Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume

Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume
Chapter 2


__ADS_3

Mengatakan itu, Ike memujiku sambil meletakkan tangannya di bahuku. Apa aku sudah melakukan sesuatu yang pantas dilihat di dalam cahaya yang baru? Merasa sedikit ragu tentang seberapa buruknya Ike memujiku, secara internal, aku melaporkan situasi kepadanya.


"Sayangnya, aku tidak bisa mencari tahu siapa penerima hadiahnya" Itu tidak sepenuhnya benar. Lebih tepatnya, aku tidak bisa mengetahui gambaran perempuan mana pun yang mungkin akan diberikannya. Tidak peduli berapa banyak yang aku selidiki, aku tidak bisa mengetahuinya.


Pada tahun ajaran yang sama, tidak ada yang berulang tahun ditanggal tersebut. Namun, aku juga tidak bisa memikirkan murid di sekolah lain. Kemungkinan, apakah orang yang sedang kami pikirkan ini sebenarnya berada di lokasi yang berbeda? Terlihat kaget, Yamauchi mengangkat kepalanya.


"Gawat... aku tahu ini akan terjadi, Sebenarnya siapa orang yang akan katsuragi berikan?" Daripada kegirangan atau senang, Yamauchi malah membuat ekspresi sedih saat dia mulai berbicara seolah dia mengerti sesuatu.


"Hei, Kanji, bagaimana menurutmu tentang Valentine jahanam di SMP?"


"Aa-apa yang tiba-tiba kau bicarakan? Benar, itu memang sulit untukku, tapi bagaimana dengan itu?"


"Pada dasarnya, bukankah ini semacam petunjuk?... orang itu, aku pikir dia bisa membelinya untuk dirinya sendiri"


.


"Tentu saja tidak..... t-tidak mungkin. Si botak itu sepertinya tidak populer..." Mereka berdua merasa yakin setelah melakukan pertukaran singkat dan sulit dipahami tersebut. Tapi tetap saja, itu adalah perkembangan yang tidak pernah aku pikirkan, jadi aku memutuskan untuk mengajukan sebuah pertanyaan.


"kau bilang dia membeli hadiah untuk ulang tahunnya sendiri?"


"Apa lagi kalau bukan itu, Ayanokouji"


Mereka memelototiku seolah mereka sedang marah. Terlepas dari itu, biasanya seseorang tidak akan membeli hadiah untuk mereka sendiri, bukan? Tentu saja aku menganggap bahwa dia mungkin sudah memberi penghargaan kepada dirinya sendiri sampai tingkatan tertentu. Seperti sebuah makan yang lezat, atau membeli sesuatu yang dia inginkan. Tapi dalam masalah ini, aku tidak berpikir bahwa itu bisa diterapkan.


Dia pergi untuk mendapatkan hadiah yang disukai oleh perempuan, lengkap dengan bungkus dan cokelat di dalamnya. Jika dia hanya menyukai makanan yang manis, akan lebih cocok untuknya membeli dalam bentuk yang berbeda.


"Kau benar-benar tidak mengerti?"


"... sayang sekali" jawabku.


"Tidak peduli bagaimana kau melihatnya, Katsuragi sepertinya bukan tipe orang yang popular dengan perempuan, bukan? Tapi tetap saja, dia adalah pemimpin Kelas A" Aku akan menahan sebuah komentar pada pernyataan itu.


.


"Artinya, dia sudah menjadi sedikit sombong. Dia pasti ingin membuat orang lain di sekitarnya menganggap bahwa dia populer. Dengan kata lain, ini adalah sebuah rencana"


"Singkatnya, daripada menganggap bahwa itu adalah sesuatu yang dia beli untuk dirinya sendiri, dia akan memainkan peran seolah-olah seseorang sudah memberikan benda itu kepadanya. Itu maksudnya" Mereka pasti merasa bahwa tidak ada yang salah dengan kesimpulan yang mereka capai, karena Ike dan Yamauchi mengangguk setuju.


"Aku juga melakukan hal yang sama di SMP, aku membuatnya terlihat seperti aku yang mendapatkannya dari gadis yang paling imut di sekolah"


"Mendengarnya seperti itu bukankah terasa sedikit, hampa?"


“Sudah jelas, bukan? Tentu saja rasanya hampa, tapi ini lebih baik daripada merasa putus asa karena tidak mendapatkan apapun" Dia marah. Sepertinya bagi Ike, kegiatan seperti Valentine dan ulang tahun benar-benar hari yang istimewa.


"Omong-omong, Haruki, kau juga berada diposisi yang sama , bukan?"


"Hah? Tidak, aku berbeda, aku ini populer dengan gadis-gadis, kau tahu?" Yamauchi menjawab Ike.

__ADS_1


"Dasar pembohong. Lalu kenapa kau mengatakan sesuatu seperti itu? Bukankah itu karena kau pikir bahwa dia sudah melakukan hal yang sama denganmu?"


"Aku bilang seperti itu. Di SMP, ada seseorang yang tidak populer seperti Kanji yang aku kenal, itu saja," kata Yamauchi. Sudah jelas itu kebohongan, tapi aku tidak memiliki maksud atau niat untuk menemukan kebenarannya.


"Tapi itu hanya tebakan, bukan?"


“Tidak ada yang meragukan tentang hal itu. Itulah yang pasti sedang terjadi!" Sepertinya mereka sudah memutuskan bahwa sudah tidak ada ruang lebih jauh untuk meragukan kesimpulan yang telah mereka capai, karena mereka tidak saling berdebat lagi.


"Hei Haruki, mungkin kita sudah salah paham dengan si botak... Katsuragi?"


"Ya, aku memperlakukannya dengan rasa permusuhan karena dia adalah Kelas A, tapi sekarang tiba-tiba dia terlihat lebih mirip dengan kita"


"Itu berarti, pada akhirnya kau juga orang yang tidak populer yang membeli hadiah untuk dirinya sendiri"


"Tidak, itu hanya mengingatkanku kepada teman sekelasku, ujung-ujungnya aku merasa kasihan kepadanya." Yamauchi menjawab Ike. Yamauchi dengan keras kepala menyangkal pernyataan Ike.


"Apa kau mau bekerja sama?" Tiba-tiba, sesuatu seperti itu diucapkan.


.


"Apa maksudmu dengan bekerja sama?"


"Kita akan menyiapkan hadiah ulang tahun untuknya" Dari keadaan antagonisme terhadap Katsuragi, sepertinya Ike malah berubah menjadi bersimpati.


"Tentu saja, aku mengerti sesuatu yang didapatkan dari seorang gadis adalah yang terbaik, tapi itu tidak mungkin. Dan dalam masalah ini, bukankah akan menjadi sebuah berkah karena menerima hadiah ulang tahun dari orang lain?" Aku merasa ada yang tidak sesuai dengan logika itu, tapi aku akan kesulitan untuk menyangkal semuanya.


Tentu saja tidak ada perempuan yang berulang tahun besok, tapi bukan berarti semua kemungkinan lain telah musnah. Para guru di sekolah ini dan pihak berwenang yang lainnya, termasuk pegawai yang lain di halaman sekolah. Jika kau memperluas definisi 'perempuan', masih banyak calon yang tersisa.


Selain itu, jika memang hadiah itu untuk dirinya sendiri, apa dia akan dengan berani membelinya begitu saja? Daripada itu, pakaian Katsuragi adalah seragam yang tidak biasa di tengah liburan musim panas.


.


Itu tidak akan menyelesaikan apapun, tapi malah membuatnya menonjol. Mudah dibayangkan bahwa orang lain akan curiga jika melihatnya, dan biasanya orang lain tidak akan memakai seragam.


"Ayanokouji, kau pasti punya beberapa pion juga. Jika ketiganya masing-masing memiliki sekitar 1 500 poin, kita bisa membeli sesuatu yang bagus untuknya". Aku sudah pernah mendengar omongan semacam ini kemarin..... Dengan kata lain, pengeluaranku akan berlipat ganda. Pengeluaran 1 000 poin bukanlah angka yang kecil.


"Jadi Ayanokouji, ini mungkin sedikit mendadak, tapi ayo kita rayakan ulang tahun Katsuragi". Apa saklar mereka sudah jeklek? sepertinya mereka berdua berniat membeli Katsuragi hadiah.


"Kau serius mau membeli hadiah?”


"Bukankah sudah jelas kita akan membelinya? Kau pasti juga ingin menyelamatkan orang yang tidak populer, bukan?"


Ahh, ini menjadi semakin merepotkan, jadi aku memilih untuk tidak menolaknya. Setelah memutuskan untuk bertemu besok, pembicaraan berakhir dan kami bubar pada hari itu. Saat kami berkumpul lagi keesokan harinya di siang hari, sosok Kushida juga ada di sana.


"Halo, Ayanokouji-kun"


"Oh, halo"

__ADS_1


.


Kenapa dia di sini? Pertanyaan seperti itu dijawab dengan kata-kata berikutnya yang berasal dari Ike.


"Kau tahu, kemarin aku berkonsultasi dengan Kikyo-chan, ketika aku mengatakan kepadanya bahwa aku ingin membeli hadiah untuk Katsuragi, dia bersikeras ingin bekerja sama dengan kami, maka dia memohon untuk bergabung juga. Hei, Katsuragi akan lebih bahagia jika bukan hanya anak laki-laki, seorang perempuan juga merayakan hari ulang tahunnya" Ike memberitahuku.


Dia terus memujinya, tapi aku pikir dia hanya ingin menciptakan kesempatan di mana dia bisa bersama dengan Kushida. Yang terpenting, itu akan membuat dia melihat Ike sebagai seseorang yang peduli dengan teman-temannya juga.


"Aku juga memiliki hutang dengan Katsuragi-kun, jadi wajar saja. Tolong beritahu kepadaku biaya untuk hadiah ini" kata Kushida.


Menanggapi pertimbangan lembut itu, Ike menatap Kushida dengan mata love. Begitu juga dengan Yamauchi, meski dia menyukai Sakura, sepertinya dia sangat terpengaruh oleh pesona Kushida karena ia terlihat lebih bersenang-senang daripada saat hanya ada laki-laki di sini.


"Omong-omong, Ayanokouji-kun, kenapa kau memakai seragammu?"


"Seperti itulah" Aku melepas almamaterku lebih awal karena sangat panas, tapi seperti yang diharapkan, seragam ini membuatku terlihat mencolok dengan cara yang buruk.


.


"Ayo kita bergegas"


Mengapit sisi Kushida, keduanya berjalan meninggalkanku. Dan segera setelah itu, sebuah percakapan mulai berkembang. Aku selalu terkesan setiap kali melihat seseorang mampu melakukan percakapan dengan siapa pun, kapan saja. Aku berjalan sedikit di belakang mereka bertiga. Dalam perjalanan, aku melihat seseorang yang tidak biasa.


.



.


"Maaf, kalian duluan saja. Ada yang harus kulakukan" kataku pada mereka.


"Baiklah, tapi pastikan untuk tidak membuat Kikyo-chan menunggu"


"Ya" Aku meninggalkan mereka dan mendekati orang itu.


"Kau cukup ceria, kalian berempat sedang belanja? Meskipun kita sangat menderita di tangan Ryuuen-kun"


"Yah, itu berarti Kelas C melakukan sesuatunya dengan lancar. Tidak ada gunanya mengkhawatirkan itu sekarang, kan?"


"Kau benar ... tapi, masih banyak hal membuatku tidak yakin"


"Seperti?"


"...tidak ada" Lalu, dengan ekspresi seperti Sawajiri Erika, dia menoleh dan sepertinya tidak ada tanda-tanda untuk menjawabku.


"Waktu apa ini?"


"Ehh?"

__ADS_1


Sambung....


__ADS_2