
Sebelum Ichinose bisa mengungkapkan isi pesannya, aku menawari ponselku sendiri. Tetapi ini bukan ponsel miliku, melainkan yang aku tukar dengan orang tertentu.
"Ayanokouji-kun ... apa kau tidak masalah dengan itu?"
"Ya, setelah mendengarkan Hamaguchi, aku pikir tidak ada cara lain selain ini. Karena aku sangat payah dalam berkomunikasi, satu-satunya yang bisa aku lakukan adalah menunjukkan kebenarannya, jadi itulah yang akan aku lakukan"
"Tunggu Ayanokouji, aku keberatan. Tidak mungkin strategi tumpul semacam ini bisa berjalan dengan lancar" Yukimura dengan putus asa berusaha menghentikanku, tapi aku mengabaikan kata-katanya dan menunjukkan pesanku.
Dengan begitu, aku membuktikan bahwa aku bukanlah "target". Dan sejumlah besar air telah terkumpul di bendungan tak terlihat ini. Bahkan jika sebuah lubang berukuran 1 sentimeter harus dibuka, bendungan pasti akan runtuh dan berubah menjadi arus yang besar. Tindakan ini merupakan pemicu untuk membuka lubang tersebut.
"Hmm... sepertinya Ayanokouji-kun bukan ‘target’. Baiklah. Kalau begitu aku akan menunjukkan milikku juga"
Sekarang siapa yang akan menindaklanjutinya? Dari antara kerumunan yang besar, orang-orang yang masih menertawakan strategi Hamaguchi, seorang perempuan menyuarakan persetujuan dan menyetujuinya. Dia adalah orang yang paling tidak diharapkan. Ibuki Mio.
“Apa kau gila? Tidak ada keuntungan bagi kita dengan melakukan ini" Dia adalah Manabe yang keberatan dengan tindakan berisiko Ibuki. Tapi kata-kata yang Ibuki katakan adalah tanggapan yang benar, alasan yang bagus.
"Orang-orang yang bukan ‘target’ mereka sendiri maupun termasuk ke kelas yang sama dengan ‘target’, tidak ada keuntungan dalam mempertahankan status tersebut. Kelas B juga mengerti bahwa jika kita tidak melakukan apaapa, kita tidak akan pernah mengejar ketinggalan dengan kelas di atas kita. Itulah sebabnya mereka menunjukkan ponsel mereka dan aku memikirkan hal yang sama seperti mereka, itu saja, "kata Ibuki.
"Tapi itu..."
"Atau mungkin, kau adalah ‘target’ ?" Ibuki mengatakan hal itu pada Manabe yang seharusnya menjadi sekutunya, dengan cara yang berlawanan seperti musuh.
"T-tidak t-itu ..."
"Kalau begitu kau juga bisa menunjukkannya, ponselmu itu"
Di satu sisi, kata-katanya bisa dianggap sebagai ancaman terhadap sekutunya sendiri, seolah mereka akhirnya mengerti, Manabe dan yang lainnya juga mengeluarkan ponsel mereka. Perburuan untuk "target" sedang berlangsung. Karuizawa juga mengeluarkan ponselnya dengan tali pengikat di atasnya dan menyerahkannya di depan semua orang.
"Karuizawa, kau juga ikut dengan Ayanokouji? Apa kau juga akan mengikuti strategi ini?" Yukimura bertanya.
"Aku hanya melakukan ini untuk diriku sendiri, karena aku ingin poin pribadi juga" jawab Karuizawa. Pesan dari sekolah mengatakan bahwa dia juga bukan "target". Karuizawa juga dianggap aman.
"... ehhh apa yang harus kulakukan?" Sotomura bergumam.
"Pikirkan sendiri, Sotomura, ini bukan hal wajib tapi bersifat sukarela, kau tahu"
"Uuuu... aku pikir aku bisa mengatasinya”
Di dalam situasi dimana banyak murid telah bergabung, karena dinilai tidak ada pilihan yang lain, Sotomura juga bergerak untuk menunjukkan ponselnya. Namun, sebelum dia sempat melakukan itu, Yukimura dengan cepat menghentikannya.
"...apa kau benar-benar berpikir bahwa ini adalah tindakan yang benar?"
"Sejak beberapa waktu yang lalu, kenapa kau tidak ikut? Apa mungkin kau adalah ‘target’?" Menanggapi Yukimura yang sangat menentang strategi tersebut, Ibuki membantahnya dengan pertanyaan itu. Pada saat itu, semua orang bisa melihat ekspresi Yukimura mengeras.
"Uwa ... kau serius?"
“Yukimura bukan ‘target’, awalnya aku dengar seperti itu" Aku cepat menindaklanjutinya. Tetapi tawa spontan datang dari beberapa murid.
"Apa kau benar-benar mengharapkan kami untuk mempercayai katakatamu begitu saja? Kau mungkin sedang berbohong" Manabe mengatakan bahwa sekilas meragukan Yukimura sebagai fakta sebenarnya.
__ADS_1
Tentu saja, terus menyangkal bahwa dia adalah "target" di sini hanya akan mengundang kecurigaan lebih lanjut kepadanya. Dia harus tahu itu juga. Tapi aku belum bisa membuat langkah di sini. Karena Yukimura adalah ---
"Masih terlalu cepat untuk menarik kesimpulan, karena Yukimura-kun juga punya poin" Ichinose yang telah menyaksikan serangkaian kejadian yang berkembang, mengatakan hal itu saat dia sekali lagi mengeluarkan ponsel dari saku kirinya.
"Aku sedikit terjebak di dalam arus, tapi aku juga ingin menunjukkan ponselku" katanya saat dia sekali lagi membuktikan bahwa dia bukan "target" kelompok tersebut.
"Tunggu, Ichinose. Sebelumnya, kau bilang ada sesuatu yang ingin kau sampaikan kepada kami. Kau bilang, kau akan selalu diam tentang hal itu sepanjang waktu" Karena dia tidak melupakan pernyataan itu, Machida menekan pertanyaan itu kepadanya.
"Itu hanyalah fakta bahwa aku juga selalu memiliki pemikiran yang sama juga, itu saja"
"... pemikiran yang sama?"
"Aku mengatakan gagasan yang sama, tapi sebagai pemimpin Kelas B, aku hanya menyesal karena sudah dikalahkan oleh Hamaguchi-kun" Bagaimanapun, sepertinya semua orang selain Kelas A dan Yukimura sudah membuktikan diri mereka kepada kelompok bahwa mereka bukanlah "target"
"........." Semua murid di sini tidak begitu sadar karena tidak mengerti makna di balik keheningan Yukimura. Machida dan murid-murid lain dari Kelas A juga, pada suatu titik telah mendekati Yukimura untuk menatapnya.
".....baiklah aku mengerti, akan kutunjukkan kepadamu. aku hanya harus menunjukkannya, kan?" Tidak lagi mampu menahan tekanan teman-teman yang diarahkan padanya, Yukimura menyerah dan mengeluarkan ponselnya juga.
"Tapi sebelum aku melakukannya, aku ingin kalian berjanji satu hal" katanya.
"Janji? Apa maksudmu dengan itu, Yukimura-kun?"
"Tidak ada seorang pun di sini yang akan menjadi pengkhianat. Semua orang di sini, terutama Kelas A, aku ingin kalian mengambil ponselmu dan menempatkannya di tempat yang bisa aku lihat. Tidak, semua juga. Semua orang meletakkan ponsel kalian di tempat yang bisa aku lihat" kata Yukimura. Dia sudah mengarahkan pernyataan itu kepada perwakilan kelompok di sini, Machida, tetapi Machida menjawabnya dengan nada yang tidak terpuji.
"Aku tidak mengerti apa yang kau maksud. Apa maksudmu?"
"Persis seperti apa yang aku katakan. Tidak ada yang lebih dan tidak ada yang kurang"
Mendekati Yukimura, semua murid dari Kelas A mengeluarkan ponsel mereka dan meletakkannya di depan dia. Setelah memastikan fakta tersebut, tanpa ada keraguan di ekspresinya, Yukimura bergerak. Yukimura mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menyalakan layarnya, lalu memasukkan kata sandi 6 digit yang dibutuhkan dan masuk ke ponselnya. Kemudian dia membuka pesan yang dikirim kepadanya dari sekolah dan mengangkat layar secara langsung agar dilihat semua orang.
"... aku minta maaf karena berbohong kepadamu, Ayanokouji ..." Yukimura meminta maaf saat membuka pesan yang dikirim dari sekolah. Yang paling terkejut setelah melihat kalimat yang tertulis dalam surat, itu tentu saja adalah anggota Kelas D.
"Aku adalah targetnya ..." kata Yukimura. Di layar ada pesan yang berbeda dari apa yang orang lain terima.
"A-apa Y-Yukimura-dono adalah ‘target’ selama ini?" Sotomura menatapnya dengan tatapan heran. Ini juga berarti bahwa kami sudah begitu saja melepaskan 500.000 poin yang seharusnya diberikan kepada Kelas D. Namun, Yukimura adalah orang yang aku tukarkan ponselnya secara rahasia.
"Jika aku tahu semuanya akan berakhir seperti ini, aku akan berbicara sejak awal" kata Yukimura.
Karuizawa juga terlihat terkejut dari lubuk hatinya dan ekspresinya menunjukkan kegelisahan. Melihat pemandangan dari kedua orang yang tidak akan pernah memikirkan Yukimura sebagai "target", itu hal masuk akal. Machida kemudian berdiri dan mengintip pesan diponsel Yukimura sekali lagi.
"Sepertinya pesan itu sungguhan, semua pesan pribadi lainnya sepertinya juga milik Yukimura tanpa ada keraguan" kata Machida setelah memeriksanya bahkan chat pribadi Yukimura tanpa izin. Menuju Machida yang mendekati situasi dengan curiga, Ichinose mencoba menjelaskan situasinya dengan tenang.
"Tidak mungkin itu palsu, bagaimanapun juga, kau tahu peraturan yang ditetapkan sekolah. Mengenai pesan yang dikirim oleh sekolah tentang ujian, menyalin surat dan memindahkannya dengan sengaja itu dilarang. Pesan dikirim dari alamat sekolah, kemungkinan palsu itu nol, "kata Ichinose.
Tepatnya, dari awal, memalsukan informasi di dalam ujian ini dengan jelas dilarang. Karena hukuman yang dikenal sebagai pengusiran menanti orang orang yang melanggar peraturan, segala sesuatu yang diletakkan di sini tidak lain hanyalah kebenaran. Bahkan jika seseorang mengatasi rintangan ini dengan terbohong di sini, masalah masih akan menunggu mereka setelah ujian berakhir, maka hasilnya akan sama saja.
"Artinya itu adalah Yukimura-kun” Manabe mengangguk setuju.
Yang penting di sini adalah kondisi pesan Yukimura yang pada akhirnya akan ditunjukan. Apakah seseorang yang memegang ponsel tersebut memang pemiliknya atau bukan... tidak ada hubungannya. Dengan kata lain, membuat keputusan apakah orang yang dimaksud adalah pemilik ponsel atau bukan adalah tugas yang sangat sulit.
Khusus bagi murid yang berjaga-jaga selama ujian, memikirkan bahwa seseorang mungkin sudah menukarkan ponsel merekadengan orang lain bukanlah dugaan yang tiba-tiba. Namun, dengan santai memasukkan password 6 digit dan membuka kunci ponsel di depannya membuat semuanya berbeda.
__ADS_1
Tidak mungkin murid bisa mengetahui password murid yang lain. Mereka pasti akan menarik kesimpulan seperti itu hampir secara tidak sadar dengan mengasumsikan hal seperti itu jika itu adalah ponsel mereka. Ini tidak berakar kepada penalaran melainkan sebuah prasangka yang telah tertanam dalam pikiran mereka selama bertahun-tahun.
"Maafkan aku Yukimura-kun... aku memikirkan ini sebagai upaya terakhir ..."
"Tidak, aku pikir ini hal yang benar untuk dilakukan, entah bagaimana aku mencoba menjauh dari ini, tapi itu salah, aku yakin Ayanokouji dan Sotomura, dan juga Karuizawa akan merasa ini adalah hal yang benar" jawab Yukimura. Dengan berkata demikian, dia membuat dirinya terlihat seperti orang yang mencoba mengamankan poin dengan aman hanya untuk dirinya sendiri.
"... dengan ini semua orang harus tahu jika ‘targetnya’ adalah aku, Jadi kalian seharusnya sudah sampai pada sebuah jawaban" lanjutnya.
Itu benar, dengan menyelesaikan ujian bersama semua orang, seluruh kelompok bisa mendapatkan 500.000 poin. Hasil pertama yang sepertinya tak bisa diraih pada awalnya bisa didapat sekarang. Ichinose menganggukkan kepala sekali lagi dengan kekuatan lebih dari sebelumnya, dia memohon kepada Kelas A.
"Tolong, jangan sia-siakan keberanian Yukimura-kun, tolong kerja sama dengan kami, jangan mengkhianati kami"
"Kami hanya mengikuti instruksi Katsuragi-san sejak awal, kami tidak akan melakukan apapun dengan sendirinya" jawab Machida kepada Ichinose. Dia memang mengatakan itu, tapi sebelum ujian selesai, akan ada waktu dimana kami pasti harus dibubar sebagai sebuah kelompok. Sebelum ujian berakhir, untuk waktu yang kosong selama 30 menit, kami harus percaya tidak hanya kepada teman sekelas kami tapi juga kepada murid kelas lain.
"Aku ingin percaya ... tidak, aku percaya kepada semua orang ..."
Yukimura mengatakan seolah-olah itu adalah sebuah keinginan dan setiap kelas menerima hal yang sama. aku bertanya-tanya apakah murid yang sudah menghabiskan waktu bersama-sama selama beberapa hari terakhir mendapatkan sesuatu yang menyerupai persahabatan?
Aku ingin tahu apakah mereka akan menerima perasaan Yukimura, dan bisa bekerjasama untuk meraih kemenangan? Tidak, hal seperti itu tidak mungkin. Aku yakin dengan hal ini, seseorang pasti akan menjadi pengkhianat. Dan jika demikian, kami dari Kelas D yang sudah mengganti ponsel kami satu sama lain pasti akan menang.
Yukimura pastinya yakin akan hal itu. Dia pasti sudah berusaha menahan diri untuk tidak tertawa terbahak-bahak. Namun, kesenangan yang pasti dirasakannya menguap, saat ponsel Yukimura dipegangnya tiba-tiba berdering dan bergema di dalam ruangan.
Yukimura adalah orang yang paling terkejut dibanding orang lain dengan panggilan masuk. Sambil terburu-buru menarik ponsel dari meja, dia tersandung dan melepaskan ponsel dari tangannya. Secara kebetulan, dengan layar di sisi kanan atas, terlempar tepat di depan kami. Karena dalam mode diam, getaran tersebut dikirim melalui meja karena terus bergetar.
T/N: Mungkin yang bergema dan berbunyi itu suara getarannya? Nama pemanggilnya adalah --- 'Ichinose'.
Dia sambil memegang ponsel sampai ke telinganya, menatap Yukimura, lalu dengan mata serius,
"Apa yang kau lakukan, Ichinose? Tidak ada gunanya menelpon Yukimura pada saat seperti ini" Machida berkata sambil menatap Ichinose dengan wajah tercengang. Setelah menciptakan situasi dimana hanya aku dan Yukimura yang bisa mengerti maknanya, Ichinose diam-diam mengakhiri panggilannya.
"Sekolah tersebut mengatakan bahwa 'mengubah atau menyalin pesan' dilarang, oleh karena itu kami percaya pesan di depan mata kami tidak diragukan lagi kebenarannya. Sudah pasti, tapi tidak ada peraturan yang mengatakan bahwa kau tidak bisa menipu seseorang dengan ponsel itu sendiri. kau mengerti maksudnya?" Ichinose mengatakan sambil mengangkat ponsel yang jatuh dan mengembalikannya ke Yukimura, tapi bagiku.
"Orang yang memiliki ponsel dengan pesan ‘target’ yang tertulis di atasnya, bukan begitu, Ayanokouji-kun? Karena baru saja, aku tidak menelpon Yukimura-kun, tapi Ayanokouji-kun" Aku menukar nomor kontakku dengan Ichinose beberapa waktu yang lalu. Itu sebabnya dia tahu nomorku. Tidak, kalaupun dia tidak tahu, dia pasti sudah melakukan penulusuran untuk mengetahui nomor teleponku.
"T-tapi bukankah aneh? Yukimura bisa membuka kata sandi ponsel di depan mata kita. Aku juga sudah memeriksa pesan dan history pribadinya di depan mata semua orang," kata Machida.
"Itu dipalsukan, dia bisa dengan mudah mengetahui kata sandinya hanya dengan menanyakannya kepada Ayanokouji-kun sebelumnya. terlebih, semua history panggilan, pesan dan bahkan aplikasi bisa dipalsukan meski membuat cukup banyak usaha yang harus dilakukan untuk itu" jawab Ichinose. Setelah mendengarnya, Machida mengubah ekspresinya dan dengan cepat meraih ponsel yang sudah dikembalikan kepadaku.
"Seseorang tidak bisa berbohong begitu mudah, kau tahu, apalagi saat tujuannya sudah di depan mata, mereka pasti akan menjadi cemas dan pembukaan akan menampakkan diri mereka. Yukimura-kun berbohong dan karena itulah gerak-gerik dan sikapnya terlihat berbeda dari biasanya dan terlihat mencurigakan." Kata Ichinose, setelah benar-benar melihat melalui usahaku untuk berkamuflase.
Setelah mendengar kesimpulannya, wajah Yukimura menjadi pucat. Tidak, itu memang sangat meragukan bahkan ketika dia sudah mendengar semuanya.
"Kami juga sudah memikirkannya untuk beberapa saat, jika ‘target’ itu ada di kelas kami, selalu ada pilihan untuk mengganti ponsel dengan mereka. Dengan menggunakan kata sandi untuk melepaskan diri sebagai ‘target’ juga merupakan salah satu dari hal yang kami pikirkan "kata Ichinose. Sepertinya, strategi yang aku hadapi sudah dipikirkan oleh Ichinose dan yang lainnya.
"Tapi kau tahu, ada kelemahan di dalam strategi itu, fakta bahwa ada nomor telepon, bahkan jika kau bisa dengan sempurna meniru history dan aplikasimu, kau tidak bisa melakukan apapun dengan nomormu. Sekali, aku dan Hamaguchi-kun pernah mencoba menukar kartu SIM kami, kartu SIM berikan kepada kami terkunci ke terminal khusus kami, jadi biarpun kami menukarnya, kami tidak bisa membuat kartu SIM kami tertukar. Itu berarti jika kau sudah menukar kartumu juga, aku tidak akan bisa menghubungimu. Tidak masalah siapa yang mengganti ponsel dengan siapa, segera setelah aku menghubungi nomor itu, aku bisa dengan mudah mencari tahu siapa pemilik sebenarnya. Jika aku tidak melakukan ini, Pada akhirnya aku tidak akan datang dengan rencana untuk mengungkapkan siapa pemilik ponsel ini”
Dengan kata lain, Ichinose dan yang lainnya hanya menggunakan taktik paksa semacam ini untuk melihat melalui kebohongan. Fakta bahwa Hamaguchi tiba-tiba memulai topik ini juga, secara alami merupakan bagian dari rencana mereka. Jadi inilah saat dimana Yukimura dan aku yang sudah menukar ponsel kami terungkap.
"Mudahnya bertukar ponsel dan memanipulasi history sudah berjalan dengan baik sejauh ini, tapi kau pasti tidak pernah berpikir akan menggunakan fakta bahwa kartu SIM terkunci pada terminal dan memeriksanya, bukan?" Ichinose mengatakannya.
sambung
__ADS_1