
"Aku mengerti, jadi kau di sini karena Horikita-san yang memerintahkanmu, bukan?" Ini mengurangi kesulitanku untuk menjelaskan lebih banyak kepadanya sehingga akan sangat mudah bagiku.
"Ya, dia memerintahku untuk melaporkan semua kelompok (kelinci) kepadanya, termasuk situasi Karuizawa. Jadi, begitu aku mendengar tentang situasi Karuizawa dan melaporkan itu kepadanya, dia juga memerintahkanku untuk mengawasimu. Tentu saja dia memerintahkanku untuk mengupingmu, tapi karena kau mengatakan kepadaku untuk menjadi jembatan antara kau dan dia, aku pikir aku lebih suka tidak mematai-mataimu. Ini merupakan kesempatan bagiku untuk mendengarnya darimu juga, "
"Informasi apa yang dia inginkan?"
"Segala sesuatu yang diketahui Hirata tentang Karuizawa, dan isi pembicaraanmu dengannya"
Sepertinya Hirata yang belum mengetahui keadaan kelompok (kelinci) ini menjadi bingung tentang kenapa dia memerlukan informasi tentang Karuizawa khususnya informasi tentang kelompok itu sendiri. Tetapi paling tidak dia mengerti bahwa informasi ini cenderung mempengaruhi apa yang akan terjadi di masa depan.
"Aku tidak yakin berapa banyak yang bisa aku katakan kepadamu, aku masih harus mempertimbangkan perasaan Karuizawa-san" Dan dengan begitu, Hirata mulai berjalan menyusuri koridor. Dalam skenario yang tenang ini, aku tidak merasa sedang mamemaksanya untuk berbicara sehingga aku mengejarnya dengan langkah tenang yang bebas dari kekhawatiran.
Meskipun aku sudah berbaring di tempat tidur selama sekitar dua jam, rambutku masih dalam kondisi yang sempurna. Aku tidak terlalu peduli pada diriku sendiri, tetapi untuk memastikan agar orang-orang tidak merasa tidak nyaman saat melihatku, aku harus mempertimbangkan kondisi rambutku.
"Aku yakin Ayanokouji-kun tidak akan mengatakan apapun yang tidak penting, tapi apa yang akan aku katakan adalah informasi yang sangat sensitif dan kemungkinan Karuizawa-san akan menolak untuk berbicara dan kembali. Aku hanya ingin kau menyimpan fakta-fakta itu di dalam pikiranmu"
Selalu ada pilihan untukku menguping mereka sambil menyembunyikan diri, tetapi tidak mungkin Hirata membiarkan hal yang seperti itu. Karena ini adalah sesuatu yang Karuizawa tidak ingin orang lain dengar, dia tidak akan pernah mengizinkanku menguping seperti itu. Jadi yang terbaik di dalam skenario ini yang bisa aku lakukan adalah mengangguk sebagai jawaban.
Tempat pertemuan berada di depan mesin penjual otomatis yang terletak di daerah peristirahatan di lantai dua. Itu berada di tengah koridor panjang di atas kapal. Tempat yang mudah dilihat dan mudah bagi seseorang untuk memperhatikan jika ada seseorang yang menguping mereka.
Lokasi ini membuatnya sangat sulit untuk menyembunyikan diri dan mendengarkan. Karuizawa sudah ada di sana, dengan jersey, duduk di sofa sambil menunggu Hirata. Awalnya saat dia melihatnya, dia tersenyum sebentar, tetapi saat dia melihatku di belakang Hirata, dia segera berubah dan terganti menjadi ekspresi marah.
"Kenapa Ayanokouji-kun bersama Hirata-kun?"
"Jangan khawatir, aku memanggilnya dan kami datang bersama"
"Hirata-kun? Kenapa? Aku sudah bilang jika aku ingin berbicara denganmu sendirian"
“Aku tahu, tapi aku khawatir dengan apa yang Karuizawa-san katakana kepadaku di telepon, jadi aku membawa Ayanokouji-kun yang sepertinya mengerti situasi ini. Maaf karena bertindak sendiri seperti ini" Meskipun Karuizawa terlihat sangat tidak puas dengan kondisi ini, sepertinya dia tidak akan membentak Hirata.
"Tapi... aku masih ingin berbicara denganmu sendirian..."
"Jika memang begitu, tapi kau tidak pernah mengatakan bahwa kita akan berbicara hanya berdua di telepon"
Kurang lebih aku sudah bisa menyimpulkan bahwa ini berhubungan dengan masalah Kelas C yang dipimpin oleh Manabe. Tetapi aku bertanya-tanya bagaimana Karuizawa akan memulai topik ini. Jika dia hanya ingin menghibur dirinya sendiri dengan berbicara bersama Hirata, tidak perlu bersikeras untuk berduaan bersamanya. Itu berarti dia ingin membicarakan topik yang tidak bisa didengar oleh orang luar. Bagaimanapun, tetap diam seperti ini tidak ada gunanya sehingga Hirata mulai membicarakan isi telpon mereka.
"Kau menceritakan kepadaku tentang pertengkaran yang kau hadapi dengan Manabe-san dan teman-temannya dari Kelas C. Apa itu benar?" Menanggapi pertanyaan itu Karuizawa membuka mulutnya sedikit untuk menjawab, tetapi mungkin dia masih mewaspadai kehadiranku, tidak ada jawaban yang muncul. Sekali lagi Hirata yang memecahkan kesunyian.
"Apa Ayanokouji-kun sudah tahu tentang pertengkaranmu dengan Manabesan dan yang lainnya?"
"Sedikit"
Karena pembicaraan bersamanya terlihat tidak berjalan dengan baik, Hirata sepertinya berniat untuk bertanya kepadaku. Karuizawa masih merasa tidak puas dengan situasi ini, namun dengan patuh tetap diam dan mendengarkan pembicaraan kami. Mungkin karena akulah yang melihat Karuizawa diganggu oleh Manabe saat itu.
"Dari apa yang Karuizawa-san katakan kepadaku, sepertinya mereka menuduhnya duluan dan kemudian menyeretnya ke tempat yang sepi dan hampir menyerangnya dengan brutal"
“Ya, itu benar, aku melihatnya sendiri, Yukimura juga melihatnya”
"Aku mengerti ..." kata Hirata sambil menatapku serius. Lalu ia memejamkan matanya. Dalam masalah ini, aku bertanya-tanya bagaimana keputusan Hirata? memanggil Manabe dan yang lainnya dan menegur mereka? Atau laporkannya ke sekolah?
"Jika Manabe-san dan yang lainnya benar-benar menggunakan kekerasan, maka kita harus melakukan sesuatu untuk hal ini. Aku tidak bisa membiarkan sesama teman menggunakan kekerasan satu sama lain" Mendengar kata-kata itu meluap dengan rasa keadilan yang heroik, aku melihat Karuizawa tersenyum kepada Hirata sejenak. Tapi begitu dia menyadari bahwa aku menatapnya, dia segera kembali ke ekspresi marah.
"Karuizawa-san, kau diintimidasi sampai tidak bisa melawan, apa itu benar?"
"Tidak...." Meski tidak bisa menjawab dengan benar, Karuizawa hanya menatap tanpa suara. Tapi karena dia tidak menyangkalnya, sepertinya ini benar.
Karuizawa terlihat memiliki sedikit masalah dengan seorang perempuan bernama Rika di masa lalu. Manabe dan yang lainnya mencoba membuatnya meminta maaf untuk itu. Tapi pada akhirnya, hal itu hampir meningkat menjadi kekerasan kepada Karuizawa. Setelah mendengar ceritanya, Hirata mengangguk.
__ADS_1
"Aku mengerti, itu sebabnya kau memberitahukan aku sesuatu sepertu yang seperti itu"
"Sesuatu yang seperti itu?" Aku bertanya.
"Karuizawa-san menyuruhku membelanya dan membalas Manabe-san dan yang lainnya" kata Hirata. Ini jauh lebih mudah daripada yang aku harapkan. Tapi dari sudut pandang orang yang menerima intimidasi, pola piker ‘dibunuh atau membunuh’ membuatku terkejut. Dan tentu saja, saat Hirata mengucapkan kata-kata tersebut, Karuizawa yang diam sampai sekarang, berbicara.
"Kenapa kau menceritakan semua ini kepadanya?"
"Karena ini bukan Karuizawa-san yang biasa. Kau bukan tipe orang yang mencoba melawan kekerasan dengan kekerasan, Karuizawa-san"
"Tapi dia sedang diintimidasi, benarkan? Jika kau memang pacarnya, maka kau memiliki kewajiban untuk menyelamatkannya" kataku kepada Hirata.
"Ya, aku tahu itu masalahnya, tapi aku tidak percaya pada kalimat ‘mata dibalas dengan mata, kau tau?" Sisi dari dua hal yang belum aku ketahui, aku merasakan keyakinan yang berbeda bercampur aduk di sana.
"ayo kita pikirkan bersama-sama, bagaimana berteman dengan Manabe-san dan kelompoknya!"
"Itu tidak mungkin, aku diserang oleh mereka secara sepiahak. Tolong mengertilah ..." Karuizawa memohon kepada Hirata.
"Secara sepihak? Bukankah itu karena kau menggertak Morofuji-san duluan, Karuizawa-san?" Morofuji, aku yakin yang Hirata maksud adalah perempuan bernama Rika. Dia juga melakukan penulusuran kepada mereka. aku pikir, itu sangat luar biasa.
"Tapi itu... aku tidak punya pilihan lain... Shinohara-san dan yang lainnya memperhatikanku" kata Karuizawa.
"Jadi intinya, karena Shinohara ada di sana, kau tidak punya pilihan lain? Apa maksudmu?" Aku bertanya.
“tutup mulutmu!" Begitu aku menyuarakan pertanyaanku, Karuizawa langsung meneriakiku untuk diam. Teriakan itu bergema di koridor.
"Kumohon, tolong lindungi aku... Hirata-kun kau akan melindungiku kan?" Karuizawa mengemis kepada Hirata.
"Tentu saja aku akan melindungimu, tapi aku juga tidak akan melakukan apapun kepada Manabe-san dan yang lainnya. Aku akan mencoba menemukan jalan bagimu untuk saling berbicara dan berkumpul bersama"
Terlihat sedikit ekstrem, tapi aku bisa mengerti perasaan Karuizawa. Posisi dia saat ini jauh lebih berbahaya dari yang diperkirakan. Aku tidak akan terkejut jika ini akan meningkat menjadi insiden kekerasan yang serius. Sekolah memiliki aturan tertentu. Merokok untuk anak di bawah umur adalah salah satu contohnya, dan tentu saja, itu adalah peraturan yang ada di SMA manapun di sebuah negara. Namun, masih ada murid yang berhasil lolos dari satu atau dua rokok diam-diam.
Dengan kata lain, ada beberapa peraturannya yang tidak bisa mencegah di sepanjang waktu. Bullying adalah salah satunya. Hirata sepertinya khawatir dengan Karuizawa, tapi pada saat bersamaan, dia juga khawatir dengan Manabe. Sepertinya Hirata bertekad untuk menyelesaikan ini dengan menenangkan kedua belah pihak dengan damai. Dengan kata lain, Hirata terlihat seperti tidak menganggapnya sebagai seorang pacar tapi sama seperti teman normal yang lainnya.
"Tidak peduli apa alasannya, aku tidak bisa melakukan apa yang kau harapkan untuk aku lakukan. Bagiku, Karuizawa-san memang teman sekelas yang berharga. Jika ada masalah yang mengganggumu, aku akan melindungimu. Tapi apapun alasannya, aku tidak akan menyakiti orang lain. Bahkan jika itu adalah murid Kelas C "
"Kau pembohong! Kau bilang jika kau akan melindungiku!" Karuizawa berteriak kepada Hirata.
"Pembohong? Aku Sudah bilang akan mengambil sikap seperti ini sejak awal" Hirata mengatakan sesuatu yang sulit dipercaya oleh murid Kelas D.
"Aku sudah bilang dari awal, bukan? Jika kita bukan sepasang kekasih. Itu tidak nyata, aku tidak keberatan berpura-pura pacaran denganmu, tapi aku tidak akan membantumu seperti ini dan kau tidak bisa bergantung kepadaku" Sepertinya hubungan yang tidak seorang pun bisa meragukan mereka berdua sebenarnya sudah dipalsukan.
"... kenapa kau memberitahukan ini sekarang?" Tanya Karuizawa. Tentu saja ini adalah keluhan terhadap pemberitahuan yang aku dengar baru saja dan sekarang aku mengerti apa tujuan Hirata, dia menggunakan Karuizawa untuk mengungkapkan informasi sebagai penghormatan kepada Horikita. Sesuatu yang seperti itu.
"Aku pikir untuk bisa menyelamatkanmu diperlukan sebuah pendekatan baru" Bukan berarti dia benar-benar meninggalkan Karuizawa, dia sedang berusaha menyelamatkannya dengan caranya sendiri. Dia kemudian mendekati Karuizawa yang terlihat sudah kehilangan ketenangannya, tetapi dia tidak berusaha menyentuh bahunya yang rapuh.
"Apa yang kau bicarakan... Aku harus menggunakan kekerasan sendirian?"
"Aku tidak bilang seperti itu, aku akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkanmu. Di pagi hari, aku berencana untuk berbicara dengan Manabe-san dan yang lainnya, meminta dia untuk berhenti mengganggu Karuizawa-san. Kau mungkin tidak menyukainya, tapi aku ingin berbicara kepada mereka bahwa kau ingin meminta maaf kepada mereka"
"Bukan itu yang kuinginkan!"
Tentu saja, sepertinya Karuizawa meminta Hirata untuk membalas dendam terhadap Manabe dan yang lainnya karena sudah menggertak dia. Dengan pertimbangan seperti itu, ini terlihat seperti esensi nyata Karuizawa, Kepribadiannya yang sebenarnya. Lebih dari sumua itu, sepertinya Karuizawa memiliki sesuatu yang sangat dia takuti.
"Aku mengerti. Jika itu masalahnya tidak ada yang bisa aku lakukan untukmu. Maaf soal itu" Hirata dengan dingin memberitahunya. Bahkan dalam situasi seperti ini, ia mampu untuk tetap tenang. Tetapi meski tetap tenang, Hirata memberi Karuizawa yang tidak bisa melakukan apapun kecuali bergantung padanya hukuman mati.
"Ayanokouji-kun, jika ada ide tolong beritahu kami" Sepertinya dia berusaha mendorong peran ini kepadaku.
__ADS_1
"Tidak perlu! Jika kau tidak mau mendengarkan permintaanku, maka aku tidak membutuhkan seseorang sepertimu!" Karuizawa berteriak sambil menendang sekaleng jus dari mesin penjual otomatis di koridor. Jus di dalamnya tersebar di lantai dan suara yang bergema sepanjang koridor.
"Hubungan kita berakhir sampai di sini hari ini. Sudah berakhir!"
Karuizawa menyatakan hal itu kepada Hirata. Daripada kebenaran hubungan mereka yang sudah terungkap, Hirata terlihat kesal kepada dirinya karena tidak bisa membantunya. Meski Karuizawa pergi, Hirata tidak menunjukkan tanda-tanda untuk mengejarnya. Itu berarti dia sudah memutuskan bahwa Karuizawa bukanlah orang yang harus dia pedulikan sekarang.
"Ayanokouji-kun, ada beberapa hal yang tidak bisa kulakukan. Karena itulah kau disini sekarang, aku ingin kau mengerti itu" Aku mencoba untuk mengambil informasi tentang Karuizawa dengan menggunakan Hirata, tetapi sepertinya Hirata menggunakan kesempatan ini untuk mendorong peran menyelamatkan Karuizawa dari masalahnya kepadaku.
"Sepertinya kau ingin menjadi lebih dari sekadar jembatan yang menghubungkan semua orang, kau hanya mementingkan dirimu sendiri. Apa kau benar-benar sekutu semua orang?" Tanyaku kepada Hirata.
"Ya, aku berada di sisi Karuizawa-san dan aku juga berada di sisi Ayanokoujikun, tapi tergantung siapa yang aku ajak bicara, akhirnya aku juga mengubah sikapku. Kau jauh lebih pintar dari pada apa yang orang lain pikirkan"
"Kau terlalu banyak memujiku"
"Benarkah, aku cukup percaya diri dalam membaca perasaan orang lain. Karena itulah aku bisa tahu," Aku ingin bertanya lebih lanjut tentang kepercayaan dirinya, tapi aku piker berbicara tentang solusi untuk masalah ini muncul duluan.
"Pertama, sekali aku lagi ingin bertanya tentang hubunganmu dengan Karuizawa. Sepertinya hubunganmu dengan dia hanyalah sebuah kata dan tidak nyata"
"Itu hanya ungkapan, Apa Ayanokouji-kun sudah menduga hal ini?”
"Sudah hampir empat bulan sejak kau mulai berpacaran dengan Karuizawa, tapi aku belum melihat ada tanda-tanda hubunganmu yang sudah berkembang sejak saat itu. Tentu saja, kau bisa mempertimbangkan pilihan bahwa kau mempertahankan hubungan yang sebenarnya dan persaudaraan dengannya. Tapi kau selalu menjaga jarak dari dia dan kalian masih saling memanggil dengan nama belakang kalian"
Bahkan jika hubungan fisik mereka tidak berkembang, jika mereka semakin dekat secara emosional, tentu saja mereka juga akan mengubah cara mereka saling memanggil. Tapi untuk menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk lagi, hubungan Hirata dan Karuizawa tidak menunjukkan tanda-tanda kemajuan yang seperti itu. Dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan, tidak menunjukkan tandatanda kemajuan atau perubahan adalah hal yang aneh.
"Itu benar. Kami tidak benar-benar berpacaran. Kami hanya pergi satu sama lain karena kami merasa perlu... Apa kau mengerti pertentangan di sini?"
Meski tidak saling berkencan, Itu masih perlu untuk dilakukan. Itu berarti tujuan mereka adalah bersekutu dan itu artinya apa ada manfaat dari saling berkencan satu sama lain? Lalu siapa yang meminta hal ini dan siapa yang menyetujui permintaan itu?
Itu sudah jelas. Karuizawa lah yang meminta Hirata untuk memalsukan hubungan mereka dan Hirata hanya menjawab permintaannya. Mengetahui hal itu, tindakannya yang bisa dijelaskan oleh fakta ini sudah meningkat.
"Rumor tersebut dimulai sekitar tiga minggu setelah dimulainya awal semester dan sejak saat itulah popularitas Karuizawa naik"
Kejadian ini juga bisa dilihat di dalam kelompok kami. Dengan menempelkan dirinya ke Machida, Karuizawa mampu meyakinkan dirinya menjadi lebih agresif dari sebelumnya dan pengaruhnya di dalam kelompok juga tumbuh secara proporsional. Dengan kata lain, begitulah Karuizawa menjadi benalu bagi Hirata.
"Jadi kau berpura-pura menjadi pacar Karuizawa untuk membantu meningkatkan statusnya."
Aku meminta kebenaran dan Hirata hanya tersenyum kepadaku. Kupikir ini adalah kebenaran yang sebenarnya... untuk beberapa saat aku menyadari bahwa potongan-potongannya masih belum sesuai. Mungkin dia menggunakan Hirata dan Machida untuk berdiri di puncak sistem kasta sekolah? Tidak, jika hanya itu situasinya masih belum jelas. Jika dia ingin mendominasi kelas, yang dia butuhkan adalah meminta Hirata untuk pergi bersamanya dan Hirata mungkin akan setuju. Permintaannya terlalu tinggi.
Sikap keseharian Karuizawa sangat kuat dan terkadang dia juga berperan sebagai penyerang dalam situasi intimidasi. Tapi kenapa dia menerima itu tanpa mempertanyakannya?
Dan... apa Karuizawa benar-benar menggunakan Hirata dan yang lainnya untuk meningkatkan statusnya di kelas? Itu juga merupakan masalah yang patut dipertanyakan. Dalam masalah ini, kau tidak bisa mengatakan bahwa dia menggunakan Machida hanya untuk meningkatkan pengaruhnya di dalam kelompok.
Jika benar, dia tidak menunjukkan minat kepada proses kelompok tersebut dan tetap diam sepanjang waktu. Jika demikian, tidak perlu menggunakan Machida sejak awal. Jadi apa sebenarnya... pemicu yang menyebabkan dia mendekati Machida? Akhirnya sekarang aku merasa bahwa aku sudah mengerti dengan perempuan yang bernama Karuizawa Kei.
'Untuk melindungi dirinya sendiri, ya?’ Dengan proses eliminasi, satu-satunya jawaban yang tersisa adalah sebuah kebenaran. Tidak salah lagi.
"Kau sudah mengerti ,bukan? Sejujurnya saat aku mendengar jawaban ini darimu, aku merinding" kata Hirata.
"Aku baru saja mendengarnya dari Horikita, Karuizawa memiliki alas an sendiri untuk menggunakan Hirata dan yang lainnya," Aku mencoba menipunya seperti itu, tapi Hirata bukanlah seseorang yang sederhana sehingga dia bisa jatuh begitu saja.
"Ayanokouji-kun jika aku harus memberitahumu dengan jujur... mungkin kedengarannya kasar tapi aku menganggapmu menyeramkan. Seperti wujud yang tidak menyenangkan. jika aku menyinggung perasaanmu aku minta maaf"
"Tidak menyenangkan? kenapa kau berpikir seperti itu?"
"Aku sudah melihatmu sejak tahun ajaran dimulai, tapi Ayanokouji-kun saat itu dan Ayanokouji-kun yang sekarang seperti dua orang yang berbeda. Kehadiranmu terpancarkan dan kata-kata yang kau gunakan Hampir seperti kau adalah orang yang berbeda dari biasanya”
bersambung
__ADS_1