Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume

Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume
Chapter 3


__ADS_3

Ichinose menemui Katsuragi untuk mencoba mengubah pendapatnya, tapi kali ini sepertinya Katsuragi telah melakukan sahutan yang benar. Hanya ada empat kemungkinan hasil untuk ujian ini. Murid dapat memilih untuk menyelesaikan ujian melalui salah satu dari hasil tersebut. Tidak tertarik dengan persaingan antar kelas, Katsuragi sepertinya hanya berfokus kepada memimpin Kelas A melalui ujian ini.


"Berbicara lebih banyak tidak ada gunanya, Ichinose. Kau harus tahu bahwa aku tidak mengubah keputusanku"


"Membelah gunung tanpa bergerak sedikit pun, huh?" Ichinose berkomentar sambil tersenyum pahit. Setelah melihat tidak adanya tanda-tanda dia akan menyerah, sepertinya dia mengerti Katsuragi tidak akan menerima pendapat kami. Aku memang sudah menduga hasil seperti ini sejak awal.


"Apa kau masih berusaha?"


"Tentu saja, itulah inti dari ujian ini" Ichinose dan Katsuragi. Dua elite yang kuat saling menolak secara langsung.


"Aku minta maaf, tapi aku sudah bisa melihat hasil ujian ini. Selama kami dari Kelas A menolak untuk bekerja sama, tindakanmu akan sangat terbatas. Tidak akan ada kemungkinan kau akan menang"


Itu benar, meskipun tiga kelas bersatu secara sempurna, ujian ini bukanlah hal yang mudah untuk diselesaikan. Begitu identitas "target" terungkap, seseorang pasti akan menjadi pengkhianat. Selama pengkhianat berdiri untuk mendapatkan sesuatu sendirian, kerja sama akan sulit dipertahankan sampai akhir. Jika hasil tidak terbagi secara merata, tidak ada gunanya bekerja sama.


"Katakan sesuatu kepadaku. Jika kau adalah pemimpin Kelas A, bukankah kau sudah menggunakan strategi yang sama sepertiku?"


"Aku bertanya-tanya, aku masih belum melihat sesuatu dari sudut pandang Kelas A. Jika kau berada dalam posisi yang diburu seperti itu, bukankah seharusnya kau sudah memiliki banyak pengalaman untuk diburu? Sejak awal ini adalah hal yang sulit " Seakan mendengar sebuah omong kosong, Katsuragi memejamkan mata dan menyilangkan tangannya lalu akhirnya melihat mata Ichinose sekali lagi.


"Ini hanya image pribadiku, tapi aku pikir jika kita berada di posisi yang sama, kau juga akan melakukan pembicaraan yang tidak dapat dielakan dan memilih strategi yang sama dengan yang aku lakukan. Jika ingin melindungi kelasku, aku tidak keberatan menerima kritik dari kelas lain" Katsuragi mengatakan dengan asumsi bahwa Ichinose memiliki keyakinan yang sama dengan dia dan Ichinose hanya tersenyum lembut menanggapi penilaiannya terhadapnya.


"Maaf karena sudah menghabiskan waktumu, kupikir aku mengerti sekarang. Perasaan dan cara berpikirmu"


"Senang mendengarnya. Permisi" Ichinose tidak bergerak satu inci pun saat dia melihat Katsuragi.


"Ujian ini, sangat mudah ketika memainkan permainan bertahanan, huh, seharusnya aku tidak usah melakukan sesuatu yang tidak perlu," Pada dasarnya, hanya kelas yang sangat membutuhkan poin yang harus cepat menemukan petunjuknya, namun ada resiko yang besar disana. Melepaskan "target" juga bisa menyebabkan masalah bagi kelas.


"Meski begitu, Kanzaki-kun dan yang lainnya belum keluar" Meskipun Katsuragi dan Kelas A pergi duluan, yang lain selain mereka belum menunjukkan diri. 1 jam adalah jumlah waktu minimum yang dibutuhkan untuk berdiskusi, namun diskusi di luar itu tidak dilarang.


"Apa kau akan menunggu Kanzaki?" Aku bertanya pada Ichinose.


"Ayanokouji-kun juga menunggu Horikita-san, kan? Aku ingin mendengar apa yang mereka katakan juga, ayo kita tunggu bersama-sama"


Dia bisa berbicara dengan Kanzaki kapan pun dia mau, tetapi kesempatanku untuk berbicara dengan Horikita terbatas. Sejak Katsuragi menolaknya, dia mungkin juga ingin mendengar pendapat dari kelas lain juga. Tetapi sejak awal, aku tidak berpikir ada cara untuk menerobos strategi Katsuragi dan sejak saat itu, kami menunggu sekitar 30 menit dan pintu ke ruang kelompok naga akhirnya terbuka. Yang keluar adalah murid Kelas C kecuali Ryuuen, ada juga Kushida dan Hirata.


"Hmm? Ayanokouji-kun, apa yang kau lakukan disini? Apa kau menunggu Horikita-san?"


Setelah melihatku, Kushida mendekatiku dengan cara yang aneh. Kenangan akan apa yang terjadi dengan dirinya kemarin muncul di dalam pikiranku dan tubuhku langsung menegang. Tetapi sepertinya Kushida masih sama seperti biasanya dan belum menunjukkan adanya tanda-tanda perubahan. Ini sedikit disayangkan.


"Hai, Kushida-san"


"Uwaa, Ichinose-san, Hai, Ini sangat mengejutkan dan gabungan yang asing" Sepertinya Kushida tidak tahu bahwa kami adalah kenalan dan tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.


"Aku sedang menunggu Horikita-san dan Kanzaki-kun tapi apa mereka masih berbicara di dalam?"

__ADS_1


"Mereka berdua masih berbicara dengan Ryuuen-kun. Sepertinya kalian boleh masuk" Kushida menunjuk ke arah pintu seolah mengundang kami masuk.


"Tidak masalah, tidak masalah. Aku bisa menunggu. Apa mereka masih di tengah diskusi?"


"Apa itu tidak masalah? Batas ujiannya hanya 1 jam, apapun yang di luar itu kau bebas untuk keluar masuk sesukamu, selain itu, kau tidak tahu apa mereka masih membicarakan ujian atau tidak" Dan dengan sikap yang sedikit memaksa, Kushida membuka pintu dan memaksa kami masuk. Karena aku dipaksa masuk dan


tanpa ada alas an untuk menolak, aku masuk bersama dengan Ichinose. Mataku bertemu Hirata beberapa saat.


Dan di ruangan tersebut, tiga orang duduk sedikit terpisah satu sama lain. Hampir seperti situasi tiga negara. Tetapi itu bukan suasana tegang yang aku rasakan tapi sesuatu yang lebih santai. Saat kami penyusup menginjakkan kaki di ruangan itu, tatapan mereka segera berbalik ke arah kami. Horikita dan Kanzaki tidak menunjukkan banyak perubahan dalam ekspresi mereka, tetapi Ryuuen sepertinya sudah menemukan sesuatu yang lucu saat dia tertawa. Lalu dia mengangkat tangannya dan memanggil Ichinose.


"Yo, apa kau datang jauh-jauh ke sini untuk melakukan pengintaian? Jangan malu, duduklah”


"Tentu saja ini adalah kombinasi yang menarik. Aku sangat tidak sabar mendengar apa yang sudah kau bicarakan setelah waktu yang diberikan.”


"Kuku, tentu saja. Awalnya, kau pasti sudah mengira akan berada di tempat yang sama dengan Kanzaki. Tapi nyatanya, kau termasuk di dalam kelompok yang berbeda dan Kelompok kecil dengan sesuatu yang terlihat jelas. Atau mungkin itu adalah jenis orang yang sepertimu?”


"Ayolah, Ryuuen-kun, penempatan diputuskan oleh sekolah, bagaimana kau bisa tahu? Kami hanya berjuang berdasarkan informasi dan situasi yang sudah kami berikan. Caramu mengatakan itu kedengarannya seperti kebalikannya dan sekolah sengaja mengelompokkan kita? "


Ichinose bertindak seolah-olah dia belum menyadari atau memperhatikan sesuatu, tetapi Ryuuen bukanlah tipe laki-laki yang percaya pada sesuatu yang seperti itu. Sambil tertawa, ia cepat bergerak dan menutup jarak antara dirinya dan Ichinose. Dan sepertinya dia bahkan belum menyadari kehadiranku. Tetapi, secara pribadi aku lebih suka dengan cara yang seperti ini.


Jika kau belum menyadarinya, maka aku akan memberi tahumu. Di dalam ujian ini, sekelompok guru dengan sengaja memutuskan kelompok tersebut, hal itu juga berarti bahwa ada alasan kenapa kau dikeluarkan dari kelompok ini meskipun kau adalah pemimpin kelas B"


"Hmm, jadi bukan kelompok yang acak tapi yang sudah ditentukan, ya? Aku tahu kelompok Ryuuen-kun terdiri dari orang-orang yang sangat berbakat, tapi sepertinya kelompok lain juga diputuskan seperti itu. Terima kasih atas informasinya, tapi apa itu tidak masalah? Memberiku informasi seperti itu?" Jawaban Ichinose yang seperti itu seharusnya sudah diperkirakan, tetapi aku tidak mendapatkan perubahan ekspresi di wajah Ryuuen. Normalnya, setelah mendengar fakta-fakta yang seharusnya tidak diketahui,


akan ada sebuah kejutan, kecemasan atau keraguan. Tetapi tanpa kehilangan sedikit pun, Ichinose mengucapkan terima kasih atas informasinya. Itu bukan respons yang alami. Tentu saja, dengan melihatnya dari sudut pandang pihak lain, reaksi Ichinose pasti membuatnya terlihat seolah-olah dia sudah mengetahui kebenaran ini sejak lama, tetapi hanya menyembunyikan fakta tersebut.


Dalam masalah ini, apakah Ichinose melihat pengelompokan yang disengaja oleh pihak sekolah itu tidak penting? Yang terutama adalah 'kenapa', jika dia sadar, dia akan memutuskan untuk tetap diam dalam masalah ini. Itulah arti dari usaha untuk saling menagamati satu sama lain.


"Tetapi, meski begitu..." Dan dengan wajah jengkel, Ryuuen akhirnya berbalik menghadapku.


"Aku juga, aku suka mengejar perempuan, tapi kau bahkan lebih buruk dari pada hal itu, bukan? Pertama Suzune dan sekarang Ichinose. Kau selalu tergantung kepada perempuan," katanya kepadaku. Tentu saja itu bukan niatku, tapi sekarang aku memikirkannya, dia juga tidak salah dan aku tidak bisa menyangkalnya. Bukan berarti Ryuuen sangat tertarik kepadaku, karena dia tidak mengatakan apa-apa lagi setelah itu.


“Kau datang di saat yang tepat, Ichinose. Aku punya usulan menarik yang kubuat untukmu"


"Usulan? Bagaimanapun aku akan mendengarmu, apa itu?"


"Ini hanya omong kosong belaka. Luangkan waktu untuk membuka lebar telingamu" Karena sudah mendengar usulan itu, Horikita dengan cepat memotong seolah-olah ingin mencegahnya.


"Itu adalah usulan untuk bekerja sama dan menghancurkan Kelas A bersama-sama. Tapi sepertinya Suzune dan Kanzaki sudah menolakku"


"Apa maksudmu?"


"Sudah kukatakan kepada Suzune sebelumnya, tapi aku sudah tahu identitas semua ‘target’ Kelas C, kau tau" Dan sebagaimana Katsuragi memiliki strategi milik Katsuragi sendiri. Sekarang, sepertinya giliran Ryuuen untuk membicarakan strateginya sendiri. Sepertinya kami sudah berkembang melampaui tahap yang kami hadapi di pagi hari.

__ADS_1


"Tiga kelas akan menggabungkan kekuatan dan berbagi informasi yang mencakup identitas semua ‘target’ dan juga mengabaikan peraturan sekolah untuk ujian ini"  Jadi itulah arti aliansi tiga kelas tersebut.


"Itu ide yang cukup berani, tetapi betapa realistisnya itu adalah masalah yang sama sekali berbeda. Pertama, bagaimana kami bisa percaya bahwa Ryuuen-kun sudah mengetahui ‘target’ dari Kelas C?"


"Kau tidak bisa mempercayaiku dan itu wajar saja, lalu kita tidak membuat kontrak dalam masalah ini? Sebuah janji untuk berbagi identitas ‘target’ diantara kita dan meremukan kelas A. Dengan cara itu, menyampingkan kelas A, tiga kelas akan secara efektif membentuk pengepungan terhadapnya” Tapi ini adalah strategi yang sepertinya akan runtuh jika Kelas A menolak untuk terllibat.


"Bahkan jika kita menulis sebuah kontrak, tanpa mengetahui siapa yang akan mengkhianatimu, itu tidak akan berarti lagi. Itu adalah akhir jika Kelas C mengkhianati kami" Pernyataan Horikita seperti itu adalah tindak lanjut alami atas usulan semacam ini. Dari informasi yang aku kumpulkan sendiri, sepertinya Ryuuen sudah membentuk aliansi dengan Kelas A untuk beberapa lama ini.


Dan selama ujian di pulau itu, Ryuuen telah menunjukkan kecenderungannya untuk mengkhianati. Fakta bahwa Katsuragi tidak mengajukan satu keluhan pun terhadapnya menunjukkan betapa baiknya orang ini melakukan tugasnya. Strategi itu sendiri bukanlah hal yang buruk, namun fakta bahwa Ryuuen adalah orang yang mengajukannya adalah masalahnya.


"Apa yang dikatakan Horikita-san itu masuk akal, tapi jika kita tidak tahu identitas ‘target’ seperti Ryuuen-kun, ini hanyalah usulan yang tidak berarti"


"Tidak ada gunanya bermain permainan bodoh. Tidak mungkin kau juga tidak menganalisis kelas lain," balas Ryuuen pada Ichinose. Keduanya tersenyum di wajah mereka, tetapi suasana di antara mereka sedikit berubah seperti jarum yang menusuk kulitmu sejak awal.


"Kau terlalu melebih-lebihkanku, Aku tidak melakukan hal yang seperti itu. lagipula, usulan ini berisiko sangat tinggi. Aku khawatir aku tidak bisa menerimanya" kata Ichinose kepada Ryuuen.


"Ada saatnya untuk sebuah rahasia dan ada saatnya untuk melakukan sesuatu"


“Itu mungkin sudut pandangmu, tapi sekarang kau mengumpulkan informasi dengan sangat agresif. Apa jangan-jangan impianmu adalah naik ke Kelas B?"


"Horikita-san dari Kelas D juga menentangnya. Sejak awal, tidak mungkin usulan ini diterima"


"Mau bagaimana lagi, lagipula Suzune punya alasan untuk menolak usulan tersebut"


"Apa maksud dari usulan itu" Horikita bertanya pada Ryuuen.


"Bukankah kau mengerti? Agar strategi ini berhasil, kau harus benar-benar memahami kelasmu sendiri terlebih dahulu dan untuk Kelas D yang sama sekali tidak memiliki kerja sama tim, itu adalah tugas yang tidak mungkin, Benar kan? dan itu juga tidak mungkin bagi Kelas A yang terbagi menjadi dua kelompok saat ini" jawabnya. Suasana berubah sekali lagi dan sekarang rasanya seperti suasana mendung telah turun ke atas ruangan.


"Tapi bagiku, seseorang yang menguasai kelas dan Ichinose yang sangat populer, strategi ini mungkin saja terjadi. Saat ini aku mengajukan tiga aliansi kelas, tapi bahkan jika hanya dengan dua kelas, itu masih menjadi mungkin. Dilihat dari ujian ini mungkin sedikit merosot, namun jika itu aku, aku pasti bisa melakukannya. Jika aku bisa melakukannya, A dan D juga bisa dipermalukan”


Untuk menemukan "target" dari Kelas A dan Kelas D dengan bekerja sama sebagai dua kelas. Itu usulan Ryuuen. Fakta bahwa Ryuuen dengan berani mengusulkan strategi ini ke Kelas B untuk meminta kerja sama mereka di depan Horikita, aku, Kushida dan Kelas D sendiri tidak bisa memahami dan mengganggu.


Sekalipun strategi ini tidak sempurna, sepertinya Ryuuen mampu mendapatkan sesuatu dengan mengetahui identitas "target" kelas tersebut dan akan mencapai poin itu hanya dengan satu langkah lebih jauh. Jika demikian, ini akan menjadi momen penting bagi Kelas D.


"Ini mungkin kata-kata yang tidak penting, tapi bukankah itu berarti strategimu masih belum sempurna?"


Kupikir dia hanya akan mengamati disini tapi saat ini sikap Horikita sepertinya sudah menandai dia sebagai musuh. Bahkan jika Ichinose memutuskan untuk bersekutu dengan Class D sebagai gantinya, kami masih belum tahu seberapa jauh kami bisa mempercayainya. Mengingat hal tersebut, akan sangat fatal jika membiarkan Ichinose membentuk hubungan dengan Ryuuen di sini.


"Apa kau mengerti situasinya sekarang, palyboy?" Ryuuen menertawakanku seolah mencoba mengejeku, tapi aku memutuskan untuk tidak diam dan menjawab dengan jujur.


"Jika Kelas B dan C membentuk aliansi di sini, tentu saja Kelas A dan D akan membentuk aliansi juga, bukankah begitu? Aku mengakui bahwa Kelas D rapuh saat ini, sangat mungkin kekalahan akan menjadi kenyataan. Aku percaya itu akan datang bersamaan. Sama halnya untuk Kelas A juga "


"Bukan berarti aku sedang bersekutu dengan Ichinose saat ini, kecuali jika kau dapat memastikan fakta bahwa aliansi semacam itu sudah terbentuk, aku ragu Katsuragi akan bekerja sama denganmu" jawab Ryuuen kepadaku.

__ADS_1


Aku akui, Katsuragi adalah orang yang berhati-hati yang tidak akan menerima negosiasi ambigu semacam itu. Namun, karena ia juga menderita di tangan Ryuuen, masih ada ruang untuk berdebat dengannya. Setelah apa yang aku katakan, sepertinya Horikita juga menyadari bahwa usulan ini tidak akan berhasil.


sambung


__ADS_2