Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume

Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume
CHAPTER 1 : HARI YANG TENANG TIBA-TIBA....


__ADS_3

"Aku bisa makan apa saja... aku ingin menghindari makanan berat jika memungkinkan"


Kapal pesiar ini memiliki banyak restoran. Menunya mulai dari makanan cepat saji seperti ramen dan hamburger hingga masakan Prancis. Karena masih siang hari aku ingin makan makanan ringan jika itu memungkinkan. Seperti yang aku duga, Hirata benar-benar membatalkan kencannya bersama


Karuizawa untuk ini. Aku tidak bisa dengan jelas mendengar suara Karuizawa melalui telepon, tapi Hirata dengan paksa menutupnya dan membatalkan rencananya.


"Apa kau baik-baik saja dengan ini?"


"Tentu saja, ayo kita pergi ke dek, kalau hanya makanan ringan saja akan lebih mudah untuk makan di luar sana" Hirata membuka pintu dan menarikku keluar dari sana.


"Terima kasih atas kerja samamu selama ujian di pulau. Aku tidak bisa cukup hanya dengan berterima kasih, Ayanokouji-kun, kau bahkan membantuku mencari pelakunya"


"Jangan berterima kasih untuk itu, kartunya milik Horikita, dia yang menemukan pelakunya yang mencuri pakaian dalam" aku segera mengatakan kepadanya sebagai tanggapan.


"Tentu itu benar, tapi aku masih ingin mengucapkan terima kasih kepada Ayanokouji-kun yang bekerja sama denganku tanpa syarat” Berbicara tentang ****** *****, masih ada sesuatu yang ingin aku tanyakan


kepadanya. Aku melihat sekeliling untuk melihat apakah ada orang di sekitar sini.


"Apa kau mengembalikan ****** ***** Karuizawa padanya?”


"Ye, bagaimanapun, Ibuki-san adalah pelakunya sehingga dia bisa menerimanya dengan baik,”


Pakaian dalam yang aku bicarakan adalah insiden pencurian selama ujian di pulau. ****** ***** dari salah satu gadis itu, Karuizawa Kei, dicuri dan keadaan dengan cepat menjadi ricuh. Terutama karena ****** ***** itu ditemukan di salah satu tas laki-laku, hubungan antara anak laki-laki dan anak perempuan menjadi tegang. Tapi Hirata berhasil menyelesaikannya dengan mengembalikan ****** ***** dan mencari tahu pelakunya.


Bagaimanapun, semuanya ternyata bagus. Itu adalah situasi yang sulit, jadi aku khawatir dengan apa yang bisa terjadi. Aku khawatir bahkan jika itu Hirata mengembalikan pakaian dalam wanita yang dicuri ternyata sangat buruk. Kenyataan bahwa dia bisa dengan lancer mengembalikan ****** ***** wanita ke tubuhnya berarti dia sudah menaiki tangga kedewasaan. Dari lift di kapal pesiar ke geladak, para siswa sepertinya


menikmati liburan musim panas mereka dengan dress favorit mereka.


Karena ada juga kolam renang di dekat para siswa laki-laki dan perempuan dengan berani mengenakan pakaian renang dan berenang di kolam renang. Karena ketegangan ujian sudah tidak ada, ini tak terelakkan. Mungkin saja keinginan pemberontak yang terpendam dari murid yang tertindas selama ujian di pulau ini akhirnya menghilang untuk menghasilkan situasi ini. Hal ini ditambah dengan fakta bahwa kau tidak  perlu membayar poin apapun untuk penggunaan fasilitas yang disediakan oleh pelayaran termasuk makanan dan minuman.


Terlepas dari poinmu, semua hal di atas semuanya gratis. Tentu saja, kau masih perlu membayar untuk

__ADS_1


menggunakan pakaian renang dan perlengkapan berenang lainnya, tapi selain itu, semuanya gratis. Saat kami sampai di restoran, lebih dari setengah kursi sudah terisi. Kami berdua dengan cepat mengamankan kursi kosong yang masih ada di antara restoran yang ramai itu.


"Sejujurnya ... aku punya sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu" Sementara aku melihat ke bawah pada menu, suara Hirata meminta maaf kepadaku.


"Apa itu?" Tentu saja ada motif tersembunyi. Karena itulah dia begitu memaksa makan bersamaku. Aku tidak mengeluh karena dia berusaha mengundangku, pasti ada alasan untuk itu.


"Aku mungkin bukan pendengar terbaik tapi ... apa kau bisa menyingkatnya?"  Aku bukan pembicara yang baik atau pendengar yang baik, jadi itulah alasan kenapa aku meminta intinya.


"Aku ingin kau menjadi jembatan antara aku dan Horikita-san, aku piker Horikita-san akan menjadi orang yang sangat diperlukan untuk Kelas D di masa depan dan aku sangat ingin bekerja sama dengannya" Aku mengerti, jadi dia butuh bantuanku untuk itu. Aku mengangguk saat Hirata terus berbicara sambil meminta maaf padaku.


"Bahkan kemarin, berkat usaha Horikita-san, Kelas D meraih kemenangan tak terduga, semangat kelas melonjak, aku pikir jumlah siswa yang menyukai Horikita-san juga meningkat yang merupakan perubahan besar dari sebelumnya "


"Kurasa itu benar,"


Perempuan bernama Horikita Suzune ini adalah murid kelas D yang kebetulan juga adalah teman pertamaku di sini. Tapi selain itu, dia orang soliter tanpa teman sama sekali. Satu-satunya keterampilan yang dimilikinya adalah kemampuan untuk menjadi murid akademis terbaik. Tapi kelemahannya, sebagai gantinya adalah dia buruk dalam keterampilan interpersonal dan sering memiliki sikap tegas yang menyebabkan kesulitan saat


bersosialisasi.


"Saat ini, aku merasa seperti bersama denganku dan dia dan semua orang yang bekerja sama, kita bisa naik bersama ke Kelas C, Kelas B dan Akhirnya Kelas A" Hirata mengatakannya dengan optimis.


"Tapi jika kau menjembatani jarak antara kau dan Horikita, itu tidak akan mudah terselesaikan, Horikita adalah tipe orang yang seperti itu".


Bahkan jika aku mencoba memperbaiki hubungan antara Horikita dan Hirata, hal itu hanya akan membuatnya tarlihat sebagai gangguan yang tidak perlu. Jika dia merasa seperti itu, dia mungkin benar-benar memperluas


jarak antara dia dan seluruh kelas sebagai tanggapan. Interaksinya dengan Kushida pada awal semester


pertama adalah bukti dari fakta itu.


"Tentu saja aku mengerti fakta itu, Horikita-san tidak akan membuka diri terhadap siapapun kecuali Ayanokouji-kun. Aku tidak bermaksud memaksakan masalah ini, oleh karena itu aku ingin kau menjadi jembatan yang menghubungkan keberadaanku kepada Horikita-san "


Jadi, seharusnya aku memberitahu hal ini kepada Horikita sama seperti yang dia katakan. Itu berarti sebaliknya, aku juga perlu menyampaikan perasaan Horikita pada masalah itu kembali ke Hirata. Memang, jika aku bertindak sebagai perantara Hirata, Horikita tidak akan bekerja sama dengan anggota kelas lainnya dan kami bisa membangun jembatan hubungan kooperatif yang tak terlihat.

__ADS_1


"Ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, biasanya aku yang mengikuti Horikita... lebih tepatnya, aku tidak pernah benar-benar memberi Horikita pendapat sebelumnya. Jika aku mulai memberikan pendapatku tentang berbagai masalah, tiba-tiba akan terasa aneh"


"Tapi saat ini aku tidak punya ide yang bagus, bahkan jika aku harus berbicara dengan Horikita-san tentang hal ini sekarang, aku tidak yakin bahwa aku bisa meyakinkannya untuk bekerja sama dengan kami. Ini adalah jalan terakhirku "


"Bukankah sedikit terlalu cepat untuk mengambil jalan terakhir pada saat ini?" Aku tentu mengerti sekarang keinginannya untuk bekerja sama dengan Horikita. Tapi jika demikian, dia tidak punya pilihan selain langsung mendekati Horikita dalam masalah ini. Aku mengerti bahwa melakukan ini mungkin akan sulit baginya, tapi bekerja sama dengan orang lain sebagai kelompok juga sama sulitnya.


Hirata seharusnya bisa menyadari sesuatu yang sejelas ini. Dialah yang peduli dengan kelas ini dan memikirkannya dan menghargai ikatan persahabatan di antara mereka. Tapi masih ada satu pertanyaan tersisa tentang dia. Kembali ke pulau itu, dia sepertinya hampir takut akan sesuatu dan kehilangan pandangan terhadap dirinya sendiri. Aku masih ingat tingkah aneh Hirata. Ketika seluruh kelas D dipermalukan oleh kejadian tersebut, dia terlihat hampir ‘kosong’. Itu bukan prilaku normal.


Untuk saat ini, aku memesan sandwich dan beberapa minuman. Makanan ringan secara keseluruhan, mudah dimakan. Siswa berenang di kolam renang di geladak sementara yang lainnya sedang makan sambil tetap memakai pakaian renang mereka. Suasana hati di antara para siswa tampak sangat ramai. Jika Ike dan Yamauchi ada di sini, mereka akan meneteskan air liur lebih banyak pada pakaian renang anak-anak perempuan daripada makanannya sendiri. Hirata, di sisi lain, sama sekali tidak memperhatikan gadis-gadis itu, tapi malah menatapku.


"Ye, seperti yang dikatakan Ayanokouji-kun, rencanaku mungkin sudah dipikirkan dengan buruk" Dia juga jujur atas kesalahan dan mampu mengenali kesalahannya sendiri dalam penilaian rasional yang cepat. Itu adalah salah satu kekuatan Hirata. Tapi sepertinya keinginannya untuk bekerja sama dengan Horikita lebih kuat lagi karena dia tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah untuk membujukku.


"Sepertinya aku harus memikirkan kembali pendekatanku, Horikita-san adalah tipe orang yang sangat serius. Bagaimana kau bisa menyesuaikan diri dengan Ayanokouji-kun?" Untuk memperkuat hubungannya dengan Horikita, sepertinya Hirata ingin berteman dengannya terlebih dahulu dengan meminta sebuah saran. Aku pikir itu adalah sikap yang tepat untuk diambil dan jika ada sesuatu yang dapat aku lakukan, aku ingin meminjaminya.


"Biarkan aku membantah salah satu poinmu, tidak seperti aku berteman dengan baik dengan Horikita atau apa pun, sepertinya dia bahkan tidak mengangapku sebagai teman"


"Tapi sepertinya Horikita hanya berteman denganmu, Ayanokouji-kun" Jadi itu membuatku istimewa karena akulah satu-satunya yang bisa berteman dengan orang itu. Atau mungkin itu adalah seseorang yang bisa dengan mudah berteman dengan 40 orang, tetapi karena frustrasinya ia merasa tidak bisa berteman dengan orang ini.


"Jangan terburu-buru, kita baru saja menyelesaikan semester pertama, kau tau?"


perpaduan hubungan kelas dengan waktu yang dihabiskan bersama. Atau dalam beberapa kasus, saat mereka tiba-tiba diuji dalam kondisi sulit seperti saat ujian di pulau. Tentu saja kau bisa memaksa perpaduan di kelas dengan bertindak kepada teman sekelasmu, tapi semacam perpaduan itu sangat rapuh dan mudah hancur berantakan.


"Aku juga harus menambahkan bahwa Horikita bukanlah tipe yang mudah berteman" Aku


mengatakannya begitu agar Hirata bisa mengerti itu yang cepat.


"... itu mungkin benar" Mungkin dia tidak sabar dalam hal itu tapi wajah Hirata menunjukkan sebuah reaksi.


“Kuakui aku tidak memikirkan perasaannya tapi hanya memikirkan keinginanku untuk kerja sama" Hirata memberitahuku sambil tersenyum dan mengangguk. Aku yakin dia mengerti sekarang.


"Maaf, aku mengajakmu ke sini hanya untuk mendengarkan permintaan egoisku, ayo kita makan" Mungkin dia juga memperhatikannya, tapi setelah beberapa saat Hirata juga menyadari bahwa ada seseorang yang mendekat dan menatapku dengan wajah malu.

__ADS_1


"Ah ... jadi kau di sini selama ini, Hirata-kun, ayo kita makan siang bersama!" Suara gembira memanggil kami. Itu adalah Karuizawa yang mendekati kami.


SAMBUNG.....


__ADS_2