
Sepertinya masa depan kelas dan dampaknya terhadap ujian akan bergantung pada topik mana yang akan diikuti oleh kelas tersebut. Tentu saja bukan berarti aku tertarik dengan itu.....
"Kalau begitu, pertama, yang mendukung rencana Horikita-san".
"Ya, tentu saja, sesuai dengan rencana Horikita, alasannya sederhana, untuk menang. Semakin banyak orang atletik, semakin banyak peluang menang, bukankah begitu?"
Sudou mengambil inisiatif dan mengangkat tangannya. Dan yang mengikutinya adalah murid-murid seperti Yukimura dan Sakura. Para murid yang tidak percaya diri dengan atletiktisme mereka memberikan persetujuan. Di sisi lain, para murid yang tidak bisa menang melawan yang berbakat, tapi masih mampu sampai batas tertentu, atau kelompok Karuizawa, tidak mengangkat tangan.
"Terima kasih, kalian bisa menurunkan tangan kalian sekarang" Apakah jumlah ini besar atau kecil, adalah sesuatu yang akan diputuskan berdasarkan berapa banyak orang yang tidak mengangkat tangan.
"Tunggu dulu, Ayanokouji-kun. Jagan-jangan, kau setuju dengan rencana Karuizawasan?" Horikita, yang secara alami menyadari bahwa aku tidak mengangkat tangan, menanyakanku.
"Tenang, ini kebijakanku untuk menjadi orang yang tidak memilih"
.
"..... kalau begitu, apa kau tidak mau mengikuti rencanaku?"
"Bukan berarti rencanamu yang paling benar, kan?"
"Aku tidak mengerti. Memilih pilihan yang akan memberikan kelas kemungkinan terbaik untuk menang, pada akhirnya menghasilkan perolehan sejumlah besar poin pribadi. Poin kemenangan dari memenangkan pertandingan di sini dan cara Karuizawa itu sama sekali tidak berarti. Jika kau mengatakan itu salah, maka aku mau kau memberikanku alasan yang jelas, kenapa”
"Aku tidak bilang kalau kau salah, aku hanya mengatakan itu bukan satu-satunya jawaban"
‘Bidak yang bisa dibuang' dikirim untuk menabrak dan menghancurkan musuh yang hebat akan mengakhiri festival olahraga tanpa mendapatkan poin apapun. Setidaknya Horikita sangat mengerti hal itu. Hanya saja dia menganggap itu sebagai pengorbanan yang diperlukan agar bisa bangkit.
"Hanya saja tidak semua murid melihat ke depan sepertimu"
"Lalu, selanjutnya adalah rencana gabungan dari Karuizawa-san. Dimana kita akan menang dan bersenang-senanglah dimana saja. Orang yang mendukung rencana ini silahkan angkat tangan kalian"
Selain kelompok Karuizawa, untuk sesaat tangan yang bertebaran mulai bangkit. Ada beberapa suara. Namun, hanya dengan Karuizawa yang mengangkat tangannya, satu demi satu anak perempuan mengikuti jejaknya. tetapi…
“... hasil pemungutan suara terbanyak adalah ..... 16 suara untuk rencana Horikita-san dan 13 suara untuk rencana Karuizawa-san, bisakah aku menganggap sisanya tidak memilih apapun?"
Perhitungan total selesai tanpa ada yang keberatan. Bisa dikatakan bahwa suara yang Karuizawa kumpulkan bukan karena isi rencananya melainkan karena mereka diinstruksikan untuk melakukannya. Hal ini karena kepercayaan kepada Karuizawa rendah dan rencananya sedikit sederhana. Karena rencana Horikita itu realistis demi meraih kemenangan dan efisien, itulah yang semua orang harus sadari. Strategi Kelas D adalah bertindak untuk menang bukan untuk individual, tapi sebagai kelas, inilah yang sudah diputuskan.
"......." Karena disetujui oleh suara terbanyak, Karuizawa tidak akan membiarkan ketidakpuasan apapun terjadi di sini.
"Inilah kesimpulannya, Karuizawa-san. Sekarang, Hirata-kun, aku akan menyerahkan sisanya kepadamu"
Mengubah pikirannya, Karuizawa juga harus memilih konsep ini sekarang supaya bisa menang. Tentu saja, aku tidak berpikir bahwa pilihan yang buruk sudah dipilih. Pertama, orang-orang yang tidak atletis tidak akan mengambil inisiatif untuk mengatakan bahwa mereka ingin berpartisipasi di ini dan itu sekarang.
.
Mau tidak mau, peran yang direkomendasikan akan jatuh kepada yang atletis seperti Sudou dan Hirata.
"Lalu, tentang jumlah peserta acara hanya untuk yang direkomendasikan…”
"Aku akan bersaing di semua kontes, jika ada yang keberatan dengan itu maka aku akan berhadapan langsung dengan mereka"
__ADS_1
Dengan tegas menyatakan hal itu, Sudou membicarakan strategi yang tidak berubah sejak awal. Apalagi dia terlihat berniat memaksa siapa saja yang mengeluh dan membuat mereka menyerah. Ini adalah pernyataan yang terlalu percaya diri, namun pengaruhnya sangat tinggi karena tidak ada ketidakpuasan atau pertengkaran dari siapapun. Karena murid berbakat akan dirakit mulai sekarang, Sudou yang menjadi kandidat pertama dalam daftar adalah sesuatu yang bisa dipastikan.
"Aku juga akan berpartisipasi di kompetisi ini sebanyak mungkin"
Seperti yang diharapkan, orang yang merekomendasikan dirinya adalah Horikita. Karuizawa sedikit mengeraskan ekspresinya. Gadis-gadis di sekitar mereka saling berbisik. Aku bertanya-tanya apa mereka sedang menghina?
Kemudian, pemberitahuan dan rekomendasi diri terjadi. Satu demi satu peserta yang direkomendasikan sudah diputuskan. Tapi tidak semua kompetisi terisi dengan mudah dan hanya sekitar 1 /3 dari acara Partisipasi Universal yang sudah terisi. Seperti yang dia katakan, Sudou akan berpartisipasi di semua kompetisi dan selain dia, di sebagian besar kompetisi, Horikita dan Hirata dan yang paling pasti, Kushida dan Onodera dan murid atletik lainnya akan berkompetisi. Dan sisanya masih kosong.
.
"Oi, Kouenji, apa kau tidak akan bekerjasama?"
Sudou berbicara seperti itu sambil melotot kepada laki-laki yang belum mengucapkan sepatah kata pun sejak diskusi dimulai. Itu karena Sudou sendiri mengakui bahwa pria ini memiliki potensi yang sama dengannya, walaupun tidak lebih besar. Jika Kouenji berpartisipasi secara serius, paling tidak di kompetisi individu, posisi teratas sudah dipastikan untuknya.
"Sebelumnya, kau juga tidak mengangkat tanganmu"
"Aku tidak tertarik, kalian bisa melakukan apa yang kalian inginkan".
"Jangan bercanda, dasar bajingan"
"Aku tidak bercanda. Tidak ada alasan kenapa aku harus dipaksa olehmu... Sejak awal, bahkan jika kau punya hak untuk memaksaku, aku tidak berniat untuk mendengarkanmu" Dengan kata lain, itu artinya, tidak peduli apa yang terjadi, Kouenji tidak berniat mengubah pendiriannya.
"Aku tidak berpikir ada keharusan untuk memutuskan semuanya saat ini juga, Sudoukun. Kouenji-kun juga punya kelebihan dan kekurangannya sendiri, dan dengan tidak masuk akal mengajaknya bukanlah sesuatu yang benar untuk dilakukan" Menindaklanjuti Kouenji dan mendesak Sudou untuk tenang adalah Hirata.
.
"Paling tidak, apa yang sudah diputuskan dari diskusi hari ini adalah strategi dan keinginan kelas dari mereka yang ingin berpartisipasi dalam kompetisi individual. Aku pikir kita bisa memutuskan yang lainnya dengan hati-hati nanti" Dan dengan ucapan itu, diskusi sudah sampai pada penyelesaiannya. Namun, sebagian murid, mungkin merasa tidak puas dengan diskusi ini.
***
Sepulang sekolah, setelah beberapa saat, aku memutuskan untuk mengirimkan pesan yang sudah aku kirim kepada seseorang dan setelah itu, saat aku sudah selesai melakukannya, aku melakukan kontak mata dengan Karuizawa. Tidak, kontak mata bukanlah hal yang baik.
Hanya saja, aku mencari celah dan melirik sekilas ke arahnya tapi secara kebetulan, dia melihat tatapanku. Tapi, tentu saja niatku pasti tidak sampai kepadanya saat Karuizawa meninggalkan kelas bersama dua teman di belakangnya.
.
Seperti yang aku pikirkan, kecuali jika aku menghubungi dia secara langsung, tidak mungkin dia bisa mengerti. Dengan membawa tasku di tangan, aku pergi kembali ke kamarku, meninggalkan kelas semenit setelah Karuizawa.
"Hei" Menuruni tangga, saat menuju pintu masuk utama, aku dihentikan oleh Karuizawa yang sendirian karena suatu alasan.
" kau tidak pulang?"
"Aku memang mau pulang, tapi aku pikir kau mau bilang sesuatu kepadaku jadi aku menunggu. Apa aku salah?" Aku tidak bisa tidak terkejut dengan pernyataannya.
"Sedikit"
"Baiklah, aku juga punya sesuatu untuk aku katakan kepadamu. Apa kau keberatan mendengarkanku sebentar?"
.
__ADS_1
'mendekati nya' aku mendesak Karuizawa untuk berbicara.
'Mendekati nya' aku mendesak Karuizawa untuk berbicara.
"Pesan yan g kau ki ri m kepad aku . Aku i n g i n m en d en g ar ten tan g n i atm u yan g seben arn ya" M en g atakan i tu , d i a m e bu ka pon sel n ya d an m en u n ju kkan pesan i tu kepad aku . D i san a, i tu tertu l i s, Bag aim an apu n caran ya, keberatan l ah d en g an pen d apat H ori ki ta. Kem u d ian setel ah i tu , tan yakan pen d apat Ku sh i d a. I tu lah yan g aku i n stru ksi kan u n tu k Karu i zawa l aku kan d i ten g ah kelas.
"Sejauh h al i tu berjal an , kau pu n ya cara u n tu k m em ai n kan al u r yan g bag u s. D al am si tu asi i tu , kau m em an g san g at keberatan " kataku
"Benarkah ? J i ka aku h aru s m en g atakan n ya, aku setu ju d en g an pen d apat H ori ki ta-san , aku ju g a ti d ak m en g erti bag ai m an a cara m em an g g i l Ku sh i d a-san , jad i apa m akn a d i bal i k peri n tah i tu ?"
"Tid ak akan ad a akh i rn ya ji ka kau kh awati r kepad a m akn a d i bal i k m asi n g -m asi n g d an seti ap ti n d akan ku . D an bah kan ji ka kau m en g i n g i n kan n ya, ti d ak ad a jam i n an bah wa aku akan men jawab. Apa kau m en g erti apa yan g aku m aksu d kan ? "
"Kau m en yu ru h ku m em atu h i peri n tah m u tan pa m en an yakan al asan d ibal i kn ya. Aku m en g erti ”
.
"Itulah maksudku" Karuizawa yang patuh tidak bertanya lagi.
"Kalau begitu, selain itu, katakan kepadaku, kau tidak mengangkat tanganmu, tapi mana yang menurutmu yang benar?"
"Aku harus mengatakan jika keduanya benar, di mana kita akan menempatkan penekanannya tergantung kepada individu itu sendiri"
"Itu bukan jawaban, pada akhirnya kau tidak menjawab apa yang sebenarnya kau pikirkan"
"Sayangnya, aku punya kebijakan yang pada dasarnya tidak berpikir kepada yang mana"
"..... apa itu? aku tidak mengerti. Apa yang ingin kau lakukan? Apa kau bermaksud untuk menyingkirkan kelas-kelas lain ke dalam kekacauan? Atau apa kau benar-benar berpikir untuk membawa Kelas D ke Kelas A?"
"Paling tidak, Horikita mempercayai hal itu" 'Bukan itu yang aku maksud', seolah mengatakan itu, Karuizawa menghela napas dan memelototiku.
"Yang aku tanyakan bukan menurut Horikita-san, aku mau kau memberi tahuku apa yang kau lihat dan apa yang kau inginkan"
.
"Jika aku harus mengatakannya, aku tidak tertarik untuk naik ke kelas A. Hanya saja, aku mulai merasa perlu mempersiapkan kelas ini untuk bisa naik ke Kelas A. bukan hal yang buruk”
"Apa maksudnya itu? aku tidak begitu mengerti perbedaannya, seberapa rendahkannya keinginanmu?" Lebih baik mengawasi Chabashira-sensei mulai sekarang.
"Bahkan jika aku memasukkannya ke dalam kata-kata sekarang, kau tidak akan percaya kepadaku dan aku tidak punya cara untuk membuktikannya. Itulah kenapa aku akan menempelkan garis pelindung sehingga kau akan mempercayaiku berkali-kali. Dalam festival olahraga ini, Pengkhianat akan muncul dari dalam Kelas D. Kemudian, orang tersebut akan membocorkan informasi internal dari Kelas D ke luar "
"Tunggu, huh? Apa kau serius mengatakan itu!?"
"Jika saatnya tiba, kau akan mempercayaiku, apa yang aku lihat, apa yang sudah aku lihat. Itu saja"
"Apa maksudmu, katakan padaku rinciannya"
"Saat ini, aku tidak bisa, tapi, saat waktunya tiba, aku akan menceritakan semuanya kepadamu. saat ini, kita masih berdiri terlalu jauh"
"Aku akan melakukannya bahkan jika kau tidak memberi tahuku. Jika aku terlihat bersama dengan seseorang yang suram sepertimu, citraku akan menurun. Tapi .... bahkan jika kebetulan pengkhianat muncul, itu tidak masalah, kan? "
__ADS_1
.
sambung