
"Kau akan melakukan sesuatu, kan? kau adalah temanku, benar kan?" Kalimat tak bermatrai, namun sebagai gantinya ditanda tangani oleh Sudou. Baru di saat-saat seperti inilah mereka menggunakan kata "teman". Sangat manis.
“Aku pikir aku bisa mencobanya. Jangan terlalu berharap.”
Setelah menjawab, aku berhenti chatingan dan mencoba menelepon Horikita. Alasan aku mengabulkan permintaannya adalah karena beberapa bagian dariku juga ingin mengajaknya. Karena reputasinya di kelas sudah mulai meningkat, aku bisa mengharapkan hasil yang bagus dari ini.
"Apa yang kau inginkan?"
"Apa aku tidak boleh menelepon tanpa alasan?"
"Aku akan menutup teleponnya."
"Tunggu, aku punya sesuatu. Sebenarnya, beberapa teman sedang berbicara tentang pergi ke kolam renang besok. Kemudian mereka menyuruhku untuk mengajakmu karena kau hanya membaca dan bersembunyi di kamarmu setiap hari."
"Temanmu? maksudmu trio idiot itu? Aku tidak mau bergabung dengan mereka." Sebuatan yang sangat nostalgia…
"Aku menolak"
.
"Apa kau akan datang jika hanya kita berdua?"
"itu sama saja." Tentu saja akanTapi kali ini, aku punya cara lain.
"Botol air" Aku merasakan sikap dan aura sudah berubah dari seberang saluran telepon karena mendengar kata-kata sederhana ini.
"Kata botol air sudah ada di pikiranku akhir-akhir ini, kau tahu."
"… Apa maksudmu?" Tidak masalah jika dia melakukan seperti yang dikatakan, tapi dia sedang pura-pura tidak tahu apa-apa.
"Merasa terjebak di dalam botol air , atau sejenis, mengingatkan?"
"Kepribadianmu keluar melalui cara berbicara yang tidak menyenangkan." Menyadari apa yang coba aku katakan kepadanya, dia terlihat lebih tidak suka dari biasanya.
.
"Aku akan lebih senang jika kau lebih jujur."
"Jadi di mana dan kapan waktunya besok?" Horikita memiliki sesuatu yang harus dia lindungi. Aku berasumsi dia tidak akan membiarkan ada yang tahu insiden botol air itu. Untuk alasan ini, dia bahkan rela pergi ke kolam renang.
"Setengah delapan pagi di dekat lobi, kita akan berpencar sorenya."
"Aku mengerti, tapi aku tidak akan memaafkanmu jika kau menggunakannya lagi."
"B-baiklah"
Aku tidak memiliki niat untuk menggunakan alasan itu untuk melawan dia yang kedua maupun yang ketiga kalinya. Daripada menggunakan itu untuk memerasnya, akan lebih mirip seperti mengucapkan terima kasih atas bantuanku selama kejadian botol air. Aku percaya dia juga mengerti hal itu.
“Aku mengajaknya”
“Kerja bagus Ayanokouji! kau berhasil menghindari Suplex Jerman di atas tanah beton!"
(T/N: Suplex biasanya digunakan di dalam olahraga tinju. Memeluk lawan dari belakang dan membantingnya ke belakang) ... Sepertinya hidupku dalam bahaya.
.
__ADS_1
“Ajak dia untukku Ayanokouji! Aku mohon padamu! Seharusnya dia sudah ditolak kemarin, tapi dia masih mengirim pesan teks seperti itu. Segera setelahnya, personal chat dari Yamauchi muncul.
“Aku harus merahasiakan penolakanku! Tolonglah aku!”
Itu adalah tulisan yang disampaikan oleh pihak lain melalui pesan yang menyedihkan. Sepertinya dia masih ingin terlihat jatuh cinta kepada Sakura. Tentu saja, jika dia bergabung, anak laki-laki itu pasti akan senang. Tapi dia bukan perempuan yang bisa ikut bergabung dengan mudah. Dia jujur, tapi dia tidak bergabung dengan kelompok Karuizawa saat pelajaran berenang.
*********** yang lebih besar dari orang lain, mencuri perhatian dari jenis kelamin yang sama, bahkan jenis kelamin yang lainnya juga. Kemudian, pasti sangat sulit berteman dengan laki-laki yang baru saja ditolaknya. Terlepas dari apakah dia mau pergi atau tidak, setidaknya aku bisa menelfonnya.
***
Dalam sekejap mata, hari yang dijanjikan tiba. Awal dari acara terakhir di liburan musim panas, waktu yang dijanjikan adalah 8:30. Saat turun ke lobi, sebagian besar anggota sudah berkumpul.
"Kau hampir tidak tepat waktu, huh"
"Masih ada sekitar ...... 1 0 detik sampai waktu yang dijanjikan"
"Lift dalam keadaan macet dan karena itulah kau terlambat, bukan?"
.
Meskipun aku tidak terlambat, Aku diselidiki secara menyeluruh seperti itu oleh Horikita. Mungkin inilah reaksi dari ajakan yang dipaksakan. Selain itu, mungkin dia merasa bahwa atmosfer dari tempat ini adalah atmosfer yang merepotkan. Apa boleh buat, karena bersama Kushida dan Sakura, Ike dan Yamauchi, hampir tidak ada orang yang bisa dia ajak berbicara.
"S-selamat pagi, Ayanokouji-kun"
"Selamat pagi, Sakura" Sementara sedikit terlihat takut, Sakura mengintip ke arahku saat menyapaku. Ke arah Sakura, Yamauchi terlihat tidak memperhatikannya tapi sepertinya dia khawatir tentangnya tanpa disadari.
Sakura pun merasa sedikit tidak nyaman di suatu tempat entah dimana. Aku akan mencatat ini untuk referensi, tapi pengakuan tidak hanya menimbulkan sesuatu yang bahagia. Sesuatu yang mengganggu juga ikut bersamaan setelahnya.
"Dimana Sudou?"
"Karena itu adalah dia yang sedang kita bicarakan, mungkin Sudou tertidur” Kata Horikita. Meskipun waktu untuk berkumpul sudah tiba dan lewat, tidak ada tanda-tanda Sudou akan muncul. Karena dia bekerja keras di aktivitas klubnya sampai kemarin, dia mungkin sudah kelelahan. Karena tidak ada yang berusaha menghubungi Sudou, aku melakukannya.
.
Aku mencoba meneleponnya, tapi meski telepon terus berdering, aku bahkan tidak bisa sampai ke penjawab. Aku mengakhiri panggilan dan menginformasikan ke sekelilingku tentang hal itu.
"Apa yang orang itu lakukan? Sudah jam 8.30! Jika dia tidak cepat, kita tidak akan menjadi yang pertama!" Ike menjadi jengkel. Sambil gelisah, menatap lift. Tapi lift tidak menunjukkan tanda-tanda pergerakan.
"B-baiklah, aku akan membangunkannya" Yamauchi yang merasa tidak nyaman dengan keheningan yang canggung di antara dia dan Sakura, mengatakan hal tersebut saat dia menaiki lift. Pada saat itu juga, aku bisa merasakan suasana berat yang tak terlihat mulai memudar.
"Apa ada sesuatu yang terjadi dengan dia?" Sepertinya Horikita juga memperhatikan perubahan Yamauchi dan menanyakannya dengan suara yang keras. Aku mengacak-acak rambutku sambil berpikir tentang bagaimana aku menjawabnya.
"Ada banyak yang terjadi" Pada akhirnya, aku berhenti bicara. Baik Yamauchi maupun Sakura pasti tidak akan senang jika cerita ini menyebar.
"Hmmm...? Kalau tidak salah ... Horikita-san dan yang lainnya, selamat pagi..."
.
Saat kami di lobi dan menunggu Sudou, Ichinose dan tiga teman perempuannya turun. Handuk mandi bisa terlihat mengintip keluar dari kantong plastik yang tidak biasa dan berwarna -warni yang mereka pegang di tangan mereka.
"Jangan-jangan kalian juga akan menuju ke kolam renang?"
"Begitulah” Hal terakhir yang di lihat di akhir liburan musim panas adalah pergi dan bermain di kolam renang. Bahkan jika semangat kami tumpang tindih, itu tidaklah aneh.
"Karena kita semua ada di sini, ayo kita semua bermain bersama. Bagaimana?"
__ADS_1
"Tentu saja. Kau boleh bergabung !!!" Ike, hampir merasa akan terbang, melompat dari sofa dan menyambutnya. Kali ini, sepertinya Horikita tidak memiliki niat untuk mengatakan apapun secara khusus karena dia tidak mengucapkan sepatah kata pun.
"Hanya saja, maaf, salah satu dari kami ketiduran dan kami masih menunggunya turun. Salah satu teman kami sedang menjemputnya saat ini."
"Baiklahhhhhh!" jawab Ichinose.
***
Membuka mulut lebar-lebar seperti seekor buaya, Sudou menggaruk rambutnya yang berantakkan.
"Maaf. Aku ketiduran. Sepertinya aku kelelahan karena kegiatan klub yang menumpuk"
"Jangan katakan itu kepadaku."
Sudou meminta maaf karena terlalu menyebalkan kepada Horikita yang berada di sampingnya, tapi kelihatannya dia memperlakukan Sudou seperti sesuatu yang merepotkan. Tidak ada tandatanda bahwa jarak di antara keduanya sudah semakin dekat. Di sisi lain, kelompok Ichinose yang sudah melompat masuk untuk berpartisipasi juga sedang berbicara bersama Kushida di tengahnya.
"Hei, Ayanokouji-kun" Horikita memanggilku, orang yang berada di samping Soudou. Sudou melirikku dengan
ekspresi bosan di wajahnya.
"Apa menurutmu situasi ini sedikit aneh?"
"Memamgnya kenapa?”
"Ike-kun dan Yamauchi-kun. Aku tahu ini akan memberikan keberuntungan kepada mereka lebih dari orang lain pada saat seperti ini, bukan?"
.
Menanggapi pernyataan tajam itu, Sudou juga menjadi kaku untuk sesaat. Karena dia berada tepat di sampingnya, Horikita tidak mengabaikan sosok tersebut.
"Apa kau mengingat sesuatu, Sudou-kun?"
"Tidak ada......" Sudou mencoba menipunya seperti itu, tapi bukannya menghilangkan ketidakpercayaannya, itu hanya akan membuat Horikita menjadi lebih waspada. Ike dan Yamauchi berjalan berdua dengan ekspresi kaku sambil memeluk bahu satu sama lain.
"Aku sama sekali tidak bisa tidak berpikir bahwa mereka memiliki tujuan yang mencurigakan...." kata Horikita. Di sisi lain.... seolah-olah mengatakan hal itu, Horikita juga memusatkan perhatiannya kepada tas yang dipegang Ike.
"Meskipun mereka seharusnya tidak memiliki apa pun selain handuk dan pakaian renang bersama mereka, Tas itu terlihat sedikit berat" Sepertinya tas yang dipakai Ike lebih berat daripada yang dimiliki laki-laki lain, termasuk aku.
"Benarkah? Sama sekali tidak terlihat seperti itu menurutku...."
"Tidak terlihat seperti itu? Setelah melihat keadaan itu?" Kecurigaan Horikita memiliki alasan setelah melihat tasnya bergoyang dan hampir meluruskan siku saat hal itu terjadi.
.
"Bukankah itu karena dia hanya ingin bermain-main setelah sampai di kolam renang? Dia hanya membawa barang-barang yang dia butuhkan untuk itu" Aku mengatakan hal itu untuk mendukung kata-kata Sudou. Dengan cepat Sudou masuk ke dalam kapal bahtera.
"B-benar, aku juga berpikir seperti itu”
"Aku mengerti... Bisa saja seperti itu" Melalui pengamatan setiap hari, ini adalah fakta yang diketahui oleh trio idiot sang maniak anak perempuan. Mau bagaimana lagi, meskipun dia merasa takut terhadap ketiganya yang tidak beres seperti biasanya.
Tapi ada alasan yang mendalam di balik hal ini. Saat ini, ketiganya sedang diserang oleh perasaan gugup yang ekstrem. Ini bukan karena fakta bahwa mereka dikelilingi oleh gadis-gadis cantik saat ini. Itu karena mereka akan segera melihat gadis-gadis itu memakai pakaian renang mereka. Aku harus mengubah topik pembicaraan di sini agar terus membodohinya.
"Sudou"
"A-apa?"
__ADS_1
"Hasil dari kegiatan klubmu... bagaimana aku mengatakannya ya, tapi apa kau menerima pemasukan yang baru dari poin?"
Sambung...