
“Pada masalah itu, hanya jumlah orang yang mengundurkan diri bertambah atau yang mengundurkan diri meningkat, jika itu masalahnya, poin tidak akan berubah dari nol.”
“dengan kata lain, kami tidak jatuh sampai minus dengan ujian khusus ini, kan?” Chabashira-sensei sebelumnya menegaskan.
Mashima-sensei juga mengatakan tidak ada pengaruh negatifdari ujian tersebut. Sepertinya itu benar. Chabashira-sensei melanjutkan sambil mengecek jam tangan:
“Satu tenda yang disediakan cukup besar untuk digunakan 8 orang. Beratnya mendekati 15 kilo jadi mohon
berhati-hati saat membawa ... Apalagi sekolah sama sekali tidak akan membantu mengenai kehilangan atau kerusakan barang yang terjadi di dalam sana. Dengan sebuah tenda baru, ingatlah untuk menggunakan poinmu.”
“Tidak masalah jika aku bertanya sesuatu, sensei? Di mana letak panggilan absen bergulir ini?”
“Sudah diputuskan bahwa guru wali kelas akan bersama-sama dengan masing-masing kelas sampai akhir ujian. Jika kau memutuskan sendiri sebuah tempat berkumpul, harap laporkan. Aku akan mendirikan
tempat dan panggilan absen bergulir akan dilakukan disana. Setelah kalian sudah memutuskan tempat berkumpul, kalian tidak bisa mengubahnya tanpa alasan yang dapat diterima, jadu tolong pikirjab secara menyeluruh, ini juga berlaku kepada kelas lain tanpa terkecuali.”
Apakah ini berarti bahwa Chabashira-sensei akan menghabiskan waktu seminggu dengan kelas D sebagai
pengawas? Tentu saja, dia tidak akan membantu dengan cara apapun.
“Dengar, sensei, Aku minta maaf karena mengganggu pemberitahuanmu di tengah jalan, tapi aku ingin pergi kekamar mandi . bisa jadi karena jus yang sudah aku minum beberapa waktu yang lalu, dimana toiletnya?” Sudou dengan tenang melihat sekeliling. Sepertinya dia tidak mendengar pengumuman itu.
“kamar mandi? Aku sedang memikirkan untuk menjelaskan mulai sekarang. Gunakan ini saat kau ingin pergi
ketoilet.” Dia tidak sengaja menyenggol kotak kardus dari tumpukan. Kemudian, dia mengupas pita plester dan mengambil kotak kardus yang dilipat.
“Hah? Apa itu?”
“Ini adalah toilet. Masing-masing kelas akan disediakan dengan satu barang, tolong tangani ini dengan hati-hati.” Bukan Sudou yang paling bingung dengan penjelasan ini, tapi gadis-gadis dikelas.
“Jangan bilang kami juga akan menggunakan itu!?” Orang yang sangat terkejut dan meninggikan suaranya bukan karuizawa, tapi Shinohara. Alih-alih mengatakan bahwa ini adalah kelompok Karuizawa, Gadis
itu memiliki Kehadiran untuk mengumpulkan dukungan tertentu dari gadis-gadis lain.
“Baik anak Laki-laki dan perempuan akan bergantian. Tapi jangan khawatir, itu ada didalam satu ruangan
yang juga bisa digunakan untuk mengganti pakaian, tidak seperti kalian akan terlihat oleh siapa saja.”
“Itu bukan masalahnya! Tapi ada dikotak kadus! Itu sama sekali tidak bisa diterima!”
“Mungkin itu kotak kardus, tapi ini sangat bagus dan bisa juga digunakan pada waktu yang genting. Aku akan
menunjukkan cara menggunakan mulai sekarang, jadi tolong ingat dengan baik.”
__ADS_1
Sementara dicemooh dari gadis-gadis itu, Chabashira-sensei seperti terbiasa menyiapkan toilet dengan
tangannya. Lalu da meletakkan tas plastik biru dan menaruh sesuatu seperti lembaram kain putih didalamnya.
“Lembaran ini tersebut persediaan air pilimer. Itu menutup dan memadatkan kotoran. Hal itu membuat tidak terlihat dan sekaligus menekan bau. Setelah selesai menggunakannya, susun kembali lembaran itu lagi. Bisa saja menggunakan satu plastik dengan mengulanginya sekitar lima kali. Hanya plastik dan lembaran ini yang akan disediakan tanpa batas. Jika benar-benar diperlukan, kalian bisa mengubahnya setelah selesai
menggunakannya.”
Pada penjelasan ini gadis-gadis itu terdiam dan mendengarkan. Jika ini adalah saat genting, mereka tidak akan
bisa mengeluh. Karena tidak peduli apakah itu anak laki-laki atau perempuan tentang kotak kardus saat itu. Tapi sekarang cukup sulit untuk mengatakan bahwa tempat ini adalah lokasi malapetaka dan bahwa kami harus bertindak seperti itu.
“Aku tidak bisa melakukan ini, aku pasti tidak bisa!” Dimulai dengan Shinohara, hampir semua perempuan menolak sekaligus. Ike yang telah melihat situasinya diam-diam, berkata dengan cemberut.
“Ayo kita bertahan dengan toilet jenis ini, ini bukan saatnya untuk memperjuangkannya, Shinohara.”
“Berhenti main-main, tidak ada masalah dengan kalian, ya. Aku tidak akan melakukannya dikotak kardus itu.”
“Terserah, aku tida punya apapun untuk dikatakan, tapi tidak diizinkan untuk melakukannya dihutan, juga dilaut atau sungai. Jangan lukana itu.” Dengan hanya peringatan ini, guru itu terus berbicara tanpa memperdulikannya.
“Tapi, kotak kardus! Selain itu, para laki-laki juga memakainya, bukan? Menjijikan!” Shinohara yang tidak
menerima kenyataan, mulai membuang kemarahannya pada anak laki-laki, terutama Ike.
“Memang benar, kan? Kau terlihat sangat sesat.”
“Huh, Auww, Itu sakit, Aku seorang gentleman.”
“Jangan membuatlu tertawa, Seorang gentleman? Apa yang sedang kau bicarakan? Sejauh ini, kau yang paling
sesat.” Ike dan Shinohara bertengkar keras.
“Bagaimanapun, aku pikir itu tidak mungkin bagiku.” Shinohara dan sebagian perempuan itu benar-benar tidak menerima situasi.
“Kalau begitu, Apa yang akan kau lakukan? Tidak mungkin memasang toilet selama seminggu, kan?”
“Itu......” Guru yang sedang meilhat keluhan dan perselisihan Shinohara dan Ike sebagai masalah orang lain,
Tiba-tiba membuat wajah cemberut saat dia melihat ke belakang kami.
“Ya-Oh~...” Suara menyapa seperti itu terdengar dari belakang. Pemilik suara itu bergegas mendekati orang yang ditargetkan, menangkap dan memeluk dari belakang.
“....Apa yang sedang kau lakukan?”
__ADS_1
“Apa? Aku sedang memikirkan apa yang akan kau lakukan tentang hal itu?” Kata Hoshinomiya-sensei, seorang guru yang membawahi kelas B, mengelus rambut Chabashira-sensei dengan kedua tangannya.
“Kapanpun aku menyentuh rambut Sae-chan, itu selalu terasa mulus.”
“Apa kau mengerti peraturan sekolah dengan benar? Tidak diizinkan untuk menguping informasi kelas lain.”
“Aku adalah seorang guru yang tidak penting, bahkan jika aku mendengar informasi secara kebetulan, aka pasti tidak akan menceritakannya, tapi tidakkah kau berpikir ini terasa seperti takdir? Kita berdua datang kepulau ini, Sungguh luar biasa. Bukan begitu?”
Takdir? Chabashira-sensei benar-benar mengabaikan kalimat penting dari hoshinomiya-sensei dan makna
tersembunyi itu.
"Diam! Dan cepatlah kembali kekelas B.”
“Oh, Bukankah itu Ayanokouji-kun? Sudah lama sekali~”
Aku tidak memiliki banyak kesempatan untuk bertemu dengan Hoshinomiya-sensei karena tidak seperti guru
lain yang biasa aku lihat di kelas, dia juga merupakan doctor sekolah. Aku membungkuk ringan dan menjawab:
“Musim panas adalah Musimnya
percintaan. Jika kau ingin mangaku kepada orang yang kau sukai, mungkin akan
efektif jika dilakukan dilaut yang indah seperti ini.”
“Laut memang indah, tapi aku tidak bisa melakukan ini selama pelajaran.” Dia berteriak. Mengigat situasi
saat ini, ketika semua orang melihat, aku berharap dia berhenti melibatkanku.
“Aku harus membuatnya mudah.”
“Oi, haruskah aku melaporkan hal ini sebagai masalah perilaku ke atasan sekolah? Tidak ada lagi waktu yang
tersisa.”
“Baiklah, baiklah, jangan melihatku seperti itu ... aku mengerti, aku benar-benar mengerti. Sampai jumpa”
Dia menanggapi Chabashira-sensei dengan wajah sedih. Tepat ketika hoshinomiya-sensei kembaili kekelas B, itu adalah satu-satunya saatbagi Chabashira-sensei untuk membuka topik pembicaraan.
bersambung....
jangan lupa like komen share dan vote^^
__ADS_1
Btw besok senin... ;(