Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume

Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume
Chapter 2


__ADS_3

"Tapi kau juga harus tahu bahwa rencanaku berbeda dari Katsuragi, selain itu perempuan tipe serius-chan sepertimu pasti tidak mampu menyusun strategi seperti ujian di pulau."


"Aku juga tidak peduli, tapi bagaimana kau tahu strategiku selama uji coba di pulau ini? Semua yang diumumkan adalah hanyalah hasilnya" Horikita mengatakan kepadanya. Melawan Horikita yang tenang, Ryuuen hanya menyeringai padanya. Dia sepertinya akan mengatakan


"Katsuragi tidak tahu metode yang kau gunakan" yang mungkin juga dia akan mengatakan bahwa dia tahu bagaimana hasil ujian pulau itu dapat dicapai oleh kelas kami.


"Aku ingin tahu apakah kau bisa menjelaskan bagaimana kami melakukannya?" Horikita bertanya. Ryuuen hanya tertawa sebelum berkata,


"Di akhir ujian ketika nama pemimpin ditulis, satu-satunya alasan kenapa kami menjawab jawaban yang salah adalah karena pemimpin itu telah diubah menjadi orang lain sebelum akhir ujian dan bukan kau lagi"


"Tidak ada yang mengesankan, siapapun yang bisa memikirkan sesuatu yang sesederhana itu dengan sedikit pemikiran, bahkan Katsuragi yang baru saja kau buat lelucuan"


"Tidak, tidak, menurutnya kau adalah orang yang merencanakan semuanya. Tapi dari sudut pandangku, bahkan kau seharusnya tidak dapat memprediksi bahwa kau akan menjadi pemimpin atau kau harus absen sebelum akhir ujian "


"Itu hanya jaminan untuk mempersiapkan rintangan yang paling mendasar, aku memperhitungkan semuanya saat Ibuki-san menyusup ke kelas kami. Tidak ada yang mengejutkan dengan apa yang baru saja kau katakan"


“Lagipula, yang penting adalah bahwa pemimpin baru ujian pulau ini, orang yang beralih menggantukanmu pada akhirnya adalah mereka yang menarik senarmu dari balik layar" Ryuuen berkata sambil menatap lurus ke arah Horikita dan juga dengan diam-diam mengamatiku saat aku berdiri tepat di belakang Horikita. Aku tidak tahu seberapa seriusnya dia tentang pernyataan itu, tapi jika dia menunjukku ke sini, dia pasti akan menyerangku sekaligus.


“Aku tidak tahu apa yang sedang kau bicarakan, lagipula aku hampir tidak punya teman untuk melakukan rencana bersamanya . Satu-satunya yang dapat aku anggap sedikit dekat denganku adalah Ayanokouji-kun di sini tapi dia baru saja menahanku dan tidak banyak berkerja sama." Dengan menarik perhatian ke kehadiranku, Horikita benar-benar mampu membuatku keluar sebagai seseorang yang tidak sesuai dengan rencana besar dari berbagai hal.


"Mungkin dia yang menarik senarku" kata Horikita pada Ryuuen.


"Aku mengerti" Ryuuen dengan lembut menatapku sekali sebelum mengalihkan pandangannya. Sepertinya tindakan yang kami lakukan berhasil dan Ryuuen tidak lagi memperhatikan aku.


Percaya bahwa dia telah memahami statusku dalam hal kemampuan akademik, kemampuan fisik dan kemampuan komunikasi dari tindakan Horikita. Bagaimanapun, parameter seperti itu dapat dengan mudah digunakan untuk menilai tingkat ancaman seseorang dalam kebanyakan kasus tanpa kesalahpahaman. Ternyata sesuatu hal tidak berjalan sesuai rencana dalam pertemuan ini, tapi Ryuuen masih tersenyum kepada kami tanpa rasa malu atau amarah dalam ucapannya.


"Ini memalukan, ketika aku pikir akhirnya aku menemukan seseorang yang merencanai cara yang aku suka, tapi terlalu buruk, yang menarik senar Suzune membuat langkah mereka sedikit terlalu cepat. Kartu yang mereka gunakan dalam ujian di pulau seharusnya telah disimpan untuk ujian ini, tapi mereka akhirnya menunjukkan tangan mereka terlalu dini ke dalam permainan Suzune, jika kau bertemu dengan yang menarik senarmu nanti, tolong sampaikan pesan ini padanya untukku "


"Terima kasih atas sarannya," kata Horikita dengan dingin kepada Ryuuen.


"Tidak perlu berterima kasih"


"Kau benar-benar berpikir seseorang menarik senarku, bukan begitu"


Ryuuen tidak menjawab pertanyaannya. Dia pasti tidak ragu dengan keyakinannya meski tidak ada bukti atau konfirmasi dari pihak Horikita. Lagi pula, pria bernama Ryuuen percaya pada dirinya sendiri di atas segalanya dan tidak terlihat seperti tipe orang lain untuk menerima nasehat orang lain. Dia sepertinya telah mengatasi kegagalan ini dan sepertinya senang berbicara dengan Horikita. Tiba-tiba, Ryuuen menarik ponselnya tanpa peringatan dan sebelum ada yang bisa bereaksi, dengan cepat mengambil foto Horikita tanpa seizinnya.


"Jangan memotretku!"


"Jangan mengatakan hal-hal seperti itu, aku akan menceritakan sesuatu yang bagus,” kata Ryuuen sambil melihat foto Horikita yang diambil di ponselnya.


"Ada orang lain di Kelas D yang licik selain dirimu"


"Itu hal yang bagus, alih-alih bertanya kepadaku untuk segala hal yang seharusnya bisa diputusan sendiri"


"Bagaimanapun, aku senang bisa berbicara denganmu, Suzune, ingat, ini adalah permainan, aku pasti akan menemukan seseorang yang menyelinap di sekitar bayang-bayang .Semuanya adalah target bagiku"


"Biarkan aku menanyakan hal terakhir, aku mengerti bahwa kau sangat berhati-hati, tapi kenapa kau terlalu terobsesi kepadaku? Tidakkah ada orang lain yang kau pedulikan? Seperti Ichinose-san di Kelas B atau Katsuragi-kun di Kelas A dan kemudian ada orang yang dikenal sebagai Sakayanagi sesuai dengan rumornya. Harusnya ada laki-laku di atas Class C yang biasanya kau khawatirkan. Kau bilang kau akan memberitahuku


sesuatu yang bagus jadi setidaknya jawablah pertanyaanku " Horikita bertanya pada Ryuuen alasan kenapa dia berfokus begitu Banyak terhadap Kelas D.


"Itu karena aku sudah tahu kurang lebih kemampuan mereka dan tidak ada yang cukup mampu untuk menjadi musuhku. Jika aku ingin menghancurkannya, aku bisa menghancurkan mereka kapan pun aku mau"

__ADS_1


"Bagaimana dengan Sakayanagi yang sudah dirumorkan?" Orang yang mengajukan pertanyaan itu bukanlah Horikita melainkan Ibuki. Sepertinya Ibuki sendiri ingin mengkonfirmasi fakta ini dengan Ryuuen. Dan Ryuuen, yang berbicara dengan sangat lancar sampai sekarang, menunggu beberapa saat sebelum menjawab.


"Aku menyimpan wanita itu terakhir untuk hidangan penutup. Akan sia-sia untuk aku memakan Sakayanagi sekarang" Ryuuen lalu berjalan dan bersama dengan Ibuki, meninggalkan meja kami.


"Apa kau mungkin tidak puas?" Aku bertanya pada Horikita begitu Ryuuen pergi.


"Tidak, aku tidak memiliki perasaan seperti itu, aku tidak menyukai caramu menangani situasi ini. Pertama, di jalan kita menuju Kelas A, akulah yang seharusnya menarik perhatian dan bukan kau"


“Mungkin begitu, tapi orang ini adalah Ryuuen. Dia orang yang tak terduga"


Aku berpikir pada diri sendiri meskipun apa yang dia tunjukkan pada kami sebelumnya, Ryuuen sudah mencurigaiku sedikit di dalam pikirannya. Dari situ hampir tidak ada keraguan. Tentu saja aku tidak tahu apa yang dipikirkan Ryuuen. Tapi waktu saat dia muncul di sini tidak ada sedikit pun bahaya.


"Bisa saja dia memata-matai kita sejak awal, tapi waktu kemunculannya sangat bagus” Mungkin


Ibuki terlibat dalam hal ini. Kenyataan bahwa Ryuuen membawanya ke pertemuan bersama kami bisa jadi kami perlu berasumsi bahwa ia juga akan berusaha mengumpulkan informasi tentang kami dalam kelompok kami.


"Aku ragu siapa pun akan benar-benar mencurigaimu adalah orang yang bekerja di belakang layar. Reputasi yang kau bangun sepanjang semester sebagai orang 'biasa' akan sangat sulit untuk diguncang,"


Aku tidak yakin apakah menganggapnya sebagai pujian atau penghinaan, tapi memang benar berapa pun orang yang menyelidikiku, mereka pasti tidak menemukan hal yang istimewa. Biasanya tidak ada orang waras yang dengan sengaja menurunkan diri mereka menjadi biasa-biasa saja seperti yang aku lakukan, jadi aku seharusnya kurang lebih aman dari kecurigaan Ryuuen.


Namun, kenyataan bahwa aku dekat dengan Horikita harus menempatkanku pada daftar perhatiannya. Juga, fakta bahwa Ibuki berada dalam kelompok yang sama seperti aku berarti aku akan berada dalam pengawasan ketat. Suatu ketika aku melihat murid mulai keluar ke geladak, aku bangkit dari tempat dudukku.


"Pembicaraan selesai untuk saat ini, benarkan? Kalau begitu, aku akan kembali ke kamarku


untuk tidur" kataku pada Horikita.


"Ya, untuk saat ini tidak ada yang tersisa untuk dibicarakan, yang harus kita lakukan hanyalah melanjutkan ke kelompok kita sendiri. Kerja bagus hari ini. Pastikan untuk memberitau jika ada sesuatu yang muncul," Horikita mengatakan kepadaku saat aku pergi.


Paling tidak aku pernah melihat bahwa ketika menghadapi kesulitan, Horikita telah menunjukkan kemauan untuk melawan. Tapi terlepas dari kecocokan pribadi, Hirata dan Kushida harus bisa mengendalikannya. Kurasa aku akan kembali ke kamarku dan tidur sampai siang. Terlepas dari kenyataan bahwa ujian telah dimulai secara resmi, tidak ada yang bisa dilakukan sampai saat itu.


"Maaf membuatmu menunggu Geppu, geppu, jika kau memakan tiga makanan berat untuk makan siang, kau pasti akan kenyang. Aku sedang berpikir untuk diet, tapi sepertinya gagal"


Sotomura menghampiriku sambil menggusap perutnya yang membengkak karena semua makanan yang telah dia makan sebelumnya. Ini merupakan penyampaian gambaran yang sama sekali berbeda dari seseorang yang mengaku ingin melakukan diet. Dia datang ke lokasiku dan Yukimura yang sedang menunggu di depan.


"Sangat merepotkan ketika ujian sudah dimulai, aku baru saja ingin makan"


"Apa itu ‘saat ini aku tidak bisa menggunakan kekuatan penuhku'?"


"... Aku sudah lama ingin mengatakannya sampai sekarang, tapi tidak bisakah kau tidak memotongnya dengan cara berbicara yang aneh?"


Tentu saja, dari sudut pandang seseorang yang tidak begitu mengerti Sotomura, perkataannya mungkin terlihat seperti mantra. Tapi kau hanya perlu terbiasa, kurasa. Sebaliknya, terkadang berbicara dengan cara yang tidak biasa seperti itu bisa menjadi menarik. Tapi jika aku berbicara sekarang, aku mungkin akan menimbulkan kemarahan Yukimura, sehingga aku membiarkannya melanjutkan caciannya.


"Pofu ~ Apa kau tidak menyukai caraku berbicara? Lalu, Seperti apa yang akan cocok untukmu, Yukimura-dono?”


"Berbicaralah dengan normal"


"Baiklah, mulai sekarang dan seterusnya aku akan menjadi seorang yang lemah, protagonis kuat, aku biasanya tidak memiliki motivasi untuk melakukan apapun tapi kenyataannya, aku memiliki kekuatan yang mampu menghancurkan dunia yang layak menamaiku Cheat-kun. Seperti tren saat ini" Yukimura, setelah


menyerah pada keyakinan Sotomura, mulai berjalan di depan kami. Karena kami sedikit terlambat, kami mulai


berjalan lebih cepat menuju tujuan kami.

__ADS_1


"Ayanokouji, ada sesuatu yang ingin ku tanyakan padamu, jawablah aku" Dia berbicara dengan nada yang sesuai dengan karakter tipe protagonis.


"Apa yang ingin kau tanyakan?"


"Aku penasaran, apa jenis dialek favoritmu? karena kau pasti akan senang jika seorang pahlawan wanita imut berbicara dalam dialek seperti itu" Cara dia mengatakan itu sendiri terdengar keren, tapi isi dialognya selalu sama seperti dia.


"Tidak ... tidak ada dialek khusus yang aku suka" Sejak aku lahir dan besar di Tokyo, tidak mungkin aku tahu tentang dialek semacam itu.


"Apa kau belum memiliki kesempatan pada pengalaman dialek 'moe'?"


Berapa banyak murid di sekolah ini yang menurutnya memiliki sifat dialek semacam itu? Aku bisa saja menutup mulutnya sekarang tapi sampai kami mencapai ruang pertemuan yang ditunjuk, kurasa aku bisa


membuang waktu untuk beberapa saat dengan berbicara dengannya.


"Apa kau memiliki dialek favorit?" Aku bertanya kepadanya.


"Tentu saja, aku akan memberitahumu melalui sistem pemeringkatanku sendiri untuk dialek. Di tempat ketiga adalah dialek Kansai, memberikan kesan yang tegas namun kasar. Tempat kedua adalah dialek indah di tengah salju, dialek Hokkaido. Penggunaan dialek di dunia 2D juga meluas sehingga ini adalah dialek moe yang lebih mematikan”


Aku mengatakan bahwa aku ingin membuang waktu dengan berbicara dengannya, tapi tidak ada yang masuk akal bagiku, tapi sebelum aku bisa membalas dengan suatu cara, Sotomura mulai bersiul dengan meniru suara aneh yang terdengar seperti 'doururururururu'.


"Nomor satu dalam peringkat dialekku pastilah dialek yang loli untuk Oneesan semuanya digunakan dengan cara yang multifungsi, dialek Hakata. Dikatakan sebagai dialek utama dengan berbagai macam dialek yang populer. Ketiga dialek ini adalah yang 3 terbaik"


sayangnya, aku tidak bisa mengerti apa yang ingin dia katakan kepadaku meskipun aku menyadari bahwa dia cukup bersemangat dengan topik ini, tapi setidaknya ini berhasil membuang waktu untuk beberapa saat. Saat kami menyelesaikan pembicaraan, kami sampai di depan ruang pertemuan yang ditunjukan dengan nama kelompok kami (Kelinci) yang ditulis di atas papan di depannya, di lantai 2. Karena ujian sudah dimulai, murid-murid memadati koridor dan memberikanku perasaan klaustrofobia.


T/N: Klaustrofobia adalah sebuah penyakit ketakutan terhadap tempat-tempat sempit dan terjebak.


"Waktu bermainan sudah berakhir kemarin. Mulai sekarang dan seterusnya, berharap mampu berjuang untuk dirimu sendiri dan untuk kelasmu" Yukimura terutama mengarahkan kata-kata itu kepada Sotomura, tapi aku juga mengangguk kepadanya sebagai persetujuan.


"Haaa... tidak peduli berapa kali aku melihatnya, ini adalah kelompok menyedihkan yang aku miliki"


pernyataan itu datang dari salah satu gadis yang memasuki ruangan, menatap kami dan mendesah. Dia adalah salah satu gadis cantik di Kelas D (meski sedikit mencolok). Karuizawa Kei. Termasuk dia, 11 orang saat ini berada di dalam ruangan duduk di kursi yang disusun dalam formasi melingkar. Mengingat jumlah kursi yang masih tersisa kosong, aku piker mungkin kamilah yang terakhir datang. Aku tidak mampu mengidentifikasi mereka dari daftar saja tapi, ada beberapa murid selain Ichinose dan Ibuki di ruangan yang aku kenal.


Ada seorang murid laki-laki dari Kelas A yang mendekatiku selama ujian di pulau yang mengusulkan sebuah aliansi untuk menyabotase Kelas D. Tapi aku tidak mengenali sebagian besar murid laki-laki dan perempuan lainnya di ruangan itu. Sepertinya kami yang merupakan saingan beberapa waktu yang lalu akan dipaksa untuk bekerja sama dalam ujian ini.


Tentu saja bukan hanya kelas kami, tapi kelas-kelas lain yang juga merasa bingung dan canggung dengan susunan mendadak ini. Kami memilih untuk duduk di kursi karena berdiri akan membuat kami semakin


terlihat menonjol. Murid-murid hampir secara alami duduk berkelompok berdasarkan kelas mereka, tapi Karuizawa dan Ibuki keduanya duduk lebih jauh dari lingkaran murid hampir seolah-olah mereka berdua terisolasi dari kelompok tersebut.


"Hmm ... ada apa?"


"Apa kau kau memperhatikan sesuatu, Ayanokouji?"


"... tidak, bukan apa-apa"


Kupikir Karuizawa akan menghadapi Ibuki saat dia melihatnya. Lagi pula, itu adalah Ibuki Mio di depan kami yang bertanggung jawab atas pencurian ****** ******** di ujian pulau. Kupikir dia akan segera membalas dendam, tapi mungkin Karuizawa lebih dewasa dari yang aku pikirkan, atau apakah dia sudah selesai dengan balas dendamnya? Bagaimanapun, fakta bahwa Karuizawa bahkan tidak terlihat kecewa itu tidak wajar. Tapi sebelum aku bisa menyuarakan pertanyaan itu, sebuah pengumuman datang dari speaker yang terpasang di


ruangan kapal.


"Mulai detik ini dan seterusnya, kita akan memulai dengan diskusi kelompok pertama" Hanya pengumuman singkat itu, tapi karena tidak ada satu kelompok pun dari kelas yang berbeda yang saling mengenal dengan baik, tidak ada yang mau berinisiatif memulai diskusi.


Dengan demikian, udara yang canggung menghampiri ruangan. Kemudian, gadis bernama Ichinose Honami melangkah dengan senyum bercahaya setelah memastikan bahwa tidak ada orang lain yang akan mengambil langkah inisiatif untuk berbicara.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2