Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume

Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume
Kelas D Dengan Kelas D (1)


__ADS_3

Kamis mendekati akhir pekan. Setelah pulang sekolah, Aku pergi dengan Horikita ke perpustakaan.


Itu karena hari ini kami akan berdiskusi dengan siswa kelas D tahun pertama yang diwakili oleh Nanase. Dalam perjalanan, Horikita membicarakan tentang ujian khusus.


“Apa kamu sudah membaca update hari ini?”


“Ada 17 pasang yang sudah memutuskan pasangan, total 73 pasangan.”


Jumlah pasangan tidak begitu perlu dikhawatirkan, tapi satu yang berbeda dari dua update terakhir. Dua siswa kelas D tahun pertama telah memutuskan pasangan.


Tanda-tanda pergerakan dari kelas D yang belum bergerak selama tiga hari.


“Aku sedikit tidak sabar. Kupikir Housen akan melihat sedikit lebih lama. Selama istirahat makan siang, Aku bicara sedikit dengan beberapa siswa kelas D tahun pertama, tapi mereka mengatakan bahwa mereka tidak tahu apa-apa tentang siswa


yang sudah memutuskan pasangan.”


“Ini masalah yang rumit, apakah mereka benar-benar tidak mengetahuinya, atau apakah mereka diperintah untuk tutup mulut.”


Kecuali jika mereka mendapat banyak poin untuk siswa yang cerdas, mereka mungkin sudah diberitahu untuk tidak membuat pasangan, untuk tidak terlalu banyak bicara, atau membicarakannya.


“Ya. Bagaimanapun, ini adalah berita baik bahwa


kamu memutuskan untuk bertemu Nanase-san setelah ini. Mungkin dia bisa membicarakan hal itu juga.”


Horikita hanya sekali kontak dengannya, dan tidak pernah memiliki pembicaraan yang tepat dengan Nanase.


Namun demikian, Nanase yang berdiri di samping Housen, bisa dianggap sebagai siswa yang bisa memahami cerita itu.


Ketika Aku sendiri berbicara dengan Nanase, sejujunya Aku sangat terkesan. Entah bagaimana, dia memiliki kepribadian lurus yang mengingatkan ku pada Ichinose.


Kami tiba di perpustakaan dan melangkah masuk ke dalam ruangan.


“Wah. Ini pengunjung yang langka.” Yang pertama kami temui bukanlah Nanase, tapi Shiina Hiyori siswa kelas C tahun kedua.


Dia kutu buku dan sepertinya dia datang ke sini tak lama setelah sepulang sekolah.


“Mungkin akan sedikit berisik hari ini. Kami akan membahas ujian khusus dengan siswa tahun pertama.”


“Oh begitu. Jika itu masalahnya, Aku pikir kursi paling ujung itu bagus. Aku tidak berpikir itu akan terlalu mengganggu pengunjung lain, jika itu hanya sedikit obrolan tidak apa-apa. jika ada yang mencoba mendekat, kau bisa langsung tahu.”


Aku menerima saran dari Hiyori yang dengan ramah memberitahu ku dengan jujur.


“Apakah kelas C berjalan baik?”


“Kurasa begitu. Sepertinya sudah banyak pergerakan sekarang.”

__ADS_1


Sulit untuk dapat menceritakan sesuatu pada orang lain dengan mudah karena ini adalah persaingan kelas. Kami mengucapkan selamat tinggal pada Hiyori hanya dengan kata-kata sederhana, dan kami memutuskan untuk menuju di kursi kami. Entah


bagaimana, Aku memikirkan Hiyori, tapi Aku segera menuju Horikita di kursi belakang.


"Terlepas dari Nanase, yang perlu dikhawatirkan adalah apakah Housen-kun akan keluar ketika melibatkan kelas D tahun pertama.”


“Ya, itu akan banyak perubahan, apakah dia akan ada di sini atau tidak.”


Tempat ini tidak memiliki batasan, jadi tidak pasti apakah Housen akan datang atau tidak. Jika itu yang terjadi, ini akan mendapat masalah besar yang nyata.


“Apa kamu keberatan jika Aku mau mendengarnya sebelum diskusi penuh? Apa sudah kamu belajar?”


“Yah, sedikit-sedikit. Memangnya ada apa?”


“Aku hanya khawatir kalau Aku bisa mendapatkan waktu yang lebih baik dalam belajar karena Aku bisa fokus pada mata pelajaran yang Aku pilih.”


“Kenapa, apa kamu mau memberi kemudahan?”


“Mana mungkin. Aku tidak cukup baik untuk melepaskan kondisi menguntungkan ku sendiri. Ini adalah permainan untuk dimenangkan.”


Meski begitu, sepertinya dia penasaran apakah Aku belajar dengan baik atau tidak. dengan kata lain, dia khawatir kalau Aku mungkin membuat alasan seperti tidak bisa belajar karena Aku sibuk mengurusi ujian khusus.


“Kamu sendiri sudah mengambil banyak waktu untuk menyatukan kelas D tahun kedua.”


“Tenang saja. Aku tidak akan kalah.”


“Kalau begitu baguslah...”


Sepertinya dia tidak merasa akan melakukan ujian dengan serius karena dia tidak memiliki keyakinan untuk sesuatu yang aneh.


Sehubungan dengan itu, Aku punya satu hal yang ingin ku tanyakan di sini.


Bagi Horikita, selain menyatukan kelas, dia sering harus mengajar dan belajar untuk diri sendiri. Apakah akan tetap pada kecepatan ini sampai hari yang ditentukan. Ketika Aku mencoba untuk menanyakan itu, Nanase muncul sendirian di perpustakaan.


Segera setelah dia menemukan kami, dia


menundukan kepala dan mendekat dari kejauhan. Tampaknya Housen tidak muncul di pertemuan pertama.


“Maaf membuat kalian menunggu, Senpai.”


“Kami juga baru saja sampai.” Horikita membuat Nanase duduk di sisi lain meja, dan diskusi dimulai dengan sedikit salam.


“Sekali lagi... Aku Horikita Suzune. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk diskusi hari ini.”


“Aku(boku) ah tidak—Aku(watashi) Tsubasa Nanase. Aku tidak melakukan apa pun untuk dapat terima kasih dari Senpai. Sebaliknya, Aku yang harus berterima kasih.”

__ADS_1


Kelas D yang sama, keduanya mulai dari pinggang rendah. Setelah Horikita mendengar balasan yang sopan itu, segera mengambil topik utama dengan Nanase.


“Langsung saja, Aku harap kamu mau mendengarkanku sekarang.”


“Tentu saja.”


“Pertama-tama, Aku ingin kamu memberi tahu ku tentang kebijakan kelas D tahun pertama. Untuk pertama kalinya di kelas mu hari ini dua siswa telah mengkonfirmasi pasangan mereka, tapi 38 siswa lainnya masih belum. salah satunya kau, Nanase.”


Aku tidak tahu apakah itu berasal dari Housen atau siswa kelas D lainnya, tapi jelas bahwa beberapa niat berhasil.


“Ya. Aku sudah berpikir kalau Aku akan ditanya tentang hal itu. Bahkan hari ini, Kajiwara-kun ditanyai pertanyaan yang serupa, kan?”


Kajiwara adalah siswa yang namanya berada di kelas D tahun pertama. Rupanya, dia sudah tahu kalau Horikita sudah melakukan kontak dengan siswa kelas D tahun pertama saat istirahat makan siang.


Jika demikian, harus dipertimbangkan bahwa pada hari pertama kejadian, dia sudah melakukan kontak


dengan Hakuchou dan yang lainnya.


“Aku terkejut. Sepertinya kamu memiliki laporan, komunikasi, dan konsultasi yang baik.”


“Banyak siswa yang sudah bergerak mengikuti instruksi Housen-kun.”


Nanase mengakui bahwa Housen adalah pemimpin tanpa mengaburkannya(menutupinya).


“Karena dia kuat? Tidak, Aku tidak berpikir hanya itu. Cara seperti apa yang dia gunakan?”Nanase menunjukan tanda sedikit berpikir. Dan dia berkata.


“Aku sungguh minta maaf, tapi Aku tidak bisa


menjawab metode pastinya. Ini adalah cara yang Housen-kun pikirkan tentang bagaimana menyatukan kelas. Aku tidak tahu apakah itu


benar atau salah, tapi membocorkan ini kepada orang luar adalah pengkhianatan.”


“Ya. Kau benar.”


Mendengar kata-kata Horikita, Nanase mengucapkan terima kasih, dan membungkuk ringan. Hanya karena seorang senpai, tidak perlu untuk membicarakan segalanya. Seperti yang Aku


lakukan kemarin, Nanase memiliki pikiran dan kemauan yang kuat sebagai sesama teman kelas D tahun pertama.


“Kalau begitu Aku akan mengatakan kepadamu topik utama. Aku ingin tahu apakah kami bisa bekerja sama dengan kelas D tahun pertama, seperti dua orang yang memutuskan untuk


berpasangan kemarin.”


“Kamu mungkin pernah mendengarnya dari Shiratori-kun, jendelanya sendiri terbuka setiap saat. Jika Senpai memberikan sejumlah poin pribadi, kami tidak akan ragu mendaftar sebagai pasangan.”


sambung

__ADS_1


__ADS_2