
“Maaf tapi ini sedikit terlalu menuntut secara fisik. Apa kau keberatan jika kita berjalan sedikit pelan?”
aku mengatakan untuk memperlambat langkah kami. Sakura tidak terlalu kesal, dia hanya membenarkan alasan ini. Aku mungkin pernah melihat rahasianya tapi itu tidak masalah, karena tidak ada cara untuk memastikan kebenaran. Entah dia bisa mendengar suaraku atau tidak, kami tidak bisa melihat Koenji lagi. Jaub di depan, terkadang aku bisa mendengar suara seseorang yang menerobos di rumput yang tinggi yang menjulur dari tanah.
“Aku sangat tidak berguna.”
Dengan menyesuaikan kecepatanku, aku bisa melihat sekeliling alam seperti di hutan ini bahkan tanpa berkedip sedikit pun, bersama partnerku. Jika aku memiliki kepribadian yang mirip dengan Hirata, aku adalah
superman yang sangat sempurna. Tatapan Sakura yang sebelumnya telah mengamati situasi, menjadi tidak nyaman. Akhirnya, Sakura tidak mengatakan apapun kepadaku dan kami berjalan bersama dihutan untuk menjelajahi.
“Akan lebih bagus lagi jika kita bisa membawa air minum. Atau lebih baik mencari tempat dimana kita bisa melindungi diri dari terik matahari?”
Karenaa aku tidak punya apapun untuk mengisis waktuku. Aku akan mencoba untuk berbicara dengannya dengan lembut. Sehingga mudah baginya untuk mengerti. Jika kau bisa mendapatkan tempat, ada kemungkinan untuk menghemat poin dan ini akan menjadi tugas yang sangat mudah.
“Ya, 2 tenda tidak akan cukup ... tapi aku tidak bisa menemukan sesuatu yang lain.”
Tidak peduli berapa banyak aku melihat alam yang membentang sambil terus berjalan, aku bahkan tidak bisa menemukkan satu pun benda buatan manusia. Ya, meski kami bilang bahwa kami berjalan keliling, bisa
dipastikan jika kami hanya melihat 1% wilayah dari pulau ini. Sekolah ini mungkin tidak cukup lunak untuk memanjakan kami dengan barang-barang yang mudah ditemukan dalam pencarian berskala kecil.
Dan beberapa menit kemudian, saat melangkah maju sambil mengambil jalan yang berbeda, sebuah tempat baru terbentang ditengah jalan.
“Di sini ..... bukankah ini jalan?”
“Mungkn saja.”
Dari hutan yang berada di pulau terpencil, sebuah jalan keluar yang muncul untuk memotong jalan bagi seseorang. Tentu saja, itu tidak beraspal tapi ada jejak potongan ranting dan jalan yang kecil. Jika ini adalah
sesuatu yang sekolah lakukan untuk kami, melewati titik ini mungkin akan menemukan sebuah tempat. Aku melanjutkan langkah berikutnya bersama sakura dan kami mengambil jalan yang menembus hutan.
__ADS_1
“Wow luar biasa.............”
Segera kami sampai di suatu tempat. Itu adalah pintu masuk ke sebuah goa kosong dan tidak berpenghuni, terlihat seperti lubang yang menganga besar di gunung. Ketika pertama kali melihatnya, rasanya seperti goa yang alami, tapi ketika kau melihatnya dengan teliti, bagian dalam goa terlihat berdiri dan
memiliki tiang penyanggah. Mungkin lubang itu sendiri dibuat oleh tangan manusia.
“Mungkinkah itu ......... sebuah ‘ Hak Kepemilikan ’ , mungkin?”
“Ya, aku tidak yakin.”
Sejak dahulu, gua bisa berfungsi sebagai tempat tinggal seseorang. Jika ini adalah tempat yang ditunjuk sebagai spot ‘ Hak Kepemilikan ‘ , harus ada petunjuk atau bukti tertulis disuatu tempat. Ketika aku mencoba mendekati gua untuk memastikan dan memeriksa hal ini, aku melihat seorang pria keluar dari lubang dalam gua.
Dengan cepat aku menarik lengan sakura, menariknya ke tempat teduh dan bersembunyi. Aku merasa kasihan kepadanya dan aku berharap dia akan memaafkanku yang sudah menariknya tiba-tiba karena aku sudah melihat sosok tersebut. Saat pria itu berhenti di pintu masuk, da berdiam diri menghadap ke arah barat daya. Apa dia akan berdiri di sana selama beberapa menit?
Tanpa membuang waktu, ini adalah cara bagaimana kau harus segera mengamankan tempat. Sepertinya dia langsung masuk kedalam goa tanpa ragu. Namun, selain itu, masalahnya adalah pria itu menggenggam sesuatu yang mirip dengan kartu dengan erat ditangannya. Lalu, sebuah suara yang berasal dari seorang laki-laki bisa terdengar dari dalam. Dengan cepat aku menjadi gugup.
“Jika ini seukuran goa, dua tenda sudah cukup, Katsuragi-san. Meski begitu, kita sangat beruntung, kita harus mengamankan tempat seperti ini dengan cepat.” Aku mendengarkan dengan seksama, mencoba memahami situasi dari suara samar yang aku dengar.
“...M, Maaf, tapi apa maksudnya dari sebelum berlabuh...?”
“Untuk beberapa alasan, sebelum kapal itu tiba di dermaga, kapal berkeliling diluar pulau itu untuk membuat jalan memutar. Itu mungkin sebuat tindakan sekolah untuk memberikan beberapa petunjuk kepada murid tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya karena aku sudah melihat jalan yang membentang ke dalam hutan dari dek kapal. Semua yang harus mereka lakukan adalah mencari rute terpendek dari dermaga pelabuhan ke arahnya.”
“jadi, lebih dari sekedar hanya perkemahan biasa. Bukankah ada kemungkinan jika itu hanyalah untuk menikmati pemandangan?”
“Sangat jauh dari hanya sekedar berkemah. Selain itu, ini pengumuman itu sangat aneh.”
“Aku tidak bisa merasakannya sama sekali, tapi .... Katsuragi-san sudah mengerti maksud sekolah. Karena itu, kau menyadari ada sebuah gua disini ... seperti yang diharapkan!”
“Kita pindah ke tempat yang berikutnya, Yahiku. Tidak ada gunanya tinggal lebih lama karena tempat itu sudah diamankan. Masih ada jalan yang terlihat dari kapal dari dua tempat lagi. Sebelum itu, disana pasti ada
__ADS_1
fasilitas seperti itu.”
“B-Baik! Tapi kau meninggalkan hasilnya seperti ini, Sakayanagi tidak punya pilihan lain kecuali diam saja!”
“Ketika kau mengalihkan pandanganmu kebelakang, hati-hati atau kau akan tersandung.”
“Itu benar, tapi bukankah seharusnya kita berhati-hati dengan kelas B? Bukankah kelas D adalah perkumpulan orang yang cacat? Bahkan jika kita memikirkan perbedaan poin kita bisa mengabaikannya.”
Ada sebuah cerita yang sama di kapal bahwa kelas D tidak diperhitungkan oleh kelas A. Kami diperlakukan seperti batu yang terjatuh disudut pinggiran jalan.
“Cukup dengan berbicara. Ayo pergi, Yohiku.” Aku menunggu sampai aku tidak bisa mendengar suara dan langkah mereka berdua. Lalu aku menunggu dua menit lagi demi kehati-hatian.
“Mereka pergi...”
Aku segera memeriksanya, namun aku tidak bisa melihat mereka berdua dari beberapa waktu yang lalu. Aku menyadari bahwa berat kehangatan di tanganku sudah menjadi lebih berat saat aku menatik napas. Aku terus
menekannya setelah memeluknya karena tergesa-gesa.
“Maaf Sakura.... Sakura?”
“Mmmm ....!?” Entah bagaimana Sakura ada disana, ia kelelahan dan setengah sadar.
“Apa kau baik-baik saja?”
“B,b,b,ba,ba,ik,k......” Wajahnya menjadi merah seakan-akan uap mulai keluar dari tubuhnya, duduk tidak berdaya di tempat itu. Mungkin dia ditahan dengan kekuatan yang jauh lebih kuat dari yang aku pikirkan.
“Ah ..... aku pikir aku sudah mati ... dan jantungku berhenti.....” Sepertinya yang diharapkan dari orang yang melebih-lebihkan. Pernapasan Sakura stabil saat dia memperbaiki kacamatanya.
“Sepertinya mereka berdua berasal dari kelas A berdasarkan pembicaraan mereka.”
__ADS_1
Bersambung...
Maaf baru Uploud^^