Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume

Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume
Chapter 3


__ADS_3

"Aku juga bertanya kepada Karuizawa dan dia juga menyangkalnya, tetapi percaya kepada kata-katanya adalah masalah yang berbeda" Sepertinya Yukimura yang tidak menyukai Karuizawa, cenderung tidak mempercayai kata-katanya. Tentu saja, untuk mengetahui itu secara pasti, dia bisa saja memeriksa ponselnya, tetapi mengingat hubungan di antara mereka, sepertinya akan sulit dilakukan.


Sepertinya Yukimura sudah puas untuk saat ini karena dia tidak bertanya lebih jauh. Aku mengubur wajahku di bantal dan memejamkan mata. Aku merasa tidak nyaman karena ada seseorang di ruangan itu yang melihatku tidur, tapi itu tidak terlalu menyebalkan. Aku mampu menjadi adaptif seperti bunglon pada saat diperlukan, dalam hal berteman juga. Sepertinya Yukimura sudah mulai mengakuiku sebagai teman. Aku kemudian tertidur setelah mendengar sedikit desah Yukimura lagi dari seberang ruangan.


***


Di sore hari, aku sekali lagi pergi ke ruang diskusi kelompok (kelinci). Tetapi bahkan di tempat yang sama dan di ruang yang sama, tergantung kepada siapa dirimu, atmosfir pasti juga akan berubah. Aku tiba di ruangan sepuluh menit sebelum dimulainya diskusi dan seseorang yang datang tepat setelahku adalah Karuizawa. Saat dia melihatku, ekspresinya berubah menjadi jijik dan dia segera mengalihkan tatapannya dariku.


Dia kemudian duduk di sudut ruangan (sudut terjauh dariku) dan mulai memainkan ponselnya. Bukan berarti kami sedang bertengkar atau apapun, atau kami sedang tidak akur. Mudahnya, aku dibenci olehnya. Itu adalah jenis hubungan terburuk yang pernah dimiliki. Jika ada alasan dibalik kebencian tersebut, ada ruang untuk perdamaian. Namun jika hanya ada ketidaksukaan yang ambigu terhadapku, aku tidak bisa melakukan penyelesaian apapun dengannya.


Saat ini, aku berdiri bersamanya itu sangat buruk. Aku bisa saja meninggalkan ruangan dan menghabiskan waktu di lorong sampai Ichinose dan yang lainnya datang. Tetapi aku tidak bisa pergi begitu saja karena suasananya semakin canggung di sini. Dengan cepat aku memperbaiki sikapku dengan cara yang sesuai dengan seseorang yang bermartabat seperti seorang pria. Bagaimanapun, jenis ujian ini sangat buruk untukku.


Terutama karena ia berkisar seputar konsep 'Pembicaraan' yang merupakan kelemahanku. Setelah menghabiskan seluruh semester sebagai penyendiri, bukan berarti aku mampu tiba-tiba mulai menumbuhkan pribadi yang cerewet. Tetapi Karuizawa sepertinya tidak berniat diam sejak dia meletakkan ponselnya di dekat telinga dan mulai berbicara.


"Ahh, Rinocchi, bagaimana keadaan di sana? Di sini? Ada sesuatu yang mengerikan di sini" dia berbicara dengan temannya melalui ponsel. Karena kami satu-satunya orang di ruangan ini, tentu saja aku bisa mendengar setiap pembicaraannya. Bagian terburuknya adalah begitu dia mengakhiri panggilannya, keheningan yang canggung turun ke atas ruangan. Lalu dia berbicara kepadaku.


"Aah ... berbicara tentang siapa diantara kalian yang adalah ‘targetnya’, Sepertinya Yukimura-kun dan Soto ..... bla bla-kun, bukan?"


Paling tidak dia mengingat nama Sotomura, pikirku. Karena tidak ada orang lain di ruangan itu, sepertinya dia memintaku untuk diajak bicara. Itu adalah pertanyaan yang Yukimura tanyakan padaku beberapa waktu yang lalu. Tidak bisa disangkal bahwa semua orang ingin mememastikannya denganku.


"Tidak" jawabku padanya.


"Aku mengerti, kalau begitu tidak masalah" Tetapi tidak seperti Yukimura, dia tidak meminta konfirmasi lagi.


"Apa kau percaya kepadaku?" Aku bertanya padanya.


"Ha? Kau bilang kau bukan 'target' kan?"


Aku terkejut bahwa dia akan mudah mempercayai kata-kataku. Bukan berarti kami pernah bersama atau apapun. Tapi aku pikir tidak ada yang perlu diragukan lagi karena yang sebenarnya aku inginkan dalam ujian ini bukanlah poinnya. Yang ingin aku konfirmasikan adalah apakah orang ini yang dikenal sebagai "Karuizawa Kei" memang benar-benar berguna atau tidak.


"Kalian berdua datang lebih awal" Sepertinya ketiga murid dari Kelas B sudah datang pada waktu yang bersamaan.


"Mari jalani hari ini juga" jawabku pada Ichinose.


T/N: Mungkin di jepang kalimat ini adalah 'yoroshiku' atau mohon bantuannya.


Ichinose juga memanggil Karuizawa dengan kata-kata itu tapi Karuizawa mengabaikannya dan terus memainkan ponselnya.



Dan sama seperti kemarin, Semua anggota berkumpul bersama sebelum diskusi. Sepertinya situasi ini masih belum berubah sama sekali dari pembahasan sebelumnya. Kelas A dengan cepat mengambil jarak dan hanya tersisa tiga kelas berkumpul untuk membentuk sebuah lingkaran. Melihat itu, Karuizawa berdiri dan pergi untuk bergabung dengan Kelas A dan duduk di samping Machida Kelas A. Tindakan itu mungkin dianggap tindakan pertahanan melawan Manabe.


Machida tidak aktif ikut serta di dalam diskusi, namun 'kehadirannya' masih sangat kuat dan suaranya berpengaruh dalam kelompok tersebut. Dan masih ada perbedaan kekuatan antara seorang laki-laki dan perempuan yang ditinggalkan. Manabe dan perempuan-perempuan Kelas C tidak bisa melakukan apapun jika Karuizawa bersama Machida.


Jika Karuizawa memutuskan untuk bergantung kepadaku yang tidak bisa diandalkan atau Sotomura, Manabe dan kelompoknya tidak akan ragu untuk menyerangnya. Berpikir seperti itu, keputusan Karuizawa memilih Machida sangat tepat.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, jika terjadi sesuatu, aku pasti akan menyelamatkanmu"


"Terima kasih, Machida-kun" jawab Karuizawa.


Sepertinya dengan diandalkan, Machida sudah sangat sadar akan Karuizawa. Karena dia adalah seorang gadis yang imut di luar, mau bagaimana lagi, bahkan jika perasaan untuk melindunginya lahir di dalam diri Machida. Terlepas dari kisah cinta baru ini, masalah sebenarnya sekarang adalah ujiannya. Sama seperti kami, kelas lain mungkin juga mengerti dengan baik. Mereka pasti sudah membicarakannya seperti kami dan harus memastikan apakah "target" itu ada di kelas mereka atau tidak.


"Sekarang, aku sudah memikirkannya sejak tadi malam. Tapi, aku piker sekarang kita harus berdiskusi satu sama lain cara untuk mengetahui siapa ‘target’ itu" kata Ichinose.


"Itu lagi? Aku sudah bilang jika ada orang-orang yang tidak mau bernegosiasi. Dan tanpa kami yang ikut berpartisipasi, tidak mungkin kau bisa menemukan ‘target’ itu" kata-kata yang mengejek Ichinose seperti itu berasal dari Kelas A.


"Kurasa tidak, aku pikir ini adalah masalah kepercayaan disini, dan karena itulah hari ini, kita akan bermain kartu dengan semua orang. Tentu saja aku tidak akan mewajibkan semua orang ikut, Jadi hanya orang yang mau bergabung saja" Ichinose kemudian terus berbicara sambil mengeluarkan setumpuk kartu sambil tersenyum.


"Hahahahaha, membangun kepercayaan dengan permainan kartu? Itu bodoh" Kelas A melanjutkan cacian mereka.


“Kau mungkin berpikir seperti itu, tapi jika kau mencobanya, ini akan sangat menyenangkan, Waktu akan menjadi sangat lama untuk dihabiskan dalam diam sendirian. Tidak masalah jika kau tidak merasa bosan" Dan seperti biasa, semua Kelas B menyuarakan persetujuan mereka untuk Ichinose.


"Aku juga akan berpartisipasi, lagipula aku sedang nganggur," tambah Sotomura. Tapi tentu saja sepertinya tidak ada orang lain yang mau menyetujui rencana Ichinose jadi aku mengangkat tanganku dengan ringan dan memberikan izinku kepadanya.


"Jadi kita berlima sekarang, karena sekarang aku sedang berpikir untuk bermain Daifugo, apa ada seseorang yang tidak mengerti peraturannya disini?" Ichinose bertanya kepada kami. Tentu saja, sampai batas tertentu, aku juga mengerti aturan permainan kartu. Termasuk Daifugo. Sepertinya tidak ada masalah dengan orang lain dan permainannya dimulai dengan lancar.


Yang lainnya yang tidak terlibat dalam permainan sama-sama tertarik kepada kami atau mengirimkan kami lirikan dari waktu ke waktu. Ichinose kemudian mulai mengocok kartu yang terbagi rata di antara kami bertiga. Aku memiliki Joker, 2 dan 3 Klub. Sepertinya sisi yang cukup kuat sudah terbentuk. Tanganku saat ini menguasai sebagian besar pemain lain, tetapi di Daifugo, kau tidak bisa mengatakan dengan pasti bahwa sisi yang lebih kuat selalu menang. Sebuah perubahan dapat terjadi, melemahkan sisimu dan membuatmu terperosok ke dalam kekalahan.


Tetapi tidak ada yang menyangkal kenyataan bahwa sisiku saat ini memberikan aku keuntungan. Aku harus memiliki strategi yang kuat untuk memanfaatkan sisi ini. Harus kuakui, bermain kartu adalah pengalaman yang jauh lebih dalam dari yang pernah aku bayangkan. Apa lagi kepribadian masing-masing pemain disorot di dalam game.


Ichinose, misalnya, tidak bertarung dengan sisinya sendiri saja, tetapi juga menganalisis dengan cermat pemain lain dan menggunakan langkah yang menguntungkannya. Hamaguchi mempertaruhkan segala sesuatu di akhir. Sepertinya strategi mereka masing-masing mencerminkan kepribadian mereka.


Sotomura, yang biasanya berpengetahuan luas dengan topik yang berkaitan dengan otaku, aku diharapkan untuk menunjukkan kepribadian yang jauh lebih tenang. Tapi sepertinya dia adalah tipe yang marah saat dia mulai kalah. Tapi sepertinya dia juga tipe yang cepat tenang sesekali dan kembali normal saat pertandingan selesai. Kupikir ini mungkin yang diharapkan Ichinose. Untuk mencari tahu kepribadian dan karakteristik para pemain. Tentu saja hal itu hanya sedikit berguna, dan pembicaraan dengan anggota kelompok lainnya masih belum terjadi.


Tetapi bukan hanya Sotomura, tapi dia juga mengamati tingkah lakuku. Dari sudut pandang Ichinose, aku bertanya-tanya bagaimana aku dilihat olehnya. Dari sudut pandang objektif ... aku yakin aku adalah orang yang benar-benar membosankan. Aktif dengan sisi yang baik namun tidak aktif dengan yang buruk. Aku harus terlihat seperti orang yang sangat normal. Pendekatan ini lebih baik daripada beradaptasi dengan permainan dan melemparkan pengamatan Ichinose ke dalam kekacauan.


Jadi kami terus bermain kartu, mulai dari Daifugo sampai akhirnya kami bermain sebagai Old Maid. Dan saat kami selesai, satu jam sudah berlalu. Baik Kelas A maupun Kelas C bergabung dan pada akhirnya, hanya lima dari kami yang telah berpartisipasi dalam permainan ini dari awal sampai akhir.


"Ini sangat menyenangkan, terkadang bagus juga memainkannya dengan cara yang kuno,"


kata Sotomura, sepertinya lebih senang bermain kartu daripada harus melalui diskusi selama satu jam. Tetapi hanya dengan mengulangi permainan ini seperti sejenis taktik perang psikologis, aku masih tidak bisa melihat tujuan sebenarnya dari Kelas B di sini. Aku yakin hanya Ichinose yang tahu tentang itu.


"Kalau begitu ... aku akan pergi"


"Kemana kau akan pergi?"


"Aku tidak bisa membiarkan Kelas A lolos begitu saja setelah ini"


"Jadi kau pergi untuk menemui Katsuragi-kun?" Sepertinya Ichinose berencana untuk melakukan kontak langsung dengan seseorang yang merencanakan strategi benteng tertutup Kelas A. Meskipun normalnya aku bukan tipe sosial, aku harus memanfaatkan arus ini.


"Jika kau tidak keberatan, Bolehkan aku ikut denganmu?" Aku bertanya padanya.

__ADS_1


"Tentu saja, aku tidak keberatan, mungkin Ayanokouji-kun juga tertarik dengan Katsuragi-kun?" Ichinose bertanya padaku. Bukannya bersikap hati-hati kepadaku, justru dia sangat penasaran saat dia memiringkan kepalanya ketika bertanya kepadaku.


"Bukan begitu, hanya saja Horikita juga ada dalam kelompok yang sama dengan Katsuragi" jawabku padanya.


"Aku mengerti, aku mengerti, jadi ayo kita pergi bersama, sampai jumpa, Hamaguchi-kun" Ichinose mengucapkan selamat tinggal saat dia pergi bersamaku, mengangguk seakan yakin akan pemikiranku. Hamaguchi melihat dia pergi.


Meski melihat Ichinose sebagai pemimpin mereka, sepertinya Hamaguchi juga mampu mengambil tindakan individual. Ini sangat berbeda dengan hubungan raja-pelayan yang digunakan Katsuragi dan Ryuuen kepada kelas mereka. Selama diskusi terus berlanjut, waktu pembubaran juga terjadi di waktu yang sama. Ichinose mempercepat langkahnya melewati koridor untuk tiba sebelum kelompok (Naga) membubarkan pertemuan mereka.


"Ayo cepat, oke?" dia memberitahuku.


Dan dengan pernyataan itu, Ichinose dengan cepat berjalan ke tempat tujuan dengan sedikit tergesa-gesa. Karena semua ruangan terletak di lantai yang sama, sangat mungkin untuk dengan cepat melintasi jarak antara satu ruangan dengan ruangan kelompok lainnya. Hanya satu atau dua menit sejak waktu diskusi berakhir dan murid-murid di lantai ini masih sedikit. Dan segera aku tiba di depan ruangan kelompok (Naga).


Tentu saja kami tidak bisa mendengar suara orang-orang yang di dalam, tapi kami masih bisa merasakan kehadiran mereka sehingga kami berhenti di depan ruangan. Mungkin fakta bahwa tidak ada yang keluar berarti ada diskusi panjang yang terus berlanjut di sana. Aku sudah mengirimkannya chat, namun tidak ada tanda ‘baca’ dari Horikita.


"Sepertinya mereka menambah waktu mereka"


"Sulit membayangkan Ryuuen dan Katsuragi saling berdiskusi. Atau mungkin ini adalah kekuatan Kelas B yang sudah menunjukkan dirinya?"


"Aku bertanya-tanya, Kanzaki-kun bukanlah tipe yang menjadi pusat perhatian seperti itu ... dan apa Horikita-san dan yang lainnya adalah dari Kelas D? Sepertinya Kelas D juga memiliki barisan yang sangat luar biasa di sana" Ichinose mengatakan kepadaku sebagai jawaban.


Bukan hanya Horikita, ada Hirata dan Kushida juga, pikirku. Dan sekitar 10 menit setelah waktu yang diberikan, pintu ruangan kelompok (Naga) akhirnya terbuka. Orang pertama yang keluar dari ruangan itu adalah orang yang dicari Ichinose, Katsuragi. Beberapa murid dari Kelas A mengikutinya. Setelah melihat Ichinose, Katsuragi berbalik menghadapnya.


"Ichinose, apa yang kau lakukan disini? Ini bukan sebuah kebetulan kan?"


"Ada sesuatu yang ingin aku diskusikan dengan Katsuragi-kun, apa kau punya waktu?" dia bertanya padanya.


"Selang ujian berlalu sangat lama. Tidak masalah untukku jika ada lebih dari cukup waktu" Seperti yang diharapkan, dia tidak mengabaikan Ichinose, pemimpin Kelas B dan responsif terhadap permintaannya. Setelah memahami maksud Katsuragi, murid-murid di belakangnya maju dan pergi tanpanya.


"Tidak masalah jika aku tetap disini, kan?" dia bertanya pada Ichinose. Mengangguk, Ichinose cepat bergerak ke samping menuju dinding sehingga tidak mengganggu orang lain yang lewat. Setelah berhasil masuk ke dalam pembicaraan, aku berdiri di sisi Ichinose. Dan dari perspektif Katsuragi, hanya aku satu-satunya pengamat yang sepertinya bisa diterima dan dia tidak mengatakan apapun.


"Dilihat dari diskusi kami, Aku kurang lebih mengerti strategi Katsuragi-kun. Kau melarang semua murid Kelas A di dalam kelompok untuk berbicara, bukan? Jika benar, apa kau akan mempertimbangkan kembali keputusanmu itu? Ujian saat ini berkisar seputar pembicaraan, bukan? "


Tiga kali di dalam diskusi kami, Kelas A dengan keras kepala terus berdiam diri. Dan benteng semacam itu bukanlah sesuatu yang bisa dirobohkan oleh Ichinose dalam satu pukulan. Bagi Ichinose, ini akan menjadi sebuah kesempatan untuk menghancurkan pertahanan tersebut. Sekarang, ayo kita lihat tanggapan Katsuragi.


"Permintaan yang masuk akal, tapi itu adalah sesuatu yang sudah membuatku lelah menunggunya sejak kemaren sampai-sampai aku berpikir kau terlambat bertanya kepadaku tentang hal ini, Ichinose” Sepertinya strategi Katsuragi telah mendapat perhatian lebih dari yang diperkirakan.


"Aku memiliki Keadaanku sendiri yang perlu dipertimbangkan, bagaimanapun juga Katsuragi-kun, apa kau akan mempertimbangkan kembali strategimu untuk tetap diam?" Ichinose bertanya padanya. Katsuragi terlihat memikirkan keluhan yang diajukan oleh tiga kelas lainnya.


"Jawabannya masih sama. Tidak peduli siapa yang meminta, ini adalah strategi yang aku buat untuk menang dan ada alasan di baliknya juga. Kau mengatakan bahwa ujian ini berkisar pada pembicaraan, tapi jika ada sesuatu yang membuatku tidak setuju dengan itu, itu dia, Ujian 'berpikir'. Ini akan menjadi masalah jika kau salah memahami aspek ujian tersebut. Karena mempertimbangkan ujian, aku memutuskan untuk melarang adanya diskusi... Tidak ada yang salah di sana"


"Tapi Katsuragi-kun, itu seperti kau mengatakan bahwa kau menolak ujian itu sendiri" balasan Ichinose.


"Kata-kataku mungkin tumpul, tapi tidak ada yang salah. Bukan hanya ujian saat ini tapi juga yang akan datang, aku akan mencari cara untuk mendapatkan hasil tanpa melakukan apapun, aku akan bermain untuk menjaga posisi kelas A saat ini. Aku percaya tidak ada yang salah dengan itu"


"Ya, jika ini adalah persaingan langsung antara kelas, Katsuragi-kun punya ide yang cocok, tapi dalam ujian kelas campuran seperti ini, apa ini cara yang benar untuk melakukan sesuatu?"

__ADS_1


Sambung,......


__ADS_2