
"Ya, aku sudah siap untuk kesempatan itu"
Mengatakan itu, aku menunjukkan kepadanya ponselku. Tentu saja, Karuizawa mungkin tidak tahu persis apa ini. Bagaimanapun juga, bahkan saat dia membuat wajah yang tidak puas, Karuizawa menuruni tangga. Aku melihatnya pergi dan menarik napas. Strategi Kelas D kurang lebih sudah banyak diperkuat. Dan juga strategi yang sudah aku buat.
Sekarang, aku penasaran seperti apa bayangan pertarungan sekutu kita, kelas A? Mengingat kepribadian Katsuragi, mereka mungkin akan menjalankan rencana yang kuat, tapi.... keberadaan Sakayanagi, tentu saja bagi Tim Putih, dan untuk Kelas D juga merupakan hal positif. Misalnya, anggap saja ada perangkat melarikan diri yang hanya bisa menyelamatkan satu orang, dan orang-orang yang sedang berada di dalam keadaan sulit adalah individu yang sehat dan orang cacat.
Dalam situasi itu, yang aku maksud adalah bahwa individu yang sehat tidak berkewajiban menyerahkan perangkat ini kepada orang cacat hanya karena kecacatan fisik mereka. Karena orang itu adalah orang cacat yang tidak bisa menolaknya, tidak masalah jika harus mencuri perangkat melarikan diri dari mereka yang sehat, bahkan jika memukul secara fisik itu diperlukan.
Lahir sebagai individu, kau tentu memiliki hak untuk hidup sebagai individu juga. Dalam skenario darurat, ilegalitas itu akan disingkirkan. Tidak ada yang adil atau tidak adil tentang itu. Hanya karena Sakayanagi tidak bisa berolahraga tidak berarti ada kebutuhan agar mudah melakukannya.
.
"Tapi meski begitu ......" Karena memiliki masa lalu yang mendalam, kempuan Karuizawa dalam membaca pikiran dan emosi orang-orang lebih baik daripada yang aku bayangkan. Lebih dari itu,
kenyataan bahwa dia berhasil membuat sekitarnya 'tidak' melihatnya seperti itu, membuatnya mendapatkan poin tinggi. Sekali lagi, setelah menyelesaikan urusan tidak terduga ini, aku merasa puas dan memutuskan untuk pulang.
***
Hingga festival olahraga, selain menentukan peserta kontes, ada banyak beban lain yang harus dilakukan. Persiapan yang harus dilakukan untuk memastikan festival olahraga berjalan lancar bagi sebagian besar dari mereka. Baris berbaris serta berlatih dari awal masuk ke kompetisi hingga akhir. Sebagian besar kelas penjaskes dinyatakan sebagai jam kosong dan setiap murid diberi izin untuk menangani segala jenis praktik yang mereka inginkan.
"Aku sudah meminjamnya" Pada jam olahraga keesokan harinya, Hirata mengajukan permohonan ke sekolah dan memperoleh alat mengukur kekuatan pegangan. Rencana Horikita yang dipakai, berdasarkan prioritas kepada keunggulan atletik, adalah sebuah rencana yang hanya akan menyatukan mereka yang percaya diri dengan kekuatan mereka. Sederhana saja tapi fungsinya cukup bagus sebagai tolak ukur.
.
Secara khusus, ada lebih dari beberapa kompetisi di mana anak laki-laki akan bersaing murni dengan menggunakan kekuatan.
"Kita akan melakukannya sesuai urutan. Kita akan mengukur kekuatan pegangan dari lengan dominan kita. Jika kau memberi tahu hasilnya maka aku akan mencatatnya. Aku sudah meminjam dua jadi kita bisa melakukannya dengan lebih efisien dan menghemat waktu"
Mengatakan itu, dia membagikan masing-masing satu ke Sudou dan Yukimura yang berada di sampingnya. Mungkin dia memutuskan untuk mengukur secara searah dengan jarum jam dan berlawanan arah dengan jarum jam. Tapi Sudou, yang tidak menyadarinya, malah secara paksa meraih alat itu dan mencurinya.
"Kita akan mulai dari aku, Hirata. Karena dengan memulainya dariku, Itu akan menjadi penenatapan stantar tertingginya" Itu bukan logika yang bisa aku pahami dengan baik tapi aku mengerti bahwa dia ingin membanggakan kekuatannya sendiri.
"Umm ..... jadi, kita mulai dari Sotomura-kun di samping Sudou-kun" Setelah permintaan diubah secara paksa, titik tolaknya harus disesuaikan lagi.
"Perhatikanlah, Ayanokouji. Ini adalah kekuatan seseorang yang akan membawa kelas ini"
.
Sudou dengan bangga tertawa dan menunjukkan kemampuannya sebagai orang yang secara paksa menjadi yang pertama.
"Uraaa!" Dipenuhi oleh semangat juang, bahu Sudou bergetar saat ia mencengkeram alat di tangan kanannya. Nilai numerik digital meningkat dengan cepat. Dalam sekejap ia naik di atas 50 dan mencapai 60 dan terus meningkat hingga 70. Kemudian, nilai yang ditampilkan secara digital pada akhirnya adalah 82,4 kg. Sekitaran secara cepat menjadi ricuh.
"Kau terlalu kuat!"
"Heh, itu karena aku selalu latihan, ini wajar, Hei, kau juga harus melakukannya, Kouenji" Hampir seolah-olah itu adalah sebuah provokasi, dia menunjukkan nilainya kepada Kouenji sambil menyerahkan alat itu.
"Aku tidak tertarik, kau mungkin bisa mengabaikanku" Memoles kuku jarinya, Kouenji lalu meniup ujung jarinya.
"Apa kau takut kalah denganku? yah, setelah melihat nilai seperti ini, tentu saja bisa dimengerti"
.
Dia membuat provokasi yang murahan, tapi sepertinya Kouenji tidak berniat meresponnya karena dia tidak berpaling untuk melihatnya.
"Tch ... hei, Ayanokouji" Karena aku berada di samping Sudou, aku secara paksa diserahkan alat pengukur kekuatan pegangan.
__ADS_1
"Tidak, aku bisa melakukannya nanti"
"Hah? Kau juga? Jangan bercanda. Lakukan yang diperintahkan!"
Aku lebih suka tidak diberi tahu hal itu oleh Sudou yang secara paksa mencuri giliran untuk dirinya sendiri, tapi pasti jika kita melakukan perintah ini maka berikutnya adalah aku. Namun, berpikir bahwa orang kedua yang akan diukur adalah aku ..... Aku tahu Sudou yang mendapatkan 82,4 kg adalah nilai yang jauh lebih tinggi tapi aku penasaran berapa nilai rata-rata untuk murid SMA tahun pertama? Aku sudah mencengkeram ratusan ribu alat pengukur seperti itu di masa lalu, tapi aku belum pernah mendengar nilai rata-rata dari generasiku. Karena tidak ada apapun kecuali catatan pribadiku yang tersimpan.
"Hei, Sudou, berapa nilai rata-rata murid SMA?"
"Hah, aku tidak tahu, seharusnya tidak sekitar 60?"
"60, ya....?"
.
Aku mencengkeram alat pengukur kekuatan cengkeraman yang aku terima sehingga monitor terlihat olehku. Kekuatan peganganku bukanlah sesuatu yang sebanding dengan lebar lenganmu. Tentu saja bukan berarti mereka tidak ada hubungannya tapi yang terpenting adalah otot brachioradialis yang terletak di lengan bawah dan kumpulan otot yang dikenal sebagai otot fleksor karpi radialis.
Mekanismenya adalah, sebagai otot lengan bawah, ia menarik tendon dan menyebabkan jari membungkuk. Dengan demikian, seseorang bisa meningkatkan kekuatan pegangan mereka dengan melatih kumpulan otot ini. Dengan kata lain, selama kau memiliki sejumlah massa otot tertentu, maka tergantung bagaimana kau melatihnya, mungkin bisa melebihi 1 00 kg.
Tentu saja, untuk mencapai hal ini, tidak ada, tapi latihan yang melibatkan pencengkeraman itu diperlukan. Perlahan menambahkan kekuatan ke tuasnya, aku mencengkeramnya. Lalu, begitu aku lewat 44, aku mulai menyesuaikannya. Begitu aku berhasil melewati 55, aku melakukan penyesuaian lebih lanjut dan setelah mencapai sedikit di atas 60, aku berhenti menambahkannya.
"..... Aku tidak bisa, aku tidak bisa melakukannya lebih dari ini" Mengatakan itu, aku melepaskan peganganku pada alat ukur dan menyerahkannya kepada Ike di sampingku. Lalu, aku melangkah maju, melapor kepada Hirata.
"Punyaku 60,6"
.
Aku tidak berminat melaporkannya seperti itu.
"Heh ... kau cukup kuat, Ayanokouji-kun" Seolah terkesan, Hirata berbalik ke arahku dan tersenyum.
"Menurutku nilai rata-rata lebih rendah dari itu? Nilai rata-rata berada di sekitar 45 atau sekitar 50?"
"Hirata... punyaku 42,6. Berikan aku sedikit bonus dan buatlah menjadi 50"
Ike datang untuk melapor. Itu adalah permintaan bonus yang tidak kecil. Bahkan saat dia tersenyum gemetar, Hirata menuliskan 42,6 di buku catatan. Sotomura meraih 41 , dan Miyamoto yang datang kemudian mendapatkan 48 dan tentu saja, ada banyak hasil di bawah 50.
"Aku mengerti ..... jadi 60 itu tinggi
...."
Rupanya aku salah karena bertanya kepada seseorang seperti Sudou tentang rata-rata nasional. Tidak mungkin dia tahu semua itu. Aku berpikir untuk tidak berpartisipasi dalam kontes dengan tetap berada di posisi tengah, tapi itu adalah kesalahan perhitungan yang fatal. Pada tingkat ini, mungkin aku harus berpartisipasi dalam beberapa acara Partisipasi khusus hanya untuk yang Disarankan.
.
Akibatnya, mengesampingkan Kouenji, akhirnya aku menempati posisi kedua di kelas. Aku sudah membuat kesalahan. Selanjutnya, posisi ketiga adalah Hirata dengan 57,9. Seperti yang aku duga, seorang laki-laki yang bisa melakukan apapun seperti dia mampu menghasilkan hasil yang tak tergoyahkan bahkan di sini. Di sisi lain, Sudou yang berniat membawa seluruh kelas pada festival olahraga, tidak menyembunyikan kekecewaannya atas hasil teman sekelasnya.
"Benar-benar tidak bisa diandalkan, kelasku ini..... kecuali aku, semua orang terlihat seperti sampah. Saat ini mungkin juga akan berakhir setelah Ayanokouji" Bahkan jika itu adalah fakta, bahwa dia bisa mengatakan itu kepada orang-orang yang dimaksud di sampingnya adalah salah satu hal yang menakjubkan dari Sudou.
Setelah semua anak laki-laki selesai mengukur, kali ini mereka menyerahkan alat ukur kepada anak-anak perempuan. Aku pikir itu sudah jelas karena ada kompetisi campuran dimana kekuatan akan dibutuhkan dari mereka seperti halnya anak laki-laki. Saat ini, Hirata mengisi keseluruhan hasil yang sudah diukur ke dalam kerangka acara partisipasi hanya untuk yang direkomendasikan dan menulisnya di buku catatan.
"Tarik tambang dan tarikan tambang segala arah hanya bisa sesuai dengan kekuatan pegangan. Sudou-kun, Ayanokouji-kun, Miyake-kun dan aku"
.
"Hei, aku penasaran dengan sesuatu, aku belum pernah mendengar tentang tarik tambang segala arah. Aku belum pernah mendengarnya.”
__ADS_1
"Aku juga belum pernah mendengarnya, jadi aku mencari tau. Persis seperti yang terlihat, sepertinya adalah sebuah kontes di mana kau menarik tali ke empat arah. Dari 4 kelas, masing-masing dipilih empat orang dengan total 1 6 orang yang menarik tali sekaligus, sepertinya semacam kontes yang seperti itu” Tidak seperti tarik tambang yang normal dimana bisa menggunakan kekuatan, sepertinya sebuah taktik akan penting di sini. Hirata menulis para peserta tarik tambang segala arah.
"Hei, Hirata, bukankah kami mendapat beberapa kesempatan?"
"Bukan seperti itu, misalnya, dalam scavenger hunt, bukan atletisan, aku pikir keberuntungan adalah apa yang sedang diuji"
"Keberuntungan, ya? Lalu bagaimana kita akan memutuskannya?"
"Sederhana. Bagaimana kalau kita melakukan gunting-batu-kertas?" Aku pikir bukan berarti Hirata serius, tapi anehnya ini mungkin sebuah usulan yang masuk akal.
.
Dalam kehidupan individu, keberuntungan tiba-tiba merupakan faktor yang sangat besar. Ini tidak pasti, tapi karena ketidaktetapan keberuntungan, mungkin saja kehidupan seseorang bisa melakukan perubahan sebanyak 1 80 derajat. Ada orang-orang, meski berbakat, tetap menjadi pegawai perusahaan sementara mereka, meski tidak kompeten, berhasil naik ke posisi presiden.
Itu memang bukti bahwa unsur keberuntungan juga terlibat. Tentu saja, umumnya faktor selain itu adalah penyebab sebagian besarnya oleh waktu. scavenger hunt di festival olahraga, jika kita akan memutuskan peserta untuk itu maka gunting-batu-kertas sudah cukup. Membagi mereka menjadi beberapa kelompok dari beberapa orang, kami mempersempit posisi yang akan bersaing. Tentu saja, aku tidak berniat ikut serta.
Berdoa hanya untuk kalah, aku mengambil putaran pertama dan itu sendiri menjadi sebuah kemenangan. Kemudian, berdoa dengan semangat yang lebih besar lagi untuk kalah, aku menang di babak kedua (sebenarnya babak final). Namun, aku dengan ajaib akhirnya menang. Tiga anak laki-laki dan dua perempuan. Partisipasi dari lima orang yang menang dalam gunting-batu-kertas sudah diputuskan.
"Ayanokouji-kun, Yukimura-kun, Sotomura-kun, Mori-san dan Maezono-san. Kelima dari kalian, kalau begitu." Kemudian menambahkan juga si Sudou, kami berenam akan berpartisipasi dalam scavenger hunt.
.
"Kopou! Aku sudah dipilih untuk scavenger hunt! Kopoi!" Profesor putus asa dengan kekuatan yang menggelegak.
"Kenapa aku memilih batu? Kopou"
"Yah, kita sudah sepakat ..." Pada saat seperti ini, aku bertanya-tanya, apakah itu bisa disebut sebagai keberuntungan atau kesialan. Ini benar-benar kesialan.....
"Aku iri...." Ike mengungkapkan rasa iri kepada para pemenang.
Sangat menarik, bahwa tergantung orangnya, sudut pandang keberuntungan juga berubah. Tidak, sungguh... aku ingin mengatakan bahwa aku akan menyerahkan posisiku, tapi satu kalimat itu saja bisa memicu diskusi sehingga aku memilih untuk tidak melakukannya. Aku juga bisa melihat ketidakpuasan dari murid seperti Profesor yang tidak mau berpartisipasi. Kemudian, meski berbagai harapan berubah menjadi rumit, tabel kontes semuanya terisi dengan benar.
"Selesai"
.
Hirata membalik buku catatannya setelah selesai memutuskan partisipasi masingmasing murid dalam semua kontes. Melihat itu, kelas sudah kembali tenang, Hirata mendesah lega. Namun, ini hanya masalah sementara, dan tergantung pada praktik dan informasi masa depan yang didapat dari kelas lain, kemungkinan akan ada bagian yang akan mengalami perubahan besar.
"Informasi yang baru kita putuskan sangat penting dan adalah sesuatu yang tidak kita inginkan dari kelas lain untuk mengetahui tentang giliranmu sendiri dan pasanganmu. Aku ingin kau mengingat itu. Untuk memastikan tidak ada dokumen tertinggal " Hirata memperhitungkan semuanya. Pemikiran itu tepat. Jika sebuah ponsel digunakan untuk merekam daftar di buku catatan, maka tidak ada yang tahu di mana ia akan menyebar. Notebook itu diedarkan dari orang ke orang. Horikita mengatakan ini padaku saat aku memperhatikan situasi kelas.
"Ada apa, Ayanokouji-kun? Kau memiliki pandangan yang sedikit diam di wajahmu"
"Beberapa partisipasi yang tidak mau ikut sudah diputuskan, aku akan merasa melankolis" T/N: Melankolis adalah seseorang yang serius dan juga tertutup,
"Mau bagaimana lagi. Di kelas ini, ada kesenjangan yang luar biasa antara murid yang atletis dan mereka yang tidak atletis"
.
"Tentu saja itu benar"
Rasio partisipasi dalam acara partisipasi hanya untuk yang direkomendasikann yang diperjuangkan sekarang sudah diputuskan. Seperti yang diharapkan, salah satu orang dengan jumlah partisipasi yang luar biasa adalah Sudou. Dia akan mengikuti semua kontes sampai-sampai kau akan khawatir dengan staminanya. Sedangkan untuk anak perempuan, dimulai dengan Horikita, banyak murid akan berpartisipasi dalam 3 acara. Di sisi lain, kesialan datang untukku dan aku harus berpartisipasi dalam 2 acara.
Tentu saja, bukan berarti itu adalah sebuah keputusan akhir, tapi hanya merupakan pengganti sementara dan jika, sebelum acara yang sebenarnya, individu yang cocok muncul, mungkin saja aku akan diganti dengan mereka. Pada saat seperti itu, aku berniat untuk menyerahkannya. Tidak, dengan segala cara aku ingin menyerahkannya.
End Chapter 2
__ADS_1