
Claudius terlihat bingung saat mereka sampai di dapur biar bagaimanapun dia tak perna mengijakan kakinya ketempat yang bernama dapur selama hidup yang di jalaninya selama ini apalagi untuk membuat sesuatu di sana mana mungkin dia bisa tapi demi permitaan Nisa dia mau tak mau harus melakukannya ini juga demi anaknya juga.
"Bagaimana caraku membuat ini?" Tanya Claudius sudah mengambil sebungkus mie dari kantong belajaan mereka pria itu kini sudah berada dibalik konter dapur.
"Kau tak perna membuatnya?" Tanya Nisa kalem yang juga sudah duduk dengan nyaman di kursi depan konter dapur tepat di hadapan Claudius keadaannya yang sedang Hamil dan kehamilanya yang semakin hari semakin membesar membuat staminanya memang cepat terkuras dan mudah lelah.
"Tidak"
"Hm... jadi ini pertama kalinya kamu memasak Mie?"
"Ya"
"Oh... begitu"
"Dan juga ini pertama kalinya Aku memasak dan masuk ketempat yang bernama dapur seperti ini" kalau Claudius sedikit canggung
"Hm.. kalau begitu pasti kamu tak akan bisa membuatnya padahal aku ingin sekali makan Mie buatan Claudi" ujar Nisa sedih tapi mendengar apa yang di katakan Claudius ia tak mungkin memaksa seseorang yang tak perna memasak bahkan tak perna menginjakan kakinya di dapur untuk membuatkan dirinya Mie bukan.
"Aku akan melakukannya katakan saja apa yang harus dilakukan dan aku akan melakukannya" ujar Claudius dia tak mau membuat wanita dihadapannya kecewa lagi pula ia juga sudah terlajur antusias meski dia tak mengatakannya tapi entah kenapa dia merasa senang dan antusias dengan hal-hal baru seperti ini yang selalu dia dapatkan dari Nisa yang tak perna dia lakukan sebelumnya seumur hidupnya.
"Kamu yakin" tanya Nisa tak yakin dengan perkataan Claudius.
"Ya" jawab Claudius penuh keyakinanan.
"Hm baiklah setidaknya aku akan membantumu" ujar Nisa berdiri dari tepat duduknya dan menghampiri Claudius di balik konter dapur.
"......"
"Sebelum memasak pakai ini dulu agar nanti tak mengotori bajumu" ujar Nisa mengambil epron berwarna hijau dan memakaikannya pada Claudius.
Claudius terlihat lucu saat mengenakan epron itu apalagi jika melihat hiasan berbentuk gambar kepala jerapa di bagian dada epron.
"Hehe epronya sangat lucu" kata Nisa melihat penampilan Claudius saat ini.
"....."
Nisa juga mengenakan epron yang sama hanya bedah warna dia memakai yang berwarna orange di bantu Claudius untuk mengikat bagian belakang epronya.
__ADS_1
"Kau diam disin saja" ujar Claudius yang sudah selesai mengikat epron milik Nisa.
"Eh? Tapi bukanya tadi kau bilang..."
"Hm.. katakan saja apa yang perlu kulakukan aku akan melakukannya" potong Claudius sudah bersiap membuka bungkus Mienya.
"Apa yang pertama?" Tanyanya lagi sambil memcoba membuka bungkus Mie.
"Siapkan air untuk di rebus"
"......"
"Hah.. ambil pancinya lalu isi dengan air dan rebus" perinta Nisa sambil menujuk pada panci di rak dapur.
Claudius melakukan apa yang dikatakan Nisa memilih panci-panci itu dengan seksama dia tak mengerti hanya membolak-balikan panci.
"Ambil yang kecil saja! Dan isi dengan air"
Seperti sebelumnya Claudius mengikuti semua yang dikatakan Nisa dari mengambil panci kecil mengisinya dengan air menyalakan kompor untuk merebus air menunggu air hingga mendindi dan setelahnya memasak mienya semua itu dengan intrupsi dari Nisa karna Claudi benar-benar awam dengan peralatan dapur apalagi peralatan yang dipakai begitu berbedah dengan kehidupanya di masalalu seingat dia meski dia dulu juga tak perna kedapur.
Menunggu beberapa waktu akhirnya Mie yang dibuat Claudiuspun matang Nisa sudah kembali duduk di tempatnya sebelumnya dihadapanya sudah tersaji.
Mie buatan Claudius yang terlihat lezat meski kelihatanya tingkat kematangan dari mienya sedikit over tapi tetep itu membuat Nisa yang melihatnya ingin segera menyantapnya mungkin itu karna hormon ibu hamilnya yang sedang ngidam atau bagaimana.
...(Bayangin ajah Mie instan Indo karna aku lebih suka mie instan Indo wkwkwk)...
Nisa segera mengambil sumpit untuk mencoba mie pertama yang dibuat Claudius atas permintaannya dengan semangat wanita muda itu menyuapkan satu suapan Mie kemulutnya menguya dan merasakan rasa dari Mie itu.
"Hmn...." gumam Nisa masih menikmati rasanya.
"Bagaimana?" Ujar Claudius penasaran akan rasa dan tanggapan dari Nisa.
Nisa tersenyum pada pria yang masih ada di balik konter dapur dan mengambil Mie itu di sumpirnya dan di arahkan pada Claidius.
"Rasanya lumayan cobalah tak mengecewakan meski ini kali pertama kamu membuatnya meski sedikit over tapi ini tetap terasa enak kok" ujar Nisa sambil mengacungkan sumpit yang berisi Mie untuk dicicipi Claudius juga.
Claudius diam sejenak sebelum ia melahap Mie yang di suapkan Nisa untuknya rasa guri, manis, asin, lembut semua terasa dimulutnnya.
__ADS_1
"Lumayan bukan?" Ujar Nisa sambil tersenyum.
"Hm" gumam Claudius singkat dan setelahnya merekapun memakan Mie itu bersama meski kebanyakan Mie yang memakan adalah Claudius karna Nisa terus menyuapinya terus menerus sedangkan dirinya sendiri hanya memakan beberapa suapan karna memang begitulah kebiasaan wanita ngidam meski sedikit yang di makan asal terpenuhi keinginannya mereka akan merasa puas.
Disisi lain terlihat para pengikut Claudius yang berada di balik pintu dapur semua melihat apa yang di lakukan kedua orang yang berada di dapur dari awal hingga akhir karna mereka merasa khawatir jika terjadi sesuatu karna pimpinan mereka selama ini tak perna kedapur tapi nyatanya kekhawatiran mereka tak terjadi justru mereka hanya bisa menyaksikan pimpinan mereka yang terlihat bahagia karna melakukan hal baru bersama wanita yang sedang mengadung anaknya.
'Sejak kapan mereka jadi sedekat itu' pikir Haiden melihat kedekatan Nisa dan Claudius yang kini benar-benar seperti pasangan kekasih atau mungkin pasangan suami istri.
"Sepertinya tua Claudius sangat menikmati apa yang dia lakukan disana" ujar Raisa mengutarakan apa yang dipikirkan semua taman-temanya saat ini yang sama-sama melihat kegiatan Claudius dan Nisa di dapur.
"Aku sudah kenyang kalau dibuangkan sayang sekali jadi kamu yang harus menghabiskanya he...he" jawab Nisa dengan diakhir tawa kecil.
"Aku?"
"Ya"
Akhirnya Claudiuspun menghabiskan semua sisa Mienya tanpa protes sedikitpun dengan diteman Nisa yang berada di hadapanya memandanya makan semua Mie yang di buatnya sendiri.
Flasback off
Begitulah akhir dari ngidam Nisa hari itu
yang menurut Claudius menyusakan tapi juga cukup menyenakan untuknya.
Entah kenapa dia selalu bahagi saat melakukan sesuatu bersama Nisa.
Claudius mulai mengambil posisi seperti biasanya duduk tepat di samping Nisa yang tertidur bersandar pada kepala ranjang hingga dirinya juga ikut terlelap.
"Hari-hariku bersama denganmu mungkin akan menjadi kenangan yang sangat bagus untukku"
Disaat Claudius sangat menikmati kehidupanya saat ini dia masih belum menyadari jika kini ada orang-orang yang sedang mencarinya dan sedang membuat kekacauan di kota.
Terlihat disebuah lorong gelap dua orang dengan pakaian hitam dan juga seorang wanita yang berada di pelukan salah satu dari mereka terlihat tak sadarkan diri.
Wanita itu entah sudah mati atau belum karna terlihat orang bertudung itu kini sedang menikmati mangsanya itu dengan beringasnya menghisap darah wanita itu dari leher wanita yang tak sadarkan diri itu dengan gigi taringnya yang tajam.
Tbc
__ADS_1