
"Pembicaraan ini tidak ada gunanya, pada akhirnya kita akan saling menelan”
“Apa yang kau maksud dengan itu, Suzune?"
"Yang aku maksud adalah bahwa dia ada benarnya, jika kau bermaksud melanjutkan diskusi ini seperti rapat strategi, aku harus menganggap 'ini adalah kenyataan' dan juga bertindak dengan sesuai" kata Horikita
"Seperti yang kau inginkan, aku sangat ingin tahu apakah kau berhasil membentuk hubungan kerja sama atau tidak, huh?" Ryuuen mengatakan bahwa saat ia secara acak menyombongkan permusuhan terhadap musuh-musuhnya sementara pada saat bersamaan, dengan berani memperluas tawaran kerja sama dengan mereka juga. Horikita merespon dengan tekad untuk bertarung dalam menanggapi hal itu.
Hal ini tentunya merupakan penolakan yang ditujukan kepada Ichinose. Jika dia mengkhianati Kelas D sekarang, dia akan dipandang sebagai pengkhianat oleh semua kelas yang lainnya juga. Seseorang yang mengkhianati sekutusekutunya demi poin. Jika reputasi seperti itu menempel kepada Ichinose sekarang, Dia hanya akan menyeret kakinya sendiri sepanjang sisa hidupnya di SMA.
"Maafkan aku Ryuuen-kun, tetapi ada juga orang-orang di Kelas B yang terluka oleh tindakanmu. Bahkan jika demi mendapatkan poin, aku tidak bisa bekerja sama bersamamu dengan mudah”
"Aku mengerti, itu sangat disayangkan"
Tetapi wajahnya menunjukkan bahwa dia mengharapkan hasil ini dari awal dan sama sekali tidak terlihat kecewa. Ryuuen kemudian berdiri untuk meninggalkan ruangan dan melewati kami. Saat dia pergi, Ryuuen berbalik sekali lagi untuk melihatku. Mungkin dia melakukannya tanpa sadar, tapi tatapannya menyentuh wajahku.
"... mungkinkah" bisiknya dan pergi. Tentu saja aku tidak bereaksi terhadap kata-katanya. Saat Ryuuen menggelengkan kepalanya dan pergi, Kushida juga angkat bicara.
"Aku harus pergi sekarang juga, temanku menelfonku" Meminta maaf seperti itu, Kushida cepat meninggalkan ruangan setelah Ryuuen.
"Sepertinya diamampu menerawang kita" Ichinose sedikit mendesah.
"Ini akan merepotkan, menjadi sasaran orang yang seperti itu"
"Meskipun dia memiliki kanji naga di dalam namanya, dia hanyalah seekor ular. Begitu dia mengarahkan pandangan kepada mangsanya, dia akan berusaha keras untuk melahap mangsa itu. Tapi daripada aku yang sekarang, Horikita-san mengumpulkan perhatiannya. Saat ini Ryuuen sangat waspada dengan Kelas A, dan dia harus menyadari fakta bahwa Kelas B juga akan menjadi musuhnya juga suatu hari nanti"kata Ichinose.
Itu benar, Kelas D baru saja bangkit dari kedalaman karena tenggelam setelah ujian di pulau baru-baru ini. Mungkin ini adalah hasil dari hal itu, tetapi tidak satu pun dari kelas lainnya yang melihat Kelas D seperti ancaman yang berat.
"Pasti akan baik-baik saja, Horikita bukanlah tipe yang hancur di bawah tekanan" kataku padanya.
"Tentu saja"
Aku memang mengatakannya, tetapi masih ada kemungkinan bahwa Horikita akan terus berkembang dari tekanan yang tertuju kepadanya di sini. Inilah yang aku yakini. Entah sekarang atau sepuluh tahun ke depan, jika kau akan berkembang sebagai sebuah pribadi, umumnya kau harus dipecahkan terlebih dahulu.
"Horikita-san, Ayanokouji-kun. Karena orang-orang mengetahui tentang aliansi antara kelas kita jadi aku akan bertanya untuk berjaga-jaga, tapi apa kau percaya kepada ujian ini, sebuah aliansi yang melampaui kelas benarbenar bisa terbentuk?" Ichinose bertanya kepada kami
"Tidak ada alasan nyata untuk bermusuhan di sini, tetapi meminta kerja sama mungkin akan sedikit sulit. Ujian itu sendiri disiapkan agar kerja sama antar dua kelas menjadi tidak mungkin. Itulah sebabnya kenapa kerja sama mutlak dan tak tergoyahkan antara Kelas B dan Kelas D adalah sebuah keperluan. Aku tidak berpikir aliansi semacam itu bisa terbentuk”
"Umm, seperti yang diharapkan dari Horikita-san, kau mengerti ujiannya dengan sempurna, usulan Ryuuen-kun itu memang tidak mungkin sejak awal, ini adalah langkah yang bagus untuk bersekutu denganmu" Terlihat senang karena pemikiran mereka terlihat sudah sesuai dengan sempurna.
"Ya, strategi Ryuuen-kun akan berakhir dengan kegagalan, tidak perlu khawatir, masalahnya adalah strategi yang disiapkan oleh Katsuragi-kun, setelah berbicara dengannya sendiri, bagaimana menurutmu?" Ichinose bertanya pada Kanzaki dan Horikita tentang Katsuragi.
"Seperti yang aku sampaikan kepadamu kemarin, tidak ada tempat bagi kelompok lain untuk berbicara dengan mereka. Dia tidak menanggapi kami dan menolak untuk berpartisipasi dalam diskusi. Aku tidak yakin dia akan mengubah pendiriannya sebelum ujian berakhir, apa sikap mereka sama meski Katsuragi tidak ada? " Kanzaki bertanya pada Ichinose.
"Ya, tidak ada harapan di tempatku juga. Sepertinya kita harus membuat kesepakatan dalam situasi ini dengan pendekatan yang berbeda" Jumlah waktu diskusi yang tersisa adalah tiga. Dan setelah itu masingmasing kelompok harus menyerahkan jawabannya masing-masing. Saat itulah kami harus membuat pilihan. Untuk kelas atau untuk kelompok? Atau mungkin hanya untuk dirimu sendiri ?
"Aku akan kembali ke kamarku sekarang"
Karena semua orang dari kelompok (Naga) sudah meninggalkan ruangan, Horikita juga bergerak untuk kembali ke kamarnya. Pada saat itu, Ichinose bertemu dengan Hamaguchi yang sepertinya sudah menunggunya di luar. Ichinose melirik sekilas ke arah belakang Horikita, lalu berbalik untuk menatapku.
__ADS_1
"Jika kau tidak keberatan, maukah kau menemaniku sebentar?" Ichinose bertanya padaku
"Tentu, tidak masalah"
Saat ini bukan hanya Ichinose tapi juga dua murid lainnya dari Kelas B bersamaku sehingga terasa sedikit sesak. Kemudian setelah berpisah dengan Kanzaki dan tiba di geladak, kami tiba-tiba disambut oleh sosok murid yang sudah beralih ke suasana hati yang menyenangkan.
"Horikita-san mungkin sudah mengatakan itu, tapi aku masih percaya kita semua bisa bekerja sama dan masih ada ruang untuk kerja sama" Ichinose akhirnya memberitahuku.
"Ruang untuk kerja sama?"
"Ya, Kelas A tiba-tiba mengambil sikap seperti itu dan aku terkejut, namun masih ada ruang untuk kerja sama. Karena itulah kita perlu memperlihatkan segalanya, bukankah begitu?"
"Semuanya?"
"Pada akhirnya, di dalam ujian ini terutama tentang menemukan ‘target’. Jadi itu artinya yang harus kita semua lakukan adalah mencari tahu sebanyak mungkin tentang ‘target’ untuk memperkecil kemungkinan tersebut, karena itulah aku akan memberitahumu... Aku bukan ‘target’, tapi aku akan menemukannya dan aku akan membawa 'kelompok' kita menuju kemenangan" Ichinose dengan jelas mengatakannya sambil melihat jauh ke dalam mataku. Dan menambahkan hal ini,
"Jika kau masih ragu bahwa aku adalah ‘target’ dan aku hanya bersembunyi, bahkan jika kau bertanya kepadaku, maka tanggapanku terhadap hal itu sederhana saja ... Aku melakukan semua yang aku bisa untuk Kelas B" Kata-kata itu menusukku dengan aura misterius yang seperti tidak bisa kupahami.
Setelah mengamati perilaku Ichinose sejauh ini, hanya ada satu hal yang perlu dipertanyakannya. Jika dia benar-benar ingin meminta kerja samaku di sini sekarang dan ingin mendapatkan kepercayaan penuh dariku, dia seharusnya melangkah lebih jauh. Maksudnya, Memperlihatkan isi ponselnya kepadaku untuk memastikan bahwa dia bukanlah “target".
Tetapi Ichinose tidak menunjukkan tanda-tanda akan melakukannya, aku bahkan tidak menyadari adanya tanda-tanda bahwa dia mencoba mengeluarkan ponselnya. Jadi haruskah aku merespon pernyataannya dengan blak-blakan dari seorang perempuan yang sakit jiwa? Atau sebagai cerita yang masih memiliki sisi tersembunyi untuk hal ini? Itulah alasan dibalik aura misterius itu. Mungkin keputusan yang bijak untuk jujur dan menerima tawarannya di sini sekarang.
"... apa itu tidak masuk akal?" Ichinose dengan cemas bertanya kepadaku setelah hanya menerima keheningan dariku.
"Tidak, maaf, itu bukan hal yang tidak masuk akal. Aku hanya terkejut jika kau akan bersikap jujur kepadaku. Normalnya, seseorang tidak akan berusaha membawa seluruh 'kelompok' ke dalam kemenangan jika mereka benar-benar adalah ‘target’ "
"Semua yang sudah aku katakan sejauh ini, yang ingin aku lakukan adalah agar kelasku bisa menang dengan adil dan jujur. Aku hanya berpikir untuk menemukan ‘target’ untuk melihat apakah mereka memiliki pemikiran yang sama. Ah, Ayanokouji-kun tidak perlu menjawab jika kau merasa tidak perlu. Aku hanya ingin kau mengetahui perasaanku. Aku pikir akan lebih mudah jika kita berada di posisi yang sama"
"Meskipun hubungan kerja sama yang sempurna itu tidak mungkin, itu tetap merupakan ide bagus untuk menjaga hubungan yang baik. Jika aku tidak menjawab dengan jujur di sini, hubungan ini mungkin akan hancur berantakan."
"Tidak, tidak, Bukan begitu" Dia mencoba menghentikanku dan menjawabnya dengan panik, tetapi ini bukanlah sesuatu yang harus aku sembunyikan di sini.
Apa yang dikatakan Ichinose tidak diragukan lagi adalah benar, harga yang dia dapatkan dari mengkhianatiku di sini termasuk kecil. Tidak ada gunanya menipu Kelas D yang sudah tenggelam ke dasar dan hampir tidak bisa naik kembali pada saat ini.
Tentu saja, aku tidak bisa mengatakan dengan pasti bahwa dia 100% jujur seperti bagaimana seseorang tidak mampu 100% yakin bahwa mereka tidak akan menabrak asteroid dan mati. Tapi kurasa aku juga bisa jujur kepadanya di sini.
"Aku bukan ‘target’, bukan Yukimura juga, Aku bisa yakin tentang Yukimura, tetapi aku tidak tahu dengan Karuizawa dan Sotomura, dan secara pribadi, aku setuju denganmu Ichinose. Aku tidak keberatan"
Aku mendengar dari Yukimura, baik itu Sotomura maupun Karuizawa sepertinya adalah "target", tetapi sebaiknya aku meninggalkan pernyataan yang tidak pasti dari pembicaraan ini. Aku masih belum bisa mengatakan bahwa mereka bukan "target" dengan percaya diri. Dilihat dari sikap dan tingkah lakunya, apa yang Yukimura ceritakan padaku itu pasti benar. Yukimura bukanlah ‘target’
"M-maaf, sepertinya aku sudah memaksamu untuk berbicara" Ichinose kemudian menurunkan kepalanya di depanku seakan ditimpa oleh rasa bersalah. Tetapi tidak perlu minta maaf. Karena suatu hari, 'aku' yang seharusnya meminta maaf kepadanya atas apa yang akan aku lakukan.
"Hamaguchi-kun, bisakah kau kemari sebentar?"
"Ada apa, Ichinose-san?"
Ketika Hamaguchi mendekat, Ichinose mulai menginformasikan kepadanya tentang situasi saat ini. Setelah mendengarkannya, dia terlihat terkejut karena Ichinose berhasil membangun hubungan kerja sama dengan Kelas D. Aku pikir kepribadian Ichinose sendiri sudah mampu mendapatkan persetujuan dari kelas.
"Jika dia mengonfirmasinya juga, tidak ada alasan bagiku untuk menolaknya, aku juga bukan ‘target’. Tidak masalah mempercayaiku" Hamaguchi memberitahuku. Dan mengingat hubungannya dengan Ichinose, kepercayaannya juga cukup tinggi. Ada sedikit kelebihan jika berbohong di sini karena mampu merusak hubungannya dengan Horikita jika ketahuan.
__ADS_1
"Jadi kau belum memeriksa kelasmu" Jika seseorang seperti Ichinose yang terbakar oleh popularitas, dia mampu mendapatkan informasi dari kelasnya bahkan tanpa menggunakan terror seperti Ryuuen.
"Aku mencoba untuk membiarkan teman sekelasku melakukan tindakan individual, hal semacam itu, ada seseorang yang hanya menginginkan poin untuk diri mereka sendiri. Lagipula , bukan berati aku bisa memutuskan ‘target’ di antara mereka atas kemauanku sendiri" kata Ichinose.
"Mungkin ini sulit, tapi aku akan memeriksa yang tersisa. Jika mereka menjawab dengan jujur, aku akan membiarkan Ayanokouji-kun mengetahuinya juga"
"Aku sangat bersyukur, namun bukan berarti aku akan memberitahumu segalanya tentang Kelas D. Kami masih belum bisa mengatakan bahwa kami sudah memiliki hubungan yang positif sejak dulu dan masih belum ada jaminan bahwa apa yang baru saja kau katakan kepadaku adalah sebuah kebenaran" aku memberitahu Ichinose.
"Baiklah, selama Ayanokouji-kun sendiri bekerja sama denganku, aku akan puas dengan hal itu"
Dan dengan ini, kami bertiga mendiskusikan ujian dari sudut pandang netral dan Tiba-tiba bekerja sama di dalam kelompok (kelinci) menjadi sebuah kemungkinan. Aku, Ichinose, Hamaguchi dan Yukimura. Kami berempat tentu saja bukan ‘target’. Aku yakin setidaknya Yukimura memperhatikan tingkah laku dan sikapnya.
Dengan ini tersisa sepuluh orang selain kami. "Target" tidak diragukan lagi bersembunyi di antara mereka bersepuluh. Bagaimanapun, ini pasti akan menjadi tugas yang lebih sulit daripada menemukan pemimpin selama ujian di pulau itu. Itulah kenapa ini merupakan ujian.
"Target" juga akan merasakan tekanan pada diri mereka dan selama mereka menghindari tindakan yang terbuka, mereka dapat menyembunyikan diri mereka sendiri. Rasanya tidak adil sejak awal namun sekolah memang memastikan agar mengimbangi ujian.
"Jadi, bagaimana kau bisa menemukan ‘ target’? Bahkan jika kita bertanya secara langsung, aku ragu mereka akan menjawab dengan jujur. Bukan berarti mereka bisa dibujuk dengan kata-kata seperti kita bertiga" Hamaguchi mengatakannya kepada kami.
"Inti dari ujian ini adalah melakukan sesuatu soal itu kan?" Tepatnya, ini adalah ujian berkualitas tinggi. Untuk mencerna informasi dari seseorang yang dengan putus asa berusaha menyembunyikannya. Sekarang dengan langkah Ichinose, perubahan situasi seperti saat ini pasti akan terjadi.
***
Jika ada seseorang yang mampu membaca pikiran, menemukan "target" tidak akan menjadi tugas yang mudah. Semua orang terlahir sebagai seorang pendusta dan kebanyakan sudah terbiasa berbohong. Jika seseorang yang sama sekali tidak pernah berbohong selama hidupnya itu ada, keberadaan itu sendiri akan menjadi sebuah kebohongan. Bagi manusia, kebohongan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari diri kita sendiri. Paling tidak, di antara orang-orang yang berkumpul di ruangan ini, salah satunya adalah "target".
Masih ada waktu sampai diskusi dimulai, bagaimanapun, alasan aku datang lebih awal seperti terakhir kalinya adalah untuk mengamati tingkah laku setiap orang di dalam kelompok dan orang pertama yang datang untuk berdiskusi malam itu adalah gadis-gadis dari Kelas C. Mereka masuk dengan gembira sambil mengobrol satu sama lain. Setelah melihatku, mereka langsung menurunkan suara mereka dengan cara yang jijik dan dengan cepat menjauhkan diri dariku.
Selanjutnya adalah Yukimura yang memasuki ruangan dengan wajah yang tajam. Sambil menyapanya sekilas, dia segera duduk di dekatku. Sepertinya dia tidak berbeda dari yang biasanya. Kemudian yang berikutnya muncul adalah kelompok Kelas A. Machida dan Takemoto, lalu Morishige. Seperti biasa, Semenjak mereka sudah memutuskan untuk tetap diam, mereka memutuskan untuk duduk di ujung ruangan. Dekat dengan tempat gadis-gadis Kelas C duduk.
"Hei Machida-kun, hari ini, setelah ini selesai, apa kau ingin ikut bermain bersama kami? Kami bertiga berencana untuk bersenang-senang setelah ini, tetapi belum menemukan seseorang."
"Entahlah ..." jawab Machida kepada mereka.
Umumnya Machida tidak ikut dalam diskusi, tetapi 'kehadirannya' masih sangat kuat. Mengecualikan Ichinose dan Ibuki, sepertinya semua gadis lain di dalam kelompok tertarik kepadanya. Bukan berarti aku cemburu kepadanya... tapi aku mungkin sedikit cemburu kepadanya.
Setengah dari Kelas C sudah menyerah untuk menemukan "target" atau mungkin ini masih merupakan bagian dari rencana mereka, tetapi dengan kata-kata itu mereka sudah mengundang Machida untuk bermain bersama mereka. Apakah ini adalah cara laki-laki dan perempuan memperdalam hubungan mereka? Sepertinya Machida juga puas dengan itu saat dia terlihat senang sambil mempertimbangkan ajakan mereka.
Lalu Sotomura dan Karuizawa memasuki ruangan. Tetapi daripada bersama-sama, itu terlihat seperti mereka datang di ruangan secara bersamaan, karena Karuizawa memiliki ekspresi tidak senang di wajahnya. Begitu mereka memasuki ruangan, dia cepat-cepat membuat jarak di antara mereka dan bergerak ke bagian belakang ruangan.
"Hei, itu kursiku" Meskipun datang lebih lama, Karuizawa mengatakan hal itu kepada gadisgadis Kelas C sambil melotot kepada mereka walaupun mereka datang lebih awal. Setelah melihat gadis-gadis lain menggoda Machida secara terangterangan, sepertinya Karuizawa menjadi lebih marah kepada mereka.
"Aku tidak tau apa yang kau bicarakan, tapi apanya yang tempat dudukmu? Cari saja tempat lain untuk kau duduk" kata Manabe kepada Karuizawa.
"Aku bilang itu kursiku. Pergilah" jawabnya.
"Hah? Tidak bisakah kau melihat aku sedang berbicara dengan Machida-kun sekarang? Kami akan bermain malam ini" kata Manabe pada Karuizawa.
"Machida-kun, tolong beritahu dia kalau kau mau aku yang duduk di sebelahmu" Terlihat sedikit malu, Machida terlihat bimbang dengan siapa yang harus dia pilih. Tetapi Karuizawa langsung mengerti situasinya dan dengan cepat masuk di antara Manabe dan Machida dan memegang tangan Machida.
Sambung....
__ADS_1