bukan berarti aku tidak keberatan karena dia sudah menjelek-jelekanku sepanjang waktu. Aku tidak berencana mengkritik tujuannya, tapi ini adalah fakta yang jelas bahwa jauh lebih baik jika mempertimbangkan perasaan Sakura juga.


"Tidak peduli seberapa besar perasaanmu disampaikan melalui surat ini. Sebuah pengakuan dari seseorang yang bahkan tidak bisa dia lihat mungkin akan menakutkan untuknya"


"I-itu ..." Masih ada waktu. Aku mungkin bisa membuat dia mempertimbangkannya kembali. Sebuah pengakuan, pada dasarnya, adalah kejadian satu kali. Bahkan Yamauchi pun tidak mau melakukan dengan cara yang akan meninggalkan rasa penyesalan.


"Masih ada waktu, Aku pikir kau harus mempertimbangkannya kembali. Itulah kenapa kau membuat sebuah surat, bukan?"


Sambung...

__ADS_1


__ADS_2