Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume

Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume
Chapter 2


__ADS_3

"Aku bertanya, waktu apa ini? tahun ajaran kita! Bulannya juga!"


"Apa yang kau bicarakan?"


"Dengar, kita baru saja menyelesaikan semester pertama di tahun pertama kita. Tidak perlu terburu-buru, hanya karena mereka sudah meningkatkan keunggulan mereka, bukan berarti harus putus asa."


"Tapi meski begitu, ini adalah kekalahan yang mengerikan. Jika kita tidak memikirkan jalan ....."


"Meskipun kau tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi, Kau harus selalu melihat ke depan. Murid yang dikenal sebagai Horikita Suzune unggul di bidang akademis, namun jika menyangkut pertarungan unik seperti ini, kau sama sekali tidak bisa melakukan apapun. Itulah kesanmu yang aku pahami "kataku pada Horikita.


"... Aku mengerti itu"


"Aku mengerti. jadi kau sudah menyadarinya itu. Bagaimanapun, aku pikir lebih baik kau jatuh hingga kau mencapai titik terendah," kataku padanya.


"Apa maksudmu?" Saat ini, tidak masalah jika kau benar-benar hancur, selama kau akan merangkak kembali. Aku pikir Horikita memiliki potensi untuk melakukan itu.


"Ada masalah yang lain. Saat ini kau harus melakukan sesuatu perlahan tanpa terburu-buru, apa ini tidak masalah?"


.


"Kau pikir ada masalah yang lain, tapi kenapa kau bertindak di pulau tak berpenghuni? Ada yang aneh dengan itu?" jawab Horikita kepadaku.


"Mungkin" Mau bagaimana lagi jika Horikita, yang tidak tahu tentang interaksiku bersama Chabashirasensei, menganggap ini sebagai sesuatu yang misterius.


Selama ujian pulau tak berpenghuni, aku dipaksa untuk 'menunjukkan kemampuanku' jadi aku tidak punya pilihan lain selain bertindak. Tentu saja, ujian dia kapal pesiar, di mana aku tidak memiliki banyak bidak untuk digunakan, terbukti sangat sulit bagiku, namun masih ada beberapa cara yang tersedia. Tapi ada alasan kenapa aku tidak menggunakan cara itu.


walaupun begitu, jika aku terlalu banyak mengacau, tidak ada keuntungannya. Pada dasarnya aku tidak tertarik pada sesuatu seperti Kelas A atau Kelas B. Oleh karena itu, tanpa mengotak-atik terlalu banyak, tapi tetap menunjukkan sedikit kemampuanku kepada Chabashira-sensei, aku bisa membuang-buang waktu dengan itu. Itulah kenapa melihatnya dari sudut pandangku, bahkan ujian diawal itu sukses besar.


"Yang lebih penting, apa kau tidak punya pertanyaan untuk ditanya tentang penampilanku?" Tanyaku padanya.


"Aku pikir kau mengenakan pakaian yang sangat panas, tapi aku tidak memiliki kesan yang lain tentang hal itu" Seperti biasa, dia tidak tertarik pada orang lain.


"Apa yang kau baca hari ini?"


.


"Tidak ada hubungannya denganmu, kan?" Mengatakan itu, dia tidak menunjukkan tanda-tanda untuk membiarkanku melihat judul buku itu.


"Baiklah, aku sudah membuat Ike dan yang lainnya menunggu, jadi aku akan pergi sekarang. Mau ikut?"


"Kau pasti bercanda. aku menolak" jawab Horikita. Setelah mengharapkan bahwa dia akan menjawabku seperti itu, aku memutuskan untuk pergi tanpa ragu.


***


"Apa yang sedang kalian lakukan...?"


Tiba-tiba dikelilingi oleh Ike dan yang lainnya dengan seseorang yang tidak memiliki hubungan apapun dengannya, bahkan Katsuragi yang biasanya tenang tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Di sanalah Kushida, yang tentu saja akan ikut serta di dalam diskusi ujian, mulai berbicara dengannya.


"Maaf tiba-tiba begini, Katsuragi-kun, apa kau punya waktu?"


"Kushida, apa? Apa maksudnya ini?" Katsuragi bertanya.


"Sebenarnya, aku mendengar dari Ike-kun dan yang lainnya, tapi hari ini seharusnya adalah hari ulang tahunnya Katsuragi-kun?"


.

__ADS_1


"Muu... itu benar tapi... kau bisa menebaknya dengan cukup bagus" Mungkin dia tidak ingat menceritakan hal ini kepada siapa pun, tapi dia menatap kami dengan ekspresi sedikit bingung.


"Jadi karena itulah kami berempat di sini ingin merayakannya dengan Katsuragi-kun dan karena itulah kami menemuimu" Kushida melanjutkan.


"Tidak, tidak ada alasan untuk melakukan sesuatu yang istimewa. Apa aku salah?" Tanya Katsuragi.


Terlihat tidak senang karena ini, dia menjadi waspada. Itu tak terelakkan. Tidak aneh jika menurutnya ini adalah jebakan dari Kelas D. Namun, kenyataan bahwa dia tidak menunjukkan tanda-tanda segera menolak kami, mungkin sebagian besar berkat kehadiran Kushida.


"Apa kau punya rencana untuk bertemu orang lain hari ini?" Kushida bertanya.


"Bukan itu masalahnya tapi ....." Kushida kemudian bertepuk tangan dengan senyum lebar seolah mengatakan 'aku senang'. Jika dia menunjukkan senyuman seperti itu, laki-laki biasa pun akan jatuh cinta kepadanya dengan satu tembakan. Tapi laki-laki ini adalah pemimpin Kelas A dan bukan seseorang yang bisa langsung tenggelam seperti ini.


"Aku minta maaf, tapi bukan berarti kita teman dekat atau apapun. Jika ada maksud tersembunyi, katakan saja langsung" kata Katsuragi.


.


"Tidak ada maksud tersembunyi. Kami hanya berpikir untuk merayakan ulang tahunmu, Katsuragi" Ike mengatakan itu dengan wajah serius. Dia mungkin berpikir untuk merayakan ulang tahun Katsuragi dari dasar hatinya yang dipenuhi rasa simpati.


"Mu.....” Ini adalah sebuah ikatan, seolah mengatakan bahwa Katsuragi mengencangkan mulutnya dengan ekspresi penolakan. Jadi aku menyadari bahwa di tangannya, Katsuragi memegang tas hadiah ulang tahun yang sama seperti kemarin.


Itu adalah sesuatu yang seharusnya dia beli dua hari yang lalu, namun dia membawanya ke mana pun dia pergi. Kenapa? Sepertinya Ike dan yang lainnya belum menyadari hal ini (atau sudah menyadarinya dan berpura-pura tidak tau) dan mereka menemui Katsuragi.


"Maaf, tapi aku punya urusan di sekolah sekarang, aku minta maaf," kata Katsuragi.


"Sekolah, eh? Omong-omong, baru-baru ini kau selalu memakai seragammu. Apa yang sedang kau lakukan?" Ike bertanya dengan santai namun Katsuragi tidak melewatkan sebuah kecurigaan di dalam kata itu.


"Apa maksudmu?” Dari tatapan ringan yang baru saja dia lakukan beberapa waktu yang lalu, sepertinya Katsuragi sudah memasuki mode pertempurannya saat ekspresinya menjadi tajam.


.


"Bagaimana kau tahu bahwa aku memakai seragamku baru-baru ini?" Karena menatap mata kuat yang sepertinya akan menghisapmu, Ike tak sengaja menelan ludah. Dia sudah mengambil kata-kata dan membisikkannya di alam bawah sadarnya hingga mengingatkan sesuatu yang tidak nyaman.


"Ehh? Tidak, itu ..."


"Kemarin setelah bertemu denganku, aku bertemu dengan Ike dan yang lainnya, aku bilang kepada mereka tentang hal itu, apa seharusnya aku tidak melakukannya?” Tidak ada pilihan lain selain melakukan hal tersebut, aku menceritakannya kepada Katsuragi.


"Kupikir itu pakaian yang tidak biasa untuk liburan musim panas" aku melanjutkan.


"Aku mengerti ... memikirkannya seperti itu, aku pikir itu benar"


"Ya itu benar, itu dia, itu" kata Ike.


"Jadi kenapa kau pergi ke sekolah?"


.


Sosok panik Ike masih mencurigakan, tapi untuk saat ini aku sudah berhasil mengubah topic pembicaraan.


"Ini hal yang pribadi, tidak ada hubungannya dengan kalian," jawab Katsuragi.


"Ini mungkin tidak penting, tapi apa ada sesuatu yang mengganggumu?"


"Kenapa kau berpikir begitu?"


"Kemarin maupun hari ini, kau membawa kantung itu, bukankah sedikit aneh jika kau pergi ke sekolah dengan itu juga dan kau sudah membawa tas itu di tanganmu saat kita bertemu di took kemarin. tiga kali, bukan? " Aku bertanya kepadanya.

__ADS_1


Ada fakta bahwa aku memang melihatnya secara kebetulan, tapi tidak sulit untuk menyimpulkan itu dari apa yang aku katakan.


"Aku punya urusan di dewan murid, itu saja." Sekali lagi, sebuah nama tempat yang tak terduga muncul.


"Mungkin alasanmu memakai seragam kemarin adalah karena kau pergi ke ruang dewan murid?"


"... itu benar, tapi sepertinya mereka sedang keluar"


"Kalau tidak salah, kemarin mereka sedang merenovasi ruangan dan itu tidak bisa digunakan"


.


Katsuragi membuat wajah yang sedikit terkejut dan langsung bertanya kepadaku bagaimana aku mengetahuinya.


"Aku kebetulan memiliki hubungan dengan presiden dewan murid"


"Jadi kau kenalan dengan presiden dewan murid itu?"


"Entahlah. Kau bisa menyebutnya sebagai kenalanku tapi... sesuatu seperti itu" jawabku


"Ahh, aku mengerti, Horikita dari Kelas D adalah adik kecil presiden dewan murid, huh?" Katsuragi yang pintar dengan cepat mencapai kesimpulan itu sendiri dan yakin.


"Kalau begitu, akan jauh lebih baik jika kau menemaniku. Jika memungkinkan, maukah kau ikut denganku?" Dan dengan ini, kurang lebih aku bisa mengerti apa yang Katsuragi tuju.


"Kebetulan, aku juga punya urusan dengan dewan murid sekarang"


"Jadi, itu sebabnya kau juga memakai seragammu?" Tentu saja, hanya agar aku bisa mengetahui tujuan Katsuragi tapi dengan ini aku bisa sampai ke titik ini. Sambil mengangguk sekali, Katsuragi mulai menuju sekolah, menuju ruang dewan murid.


***


"Permisi" Katsuragi, dengan suara yang jelas, berbicara seperti itu saat dia mengetuk pintu ruang dewan murid. Presiden dewan murid, Horikita Manabu dan Sekretaris Tachibana keluar untuk menyambut kami. Horikita yang lebih tua segera melihat kehadiranku.


"Tidak disangka akan menyambut pengunjung yang datang bersama" Aku dengan lembut membungkuk untuk membalas sapaannya. Sekretaris Tachibana, di sisi lain, memiliki ekspresi yang sangat jijik di wajahnya.


"Hari ini, aku datang ke sini karena aku memiliki permintaan untuk dilakukan. Pada dasarnya, aku mendengar pertanyaan murid bisa ditanyakan melalui dewan murid dan itulah kenapa aku datang"


"Sepertinya kau sudah datang kemarin dan sehari sebelum kemarin. Kami absen karena renovasi. Aku minta maaf"


"Tidak, saat ini sedang liburan musim panas, kesalahannya terletak pada sisi yang mendorong masalah ini, tapi aku senang bisa bertemu denganmu hari ini. Karena situasi ini, aku sudah berpikir untuk langsung pergi ke asramamu" kata Katsuragi.


Di tengah liburan musim panas, kenapa Katsuragi memutuskan untuk mampir ke tempat ini. Dan apa sebenarnya alasan dia berada di sini. Hal itu akhirnya terungkap.


.


"Di sekolah ini, selama masa pendaftaran, kami dilarang menghubungi pihak luar tanpa izin tertulis. Aku ingin menanyakan lebih jauh tentang itu dan aku akhirnya datang ke sini"


"Dari kalimat itu, Tentu saja kau sudah melihat-lihat peraturan sekolah, bukan? Alasan kuat dan tidak bisa dihindari mungkin saja ada sebagai pengecualian, tapi sebuah kontak tetap dilarang keras" Persis seperti yang dikatakan Horikita yang lebih tua, hanya dalam keadaan yang tidak dapat dihindari, ini diperbolehkan. Penyakit atau luka parah adalah satu-satunya saat izin diberikan.


"Ya, tapi dalam kasus individual, bagaimana sebaiknya aku menghadapinya? Aku ingin mengirimkan sebuah paket dan kartu pesan untuk keluargaku di luar lingkungan sekolah. Tentu saja, aku tidak berharap bisa mendengar jawaban dari keluargaku" kata Katsuragi. Dengan kata lain, komunikasi sepihak.


"Itu sama saja. Bahkan jika ini sepihak, masih dilarang" Kata-kata itu dikembalikan ke Katsuragi secara profesional. Tapi Katsuragi, dia tidak akan ada di sini jika ini cukup untuk membuatnya mundur.


"Sehubungan dengan kontak dengan pihak luar, aku sudah mendengar bahwa itu termasuk pengiriman paket juga. Tapi, selama aku tidak mengirimkan informasi melalui surat, bukankah itu dianggap tidak melanggar peraturan?" Tanya Katsuragi.


"Tidak ada perubahan di dalam kenyataan bahwa hal itu dilarang oleh peraturan. Itu adalah peraturan yang tidak berubah sejak berdirinya sekolah ini, tapi tidak dilarang tanpa alasan. Ketika sekolah pertama kali didirikan, peraturannya tidak seketat sekarang "

__ADS_1


Sambung..


__ADS_2