Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume

Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume
Ujian Ichika (2)


__ADS_3


“Apa kau punya urusan dengan mereka berdua di depan? Haruskah Aku memanggil mereka untukmu?”


Nanase, yang juga berada pada tahun pertama yang sama, menyarankan hal ini, tapi kemungkin besar bahwa diskusi akan jadi melibatkan tiga gadis. Itu akan menjadi waktu yang berat untuk ku.


“Tidak, tidak perlu.”


“Benarkah?”


Nanase berjalan dengan kecepatan yang sama, anehnya. Saat Aku menunggu kapan berbicara dengan Nanase, percakapan dimulai dengan cara yang tak terduga. Aku sangat bersyukur pada siapa pun yang menyelamatkan ku dari kesulitan untuk berbicara.


Aku tidak bisa menyebut perkembangan bertemu dengan tahun pertama sebagai kebetulan. Ada kemungkinan dia sedang menungguku pergi ke sekolah dan mencoba untuk meluangkan waktu. Tidak hanya Nanase, tapi semua siswa yang telah


berbicara pada ku untuk mengambil inisiatif harus diasumsikan demikian. Sama seperti Amasawa kemarin, ini bukan siswa yang berbicara pada ku, tapi siswa yang datang untuk berbicara denganku.


“Aku minta maaf atas kekasaran Housen tempo hari.”


“Tidak, Aku tidak secara langsung dirugikan sehingga kau tidak perlu meminta maaf.”


“Tapi tidak bisa dipungkiri kalau dia mengganggumu. Aku mengikutinya untuk menghentikan dia melakukan hal-hal semacam itu, tapi... bagaimana Aku harus mengatakannya?


Tidak mampu untuk melakukannya itu menyakitkan...”


Tidak seperti Housen yang kasar, dia memiliki suara yang sangat ramah dan sopan dengan keinginan yang kuat. Kemampuan akademiknya juga tinggi yaitu B dan merupakan pasangan yang sempurna.


Aku tidak heran jika ada seorang pencari bakat selain Aku menemuinya, tapi sampai hari ketiga, dia belum berpasangan dengan siswa tahun kedua. Tapi, ini mungkin karena kebijakan kelas D tahun pertama.


Selain kemampuan akademiknya, kemampuan fisik, kemampuan untuk berpikir dengan cepat, dan kontribusi sosialnya sangat seimbang dan sangat baik. Sekilas, Aku tak melihat masalah. Itu menimbulkan pertanyaan kenapa Nanase Tsubasa ada di kelas D.


Pada dasarnya, gambaran kelas D cenderung ditempati oleh siswa yang bermasalah. Misalnya, Yousuke dan Kushida sepertinya tidak memiliki cacat di permukaan, tapi ketika mereka membuka tutupnya, maka semakin jelas diri mereka aslinya.


Dengan kata lain, kemungkinan Nanase memiliki masalah tersembunyi yang demikian tak bisa dipungkiri. Tapi, tidak ada jaminan bahwa kelas D tahun ini akan selalu pada tren yang sama.


Bagi ku sendiri, Aku tidak keberatan jika ada beberapa masalah dengan kepribadian dan nilai-nilai. Entah dia ingin menjadi pasangan atau meminta kerja sama, hal yang terpenting adalah apakah Tsubasa Nanase adalah orang di pihak Tsukishiro atau bukan.


Aku khawatir tentang tatapannya itu yang dia tunjukan saat bersama Housen ketika Aku pertama kali bertemudengannya. Matanya yang mengintai, dan matanya yang alami mengarah ke arah ku.


“Apa kamu sudah memutuskan kandidat untuk menjadi pasanganmu pada ujian khusus ini?” Aku memutuskan untuk memperluas cerita untuk mengenal seseorang yang bernama Nanase.


“Aku maksudmu? Aku belum memutuskannya.”


“Jadi, kamu sudah diminta oleh seseorang, kan?”


“Aku kira begitu. Aku pernah diminta beberapa perwakilan dari kelas A tahun kedua dan D tahun kedua kurang lebih.Jika dia memiliki kemampuan akademik B itu masih dalam lingkup harapan, tapi sepertinya dia menolak ajakan itu.


“Kenapa kamu menunda jawabanya?” Entah itu karena kemampuan akademiknya atau poin yang


diminta, dan Aku tidak tahu apakah dia akan mengatakannya,


tapi Aku akan coba masuk.


“Maaf, Aku tidak bisa menjawabnya.” Menundukan kepala dan Nanase meminta maaf.


“Tidak menjawab pertanyaan yang tidak ingin kau jawab adalah pilihan yang tepat, tidak perlu minta maaf.”


Apakah ini masalah Nanase pribadi atau kelas D tahun pertama sepertinya tidak mungkin pada tahap ini Aku bisa mendengarnya. Kalau begitu mari kita serang dari sudut yang berbeda.


“Jika kau tidak bersedia, bagaimana kalau bergabung dengan para pencari di antara kelas kita dan menemukan pasangan yang cocok di antara kita?”


Aku membuat gagasan seperti itu, termasuk Aku sendiri. Horikita juga berpikir bahwa kelas D tahun pertama adalah kuncinya, dan Housen di sisi lain memiliki minat terhadap kelas D tahun kedua. Ini bukan gagasan yang buruk.


“Maksudmu kerja sama antar kelas... kan?”


“Ah(ya). Banyak siswa yang berusaha berpasangan dengan siswa berkemampuan akademik tinggi demi pencapaian mereka. Tapi jika itu terjadi, siswa yang kemampuan akademiknya rendah tidak akan terpilih dan meluap. Baik siswa tahun pertama dan kedua yang mempunyai kemampuan akademik rendah akan menghadapi risiko dikeluarkan dari sekolah.”


“Ya. Aku tahu itu. Aku ingin menghindarinya jika


memungkinkan.”


“Begitulah. Untuk melakukannya, keseimbangan yang tepat diperlukan. Kita tidak bisa mengambil peringkat teratas, tapi kita harus menemukan pasangan yang tidak akan mendapat nilai


merah.”


Kami adalah kelas D. Dicap sebagai yang paling rendah.


Itulah sebabnya kelas D tahun pertama yang memiliki kedudukan yang sama, ada kemungkinan untuk bekerja sama.


“Bagaimana?”

__ADS_1


“Aku juga setuju. Jika memungkinkan, Aku ingin bekerja sama dengan Ayanokouji-senpai. Tapi...”


“Tapi?”


“Aku tidak tahu berapa banyak orang di kelas bisa membantu. Dan beberapa banyak siswa yang percaya diri dalam belajar telah memutuskan pasangan secara pribadi.”


Banyak siswa kunci dalam ujian telah mulai memutuskan pasangan yang kuat dan bertujuan untuk nilai yang tinggi. Kedua gadis yang berjalan di depan tadi juga berlaku untuk itu.


Alasan mereka belum memutuskan pasangan mungkin karena ada masalah lain, seperti poin.


Poin paling penting dalam ujian ini adalah bahwa 30% teratas telah dihargai. Tindakan untuk menyelamatkan siswa dengan kemampuan akademik rendah juga berarti mengarah pada membuang imbalan.


“Kami tidak butuh kerja sama semua orang. Mungkin dengan sedikit penyesuaian, kami bisa melewati ujian khusus tanpa perlu banyak bantuan.”


Bahkan jika beberapa siswa di kelas diambil, itu tidak akan menimbulkan banyak masalah.


“Aku pikir begitu. Tapi bukan tanpa masalah lain.”


Meskipun Nanase menunjukkan kesediaannya untuk menyetujui gagasan itu, tapi dia menunjukkan ekspresi suram.


Aku tidak perlu memikirkan tentang penyebabnya, tapi tampaknya itu juga disampaikan padaku.


“Kalau tidak salah Housen... ya. Sepertinya dia memiliki kehadiran yang besar di kelas D.”


Selanjutnya Aku akan menggali informasi kelas D tahun pertama. Dari kontak terakhir ku dengan Housen, Aku mendapatinformasi yang tampaknya


hampir pasti.


“Ya. Banyak anak laki-laki dan perempuan sudah mulai mematuhi perintah Housen.”


Apa yang awalnya hanya dugaan berubah menjadi keyakinan. Ternyata benar bahwa Housen sudah menguasai kelas, dan dia mencoba mengendalikannya.


Strategi untuk mencegah pembentukan pasangan mungkin telah dijalankan oleh Housen. Jika demikian, berarti Housen bukan siswa yang hanya memakai kekuatannya sendiri di tempat teduh, tapi dia juga memiliki wawasan dan pengamatan untuk melihat sekeliling dan juga ketenangan.


“Apakah Nanase dalam posisi yang sedikit istimewa? Aku tidak merasa kamu tunduk pada Housen.”


“Karena Aku tidak akan pernah menyerah pada kekerasan,”


Kata-kata yang kuat itu muncul kembali, seperti yang tak terbayangkan dari penampilan luar. Pernyataan ini bukanlah murahan, tapi sesuatu yang didukung


oleh sesuatu.


“Senpai sendiri... Bagaimana pendapatmu tentang kekerasan?”


“Bagaimana?”


“Apakah kamu setuju atau tidak?” Jika itu pertanyaan tentang bagaimana pendapatku tentang cara Housen melakukan sesuatu, hanya ada satu jawabannya.


“Jika Aku harus menjawab dari dua pilihan, itu setuju,” Ku katakan begitu.


Aku pikir beberapa tindakan akan segera kembali, tapi dia diam. Ketika Aku mengalihkan pandanganku ke Nanase dan melihat ekspresinya, wajah tenang sampai saat itu telah menghilang.


Dia memiliki mata yang sama seperti saat Aku melihatnya terakhir kali. Setelah beberapa detik menunggu balasan Nanase...


“Aku juga akan menjawab setuju,”


Jawaban yang bisa diambil sebagai kebenaran atau kebohongan, dan tidak terasa gelombang emosi saat dikembalikan.


Apakah keinginan kuat untuk tidak menyerah pada kekerasan sudah dibeli oleh Housen, dan disingkirkan? Tidak... tidak hanya itu.


Pada saat itu, Housen bereaksi kuat dengan kata [Apa(Are)] terhadap perkataan Nanase.


Tidak ada jaminan bahwa Housen adalah orang yang lebih kuat dari Nanase. Aku khawatir tentang itu, tapi itu bukan kata yang akan ku dengar di sini sekarang.


Sesuatu yang seharusnya tidak dikatakan itu tidak terlihat oleh siswa yang berbicara tidak perlu. Dia seharusnya tidak perlu terlalu berhati-hati.


Haruskah Aku cukup sampai di sini? Akan ada kesempatan untuk menyerang lagi dengan Horikita.


“Jika Housen yang memutuskan kebijakan kelas, pembicaraan ini akan sulit.”


Aku mulai berpikir tentang kontak dengan kelas lain sementara terus berhubungan dengan Nanase...


“Um, jika bersedia... Maukah mengatur pertemuan sekali?” Itulah jawabnya, mungkin karena dia telah menerima usulan kerja sama sebagai usulan yang baik.


“Itu tawaran yang bagus, apa kau yakin tidak apa-apa?”


“Ya. Tapi, Aku tidak bisa membuat janji mutlak karena Aku tidak tahu berapa banyak anak yang mau bekerja sama. Dalam kasus terburuk, Aku mungkin satu-satunya, apa kamu keberatan?”


Aku akan mengesampingkan dulu tentang siapa sebenarnya Nanase ini. Untuk saat ini, demi teman sekelas, penting bagi ku dan Horikita untuk meningkatkan peluang terlibat dengan kelas D tahun pertama.

__ADS_1


“Tentu saja. Aku pikir Horikita juga akan senang.”


“Apakah Horikita-senpai pemimpin kelas D tahun kedua?”


“Ya. Dialah yang mengatur kelas sekarang.”


Aku memutuskan untuk memberi tahu Horikita bahwa kami harus berdiskusi dengan kelas D di bawah kerjasama Nanase.


Apa yang harus dilakukan dengan konten yang tampaknya sedikit terlihat di kelas?


“Ah... Aku mungkin tidak bisa langsung menjawab. Apa kau keberatan?”


“Baiklah. Kami juga akan mencoba membuat penyesuaian secepat mungkin.”


“Terima kasih,” Aku bertukar kontak dengan Nanase dan sepakat untuk menghubunginya nanti.


Setelah memastikan bahwa Horikita belum tiba di sekolah, Aku memutuskan untuk menunggu di pintu masuk untuk sementara waktu.


Jika Aku membicarakan hal ini di tengah kelas, itu akan menarik perhatian mata publik.


Tidak lama setelah itu Horikita muncul, dan dia membuat wajah penasaran, tidak mengira kalau Aku sedang menunggu.


“Selamat pagi. Apa kamu mau bertemu seseorang?”


“Dibilang bertemu seseorang, yah kurang lebih begitu. Dan yang ditunggu telah datang.”


“Oh,” Melihat ke belakang dengan ringan, dan dia berbalik ketika sadar bahwa tidak ada orang lain


yang dia kenal.


“Aku?”


“Ya. Ada sesuatu yang Aku ingin kamu dengar secepatnya.”


“Sampai repot-repot menunggu ku, mungkinkah itu hal yang penting,”


Kami mulai berjalan bersama.


“Penting... yah. Kurasa ini memang penting. Baru saja Aku berkesempatan untuk berbicara dengan Nanase Tsubasa dari kelas D tahun pertama. Jadi Aku memberikan sedikit usulan di sana.”


“Wah(Ara), usulan apa itu?”


“Aku mencoba pendekatan mengenai bisakah kelas D satu tahun dan kelas D tahun kedua bekerja sama.”


“Kamu sudah melakukan sesuatu yang tidak biasa untukmu,”


Horikita sendiri seharusnya kepikiran tentang bagaimana cara terlibat dengan kelas D tahun pertama. Aku juga sudah siap kena marah atas usulan kerja sama tanpa izin, tapi...


“Apa kamu sudah melihat status pasangan kelas D tahun pertama?”


“Ya, belum ada yang memutuskan pasangan. Aku rasa Sakayanagi dan pengikutnya juga akan meninggalkan mereka.”


Daripada mengeluarkan banyak uang, wajar jika penarikan terkonsentrasi pada siswa pintar dari kelas atas untuk bekerja sama dengan poin yang masuk akal.


“Aku yakin bukan hanya itu. Untuk menangani kebijakan Housen-kun yang tajam, dibutuhkan banyak upaya. Akan menghabiskan banyak waktu, bagi kelas atas itu hanya merepotkan.”


“Mungkin,”


“Apakah kamu mengerti kesulitan menghadapi Housen-kun, dan kemudian mengusulkannya pada Nanase-san? Atau apakah kamu meminta kerja sama secara diam-diam melalui Nanase-san


agar Housen-kun tidak menyadarinya?”


“Bagaimana menurutmu?”


Aku berani tidak menjawabnya secara mendalam dan bertanya pada Horikita tentang hal itu. Jika pada titik ini, dia tidak memiliki rencana untuk kelas D tahun pertama, lebih baik melepaskannya.


“Aku sudah menganalisis ulang situasi dari ujian


khusus ini, bisakah kau mendengarkan ku?”


“Aku tidak yakin bisa memberimu saran yang tepat,”


“Aku tidak mengharapkannya,” Sepertinya dia hanya ingin berbagi pemikirannya. Itu mungkin ada hubungannya dengan kelas D tahun pertama yang ku bawa hari ini.


“Pertama, ketika Aku melihat seluruh tahun pertama, sudah jelas bahwa siswa yang memiliki kemampaun akademik baik akan populer.”


“Itu benar. Hakuchou juga mengatakan bahwa ada tawaran kontrak dengan poin dari kelas A dan kelas C tahun kedua.”


“Tapi Hakuchou dan rekan-rekannya menahan jawaban mereka. Aku tidak berpikir ada kerja sama dengan melibatkan poin, tapi 500.000 poin juga sudah terlalu besar bagi kita.”

__ADS_1


sambung


__ADS_2