Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume

Classroom Of The Elite 2nd Year - Full Volume
EPILOG PERBEDAAN SETIAP ORANG


__ADS_3

Hari terakhir ujian dimulai dan tidak seperti saat di pulau tak berpenghuni, waktu berlalu dengan cepat di kapal mewah. Selanjutnya, setiap hari selama dua jam waktu diskusi berlalu tanpa banyak pembahasan yang sebenarnya sedang dibahas.


Sementara itu, baik itu rencana melawan Ryuuen dan rencana benteng Katsuragi berjalan seperti biasanya, Ichinose Honami dari Kelas B menghabiskan waktunya tanpa bisa menghadapi serangan balasan melawan strategi tersebut.


"Waah, aku menariknya lagi, apa mungkin aku payah di old maid?" Ichinose mengatakan hal itu sambil mengeluarkan kartu di tangannya di hadapanku.


Meskipun saat ini adalah waktu diskusi kelima yang kami miliki, Ichinose sekali lagi menyarankan untuk bermain kartu. Aku akan mempertanyakan pendekatan ini, tetapi sepertinya tidak ada seorang pun di Kelas A yang bersedia muncul untuk berdikusi sehingga hanya ada sekelompok kecil orang yang berpikir akan lebih baik jika bermain daripada menghabiskan waktu tanpa tujuan dan bergabung di dalam permainan kartu.


Hubungan Manabe dan yang lainnya dengan Karuizawa sedikit mengkhawatirkan, tetapi sepertinya efek dari pengiriman foto-fotonya berhasil dengan sangat baik dan sekarang, mereka mematuhi perintah untuk menjauhinya. Karuizawa juga percaya akan hal tersebut dan bersikap normal seperti biasanya.


Di sisi lain, jika melihat dari sudut pandang Manabe, orang misterius yang mengirim chat tersebut mungkin adalah aku atau Yukimura yang muncul di dalam insiden di tangga darurat. Aku menambahkan pada chat yang aku terima bahwa itu dari teman sekelasnya, tetapi sudah jelas bahwa salah satu dari dua orang yang ada di sana sudah pasti adalah orang yang memotretnya.


Entah hal itu atau foto-foto mereka sudah dipastikan disebarkan oleh orang misterius yang memulai chat tersebut sebagai sesuatu yang menarik. Manabe pasti sudah mendapat pemikiran semacam ini dari semua kejadian itu.


Selama dia tidak bisa memastikan dengan pasti bahwa akulah yang bertanggung jawab atas semuanya, dia tidak bisa mengambil tindakan terhadapku karena tidak ada gunanya mencari tahu identitas seseorang yang memotret kejadian itu.


"Apa aku boleh berhenti di sini seperti ini? ..." Yukimura berbicara sementara duduk di sampingku dengan ekspresi yang suram dan depresi.


"Kau terlihat murung, Yukimura-kun. ini adalah tempat dimana kau bisa memainkan hati mu dan mengeluarkan amarahmu. Pertandingan ulang. Pertandingan ulang!”


T/N: Tidak yakin ini hati (perasaan) atau kartu wajik hati? Tapi kayanya itu adalah kartu wajik heart.


"Aku akan melewatkannya, lagipula aku juga tidak bisa menikmatinya, yang lebih penting, apa ini baik-baik saja, Ichinose-san? Mengakhiri ujian seperti ini, aku pikir kau lah yang memegang kendali di kelompok ini dan membimbing kami semua selama diskusi" Yukimura bertanya kepada Ichinose. Dan untuk menanggapi hal tersebut, Ichinose yang tangannya memegang kartu, berhenti untuk sementara.


"Bukankah itu terlalu cocok untuk dirimu sendiri, Yukimura-kun? Jika kau benar-benar ingin menang, jangan mengandalkan orang lain untuk melakukannya untukmu dan gunakan kekuatanmu sendiri untuk menang"


"... aku sangat mengerti itu, aku mengerti" Fakta bahwa dia tidak mampu memiliki tanggung jawab itu di dalam dirinya, aku yakin Yukimura juga menyadari fakta tersebut, tetapi meski tahu, aku pikir dia masih ingin mengubah suasana pasrah ini.


Yukimura yang memegang nilai tinggi akan menjadi salah satu yang paling bisa diandalkan jika ujian itu murni mengukur kepintaran akademis kami. Tetapi hanya karena kau berbakat secara akademis, itu tidak selalu berarti membangkitkan semangat orang-orang. Bukan berarti mereka bisa menemukan ide yang baru begitu saja. Ada hal-hal di dunia yang tidak bisa dilakukan hanya dengan menghafal kata dan rumus.


Selama liburan musim panas, ada dua ujian khusus yang kami hadapi, bahkan Horikita terpaksa menghadapi ketidakberdayaannya dalam menghadapi hal tersebut. Aku bertanya-tanya apakah di dalam kebuntuan situasi ini, Ichinose, Machida dan yang lainnya juga merasakan kejengkelan ini. Bagaimana pun, bahkan dengan frustrasi itu, selama hal itu tidak berakhir dengan menghancurkan semangatmu, akhirnya itu bisa digunakan untuk kekuatanmu.


⁰ₒ⁰


"Dan dengan pertemuan berikutnya, ujian ini akan selesai. Bagaimana dengan keadaan di sisimu, Ayanokouji-kun?" Aku mengadakan pertemuan terakhir dengan Horikita. Dunia luar sudah terbungkus oleh kegelapan. Catatan pembicaraan kami tetap ada di dalam Chat. Untuk menghindarinya, saat ini kami bertemu secara langsung.


"Tidak ada perubahan yang spesial di sisiku, sepertinya target kami akan lolos dengan selamat. Bagaimana denganmu?" Aku pikir aku tidak bisa berharap banyak kepada Horikita, namun...


"Aku akan menang" Jawabnya singkat seperti itu.


"Jadi kau sudah menemukan ‘target’?"


"Aku tidak tahu siapa yang mendengarkan kita, jadi aku tidak bisa menceritakan rinciannya, tapi aku tidak keberatan jika kau percaya kepadaku, semuanya akan berjalan dengan lancar"


Dari Hirata, aku sudah pernah mendengar bahwa "target" kelompok Naga itu adalah Kushida. Tentu saja, aku yakin Ryuuen dan Kanzaki sudah melakukan segalanya dengan kekuatan mereka untuk menjebaknya. Tetapi sepertinya Horikita telah berhasil berlayar menuju keselamatan dan bertahan.


Jika dia bisa dipercayai, aku yakin tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kau hanya perlu menunggu 500.000 poin untuk digulirkan di kemudian hari. Hal ini bahkan bisa digambarkan sebagai kemenangan yang pasti bagi kami dalam masalah tersebut.


"Apa kau mungkin ingin berkonsultasi denganku?" dia bertanya.


"Tidak usah, kau bisa membuat pergerakan apapun yang kau suka" Bahkan jika dia bercerita tentang kelompok (Naga), sepertinya aku tidak bisa berbuat banyak untuk membantunya.

__ADS_1


"Jadi, kau bilang kau ingin berbicara denganku tentang sesuatu, apa itu? Aku ingin menghindari kontak yang ceroboh jika itu memungkinkan" kata Horikita kepadaku.


Mungkin dia mewaspadai keberadaan Ryuuen yang sudah menguntit Horikita... mungkin. Aku tidak bisa merasakan kebaikan apapun dari sikapnya, tapi itu akan merepotkanku bahkan jika Horikita tiba-tiba bersikap baik kepadaku.


"Kau tidak boleh takut dengan tatapan Ryuuen selamanya, kau tahu"


"Dilihat dari nada itu, bisakah aku menganggap bahwa kau memiliki rencana?" Tetapi sepertinya dia tidak banyak berharap kepadaku karena dia terlihat terkejut saat aku mengangguk menanggapi hal itu.


"Aku sudah menarik Hirata ke pihakku, aku percaya aku bisa membangun hubungan kerja sama dengannya di masa depan"


"Aku benar-benar tidak menginginkan semua itu" jawabnya.


"Baiklah, aku tidak akan memintamu terlibat dengan Hirata secara pribadi, aku akan menangani pembicaraan dengan Hirata sehingga itu akan sesuai dengan langkahku"


"...Aku tidak suka ini, aku tidak suka kau seperti bergerak di belakang punggungku" kata Horikita Aku sudah menduga dia akan mengatakan sesuatu seperti ini.


"Kalau begitu tunjukkan wajahmu saat kita membahasnya nanti. Bahkan jika kau tidak bisa memaksakan diri untuk mengatakan sesuatu, kau bisa mengikuti diskusi sehingga tidak ada masalah di sana, benarkan?" Tanyaku padanya


"Aku rasa begitu"


Dia merasa tidak puas, tetapi jika aku memberi Horikita pilihan untuk berpartisipasi atau tidak berpartisipasi, dia tidak bisa menolaknya. Lagipula, keberadaan Hirata adalah sebuah keuntungan bagi kelas dan setelah melihat kepemimpinannya di pulau tak berpenghuni, Horikita pasti akan memahaminya juga.


"Termasuk Hirata, ada seseorang yang ingin aku perkenalkan. Tolong luangkan waktumu sebelum ujian selesai" kataku.


"Aku masih tidak menyukainya, jangan ikut sertakan lebih banyak orang dari yang dibutuhkan"


"Tolong pertimbangkan jika itu adalah konsekuensimu yang berdiri di garis  depan. Selain itu, orang tersebut pasti akan berguna bagi kita"


"Dalam ujian ini, aku bertanya-tanya, seberapa banyak kelompok yang akan  diselesaikan oleh pengkhianat?"


"Aku juga ingin tau. Aku terkejut jika ujian kelompok Sapi tiba-tiba berakhir, tapi aku ragu hal seperti itu akan terulang. Aku pikir hasil yang paling mungkin adalah ‘target’ yang lolos saat ujian hampir selesai"


"Sudah kuduga, aku juga berpikir seperti itu" Dan sebentar, Horikita mengalihkan pandangannya. Itu adalah gerakan tidak sadar yang manusia buat saat mereka mengkhawatirkan sesuatu.


"Ada apa?"


"Tidak ada, hanya saja, aku hanya merasakan sesuatu yang salah dengan cara ujian ini berkembang, tetapi seharusnya tidak ada kesalahan, aku pasti tidak akan kalah"


Sepertinya beberapa kecemasan yang dia simpan di dalam dirinya sedikit bocor. Bahkan jika aku menawarkan kalimat dukungan, aku yakin dia akan menganggapnya sebagai masalah yang tidak penting. Jadi aku memutuskan untuk diam saja.


⁰ₒ⁰


Anggota kelompok (Kelinci), tanpa harus mendekat untuk mencari solusi di dalam ujian, ujian sudah memasuki diskusi yang keenam dan yang terakhir. Karena aku ingin mempertimbangkan ideku dengan tenang dan rasional untuk sementara waktu, aku memutuskan untuk meninggalkan ruangan Hirata dan yang lainnya dan mulai menuju ruang diskusi kelompok. Karena masih tersisa sekitar 30 menit sampai dimulainya diskusi, jelas tidak ada yang akan datang ke sana. Tetapi, harapan itu terabaikan oleh kehadiran seseorang yang tak terduga...


"... Seseorang yang sudah datang duluan, ya?"


Itu merupakan sosok seorang perempuan yang tidur di lantai di sebuah ruangan saat tidak ada seorang pun yang seharusnya berada di sana. Meski begitu, aku bertanya-tanya kenapa roknya sangat menggelitik hati seorang laki-laki? Ini gawat, ini gawat.


Karena dia sedang berbaling, paha gemuk Ichinose bahkan terlihat lebih jelas dari biasanya dan ke arah rok yang tidak bisa kulihat di dalamnya, aku mendapati diriku tidak bisa mengalihkan tatapan dari mereka. Jika ada laki-laki di sini yang tidak merasakan hal yang sama kepada Ichinose, maka dia adalah gay atau biseksual. Tidak terlepas dari kejadian itu, ini merupakan takdir dari seorang anak laki-laki yang sehat.


Meskipun kupikir itu tidak ada gunanya, aku tidak bisa berhenti melihat mulai dari paha ke kakinya, lalu ke wajahnya, lalu ke ***********, lalu kembali turun ke pahanya. Tatapanku berkedip di antara mereka.

__ADS_1


Sementara merasa frustrasi kepada zaman ini, aku tiba-tiba terganggu oleh sesuatu yang lebih jauh di belakang kepala Ichinose, yaitu ponsel yang pasti pernah dia gunakan sebelum tertidur.


(Rada mesum ini)


Di ponsel yang diberikan oleh sekolah, cukup sedikit informasi yang tertulis dan tidak hanya memainkan peran penting di dalam ujian ini, tapi juga memungkinkanmu unyuk menentukan poin masing-masing individu. Tentu saja untuk mengonfirmasi hal ini, sesuatu seperti ID pribadi dan kata sandi diperlukan, namun untuk menghindari kerumitan haruslah log in setiap kali seseorang ingin memeriksanya, ada banyak kasus dimana murid yang menyimpan informasi semacam itu di terminal mobile.


Itu berarti, dengan kata lain, jika aku bisa mencuri ponsel Ichinose sekarang, aku bisa memastikan kekayaan Ichinose dan jumlah poin yang dia pegang. Beberapa waktu yang lalu, aku sudah memutuskan untuk mengabaikan IDE dan kata sandinya, Ichinose juga menyimpan informasinya di terminal mobile. Jika situasinya tidak berubah, aku akan bisa mendapatkan informasi. Perlahan dan hati-hati, aku mendekatinya.


"... uuuuu”


"Wow" Seiring jarak antara kami semakin dekat, mungkin suasananya akan berubah dan dia akan merasakan kehadiran orang lain, tetapi Ichinose hanya sedikit bergerak dan kemudian dia langsung tertidur lagi. Sepertinya aku berhasil melakukannya tanpa membangunkannya. Aku memperpendek jarak lagi.


"... nnn".


Aku ingin tahu apa yang sedang aku lakukan. Meskipun demi mengumpulkan informasi, jika ada yang melihat ini, mereka hanya akan melihatku sebagai orang yang mesum. Bagaimana jika Ichinose terbangun saat aku memunggungi dia? aku merasa sedang melakukan sesuatu yang seharusnya tidak aku lakukan.


Karena diskusi dimulai dalam 30 menit, tidak masalah meski aku dating lebih awal, kalau begitu, bukankah sebaiknya aku menunggu di dalam ruangan dengan tenang? Jika tidak ada hal yang aku anggap salah, aku harus bertindak normal. Langkah demi langkah, aku menutup jarak dengan Ichinose.


"... nnnnn ... munyumunyu". Ini tidak mungkin.


Setiap kali aku bergerak, Ichinose terus menunjukkan tanda-tanda terbangun. Untuk menguji dugaan ini, aku mencoba menggerakkan kakiku di tempat tanpa benar-benar bergerak. Jika Ichinose menanggapi hal ini, aku bisa menyimpulkan jika dia hanya tidur ringan. Dikatakan bahwa orangorang yang tertidur ringan adalah orang sangat berhati-hati...


... ini menyedihkan Kenapa aku menyelinap seperti ini? Tapi anehnya, dia sama sekali tidak berbicara di dalam tidurnya. Tapi jika ada yang melihatku sekarang yang mereka lihat hanyalah sebuah kata mesum. Setelah memperhatikan tingkah lakuku sendiri sebagai usaha yang bodoh, aku menyerah mencuri ponselnya dan menjauh darinya lagi. Lalu aku duduk di tempat yang jauh dari Ichinose.


Dari sudut pandang ini, tidak ada risiko bahwa aku tanpa sengaja melihat rahasia tersembunyi di pahanya dan resiko bahwa aku juga tidak sengaja membuat kontak dengannya dari tempat ini. Yang lebih penting lagi, sejak awal. Aku bertanya-tanya kapan tepatnya Ichinose sudah tiba di sini? Kemudian, sekitar 20 menit sebelum diskusi dimulai, musik yang imut terdengar di ruangan. Itu berasal dari ponsel Ichinose.


"... nnnn"


Sambil tetap memejamkan matanya, dia meraih ponsel dan mengoperasikan layar ponselnya, dia menghentikan musik itu. Sepertinya musik itu berasal dari alarm yang dia atur. Sambil tetap merasa mengantuk, Ichinose mengangkat dirinya dari lantai dan memperhatikan kehadiran yang asing, yaitu keberadaanku di dalam ruangan. Aku bertanya-tanya apa yang harus dilakukan jika dia membuat wajah jijik ke arahku, tetapi dia sama sekali tidak mengkhawatirkannya.


"Selamat pagi, Ayanokouji-kun Maaf, apa alarmku mengejutkanmu?"


"Tidak. Yang lebih penting, sepertinya kau tidur dengan nyenyak"


"Ahahahaha maaf maaf, aku baru saja tertidur, kau datang cepat, masih ada 20 menit lagi"


"Sama saja denganmu, sejak kapan kau di sini?"


"Sejak satu jam yang lalu. Aku hanya ingin meluangkan waktu dengan tenang, jika di kamarku, itu sangat ribut dengan teman-temanku yang keluar masuk" Sepertinya ini adalah tempat terbaik baginya untuk beristirahat.


"Selain itu, aku juga ingin mengumpulkan pemikiranku" Dari pada merasa segar setelah tidur, wajahnya terlihat lebih seperti dia  memiliki sekilas pemahaman.


"Apa kau mendapatkan beberapa hasil?" aku bertanya.


"Kurang lebih"


Lalu berdiri, entah kenapa Ichinose berjalan menyeberangi ruangan ke arahku dan duduk di sampingku. Sebuah ruangan dengan hanya dua orang yang hadir dan jarak yang terlalu dekat. Aku tidak bisa menyembunyikan kegugupanku di dalam situasi ini tetapi sepertinya Ichinose sama sekali tidak memperhatikannya.


"Masih ada waktu yang tersisa sebelum ujian, jadi bisakah kita ngobrol sedikit? Jika itu tidak menganggumu" dia bertanya.


sambung

__ADS_1


__ADS_2