
Sepanjang jalan, saat kami berjalan menyusuri sungai yang menurut kami bisa kami gunakan,
ada tanda dari kayu tua. Jadi tempat ini dirancang khusus karena suatu alasan dan penggunaan yang tidak sah dilarang. Inilah yang tertulis di papan kayu. Merasa lega saat kami berjalan-jalan, Hirata dan timnya kembali.
“Mengenal keputusan untuk membangun perkemahan kita di tempat ini, apa tidak ada masalah sama sekali jika menduduki tempat ini?”
“Kami sudah memutuskan itu! Apa ada alternatif lainnya?”
“Itu dia! Tentu daja, karena tempat ini bermanfaat untuk kita ada cara untuk memonopoli sungai dan kita bisa menghemat beberapa poin jika kita melakukannya. Jika kita bisa menahannya selama 8 jam dan rencana tersebut akan disetujui dan selanjutnya kita harus menentukkan siapa pemimpin kita. Tapi, jika tim lain melihat siapa pemimpin kita sebenarnya, kita akan berada dalam masalah. Seseorang yang jeli, mungkin bisa memahami situasi kita.”
Di seberang sungai sekitar kami, 360 derajat hanya dikelilingi oleh hutan. Jika ada seseorang atau sesuati yang melihat kami dari pepohonan, maka kita tidak akan menyadarinya.
“Maksudmu.... tempat ini ...... tidak bagus untuk bersembunyi, kita tidak akan terlindungi. Kita terkepung.” Memang benar ada risiko yang membuat kami tidak bisa bersembunyi. Pengamatan Ike sangat akurat. Bahkan jika kami membuat perkemahan di medan ini, kami tidak bisa mempertahankannya, tidak ada pilihan lain.
Jika kebetulan, beberapa murid kelas lain mencoba memonopoli sungai, kami tidak akan bisa pergi. Anak perempuan dan anak laki-laki sepertinya memberi persetujuan kepada Ike. Aku pikir Hirata juga sejak awal punya niat untuk melakukan hal yang sama, namun, dia berpegang teguh pada posisi netral setelah mengumpulkan banyak sudut pandang dari lainnya.
Tentu saja bisa mendapatkan hak kepemilikan eksklusif, entah bagaimanapun terlihat seperti pisau bermata dua. Namun, bagi kelas A yang memonopoli Goa, mereka juga harus melindungi perangkat sepenuhnya dengan menyembunyikan atau dengan menempatkannya di lokasi perkemahan yang sama. Bukan tidak mungkin jika kelas B dan kelas C juga akan melakukan hal yang sama. Dengan kata lain, kami tidak bisa kehilangan tempat bahkan untuk risiko sekecil apapun.
“Ya, jadi setelah masalah ini, intinya adalah siapa yang akan menjadi pemimpin?”
Bukan hanya sekedar mengambil alih dan menempati tempat, faktor kunci utama adalah menentukan siapa yang akan ditunjuk sebagai pemimpin. Jika membuat kesalahan pada titik ini, mungkin bisa berakibat fatal. Sementara semua orang berpikir untuk menghindari peran dengan tanggung jawab berat sepert itu, Kushida menyuruh semua orang untuk berkumpul dan membuat lingkaran. Dengan suara kecil, dia berkata :
“Aku punya beberapa pemikiran dan ada berbagai hal. Tapi, juga namun seseorang seperti, Hirata-kun atau Karuizawa-san memiliki pribadi yang menonjol. Tapi bukankah pemimpin adalah seorang yang bisa kalian andalkan dan juga orang yang punya rasa tanggung jawab yang besar? Aku pikir Horikita-san adalah orang yang memenuhi kedua kondisi itu. Bagaimana menurut kalian?”
Horikita sepertinya tidak mengaharapkan rekomendasi semacam ini dari Kushida, tapi ekspresinya tidak berubah. Aku bertanya-tanya apakah cukup beresiko membiarkan dia bertindak sebagai pemimpin karena dia selalu mengamati dan membidik kelas A dibandingkan dengan membiarkan orang lain melakukannya. Aku pikir poin utamanya ada di sana. Aku dengan tenang melihat reaki di sekitarku.
“Aku setuju dengan pendapat Kushida-san, aku juga berpikir bahwa Horikita-san bisa menjadi pemimpin yang baik. Selama Horikita-san tidak keberatan, aku ingin dia mengambil alih.” Meskipun semua mata tertuju padanya, dia sama sekali tidak berniat ingin menolaknya.
“Dia tidak ingin melakukannya, `kan?”
Tiba-tiba, Sudo mengumumkan pencalonannya, karena ragu apakah horikita akan memutuskan
untuk mengambil alih. Tapi ironisnya, itu menjadi pemicu bagi Horikita kemudian ia segera membuat keputusan untuk menerimanya.
“Baiklah, aku terima.”
Meskipun sedikit merepotkan, aku merasa lega karena ini jauh lebih aman daripada
__ADS_1
dipimpin oleh Sudo atau Ike.begitu mendengar kata-kata itu, Hirata segera mendatangi Chabashira-sensei untuk menyampaikan nama Horikita.
Tidak lama kemudian, dia menerima Key Card itu dan mempercayakannya kepada Horikita
saat dia kembali. Tapi tentu saja, sebelum melakukannya, dengan mempertimbangkan risiko akan terlihat oleh seseorang dari kelas lain, semua orang menyentuh perangkat itu. Hal ini berguna untuk menyamarkan pemimpin dan menyembunyikan pemimpin yang sebenarnya.
“Baiklah, aku akan memecahkan masalah tentang mandi dan air minum.” Dengan mata yang bersinar
dan menyala, Ike menganjurkan untuk menghemat Poin.
‘Hah? Minum dari air sungai? Apa kau gila?”
Ternyata, Ike bermaksud menggunakan air sungai baik sebagai untuk mandi dan air minum. Sementara
itu, Shinohara dan gadis-gadis nampak tidak setuju dan mereka melirik ke sungai dengan perasaan jijik dan terkejut.
“Ya, itu terlihat bagus untuk berenang .... tapi untuk diminum..... mmmm..”
“Ada apa, itu baik-baik saja, airnya jernih dan juga bersih.”
“Ya, itu ..... sepertinya bisa diminum tapi....”
“Hei, Hirata-kun ........... apa ini baik-baik saja? Bukankah tidak normal meminum
air dari sungai?”
Beberapa gadis berkumpul dan mereka berdiskusi untu berbicara dengan Hirata dengan
gelisah, meminta nasehat. Melihat air sungai yang mengalir dengan tenang, para gadis memprotes sambil menggelengkan kepala ke kiri dan ke kanan sambil mengatakan bahwa itu tidak mungkin dilakukan.
“Aku rasa tidak bisa meminumnya..” Ike yang melihat diam-diam saat diskusi berlangsung, membukan mulutnya yang sudah semakin kesal.
“Benarkah? Airnya sangat bersih dan terlihat jernih itu terlihat seperti air alami.” Meski tidak keruh atau berlumpur, tidak hanya anak perempuan tapi juga anak laku-laki juga berdiri di pinggir sungai untuk melihat keadaan sungai.
“Apa yang terjadi dengan kalian? Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memanfaatlan air yang
tersedia yang kami termuka dengan begitu bermasalah.”
__ADS_1
“Kalau begitu kita harus mencoba meminumnya sebagai percobaan.”
“Haha.... apa pun itu, aku tidak peduli..”
Ike mengambil air sungai dengan tangannya dan meminumnya. Dan gadis-gadis didesak secara
paksa juga untuk meminumnya.
“Ahhh .............. dingin sekali, aku merasa segar sampai ke tulangku tapi ini bagus sekali! Sial!”
“Wow ini sangat segar. Tapi tidak mungkin aku meminumnya. Ughh!”
“Eh, Kau ingin meminumnya, SHINOHARA!”
“Apa katamu????!!!’ keduanya jugasaling melotot dan mereka bertengkar selama
perdebatan panas mereka.
“Aku mendengar bahwa perkelahian membuatmu semakin dekat, mungkinkah ini berlaku
juga untuk kalian?”
“Ya, Sepertinya benar.”
Jadi, di samping masalah toilet, kita juga harus mengatasi masalah air minum? Tetapi bahkan
jika sungai ditemukan. Belum ada solusi.
“Untuk saat ini, kenapa kita tidak memikirkan masalah air ini nanti saja? Karena jika
kau membantahnya akan lebih suliit lagi untuk menyelesaikannya.”
Hirata berbicara kepada semua orang bahwa dia ingin mengubah situasi saat ini. Mungkin
menunda situasi akan membawa masalah lain tapi kalau itu maksud Hirata, tidak akan da keberatan tertentu. Atau begitulah yang aku percaya ..... sampai seseorang pria yang paling tidak aku harapkan menghentikan arus pembicaraan.
“Shinohara, jangan mengeluh, ini adalah keputusan dimana setiap orang harus bekerja sama,
__ADS_1
kau paham.......!”
^^ jangan lupa like guys